Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
43Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Laporan MKI

Laporan MKI

Ratings: (0)|Views: 1,760 |Likes:
Published by noviabagas
referensi laporan MKI '07
referensi laporan MKI '07

More info:

Published by: noviabagas on Jun 16, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/31/2013

pdf

text

original

 
LATAR BELAKANG
Dalam budidaya ikan, penyakit ikan dapat mengakibatkan kerugian ekonomis.Karena penyakit dapat menyebabkan kekerdilan, periode pemeliharaan lebih lama,tingginya konversi pakan, tingkat padat tebar yang rendah dan kematian. Sehingga dapatmengakibatkan menurunnya atau hilangnya produksi.Penyakit meliputi penyakit infeksi dan bukan infeksi. Penyakit infeksi merupakanmasalah utama, meliputi penyakit-penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri, fungidan parasit. Menurut Kinne (1980), penyakit pada hewan perairan dapat disebabkan olehcacat genetis, cidera fisik, ketidak seimbangan nutrient, pathogen dan atau polusi.Dinamika infeksi, berat-ringannya penyakit serta penularan penyakit dalam suatu populasi atau antara dua atau lebih populasi ikan, serupa dengan yang terjadi pada hewanterrestrial dan manusia. Akan tetapi karena lingkungan air, maka dinamika penularan penyakit menjadi berbeda, karena air akan memfasilitasi penyebaran agensia penyebab penyakit. Pada umumnya penyakit infeksi bersifat musiman, terutama pada daerah tropis.Di daerah sub-tropis seperti amerika serikat, wabah penyakit infeksi umumnya terjadi pada bulan maret-juni dan September-oktober, ketika suhu air mencapai 20-28
o
C.Kisaran suhu tersebut merupakan suhu optimum bagi sebagian besar patogen ikan(Plumb, 2001).Perkembangan dan keseriusan suatu penyakit dalam akuakultur meliputi suatuinteraksi yang kompleks antara tingkat virulensi pathogen, derajat imunitas inang, kondisifisiologis dan genetika hewan, stress dan padat tebaran. Secara umum faktor-faktor yangterkait dengan timbulnya penyakit merupakan interaksi dari 3 faktor yaitu inang, pathogen dan lingkungan atau stressor eksternal (yaitu perubahan di lingkungan yangtidak menguntungkan, tingkat higienik yang buruk dan stress) (Austin dan Austin, 1999).Tujuan dari praktikum manajemen kesehatan ikan adalah untuk mengetahuidistribusi serangan penyakit atau wabah (epidemiologi) kemudian melakukan diagnosis baik itu pengamatan eksternal maupun internal. Selanjutnya melakukan pengendalianterhadap infeksi pathogen dengan cara vaksinasi dan pengobatan (antibiotik) berdasarkandosis yang telah ditentukan.
 
B. PENGOBATANI. TUJUAN
1.Mengetahui efektifitas antibiotik untuk menanggulangi penyakit bacterial.2.Mengetahui cara menentukan konsentrasi minimum suatu antibiotic yang dapatmenghambat pertumbuhan bakteri.3.Mengetahui sensitifitas bakteri pathogen terhadap beberapa antibiotic.
II. MANFAAT
1.Pengobatan bermanfaat untuk mencegah dan mengobati (menyembuhkan) penyakit ikan yang disebabkan oleh hama dan berbagai penyakit infeksi(parasiter).2.Uji MIC bermanfaat untuk menentukan dosis terendah suatu antibiotik yang dapatmembunuh patogen dengan jumlah paling tinggi.3. Uji sensitifitas bakteri terhadap antibiotik berguna untuk mengetahui efektifitas berbagai antibiotik sebagai agen anti bakteri.
 
III. TINJAUAN PUSTAKAA. Sensitifitas Bakteri Terhadap Antibiotik 
Antibiotic adalah suatu substansi kimia yang diperoleh dari, atau dibentuk oleh berbagai spesies mikroorganisme, yang dalam konsentrasi rendah mampu menghambat pertumbuhan mikroorganisme lainnya. Antibiotika tersebar di alam, dan memegang peranan penting dalam mengatur populasi mikroba dalam tanah, air, limbah dan kompos.Antibiotika ini berbeda dalam susunan kimia dan cara kerjanya. Dari sekian banyak antibiotika yang telah berhasil ditemukan, hanya beberapa sja yang cukup tidak toksik untuk dapat dipakai dalam pengobatan (Sujudi, 1993).Beberapa antibiotic bekerja terhadap dinding sel bakteri (penicillin dansefaloporin) atau membrane sel (kelompok polymiksin). Mekanisme kerja terpentingadalah menghambat metabolisme protein bakteri secara selektif, sehingga kuman musnahatau tidak berkembang lagi, misalnya chloramphenicol, tetracycline aminiglicosida, danmachlorida. Tetapi terhadap kebanyakan virus, antibiotic itu tidak aktif. Hal ini didugalantaran virus tidak memiliki proses metabolic yang sesungguhnya, melainkan tergantungseluruhnya dari proses-prose inang (
host 
). Menurut daya kerjanya antibiotic dapatdigolongkan menjadi dua, yaitu antibiotic bakteriostatik dan antibiotic bakterisid.Antibiotic bakteriostatik bekerjanya menghambat pertumbuhan dan perkembangan bakteri, misalnya menghambat sintesis protein bakteri. Sedangkan antibiotic bakterisid bekerjanya mematikan bakteri, seperti menghambat biosinresis dinding sel bakteri. Tapi,daya kerja antibiotik ini juga ditentukan oleh besar kecilnya dosis yang diberikan.Apabila antibiotik bakterisid diberikan dalam dosis rendah, maka itu dapat bersifat bakteriostatik. Sebaliknya, antibiotik bakteriostatik bisa bersifat bakterisid kalaudiberikan pada dosis tinggi (Kordi dan Ghufran, 2004).Menurut Sujudi ( 1993), sifat-sifat antibiotik sebaknya adalah :1.Menghambat atau membunuh patogen tanpa merusak 
host 
.2.Bakterisid dan bukan bakteriostatik.3.Tidak menyebabkan resistensi pada kuman.4.Berspektrum luas.

Activity (43)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Min Nor liked this
Hilda Wahida liked this
Nur Indariyanti liked this
Ramadhina Annisa liked this
Fhella Adelina liked this
Cut Safitri liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->