Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
16Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
AWAL JUNI

AWAL JUNI

Ratings: (0)|Views: 1,031 |Likes:
Published by Identitas Unhas

More info:

Published by: Identitas Unhas on Jun 21, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/05/2013

pdf

text

original

 
identitas
Penerbitan Kampus Universitas Hasanuddin
Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian pada Masyarakat
CM Y K NO 729
l
TAHUN XXXVI
l
EDISI AWAL JUNI 2010
 jendela
Simak Berita Terbaru di
www.identitasonline.net
IDENTITAS / SATRIANI M
B
eberapa tahun lalu,media massadiwarnai denganmunculnya alirankepercayaan yangbernama Millah Abraham (MA).Aliran ini dianggap sesat karenasejumlah ajarannya tidak sesuaidengan syariat Islam. Salah satuajaran MA yakni tidak me-wajibkan pelaksanaan sholatlima waktu dan Sholat Jumat.Mereka juga tidak meyakinihadits Nabi Muhammad SAW,dan beranggapan bahwa akanmuncul nabi baru bernamaAhmad Musadek.Ajaran ini didasari keyakinanbahwa umat manusia sekarangberada dalam zaman Makkiyahatau zaman penantian pemim-pin. Ajaran yang disebarkanNabi Muhammad SAW diang-gap masih memiliki banyak kekurangan. Sehingga Islammembutuhkan sistem baru yangakan dipimpin oleh pemimpinbaru. Konon, pemimpin barutersebut adalah AhmadMusadekh. Pemimpin MilahAbraham ini hingga sekarangmasih mendekam dalam Lem-baga Pemasyarakatan (LP) diJakarta.Tak disangka, aliran ini telahmerambah ke Unhas sejak 2009lalu, dan telah menjaring be-berapa mahasiswa. Awal ter-ciumnya aliran ini berasal dariFakultas Ilmu Sosial dan IlmuPolitik (Fisip), khususnya diHimpunan Mahasiswa Hubu-ngan Internasional (Himahi). Didalam Himpunan inilah MI(inisial), salah seorang ma-hasiswa angkatan 2006 yangtelah menganut aliran MA me-nyebarkan aliran itu kepadateman-temannya, terutama ke-pada mahasiswa baru angkatan
Awas! Millah Abr
 
aham Merambah ke Unhas
 Aliran kepercayaan barumencuat di Unhas. Aliran itudiduga menyesatkan.Untung, penyebarannyacepat diamputasi.
2008. Hasilnya delapan orangmahasiswa angkatan 2008 ber-hasil terjaring.Mereka direkrut melalui pro-ses pembaiatan. Pembaiatan di-lakukan dengan pembacaan ayatAl-quran, dan pemberian sira-man rohani bahwa dunia itudalam keadaan membutuhkansistem yang lebih bagus. Dalamproses pembaiatan itu merekadiberi nama baru. Kala hariketika proses ini berlangsungdianggap sebagai hari kelahiranmereka.LD (inisial) salah satu AnggotaHimahi yang pernah mengikutialiran MA mengakui, tertarimenganut ajaran ini setelah me-ngikuti pertemuan-pertemuandan kajian yang diselenggarakandi sekitar kampus. Yang me-ngejutkan, kajian aliran ini sudahsampai ke himpunan. “Sayamengikuti pertemuan pertamaMilah Abraham di Gedung Ra-dio Republik Indonesia (RRI)yang diikuti sekitar 400 orangdari berbagai kalangan termasuk mahasiswa dari Unhas,” ungkapMahasiswa Fisip Angkatan 2008Jurusan Hubungan Internasionalini.Lebih lanjut LD menjelaskan,“memang masuk akal, setelahmembaca surat dalam Al-Quranmemang tidak diwajibkan untusholatt lima waktu. Dari surat itusaya mulai menekuni ajaran ini.”Merasa resah, pengurus Himahitidak tinggal diam. Atas saran daribeberapa temannya, KetuaHimahi, Hasrul, membentuk timuntuk melakukan investigasi ter-kait aliran ini.Dialog pun diadakan. Himahimembuka forum dan menda-tangkan Pengurus Majelis PencintaMushallah (MPM) dan MajelisUlama Indonesia (MUI) CabangMakassar untuk melakukan dis-kusi dengan lima penganut ke-percayaan MA, serta tiga orangmantan penganut ajaran ini. Dis-kusi dilaksanakan di koridordepan Sekretariat Himahi, Rabu(12/5).Hasil dari forum selama tujuh jam ini menyebutkan, ajaran yangdianut tersebut tergolong sesat.Karena banyak yang me-nyimpang. Ajaran ini berangkatdari salah satu surat dalam AL-Quran tentang cara beribadah.Sehingga di dalam forum munculpertentangan bagaimana sebe-narnya beribadah dengan benar.Setelah diskusi usai, para penganutAliran MA yang hadir dalam fo-rum tersebut pun ditaubatkan.“Untuk antisipasi, sementarayang sudah dinyatakan keluar darialiran ini, kami rangkul dandiberikan pengajaran tentang Is-lam. Karena kami yakin, merekaadalah orang-orang yang maubelajar tentang agama. Namunyang ia dapatkan adalah hal yangkeliru,” ujar Khaerul Arifin KetuaMPM saat ditemui di Masjid Kam-pus Unhas, Selasa (25/5).Hasrul selaku Ketua Himahimengambil tindakan tegas denganmenonaktifkan lima orang ang-gota himpunan yang masih kukuhdengan pendapatnya sehabis fo-rum yang membahas ajaran MAtersebut. Kasus ini pun dilaporkanke MUI dan Kepolisian, dan hinggasaat ini kasusnya masih ditanganipihak kepolisian. “Kami takutajaran tersebut disebarkan melaluihimpunan, karena mereka me-lakukannya atas nama himpunan,”tegas Hasrul saat di temui diHimahi, Selasa (25/5).
Mai/Nay
GHS, antara Konsepdan Realita
UNHAS
sedang bersiap menggodokkonsep baru,
Greener, Healthier, and Safer 
(GHS). Akan seperti apa wajahUnhas jika GHS betul-betul terealisasi?
hal 11
Tawuran,Tantangan PR III Terpilih
SALAH
satu agenda yang belum pernahdituntaskan PR III manapun yaknimenghilangkan tawuran sesamamahasiswa. Tentunya Pekerjaan rumahitu telah menunggu PR III terpilih
Sistem Keuangan ButuhReformasi
MESK
i tata kelola keuangan Unhastelah berubah. Namun pengelolaankeuangan dan penyediaan sarana danprasana masih kerap terkendala
hal 8hal 10
 
