Edisi : Edisi : 25 / Tahun II / 23 Maret 2010 - 07 April 2010
2
OPINI
Pendiri :
Anis Jalal, Ahmad Saikhu, SH, Drs. Jamalullail, MM |
Dewan Pembina :
DR. H. Risman Musa, Drs. Aceng Solahudin, Drs. HM. Syakur, Drs. H. NanangPramara S, MM, |
Dewan Penasehat:
Abu Aqila, H. Ahmad Yani,MM.MBA |
Staf Ahli :
Drs. Jamalullail, MM, Drs. H Alwi, M.Pd, Drs. D. Saefuddin. |
PemimpinPerusahaan :
Ahmad Saikhu, SH. |
Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi :
Drs. Anis Jalal. |
Wakil Pemimpin Redaksi :
(PJS. Siaga Yudha) |
Penasihat Hukum :
Daski SH, Ade Multaman SH, Asnawi, SH|
Redaktur Executive :
Ny. Siti Masturoh A Jalal |
Redaktur Pelaksana
: Slamet Mulyono |
Staf Redaksi/Sirkulasi/ Iklan/Design Grafis :
Hamdanil Asykar |
Biro/ Koordinator :
A. Rauf M
(Ka.Biro Jakarta)
, Saut MP, SE.
(Ka.Biro Kota)
, Tony Chandra W, SH
(Ka.BiroKab. Bekasi)
Wawan
(Ka.Biro Depok)
, Yarzuk Arfani
(Ka.Biro Banten)
, Drs.Slamet Basuki
(Ka.Biro Tanggerang)
, Rusmanto
(Ka. Biro Karawang)
,Hendra G
(Ka.Biro Purwakarta/Subang/Indramayu)
, Asep Yuliyandi
(Ka.Biro Bandung)
, Dede Maska
(Ka.Biro Cirebon)
, Hilman Sudakta
(Ka.PwkKokab Sukabumi/Cianjur/Bogor),
Drs. K Windy P.BBA
(Ka.Biro Jateng)
Ir. Zainul Arifin
(Ka.Birio NTB)
, Musa Sasmite
(Ka.Biro Kalimantan)
, Hudi
(Ka.Biro Sumsel)
, Sardion Pandiangan
(Ka.Biro Kepri/Ka.Biro Batam),
Agus Mustafa, M.BA
(Ka.Biro Maluku Utara)
, KH. Baginda Chaidir Abshar
(Ka.Biro Sumbar)
, Deby S
(Ka.Biro Medan)
, Arena Hidayani
(Ka.Biro Bengkulu)
, Yusmardi
(Ka.Biro NAD)
|
Photografer :
H. Hambali, Kasiman. |
Sekretaris Redaksi :
Nur Fatmawati
Wartawan :
Abdul Rauf M, Djati Marniati, Saut MP, SE, Drs Sujanto, Nena Muniroh, Pandu Tyas Palupy, Asep Sudjana, DedeMaska, Hilman A
,
Hilman S, Edi, Sopandi
,
Wawan Junaedi, Dasep, Ahmad Jais, Suhendy, Irman, Toni Chandra W , Januar Sahara, Drs. Sofyan Gheri A R, HitlerSitorus, Tamsil, Amal Sentosa, Tadeus Ladar , Pesta, Rustam, N.Nurjaman, Hergiansyah, Tombang, Miduk, G. Irianto
, Alamat Redaksi :
Jl. Macan No.70Jatisampurna Cibubur Tlp/Fax. 021-84312205, Sekretariat Redaksi : Jl. Siliwangi (Narogong) KM 7 Rawa Lumbu Kota Bekasi Bank: BCA No.Rek. 7400818082,Mandiri No.Rek. 129-00-0691701-3 , BRI Cab.Pondok Gede No.Rek. 0995-01-026310-53-5, An. ANIS JALAL E-mail : anisjalalskb@yahoo.com,redaksiskb@yahoo.com web1 : http://www.skbnews.com web2 : http://www.skbonline.cjb.net
Penerbit :
CV. SINAR ABDYA PERKASA
Berdasarkan UU Pokok Pers. No. 40 tahun 1999,No. 12/III/2009 Notaris : Irene Kusumawardani, SHDicetak oleh : CV. KHOHANYO PUTROMA(Isi diluar
tanggung jawab percetakan)
Wartawan SKB dibekali KTA, Surat Tugas, Kartu Tugas atau Kartu Pers,dan dilengkapi denganseragam yang berlogo SKB serta namanya tercantum dalam Box Redaksi
EDITORIAL
- Kepada Kapolres Tolong dong gudang mirasyang ada di wilayah Bantargebang ditertibkan
Ucheng-Bekasi081911676xxxx(semoga menjadi perhatian serius?.................red)
- Kepada para pengendara kendaraan bermotorwaspada terhadap ranjau paku disepanjang jalan rayaKranji.
