Read without ads and support Scribd by becoming a Scribd Premium Reader.
 
Wudhu’
(
 
) adalah sebuah
sunnah
(petunjuk) yang berhukum wajib, ketika seseorangmau menegakkan sholat. Sunnah ini banyak dilalaikan oleh kaum muslimin pada hari inisehingga terkadang kita tersenyum heran saat melihat ada sebagian diantara mereka yang
 berwudhu‟ seperti anak 
-anak kecil, tak karuan dan asal-asalan. Mereka mengira bahwa
wudhu itu hanya sekedar membasuh dan mengusap anggota badan dalam wudhu‟. Semua ini
terjadi karena kejahilan tentang agama,
taqlid 
buta kepada orang, dan kurangnya semangatdalam mempelajari Al-
Qur‟an dan S
unnah Nabi
-Shallallahu alaihi wa sallam-
.Banyak diantara kita lebih bersemangat mempelajari dan mengkaji masalah dunia, bahkanahli dan pakar di dalamnya. Tiba giliran mempelajari agama, dan mengkajinya, banyak diantara kita malas dan menjauh, sebab tak ada keuntungan duniawinya. Bahkan terkadangmenuduh orang yang belajar agama sebagai orang kolot, dan terbelakang. Ini tentunya adalahcara pandang yang keliru.
 Na‟udzu billahi min dzalik.
Para pembaca yang budiman, demi menghilangkan kejahilan dan keraguan kita tentang cara
 berwudhu‟, maka ada baiknya kami mengajak anda berkeliling menikmati dan
memperhatikan hadits-hadits Nabi
-Shallallahu alaihi wa sallam-
yang menjelaskan tata cara
dan kaifiat wudhu yang benar. Karena pembahasan wudhu‟ ini agak panjan
g, maka
 –insya‟ 
 Allah-
kami akan menurunkan pembahasan ini secara
musalsal
(berseri).
 
DEFINISI DAN
BATASAN WUDHU’
 
Bila menilik kitab-kitab dan manuskripsi klasik dan kontemporer para ulama kita, maka andaakan menjumpai bahwa para ahli ilmu telah
membahas definisi dan batasan wudhu‟ (
 
) dari sisi bahasa maupun istilah dalam syara‟.
Pengertian Secara Bahasa
Al-Imam Ibnul Atsir Al-Jazariy
-
rahimahullah
- (Seorang ahli bahasa) menjelaskanbahwa jika dikatakan
w
 a
dhu‟ 
(
 
), maka yang dimaksud adalah air yang digunakanberwudhu. Bila dikatakan
w
u
dhu‟ 
(
 
), maka yang diinginkan disitu adalahperbuatannya. Jadi,
wudhu
adalah perbuatan, sedang
wadhu‟ 
 
adalah air wudhu‟. [Lihat
 An-Nihayah fi Ghoribil Hadits
(5/428)]
Al-Hafizh Ibnu Hajar Asy-
Syafi’iy
-
rahimahullah
- berkata,
"Kata wudhu‟ terambil dari
kata al-
wadho‟ah/kesucian
(
 
)
. Wudhu disebut demikian, karena orang yangsholat membersihkan diri dengannya. Akhirnya, ia menjadi orang yang suci".
[Lihat
 Fathul Bariy
(1/306)]
Pengertian Secara Syari’at
 
Adapun makna wudhu‟ menurut tinjauan syari‟at, kata Syaikh Sholih Ibnu Ghonim As
-Sadlan -
hafizhohullah
-,
"Makna wudhu‟ adalah menggunakan air yang suci lagi menyucikan pada anggota
-anggotabadan yang empat (wajah, tangan, kepala, dan kaki) berdasarkan tata cara yang khusus
menurut syari‟at".
[Lihat
 Risalah fi Al-Fiqh Al-Muyassar
(hal. 19)]
untuk mensucikan badan dari hadats kecil.
 
HIKMAH WUDHU’
 
1.
 
Syari‟at wudhu‟ mengandung hikmah yang amat dalam. Diantara hikmah wudhu‟,
seorang dibimbing agar ia memulai aktifitas ibadah dan kehidupannya dengan kesuciandan keindahan. Sebab wudhu itu sebenarnya bermakna keindahan, dan kesucian [Lihat
 Ash-Shihhah fil Lughoh
(2/282) karya Al-Jauhariy]2.
 
Wudhu‟ (
 
ءضلا
)
 
adalah sebuah syari‟at kesucian yang Allah
-Azza wa Jalla- tetapkankepada kaum muslimin sebagai pendahuluan bagi sholat dan ibadah lainnya. Di dalamnyaterkandung sebuah hikmah yang mengisyaratkan kepada kita bahwa hendaknya seorangmuslim memulai ibadah dan kehidupannya dengan kesucian lahir dan batin. Sebab asalkata ini sendiri berasal dari kata yang mengandung makna
kebersihan
dan
keindahan
(
 
ةفظلاو نسحلا
) sebagaimana yang dijelaskan para ahli bahasa Arab. [Lihat
 An- Nihayah
(5/428), dan
 Ash-Shihhah
(2/282)]
Search History:
Searching...
Result 00 of 00
00 results for result for
  • p.
  • Notes
    Load more