Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
52Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Spesifikasi Perangkat Hubung Bagi (Phb) Tegangan Rendah Gardu Listrik Ditinjau Dari Aspek Keamanan Dan Kesehatan Manusia Disekitar

Spesifikasi Perangkat Hubung Bagi (Phb) Tegangan Rendah Gardu Listrik Ditinjau Dari Aspek Keamanan Dan Kesehatan Manusia Disekitar

Ratings: (0)|Views: 7,117|Likes:
Published by rusdi ariawan
Spesifikasi Perangkat Hubung Bagi (Phb) Tegangan Rendah Gardu Listrik Ditinjau Dari Aspek Keamanan Dan Kesehatan Manusia Disekitar
Spesifikasi Perangkat Hubung Bagi (Phb) Tegangan Rendah Gardu Listrik Ditinjau Dari Aspek Keamanan Dan Kesehatan Manusia Disekitar

More info:

Published by: rusdi ariawan on Jun 20, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

03/06/2013

pdf

text

original

 
SPESIFIKASI PERANGKAT HUBUNG BAGI (PHB)TEGANGAN RENDAH GARDU LISTRIK DITINJAUDARI ASPEK KEAMANAN DAN KESEHATANMANUSIA DISEKITAR
PENGETAHUAN LINGKUNGAN HIDUPOLEH :PUTU RUSDI ARIAWAN (0804405050)
JURUSAN TEKNIK ELEKTROFAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS UDAYANADENPASAR2010
 
PERANGKAT HUBUNG BAGI TEGANGAN RENDAH (PHB-TR)
 
©2010
 
Teknik Elektro
 
Page 2 of 10
 
Pengetahuan Lingkungan Hidup
SPESIFIKASI PERANGKAT HUBUNG BAGI (PHB) TEGANGAN RENDAHGARDU LISTRIK DITINJAU DARI ASPEK KEAMANAN DAN KESEHATAN MANUSIADISEKITAR(Suatu Kajian Pustaka)Putu Rusdi Ariawan (0804405050)Mahasiswa Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas UdayanaKampus Bukit Jimbaran, Bali, 80361Abstrak
Gardu distribusi merupakan sarana penyaluran tenaga listrik dari PLN ke Pelanggan. Dengantegangan primer 20 KV lalu diubah oleh trafo menjadi tegangan sekunder 400 V (antar fasa) atau 220V (fasa
 – 
netral). Pelanggan yang menggunakan ini adalah pelanggan TR, baik industri maupunrumah tangga. Permasalahan yang ditimbulkan adalah letaknya yang tidak sesuai dan juga mengenairadiasi elektromagnet yang ditimbulkan dari gardu listrik tegangan rendah ini karena menggunakantransformator yang mengeluarkan medan magnet. Oleh sebab itu Standar ini dimaksudkan untuk menetapkan spesifikasi Perangkat Hubung Bagi Tegangan Rendah Gardu Distribusi. Semua peralatandan komponen yang digunakan dalam perangkat hubung bagi ini harus memenuhi SPLN ; SNI ; IECyang sesuai. Pada setiap unit PHB-TR harus mempunyai peralatan minimal : Satu sakelar masuk sirkitmasuk dan Satu proteksi arus pada sirkit keluar atau kombinasi proteksi dan sakelar (MCB atauMCCB). Spesifikasi ini berlaku untuk Perangkat Hubung Bagi Tegangan Rendah pasangan luar danpasangan dalam. Tujuan standar ini ialah untuk membatasi dan menyeragamkan bentuk dan ukuranserta memberikan pegangan yang terarah baik untuk pemesanan dan pengujian oleh PTPLN(PERSERO) maupun dalam pembuatan oleh pabrikan.
 Kata kunci
:Perangkat Hubung Bagi, Radiasi Elektromagnet.
 
PENDAHULUAN
Seiring jaman yang semakin maju danmeningkatnya kebutuhan tenaga listrik tiaptahun, maka dibutuhkan pasokan listrik yangmencukupi bagi seluruh konsumen masyarakat,industri, maupun gedung perkantoran. Energilistrik dapat disalurkan ke konsumen melaluisuatu sistem jaringan. Sistem jaringan terdiri dariunit pembangkit dan unit penyalur berupaperlengkapan tenaga listrik yang terpasang padagardu-gardu, baik itu gardu induk maupun gardudistribusi yang dioperasikan secara otomatis danmanual. Kegiatannya mencakup pengaturan,pembagian, pemindahan, dan penyaluran tenagalistrik dari pusat pembangkit kepada konsumendengan efektif serta menjamin kelangsunganpenyaluran dan pelayanannya.Gardu distribusi merupakan saranapenyaluran tenaga listrik dari PLN ke Pelanggan.Dengan tegangan primer 20 KV lalu diubah olehtrafo menjadi tegangan sekunder 400 V (antarfasa) atau 220 V (fasa
 – 
netral). Pelanggan yangmenggunakan ini adalah pelanggan TR, baik industri maupun rumah tangga.
(Zaiki, 2009)
 Sarana dan peralatan distribusi tenagalistrik dinyatakan memenuhi syarat kesehatanlingkungan apabila memenuhi kebutuhanfisiologis, psikologis dan dapat mencegahtimpulnya penyakit antar pengguna danmasyarakat sekitarnya, selain itu harusmemenuhi persyaratan dalam pencegahanterjadinya kecelakaan. Dan pada saat ini penulisakan membahas lebih rinci mengenai syaratkeamanan dan pengaruh radiasi elektromagnetyang ditimbulkan PHB tegangan rendah bagikesehatan manusia.Pada beberapa kasus meledaknya gardubukan hal yang mustahil, malah itu yg palingsering terjadi. Padamnya juga karena badai &beberapa gardu PLN meledak karena sambaranpetir, yg paling parah, 26 jam lebih listrik matitotal. bukan hanya itu, kerusakannya juga sampaikepada rumah-rumah pelanggan, lampu dirumah
 
