Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
41Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Standar Tata Ruang Bioskop Ditinjau Dari Pengaruhnya Terhadap Kesehatan Manusia

Standar Tata Ruang Bioskop Ditinjau Dari Pengaruhnya Terhadap Kesehatan Manusia

Ratings: (0)|Views: 3,300 |Likes:
Published by rusdi ariawan
Standar Tata Ruang Bioskop Ditinjau Dari Pengaruhnya Terhadap Kesehatan Manusia
Standar Tata Ruang Bioskop Ditinjau Dari Pengaruhnya Terhadap Kesehatan Manusia

More info:

Published by: rusdi ariawan on Jun 15, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/24/2013

pdf

text

original

 
STANDAR TATA RUANG BIOSKOP DITINJAU DARIPENGARUHNYA TERHADAP KESEHATAN MANUSIA
PENGETAHUAN LINGKUNGAN HIDUPOLEH :I Nyoman Heriana (0804405024)I Komang Surya Satria D. (0804405041)Putu Rusdi Ariawan (0804405050)I Kadek Sastrawan (0804405051)I. A. Kade Sita Laksmita (0804405059)Kadek Agus Nata R. (0804405081)I Putu Wiranata N. (0804405083)Made Agus Widiartha (0804405085)I Dw Gd. Suganda H. (0804405098)
JURUSAN TEKNIK ELEKTROFAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS UDAYANADENPASAR2010
 
Standar Ruangan Bi
oskop…
 
©2010
 
Teknik Elektro
 
Page 2 of 13
 
Pengetahuan Lingkungan Hidup
STANDAR TATA RUANG BIOSKOP DITINJAU DARIPENGARUHNYA TERHADAP KESEHATAN MANUSIA(Suatu Kajian Pustaka)Mahasiswa Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas UdayanaKampus Bukit Jimbaran, Bali, 80361Abstrak
Sarana umum dapat dinyatakan memenuhi syarat kesehatan lingkungan apabila telahmemenuhi kebutuhan fisiologis, psikologis dan dapat mencegah penularan penyakit antar pengguna,penghuni dan masyarakat sekitarnya, selain itu harus memenuhi persyaratan dalam pencegahanterjadinya kecelakaan. Gedung bioskop adalah suatu tempat termasuk fasilitasnya dengan membayardapat menonton film di tempat tersebut. Sanitasi Bioskop memberikan berbagai indikator yang harusdiperhatikan dengan indicator dan parameter antara lain Letak gedung, Lingkungan Bioskop denganparameter sanitasi antara lain mencakup persyaratan pada halaman dan gedung. Sound system yangbaik digunakan di gedung bioskop adalah sound system stereo dengan peletakan pengeras suara padadinding dalam jarak yang sama antara yang satu dengan yang lain, sehingga suara akan diterimamerata oleh penonton. Suara diukur dengan satuan decibel (dB) antara 80
 – 
85 dB. Sistempencahayaan tidak boleh menyilaukan mata maksimal 150 lux. Jarak ideal layar dengan proyektor ±40 m sedangkan jarak antara layar dengan kursi terdepan adalah minimal 10 m. Bagian tepi layar atas,bawah dan samping kiri dan kanan berturut-turut maksimum membentuk sudut 60º-80º dengan titik mata untuk penonton terdepan. Tiap penonton harus dapat melihat dengan sudut pandang maksimal30
˚
. Jarak antara kursi penonton dengan kursi lain minimal 40 cm.
 Kata kunci
:Tata Ruang Bioskop, Standar Perangkat Bioskop.
 
PENDAHULUAN
Sarana dan bangunan umum merupakantempat dan atau alat yang dipergunakan olehmasyarakat umum untuk melakukan kegiatannya,oleh karena itu perlu dikelola demi kelangsungankehidupan dan penghidupannya untuk mencapaikeadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial,yang memungkinkan penggunanya hidup danbekerja dengan produktif secara social ekonomis.Sarana dan bangunan umum dinyatakanmemenuhi syarat kesehatan lingkungan apabilamemenuhi kebutuhan fisiologis, psikologis dandapat mencegah penularan penyakit antarpengguna, penghuni dan masyarakat sekitarnya,selain itu harus memenuhi persyaratan dalampencegahan terjadinya kecelakaan. Jenis-jenistempat umum yang sangat memerlukanpengawasan antara lain Hotel, Restourant, Kolamrenang , Pasar, Bioskop, tempat-tempat rekreasi,tempat-tempat ibadah, pertokoan, Pemangkasrambut, salon, Stasiun kereta api atau bus, rumahsakit. Dan pada saat ini penulis akan membahaslebih rinci mengenai sanitasi di Bioskop.Yang dimaksud dengan gedung bioskopadalah suatu tempat termasuk fasilitasnya dimanaumum dengan membayar dapat menonton film ditempat tersebut. Dasar pelaksanaan PenyehatanLingkungan Bioskop adalah Kep. Menkes288/Menkes/SK/III/2003 tentang PedomanPenyehatan Sarana dan Bangunan Umum.(Munif Arifin, 2009)Gedung pertunjukan merupakan suatutempat yang mempunyai bangunan atau gedungdengan konstruksi tertentu dimana umumberkumpul dan dapat melihat pertunjukan padasebuah panggung.Sanitasi Bioskop memberikan berbagaiindikator yang harus diperhatikan denganindicator dan parameter antara lain Letak gedung, Lingkungan Bioskop dengan parametersanitasi antara lain mencakup persyaratan padahalaman dan gedung.Berdasarkan latar belakang permasalahan diatas, dapat dirumuskan permasalahannya sebagaiberikut: Bagaimanakah standar tata ruangbioskop?
 
