Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
66Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Motivasi Berprestasi (Achievement Motivation)

Motivasi Berprestasi (Achievement Motivation)

Ratings: (0)|Views: 11,678|Likes:
Published by Kiki Maskur
Tulisan ini merupakan rangkuman yang ditulis penulis dari beberapa sumber mengenai motivasi berprestasi, terutama motivasi berprestasi di kelas pada siswa.
Tulisan ini merupakan rangkuman yang ditulis penulis dari beberapa sumber mengenai motivasi berprestasi, terutama motivasi berprestasi di kelas pada siswa.

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: Kiki Maskur on Jun 18, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/18/2013

pdf

text

original

 
MOTIVASI BERPRESTASI (ACHIEVEMENT MOTIVATION)
1.Kebutuhan, Motif, dan Motivasi
Ada beberapa istilah berkaitan dengan motivasi berprestasi. Ada yangmenyebut istilah motif berprestasi dan ada juga yang dinamakan dengankebutuhan untuk berprestasi. Ketiga istilah ini mengandung arti yang berbedatetapi juga memiliki kesamaan dalam berbagai sisi. Menurut Suryabrata(1990), motivasi adalah konsep yang digunakan untuk menerangkandorongan dari dalam diri individu guna melakukan suatu aktivitas atau perngorganisasian tujuan dan perilaku individu, sedangkan motif adalah suatukeadaan dari dalam individu yang mendorong seseorang untuk melakukanaktivitas tertentu dalam mancapai tujuan.Sementara itu, teori McClelland dan Murray menawarkan konsepmengenai kebutuhan berprestasi
(need for achievement).
Dimanakah letak  perbedaannya? Menurut McClelland (dalam Riggio, 1990) istilah kebutuhan
(need)
dan motif memiliki arti yang dapat dipertukarkan satu sama lain.Individu termotivasi oleh berbagai pola kebutuhan atau motif. Kebutuhanatau motif ini dimiliki oleh setiap orang dengan proporsi yang berbeda-bedadan masing-masing orang memiliki kebutuhan yang dominan yang juga pasti berbeda dengan orang lain. Perbedaan pola kebutuhan ini memunculkan perbedaan faktor-faktor yang dapat memotivasi seseorang. Jadi, berdasar  pada pengertian McClelland, orang yang memiliki kebutuhan berprestasiyang tinggi akan terejawantahkan dalam motivasi berprestasi yang juga
 
tinggi.Tidak jauh berbeda dengan McClelland, Murray juga mengemukakangagasan mengenai kebutuhan berprestasi
(Need for Achievement)
sebagaisalah satu dari 20 kebutuhan Murray. Menurut Murray (dalam Alwisol, 1999)kebutuhan atau
need 
adalah konstruk mengenai kekuatan di bagian otak yangmengorganisir berbagai proses seperti persepsi, berfikir, dan berbuat untuk mengubah kondisi yang ada dan tidak memuaskan.
 Need 
bisa dibangkitkanoleh proses internal, tetapi lebih sering dirangsang oleh factor lingkungan.Biasanya,
need 
dibarengi dengan perasaan atau emosi khusus dan memilikicara khusus untuk mengekspresikannya dalam mencari pemecahanmasalahnya.
2.Motivasi Berprestasi
Motivasi berasal dari bahasa Inggris
motivation
yang diserap dari kataLatin
movere
yang artinya bergerak 
(to move)
yang berarti suatu yangmendorong individu untuk mencapai suatu hal. Secara
common sense
,menurut etimologi katanya, motivasi dapat diartikan sebagai suatu yangmendorong kita, yang membuat kita tetap bergerak, dan membantu kitamenyelesaikan suatu pekerjaan. Sebaliknya, kita mengetahui bahwa kita tidak termotivasi ketika kita tidak memiliki keinginan untuk beranjak dari tempattidur kita atau kita lebih menyukai duduk-duduk di sofa daripadamengerjakan pekerjaan rumah (Pintrich dan Schunck, 1996).Walaupun ada banyak pertentangan mengenai ketepatan sifat dan dasar-
 
dasar motivasi, Pintrich dan Schunk (1996) menawarkan satu pengertianmengenai motivasi, yang konsisten dengan fokus kognitif, pada pemikirandan keyakinan dan yang menangkap unsur-unsur yang banyadipertimbangkan oleh peneliti dan praktisi yang memusatkan perhatiannyaterhadap motivasi. Menurut Pintrich dan Schunk (1996), motivasi adalah proses dimana aktivitas yang diarahkan pada suatu tujuan dimunculkan dandipertahankan terus menerus.Motivasi melibatkan tujuan yang menyediakan daya pendorong untuk mengarahkan menuju suatu tindakan. Pandangan kognitif mengenai motivasi bersatu dalam penekanannya pada pentingya tujuan. Tujuan mungkin sajatidak dirumuskan dengan baik dan mungkin saja dapat berubah denganhadirnya pengalaman-pengalaman, tetapi intinya adalah bahwa individumemiliki sesuatu dalam pikiran mereka yang mereka usahan untuk dapatdiacapai (atau dihindari).Motivasi membutuhkan aktivitas baik fisik maupun mental. Aktivitasfisik memerlukan usaha, ketahanan, dan tindakan nyata lainnya. Aktivitasmental mencakup tindakan kognitif seperti perencanaan, pelatihan, pengaturan, pengawasan, pembuatan keputusan, penyelesaian masalah, dan pengujian terhadap kemajuan. Aktivitas yang melibatkan siswa didalamyadirancang untuk mencapai tujuan mereka.Terdapat dua jenis motivasi yang dikategorikan dari asalnua, yaitumotivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi intrinsik adalahdorongan yang berasal dari dalam diri tanpa perlu adanya sebab-sebab

Activity (66)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Ulya Agustina liked this
Qothrotun Nada liked this
Sofia Dwi Asti liked this
rahmad0912 liked this
Cietra Cieasa liked this
Tria Ramdhani liked this
Dewa Yu liked this
Novi Liezti liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->