DEFINISI DAN
BATASAN WUDHU’
Bila menilik kitab-kitab dan manuskripsi klasik dan kontemporer para ulama kita, maka andaakan menjumpai bahwa para ahli ilmu telah
membahas definisi dan batasan wudhu‟ (
) dari sisi bahasa maupun istilah dalam syara‟.
Pengertian Secara Bahasa
Al-Imam Ibnul Atsir Al-Jazariy
-
rahimahullah
- (Seorang ahli bahasa) menjelaskanbahwa jika dikatakan
w
a
dhu‟
(
), maka yang dimaksud adalah air yang digunakanberwudhu. Bila dikatakan
w
u
dhu‟
(
), maka yang diinginkan disitu adalahperbuatannya. Jadi,
wudhu
adalah perbuatan, sedang
wadhu‟
adalah air wudhu‟. [Lihat
An-Nihayah fi Ghoribil Hadits
(5/428)]
Al-Hafizh Ibnu Hajar Asy-
Syafi’iy
-
rahimahullah
- berkata,
"Kata wudhu‟ terambil dari
kata al-
wadho‟ah/kesucian
(
)
. Wudhu disebut demikian, karena orang yangsholat membersihkan diri dengannya. Akhirnya, ia menjadi orang yang suci".
[Lihat
Fathul Bariy
(1/306)]
Pengertian Secara Syari’at
Adapun makna wudhu‟ menurut tinjauan syari‟at, kata Syaikh Sholih Ibnu Ghonim As
-Sadlan -
hafizhohullah
-,
"Makna wudhu‟ adalah menggunakan air yang suci lagi menyucikan pada anggota
-anggotabadan yang empat (wajah, tangan, kepala, dan kaki) berdasarkan tata cara yang khusus
menurut syari‟at".
[Lihat
Risalah fi Al-Fiqh Al-Muyassar
(hal. 19)]
untuk mensucikan badan dari hadats kecil.