Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
SEJARAH NUSANTARA: Kesultanan Tidore, dari Caliati hingga Sultan Nuku

SEJARAH NUSANTARA: Kesultanan Tidore, dari Caliati hingga Sultan Nuku

Ratings: (0)|Views: 916 |Likes:
Published by Doriska Agustomi
SEJARAH NUSANTARA: Kesultanan Tidore, dari Caliati hingga Sultan Nuku
Tidore adalah sebuah nama pulau yang terletak di sebelah barat Pulau Halmahera dan di sebelah selatan Pulau Ternate. Raja atau kolano pertama yang menggunakan gelar Sultan di Tidore adalah Caliati atau Jamaluddin yang memerintah pada tahun 1495 hingga 1512. Sebelumnya tidak terdapat catatan sejarah siapa kolano yang berkuasa sebelum Caliati. Namun sejarawan Belanda F.S.A. de Clerq mencatat pada tahun 1334 Tidore dipimpin
SEJARAH NUSANTARA: Kesultanan Tidore, dari Caliati hingga Sultan Nuku
Tidore adalah sebuah nama pulau yang terletak di sebelah barat Pulau Halmahera dan di sebelah selatan Pulau Ternate. Raja atau kolano pertama yang menggunakan gelar Sultan di Tidore adalah Caliati atau Jamaluddin yang memerintah pada tahun 1495 hingga 1512. Sebelumnya tidak terdapat catatan sejarah siapa kolano yang berkuasa sebelum Caliati. Namun sejarawan Belanda F.S.A. de Clerq mencatat pada tahun 1334 Tidore dipimpin

More info:

Published by: Doriska Agustomi on Jun 16, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/26/2012

pdf

text

original

 
SERI SEJARAH NUSANTARA: Kesultanan Tidore, dariCaliati hingga Sultan Nuku 
Tidore adalah sebuah nama pulau yang terletak di sebelah barat PulauHalmahera dan di sebelah selatan Pulau Ternate. Raja atau kolano pertamayang menggunakan gelar Sultan di Tidore adalah Caliati atau Jamaluddinyang memerintah pada tahun 1495 hingga 1512. Sebelumnya tidakterdapat catatan sejarah siapa kolano yang berkuasa sebelum Caliati.Namun sejarawan Belanda F.S.A. de Clerq mencatat pada tahun 1334Tidore dipimpin oleh seseorang yang bernama Hasan Syah. Dari namakolano dan gelar sultan yang digunakan di wilayah Tidore nampaknyapengaruh Islam telah tersebar disana secara luas.Kesultanan Tidore merupakan satu dari empat kerajaan besar yang beradadi Maluku, tiga lainnya adalah Ternate, Jaijolo dan Bacan. Namun hanyaTidore dan Ternate-lah yang memiliki ketahanan politik, ekonomi danmiliter. Keduanya pun bersifat ekspansionis, Ternate menguasai wilayahbarat Maluku sedangkan Tidore mengarah ke timur dimana wilayahnyameliputi Halmahera Tengah, Halmahera Timur, Maba, Patani, Seram Timur,Rarakit, Werinamatu, Ulisiwa, Kepulauan Raja Empat, Papua daratan dansekitarnya.Sultan kedua Tidore adalah Almansur yang naik takhta pada tahun 1512dan kemudian ia menetapkan Mareku sebagai pusat pemerintahan. Iaadalah Sultan yang menerima kedatangan Spanyol di Tidore untukberaliansi secara strategis sebagai jawaban atas aliansi yang dibangun olehTernate dan Portugis. Spanyol tiba di Tidore pada tanggal 8 November1521, turut serta dalam rombongan kapal armada Magellan, Pigafetta,seorang etnolog dan sejarawan Italia.Sultan Almansur memberikan tempat bagi Spanyol untuk melakukanperdagangan di Tidore. Sepotong kain merah ditukar dengan cengkih satubahar (550 pon), 50 pasang gunting dengan satu bokor cengkih, tiga buahgong dengan dua bokor cengkih. Dengan cepat cengkih di seluruh Tidoreludes, sehingga harus dicari di tempat lain seperti Moti, Makian dan Bacan.Demikianlah kerjasama antara Tidore dan Spanyol semakin berkembang,tidak hanya di bidang perekonomian tetapi juga di bidang militer.
 