Standar Ruangan Bi
oskop…
 
©2010
 
Teknik Elektro
 
Page 3 of 13
 
Pengetahuan Lingkungan Hidup
Karya Ilmiah ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh peralatanbioskop memancarkan radiasi gelombangelektromagnetik terhadap kesehatan manusia.
METODE PENELITIAN
Tipe penelitian ini tergolong kedalampenelitian hukum normatif dan penelitian hukumkepustakaan maka titik berat penelitianmempergunakan bahan hukum bukan data,sehingga data primer yang dipergunakan hanyabersifat memperkuat, melengkapi danmenunjang, kemudian sumber data sekunderdilakukan melalui sumber data kepustakaan(
library research
) yang terdiri dari bahan hukumprimer dan bahan hukum sekunder.Adapun bahan hukum primer yangdigunakan terutama berpusat dan bertitik tolak pada peraturan perundang-undangan yangberlaku di Indonesia seperti Kep. Menkes288/Menkes/SK/III/2003 tentang PedomanPenyehatan Sarana dan Bangunan Umum.Berikutnya dipergunakan pula bahan hukumsekunder berupa pendapat hasil-hasil penelitian,kegiatan ilmiah dan beberapa informasi darimedia masa.Pendekatan masalah yang dipakai terhadappenelitian ini, adalah beberapa pendekatan yangdikenal dalam hukum normatif, yaitu pendekatankasus (
the case approach
), pendekatanperundang-undangan (
the statute approach
),pendekatan analisis konsep hukum (
analiticalconceptual approach
).Jenis bahan hukum yang dipergunakanberupa bahan-bahan hukum primer sepertiperaturan perundang-undangan, surat keputusanMenteri, peraturan daerah, sedangkan bahan-bahan hukum sekunder yaitu bahan-bahan yangerat kaitannya dengan bahan-bahan hukumprimer dapat membantu menganalisis danmemahami hukum primer adalah : a) hasil karyailmiah para sarjana; b) hasil penelitian ; c)laporan-laporan, media massaBahan-bahan hukum tersier, yaitu bahan-bahan yang memberikan informasi tentangbahan-bahan hukum primer dan bahan hukumsekunder meliputi bibliografi.Adapun metode pengumpulan bahan hukumdalam penelitian ini adalah dengan menggunakanmetode gabungan antara bola salju (
snowballmethode
) dengan metode sistematis (
systematicmethode
).Dari hasil pengumpulan data, kemudian datadianalisis, dikontruksi dan diolah sesuai denganrumusan masalah yang telah ditetapkan,kemudian disajikan secara deskriptif.Dalam penelitian hukum normatif, yangdianalisis bukanlah data, melainkan dilakukansecara deskriptif, interpretatif, evaluatif,argumentatif dan sistematis. Bahan hukum yangdikumpulkan akan disajikan secara utuh,kemudian dianalisis. Adapun analisis yangdikemukakan bersifat deskriptif artinya uraianapa adanya terhadap suatu kondisi atau posisidari proporsi-proporsi hukum atau non hukum.Interpretatif adalah analisis dengan caramenginterprestasi atau menjelaskan penggunaan jenis-jenis penafsiran dalam ilmu hukum, sepertipenafsiran yang sistematis dan gramatikal.Penafsiran secara sistematis artinya terdapathubungan antara pasal satu dengan pasal-pasalyang lainnya. Sedangkan penafsiran secaragramatikal adalah penafsiran berdasarkan artikata. Evaluatif yakni melakukan evaluasi ataupenilaian tepat atau tidak tepat, setuju atau tidak setuju, benar atau salah, sah atau tidak olehpeneliti terhadap suatu pandangan, proporsi,pernyataan rumusan, norma, keputusan baik yangtertera dalam bahan hukum primer maupunbahan hukum sekunder.Sedangkan analisis yang bersifatargumentatif tidak bisa dilepaskan dari teknik evaluasi karena penilaian harus didasarkan padaalasan-alasan yang bersifat penalaran hukum.Dalam pembahasan permasalahan hukum makinbanyak argumen makin menunjukkan kedalampenalaran hukum. Sistematis, adalah berupaupaya mencari kaitan rumusan suatu konsephukum atau proposisi hukum antara peraturanperundang-undangan yang sederajat maupunantara yang tidak sederajat.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Bioskop adalah tempat atau gedung dengansegala fasilitas didalamnya, dimana masyarakatdapat berkumpul dan menonton film denganmembayar tiket masuk.
Hubungan Bioskop Dengan KesehatanManusia
 Bioskop mempunyai peranan penting dalampenularan penyakit, timbulnya kecelakaan dangangguan-gangguan lain. Gangguan-gangguanyang dapat ditimbulkan antara lain: (Munif Arifin, 2009)

Activity (41)

You've already reviewed this. Edit your review.
Sheiren Sengkey liked this
1 thousand reads
1 hundred reads
Mella K Ni'mah liked this
Maulana Skets liked this
Nayla Fikriani liked this
Mini Mickey liked this
Mini Mickey liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->