Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
152Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Polimer Alami

Polimer Alami

Ratings: (0)|Views: 16,281|Likes:
Published by Eko Nopianto

More info:

Published by: Eko Nopianto on Jun 16, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

05/05/2013

pdf

text

original

 
I. PENDAHULUAN
Polimer merupakan senyawa yang disusun oleh molekul-molekul yangdicirikan oleh pengulangan berlipat ganda dari satu atau lebih jenis atom ataugroup atom (biasa disebut unit penyusun) yang dihubungkan satu sama lain dalam jumlah yang cukup sehingga memberikan seperangkat sifat yang
 
tidak bervariasi(berubah atau dipengaruhi) oleh penambahan satu atau beberapa unit penyusunnya.Polimer dikelompokkan menjadi dua, yaitu polimer alami dan polimer sintetis. Polimer alami atau dikenal dengan biopolimer dihasilkan atau diturunkandari sumber daya alam yang dapat diperbarui, dapat diuraikan dan tidamenghasilkan racun, sedangkan polimer sintetis lebih biasa dikenali sebagai plastik, seperti polietilena dan nylon. Polimer sintetis dapat diklasifikasikan kedalam 3 kelompok yaitu thermoplastik, thermoset dan elastomer.Termoplastik merupakan polimer yang akan melunak pada pemanasan dandapat mengalir bila dikenakan tekanan. Dan apabila didinginkan, polimer tersebutdapat dikembalikan ke sifat padat atau ke sifat
rubbery.
Termoset merupakan polimer sintetis yang walaupun dipanaskan hingga titik lunak tidak akan kembalike keadaan semula. Pengaruh pemanasan terhadap polimer termoset adalahmenyebabkan proses curing, dan pemanasan lebih lanjut akan menyebabkandegradasi pada polimer tetapi tidak dapat melunak atau mengalir.Biopolimer banyak dilirik oleh industri karena beberapa alasan, yaitu :
Sumber daya alam yang tak terbatas
Bio-compatible and biodegradable (dapat diuraikan)
Mempunyai sifat mekanis yang baik 
Telah dirancang dan dioptimalkan secara alami untuk memenuhi suatutugas tertentu
Mudah untuk membuat turunannya dengan sifat seperti yang diinginkan.Polimer alami yang banyak tersebar di alam antara lain pati, karet,khitosan, selulosa, protein dan lignin.1
 
II. PATI
Pati merupakan senyawa polisakarida yang terdiri dari monosakarida yang berikatan melalui ikatan oksigen. Monomer dari pati adalah glukosa yang berikatan dengan ikatan
α
(1,4)-glikosidik, yaitu ikatan kimia yangmenggabungkan 2 molekul monosakarida yang berikatan kovalen terhadapsesamanya.Pati merupakan zat tepung dari karbohidrat dengan suatu polimer senyawaglukosa yang terdiri dari dua komponen utama, yaitu amilosa dan amilopektin.Polimer linier dari D-glukosa membentuk amilosa dengan ikatan (
α
)-1,4-glukosa. Sedangkan polimer amilopektin adalah terbentuk dari ikatan (
α
)-1,4-glukosida dan membentuk cabang pada ikatan (
α
)-1,6-glukosida.Pati dihasilkan dari proses fotosintesis tanaman yang dibentuk (disintesa)di dalam daun (plastid) dan amiloplas seperti umbi, akar atau biji dan merupakankomponen terbesar pada singkong, beras, sagu, jagung, kentang, talas, dan ubi jalar.
Aplikasi Pati
Pati dan juga produk turunannya merupakan bahan yang multiguna dan banyak digunakan pada berbagai industri antara lain pada minuman danconfectionary, makanan yang diproses, kertas, makanan ternak, farmasi dan bahankimia serta industri non pangan seperti tekstil, detergent, kemasan dansebagainya. Kegunaan pati dan turunannya pada industri minuman danconfectionery memiliki persentase paling besar yaitu 29%, industri makanan yangdiproses dan industri kertas masing-masing sebanyak 28%, industri farmasi dan bahan kimia 10%, industri non pangan 4% dan makanan ternak sebanyak 1%.Di dalam industri non pangan seperti tekstil dan kemasan, pati digunakansebagai bahan pengisi. Pati dapat digunakan sebagai bahan yang mengurangikerutan pada pakaian dan digunakan untuk busa buatan untuk kemasan "kacangtanah". Pada sektor kimia, pati dan turunannya banyak diaplikasikan pada pembuatan plastik biodegradable, surfaktan, poliurethan, resin, senyawa kimiadan obat-obatan. Pada sektor lainnya, pati dan turunannya dimanfaatkan sebagai2
 
 bahan detergent yang bersifat non toksik dan aman bagi kulit, pengikat, pelarut, biopestisida, pelumas, pewarna dan flavor.Adapun di dalam industri pangan, pati dapat digunakan sebagai bahanmakanan dan flavor baik pati konvensional maupun termodifikasi. Khusus untuk industri makanan, pati sangat penting untuk pembuatan makanan bayi, kue,
 pudding,
bahan pengental susu, permen
 jelly
, dan pembuatan
dekstrin
.Pati merupakan polimer glukosa, dimana glukosa merupakan substratutama pada proses fermentasi. Di dalam fermentasi pati akan dihasilkan berbagaimacam produk turunan, seperti asam-asam organik (asam sitrat dan asam laktat),asam amino, antibiotik, alkohol dan enzim.
Karakteristik Pati
a.
Struktur Pati
Pati adalah karbohidrat yang merupakan polimer glukosa yang terdiri dariamilosa dan amilopektin dengan perbandingan 1:3 (besarnya perbandinganamilosa dan amiloektin ini berbeda-beda tergantung jenis patinya). Amilosamemiliki struktur lurus dengan ikatan
α
(1,4)-D-glikosidik, lebih mudah larutdalam air karena banyak mengandung gugus hidroksil. Kumpulan amilosadalam air sulit membentuk gel sehingga kurang kental dibandingkanamilopektin serta lebih mudah membentuk senyawa komplek dengan asamlemak dan molekul organik. Derajat Polimerisasi dari amilosa berkisar antara500-6000 unit glukosa .Amilopektin memiliki ikatan
α
(1,4) dan
α
(1,6) dengan struktur yang bercabang, memiliki sifat mudah mengembang dan membentuk koloid dalamair. DP amilopektin berkisar antara 10
5
sampai 3x10
6
unit glukosa. DPamilosa dan amilopektin ini dipengaruhi oleh jenis-jenis pati.Gambar 1. Struktur Amilosa3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->