 Pada tahun 1524, didasari persaingan ekonomi berupa penguasaan wilayahperdagangan rempah-rempah, pasukan gabungan Ternate dan Portugisyang berjumlah 600 orang menyerbu Tidore dan berhasil masuk ke ibukotaMareku. Hal yang menarik adalah, meski serangan gabungan tersebut mencapai ibukota Tidore, mereka tidak dapat menguasai Tidoresepenuhnya dan berhasil dipukul mundur beberapa waktu kemudian. Duatahun berikutnya (1526) Sultan Almansur wafat tanpa meninggalkanpengganti.Kegagalan serangan tersebut berujung dilakukannya perjanjian Zaragosaantara Raja Portugis, John III dan Raja Spanyol, Charles V pada tahun1529. Dengan imbalan sebesar 350.000 ducats, Charles V bersediamelepaskan klaimnya atas Maluku, namun demikian hal tersebut tidakserta merta menyebabkan seluruh armada Spanyol keluar dari Maluku.Pada tahun yang sama dengan Perjanjian Zaragosa, putera bungsu Almansur, Amiruddin Iskandar Zulkarnaen, dilantik sebagai Sultan Tidoredengan dibantu oleh Kaicil Rade seorang bangsawan tinggi KesultananTidore sebagai Mangkubumi. Dimasanya terjadi tribulasi, ketika GubernurPortugis di Ternate, Antonio Galvao, memutuskan untuk kembali meyerangTidore. Pasukan Portugis mendapatkan kemenangan atas Tidore padatanggal 21 Desember 1536 dan mengakibatkan Tidore harus menjualseluruh rempah-rempahnya kepada Portugis dengan imbalan Portugis akanmeninggalkan Tidore.Pada tahun 1547, Sultan Amiruddin Iskandar Zulkarnaen wafat dandigantikan oleh Sultan Saifuddin, demikian pula tongkat estafet kesultananberikutnya, berturut-turut Kie Mansur, Iskandar Gani dan Gapi Bagunahingga tahun 1599. Pada era tersebut tidak terjadi sesuatu yang luar biasadi Kesultanan Tidore, kecuali pada tahun 1578 Portugis membangunBenteng Dos Reis Mogos di Tidore. Namun demikian benteng tersebut tidak mencampuri urusan internal kesultanan.Kejadian penting lainnya yang patut dicatat adalah terjadinya unifikasikekuatan Portugis dan Spanyol di Maluku di bawah pimpinan Raja Spanyolpada tahun 1580. Sehingga demikian semua benteng Portugis dan Spanyoldi seluruh kepulauan Maluku dapat digunakan oleh kedua belah pihak.
 
 Unifikasi ini sebenarnya didahului oleh kejadian sebelumnya, yaitupenaklukan benteng Portugis-Gamlamo di Ternate oleh Sultan Babullah,Sultan Ternate terbesar, pada tanggal 26 Desember 1575. MenyerahnyaGubernur Portugis terakhir di Maluku, Nuno Pareira de Lacerda,menunjukkan berakhirnya kekuasaan Portugis di Nusantara. Hal inimengakibatkan mau tidak mau armada perang Portugis membentukpersekutuan dengan Spanyol di kepulauan Maluku.Pada tanggal 26 Maret 1606, Gubernur Jenderal Spanyol di Manila, DonPedro da Cunha, mulai membaca gerak-gerik VOC-Belanda memperluaswilayah dagangnya hingga Maluku. Karena merasa terancam dengankehadiran armada dagang VOC-Belanda yang mulai menjalin kerjasamadengan Kesultanan Ternate, ia memimpin pasukan menggempur BentengGamlamo tentu saja dengan bantuan dari Tidore yang pada waktu itudipimpin oleh Sultan Mole Majimu.Spanyol berhasil menguasai Benteng Gamlamo di Ternate, tetapi tidaklama setelah itu VOC Belanda berhasil pula membuat benteng yangkemudian disebut sebagai Fort Oranje pada tahun 1607 di sebelah timurlaut Benteng Gamlamo serta membangun garis demarkasi militer denganSpanyol. Paulus van Carden ditujuk sebagai Gubernur Belanda pertama diKepulauan Maluku.Ketika Sultan Tidore ke 12 memerintah yaitu Sultan Saifudin, pada tahun1663 secara mengejutkan Spanyol menarik seluruh kekuatannya dariTernate, Tidore dan Siau yang berada di Sulawesi Utara ke Filipina.Gubernur Jenderal Spanyol yang berada Manila, Manrique de Lara,membutuhkan semua kekuatan untuk mempertahankan Manila dariserangan bajak laut Cina, Coxeng. Gubernur Spanyol di Maluku, DonFrancisco de Atienza Ibanez, nampak meninggalkan kepulauan Malukupada bulan Juni 1663. Maka berakhirlah kekuasaan Spanyol di KepulauanMaluku.Dengan tiadanya dukungan militer dari Spanyol, otomatis kekuatan Tidoremelemah dan VOC-Belanda menjadi kekuatan militer terbesar satu-satunyadi kepulauan yang kaya dengan rempah-rempah itu. Akhirnya Sultan

Activity (7)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Bayu Firman liked this
Rizka Cuite liked this
Rio Pradipta liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->