Agam Bekasi08571460xxxx
SMS / Email Pembaca
Yang dimuat adalah pertanyaan yang menarik dan sopanSMS KE 0878 29 524 924 Email : redaksiskb@yahoo.com ke PO.BOX 362 BKS , Bekasi 17000
Ustd. Abu Aqila
Melihat Rasulullah seo-rang diri, aku melompatdari kudaku dan kupatah-kan sarung pedangku.Hanya Allah yang tahu,ketika itu aku ingin mati disamping Rasulullah SAW.Pamanku, Abbas, meme-gang kendali keledai Nabipada sebuah sisi, dan ber-diri di sampingnya, se-dangkan aku memegangkendali keledai itu pada sisiyang lain dan berdiri puladi sebelahnya. Tangankananku memegang pe-dang untuk melindungiNabi, sedang tangan kiriku
Kisah dan Akhlak TeladanAbu Sufyan Bin Harist (Bagian III/Akhir)
memegang kendali kenda-raan Beliau.””Ketika Rasulullahmelihat perlawanankuyang mematikan musuh,beliau bertanya kepadapaman Abbas, ‘Siapa inipaman’?”Abbas menjawab, “Inisaudara Anda, anak pa-man Anda, Sufyan binHarits. Ridakanlah dia, yaRasulullah.”Beliau menjawab, “Su-dah kuridai. Dan, Allahtelah mengampuni segaladosanya.””Hatiku bagai terbabngkegirangan mendegar Ra-sulullah rida mengampunisegala dosa-dosaku. Lalu,kuciumi kaki Beliau yangterjuntai di kendaraan.Beliau menoleh kepadakuseraya berkata, ‘Sauda-raku, demi hidupku, maju-lah menyerang musuh’.””Ucapan Rasululalh itusungguh membangkitkankeberanianku. Lalu, kuse-rang kaum musyirikin5. Tidak menyerupaipakaian laki-laki MenurutAbdul Halim Abu Syuqqahdalam buku kebebasanwanita (jilid IV) yangdimaksud adalah laranganmenyerupai laki-lakisecara keseluruhan. Bu-kan hanya kesamaandalam satu potonganpakaian saja misalnyacelana panjang yang bisa
Bagaimana Muslimah Berbusana? (Bag II / Akhir)
Ustd. Ahmad Yani
dikenakan oleh pria atauwanita. Agar tidak mem-bentuk tubuh, sebaiknyacelana tersebut berpipalebar dilengkapai denganstelan baju yang agak panjang.6. Tidak menyerupaipakaian orang-orang kafirMasih menurut AbuSyuqqah, prinsip nomor 5di atas juga bisa dipakai.Yang terlarang adalahmenyerupai secara kese-luruhan, misalnya busanamuslimah yang menyeru-pai biarawati.7. Tidak dimaksudkanuntuk pamer atau menarik perhatian laki-laki.Wangi parfum yangberlebihan dan gayaberjalan yang dibuat-buatdapat menarik perhatianlaki-laki dan bisa me-nimbulkan fantasi sero-nok. Karenanya harusdihindari, agar tujuanmemakai busana mus-limah untuk melindungimuslimah itu sendiri.Prinsip kesederhanaannyatercakup disini, maksudnyaharus dihindari gayabusana dan hiasan yangberlebihan supaya tidak menarik perhatian yangtidak semestinya. (Sum-ber: Majalah Ummi edisispesial Oktober-De-sember 2005/1426 H)Wahai ukhtiku yangdirahmati Allah, marilahkita memperbaiki penam-pilan diri kita, menjadiwanita muslimah yangselalu diridhai Allah karenapakaian takwa adaalahpakaian yang sempurna,Let’s go menjadi bidadaridunia yang dapat membuatbidadari syurga cemburu.Segerakan untuk merubahpakaian jahiliyah yangselama ini kita banggakankarena tahukah kitabahwa pada waktu Ra-sulullah Saw melaksa-nakan isra’ mi’raj padawaktu beliau melewatineraka kebanyakan di-dalamnya adalah”Wanitayang berpakaian