meningkatnya aliran darah ginjal dan laju filtrasi glomerolus. Namun semua derivatxantin ini rupanya juga berefek langsung pada tubuli ginjal, yaitu menyebabkan peningkatan ekskresi Na
+
dan Cl
-
tanpa disertai perubahan yang nyata pada perubahanurin. Efek diuresis ini hanya sedikit dipengaruhi oleh keseimbangan asam-basa, tetapimengalami potensiasi bila diberikan bersama penghambat karbonik anhidrase.Diantara kelompok xantin, theofilin memperlihatkan efek diuresis yang paling kuat.
P
enggunaan klinik diuretik.
Diuretik golongan Tiazid, merupakan pilihan utama step 1, pada sebagian besar penderita.
Diuretik golongan tiazid, :
-
digunakan pada payah jantung kronik kongestif, bila fungsi ginjal normal.
-
Digunakan pada penderita batu
ginjal
.
-
disertai dengan diet rendah garam digunakan pada penderita diabetes insipidus
Diuretik kuat biasanya (furosemid) :
-
terutama bermanfaat pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal.
-
U
dem paru akut.
-
digunakan bila terdapat gangguan fungsi ginjal atau bila diperlukan efek diuretik yang segera.
-
diberikan bersama infus NaCl hipertonis pada penderita hiperklasemia
Diuretik osmotik :
-
pada penderita udem otak
-
Diuretik osmotik atau asetazolamid digunakan prabedah pada penderita acuteangle closure glaucoma
Diuretik hemat kalium, digunakan bersama tiazid atau diuretik kuat, bila ada bahaya hipokalemia.
B
iasanya digunakan diuretik golongan tiazid atau diuretik kuat bersama denganspironolakton untuk penderita sindrom nefrotik
O
bat-obat pilihan
G
olongan Tiazid
1
. Bendroflazid/bendroflumetazid
( Corzide
®
)
I
ndikasi
: edema, hipertensi
K
ontra indikasi
: hipokalemia yang refraktur, hiponatremia, hiperkalsemia, , gangguanginjal dan hati yang berat, hiperurikemia yang simptomatik, penyakit adison.
Bentuk sediaan obat:
tablet
Dosis
: edema dosis awal 5-10 mg sehari atau berselang sehari pada pagi hari; dosis pemeliharaan 5-10 mg 1-3 kali semingguHipertensi, 2,5 mg pada pagi hari
E
fek samping
: hipotensi postural dan gangguan saluran cerna yang ringan; impotensi(reversibel bila obat dihentikan); hipokalemia, hipomagnesemia, hiponatremia,hiperkalsemia, alkalosis hipokloremanik, hiperurisemia, pirai, hiperglikemia, dan