NO 729
l
TAHUN XXXVI
l
EDISI AWAL JUNI 2010
identitas
2tajuk 
sms inbox 
karikatur 
Bila anda memiliki informasi,harapan, dan saran mengenaikondisi Unhas silahkan kirim smske nomor:
 
08991525659
dari redaksi
 wall facebook
Kunjungi Grup‘Pembaca identitas’Untuk Berbagi Informasi,Sharing dan Diskusi.
identitas
diterbitkan Universitas Hasanuddin berdasarkan STT Departemen Penerangan RI No: 012/SK/Dirjen PPG/SIT/1975/tanggal 20 Januari . ISSN:0851-8136. Beredar di lingkungan sendiri (nonkomersial)
 
Ketua Pengarah:
Idrus A Paturusi
 
Wakil Ketua Pengarah:
Nasaruddin Salam
 
Anggota Pengarah:
Dadang Achmad Suriamiharja, Wardihan Sinrang, Dwia Aries Tina Pulubuhu
Penasehat Ahli:
Ishak Ngeljaratan, Atja Razak Thaha, SM Noor, Aidir Amin Daud, M Darwis, Husain Abdullah, Sapri Pamulu, Sukriansyah S. Latief
 
Ketua Penyunting:
M. Dahlan Abubakar
 
KetuaPenerbitan:
Fajar S Juanda
 
Penyunting Pelaksana:
Hidayat Doe
Koordinator Liputan:
Sindbad Okstanza Y, Syamsul Marlin
 
Staf Litbang:
Armansyah Rachim
 
Staf Penyunting:
Aniswati Syahrir, Firmansa,Hardianti, Icha Dian Nurcahyani
 
Reporter:
Fadli, Hery S Pasaribu, Atrasina Adlina
 
Fotografer:
Muh Syukri (Koordinator), Ilham A M
 
Artistik dan Tata Letak:
Kun Agung Sumarmo(Koordinator), Ummul Masir
 
Sekretaris:
Satriani M
Bendahara:
Mifda Hilmiyah
 
 
Iklan/Promosi:
Hadrianti H D Lasari (Koordinator), Hasdinar
 
Sirkulasi:
Saimun
 
Tim Supervisor:
Maqbul Halim, M Arifuddin, Jupriadi, Dahlan, Amiruddin PR, Muchlis Amans Hadi, Muh Ishak Zaenal, Sayid Alwi Fauzy, Arif Fuddin Usman, Gunawan Mashar, Rasyid Al Farizi,Ahmad Khatib Syamsuddin, Munandar Kasim, Abdul Haerah, Supa Atha`na, Dahlan, Andi Fauziah Astrid, Abdul Chalid
 