tapitelanjang” Na’uzubillahimindzalik, semoga Allahselalu melindungi kitaukhtiku, dan wanita yangmemakai pakaian yangtakwa tidak akan dijilattubuhnya oleh api nerakayang sangat....100Mxpanasnya.sampai mereka mundur.Kukerahkan kaum mus-limin mengejar merekasejauh lebih kurang satufarsakh (1 farsakh = 8km). Kemudian, kamikucar-kacirkan barisanmereka setiap arah.” ***Semenjak perang Hu-nain, Abu Sufyan binHarits merasakan nikmatdan keindahan rida NabiSAW kepadanya. Diamerasa bahagia dan muliamenjadi sahabat Beliau.Meski demikian, Abu Suf-yan tidak berani mengang-kat pandangannya kewajah Rasulullah SAW.selama-lamanya, karenamalu mengingat masasilamnya yang kelabu.Abu Sufyan memen-dam rasa penyesalan yangdalam di hatinya, ber-hubung dengan masa hitam jahiliah yang menutupnyadari cahaya Allah, danmelempar jauh-jauh kita-bullah. Maka, dia seka-rang bagaikan tengkurap diatas mushaf Alquran siangmalam, membaca ayat-ayat, mempelajari hukum-hukum, dan merenungkanpengajaran-pengajaranyang terkandung di dalam-nya. Dia berpaling daridunia dan segala goda-annya, menghadap kepadaAllah semata-mata de-ngan seluruh jiwa danraganya. Pada suatu ketikaRasulullah melihatnya da-lam masjid, lalu Beliaubertanya kepada Aisyahra. “Hai Aisyah, tahukahkamu siapa itu?” ”Tidak,ya Rasululah,” jawabAisyah.”Dia adalah anak pa-manku, Abu Sufyan binHarits, perhatikanlah diayang paling dahulu masuk masjid dan paling belakang
Ke Hal 15
Tak terasa, setahun sudah Koran Suara KaryaBangsa (SKB) hadir di masyarakat, untuk memberikan informasi yang terjadi, secara “Lugas,Tegas dan Berimbang”. Meski dengan perjuangandan upaya yang berat, dalam persaingan mediamassa, nyatanya Koran SKB masih bisa eksismenemani hari-hari para pembacanya.Pada awal berdirinya, Koran SKB masihmenggunakan nama Koran Suara Karya Bekasi.Saat itu, Koran Suara Karya Bekasi masih‘merangkak’, memperkenalkan jatidirinya sebagaimedia informasi tentang kegiatan pembangunan yangterjadi di Kota Bekasi, meski tetap menyajikankritikan dan koreksi terhadap kinerja PemerintahKota (Pemkot) Bekasi yang diulas secara santun.Dengan berbekal kepercayaan diri untuk tetapdicintai pembacanya, Koran Suara Karya Bekasimulai mencoba melebarkan jendela informasinya kebeberapa wilayah lain, dan mengganti namanyamenjadi Koran SKB, seperti dikenal pembaca saatini. Bukan saja hanya menghadapi arus sungai untuk sukses mencapai tujuan, diibaratkan, Koran SKBharus berani menantang gelombang lautan luas, demibakti kaum jurnalis untuk berkarya dalampembangunan nusantara.Kini, setahun sudah eksistensi Koran SKB hadirmenjumpai pembaca. Bukan kesempurnaan jadiambisi untuk menjadi yang terdepan, tapi satu tekadyang menjadi semangat Koran SKB untuk terusberkarya, lewat goresan kaum jurnalis yangindependen.Saran dan kritik para pembaca merupakan satusiraman berarti bagi Koran SKB untuk melangkahlebih maju, di antara media massa berskala nasional.Hal ini menjadi tujuan berarti bagi Koran SKBbersama seluruh pembacanya yang setia menantikehadiran Koran SKB.
Setahun Eksistensi
Koran SKB