PERANGKAT HUBUNG BAGI TEGANGAN RENDAH (PHB-TR)
 
©2010
 
Teknik Elektro
 
Page 3 of 10
 
Pengetahuan Lingkungan Hidup
semua putus termasuk lampu aquarium padahal jarak dengan gardu jauh . Jadi wajar sekali kalauorang-orang untuk tidak memiliki rumah didekat gardu listrik.Permasalahan yang ditimbulkan jugamengenai radiasi elektromagnet yangditimbulkan dari gardu listrik tegangan rendahini karena menggunakan transformator yangmengeluarkan medan magnet. Untuk radiasiyang namanya medan elektromagnetik tentumemiliki potensi radiasi yang dapatmenyebabkan misalnya penyakit kanker. Makasetiap pembangunan gardu listrik oleh PLN ituharus telah memenuhi SOP.Tentu saja perlu dipahami bahwa tidak adasatu pun teknologi yang seratus persen bebas darikemungkinan resiko kecelakaan. Namun perlu juga disadari bahwa dalam pengembanganteknologi. Maka dari itu perlu diperhatikan aspek keselamatan dan kesehatan dari peralatankelistrikan yang digunakan.Berdasarkan latar belakang permasalahandi atas, dapat dirumuskan permasalahannyasebagai berikut: Bagaimanakah spesifikasibangunan PHB-TR serta pengaruh bangunanPHB-TR ini terhadap lingkungan masyarakatsekitar?Karya Ilmiah ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana dan syarat tingkatkeamanan serta pengaruh bangunan PHB-TRmemancarkan radiasi gelombangelektromagnetik terhadap kesehatan manusiasekitarnya.
METODE PENELITIAN
Tipe penelitian ini tergolong kedalampenelitian hukum normatif dan penelitian hukumkepustakaan maka titik berat penelitianmempergunakan bahan hukum bukan data,sehingga data primer yang dipergunakan hanyabersifat memperkuat, melengkapi danmenunjang, kemudian sumber data sekunderdilakukan melalui sumber data kepustakaan(
library research
) yang terdiri dari bahan hukumprimer dan bahan hukum sekunder.Adapun bahan hukum primer yangdigunakan terutama berpusat dan bertitik tolak pada peraturan perundang-undangan yangberlaku di Indonesia seperti Keputusan MenteriPertambangan Dan Energi Nomor :2500.K/40/M.PE/. 1997. Tentang UsahaPenunjang Tenaga Listrik Bidang Konsultasi,Bidang Pembangunan Dan Pemasangan, DanBidang Pemeliharaan PeralatanKetenagalistrikan.Berikutnya dipergunakan pula bahan hukumsekunder berupa pendapat hasil-hasil penelitian,kegiatan ilmiah dan beberapa informasi darimedia masa.Pendekatan masalah yang dipakai terhadappenelitian ini, adalah beberapa pendekatan yangdikenal dalam hukum normatif, yaitu pendekatankasus (
the case approach
), pendekatanperundang-undangan (
the statute approach
),pendekatan analisis konsep hukum (
analiticalconceptual approach
).Jenis bahan hukum yang dipergunakanberupa bahan-bahan hukum primer sepertiperaturan perundang-undangan, surat keputusanMenteri, peraturan daerah, sedangkan bahan-bahan hukum sekunder yaitu bahan-bahan yangerat kaitannya dengan bahan-bahan hukumprimer dapat membantu menganalisis danmemahami hukum primer adalah : a) hasil karyailmiah para sarjana; b) hasil penelitian ; c)laporan-laporan, media massaBahan-bahan hukum tersier, yaitu bahan-bahan yang memberikan informasi tentangbahan-bahan hukum primer dan bahan hukumsekunder meliputi bibliografi.Adapun metode pengumpulan bahan hukumdalam penelitian ini adalah dengan menggunakanmetode gabungan antara bola salju (
snowballmethode
) dengan metode sistematis (
systematicmethode
).Dari hasil pengumpulan data, kemudian datadianalisis, dikontruksi dan diolah sesuai denganrumusan masalah yang telah ditetapkan,kemudian disajikan secara deskriptif.Dalam penelitian hukum normatif, yangdianalisis bukanlah data, melainkan dilakukansecara deskriptif, interpretatif, evaluatif,argumentatif dan sistematis. Bahan hukum yangdikumpulkan akan disajikan secara utuh,kemudian dianalisis. Adapun analisis yangdikemukakan bersifat deskriptif artinya uraianapa adanya terhadap suatu kondisi atau posisidari proporsi-proporsi hukum atau non hukum.Interpretatif adalah analisis dengan caramenginterprestasi atau menjelaskan penggunaan jenis-jenis penafsiran dalam ilmu hukum, sepertipenafsiran yang sistematis dan gramatikal.Penafsiran secara sistematis artinya terdapathubungan antara pasal satu dengan pasal-pasalyang lainnya. Sedangkan penafsiran secaragramatikal adalah penafsiran berdasarkan artikata. Evaluatif yakni melakukan evaluasi ataupenilaian tepat atau tidak tepat, setuju atau tidak 

Activity (52)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Dedy Karya liked this
Fariq Mbendal liked this
Fonita Hdw liked this
Sang Pemimpi Spy liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->