Alamat Penerbitan
: Kampus Unhas Tamalanrea, Gedung UPT PerpustakaanLt 1 Jalan Perintis Kemerdekaan KM 10, Telp (0411) 589899, Fax 510088-Telex 71179, Makassar 90245. Website: www.identitasonline.com, E-mail: identitas.unhas@kompascyber.com
 
Tarif Iklan:
(Hitam/Putih) Rp 250 mm/kolom (Mahasiswa), Rp 500,- mm/kolom (Umum), (Warna) Rp 500,- mm/kolom (Mahasiswa), Rp 1000,- mm/kolom (Umum).
Redaksi identitas menerima tulisan berupa opini, esai, cerpen, puisi, ringkasan skripsi,/tesis/disertasi/penelitian & karikatur. Pihak redaksi identitas berhak mengedit naskah sepanjangtak mengubah nilai/makna tulisan. Tulisan yang termuat mendapat imbalan secukupnya (sebulan setelah terbit bisa diambil).
Radit Kuchiki
KENAPA
harus memulaimemecahkan maslah dgnmaslah yg bru.. bgmn dgnyg rmhx jauh bgmn dgn yg g pux spedabgmn mngendaraix dluar kmpus dgn spedax tnpa weser tnpa klakson.. klo pngnmlakukan hal x b’sfat mncintai lingkunganknp tdk memulai dr dri sndr dgn TIDAKMEMBUANG SAMPAH SEMBARA-NGAN, hal x dmkian remeh x sringt’lupakan skaligus sgt mmbhyakan..
Daeng MudrikanNacong
SARAN
saya, bangunterlebih dahulu infrastrukturpendukung, dan yangmenggunakan kendaraanpribadi(motor & mobil) disiapkan parkirankhusus didepan atau dekat pintu 1 dan 2baru kemudian melanjutkan menggunakansepeda(sepeda pun harus disiapkan olehkampus).
KABARNYA
Dlm Waktu Dkt Unhas akanMenerapkn
Greener Healthier Safer 
(GHS)untuk kalangan Sivitas Akademika UH.bagaimana pendapat Rekan Pembacaidentitas dengan adanya Rencana Unhastersebut???
Milanasti EkaRamadani
RENCANA
brilian!!!Dengar2 juga akandisediakan sepeda bagi ygga punya. TAPIBAGAIMANA NASIB YANG GAK BISAMENGENDARAI SEPEDAKODONG??? Ada kursus kilat mungkin??Hehehe
MAHASISWA
Fakultas Teknik (FT) versus Mahasiswa Fakultas IlmuSosial dan Ilmu Politik (FISIP) kembali bentrok, di tengah-tengah mo-mentum ujian akhir semester, Selasa (25/05). Tawuran itu dipicu olehtindakan pemukulan antara mahasiswa teknik dengan mahasiswa FISIPyang kemudian melebar melibatkan pertentangan antarfakultas. Aksilempar batu antara mahasiswa FISIP dengan teknik sudah menjadifenomena sekaligus ironis. Sebabkejadian tawuran di antara keduabelah pihak seolah tak pernah usaidalam sejarah ke-Unhas-an. Sejakdari “tahun satu” lalu hinggasekarang, kedua fakultas selalucekcok.Fenomena itu seakan telahmenjadi tradisi dengan polalingkaran setan yang tidak pernahputus. Tawuran – damai, tawuranlagi. Apa yang sebenarnya terjadidengan kedua kelompokmahasiswa tersebut? Setiap tahunnyaris ada adegan lempar batu. Apa perlu dibuatkan kesepakatantertulis siapa yang menjadi dalang sekaligus pelaku dipecat jadimahasiswa Unhas baik secara individu maupun kolektif? Hal itu untukmempertegas dan mengancam mahasiswa yang memulai sertamengobarkan perang batu. Tindakan pemecatan terhadap mahasiswayang menjadi dalang serta terlibat tawuran tentu bukan langkah bijakyang dapat menyelesaikan masalah.Betapun aksi tawuran disebabkan oleh mahasiswa tertentu yangberasal dari teknik atau FISIP, pihak birokrat khususnya rektorat tidakbisa serta merta memecatnya karena dianggap dalang atas bentrokanitu. Sebab bagaimanapun mereka anak didik Unhas yang harus mendapatpendidikan dan pengajaran.Sikap rektorat pasca tawuran beberapa minggu lalu, terkesan hanyamemburu dalang dan pemicu awal tawuran dengan membentuk timinverstigatif. Meski masalahnya bukan sekedar mencari-cari kambinghitam di pihak mahasiswa tetapi kultur dan kebijakan sistemik kampuslahyang harus diredesain demi keakuran dan keharmonisan elemenmahasiswa yang terpecah terkhusus teknik-FIS (Fakultas Ilmu Sosial).Kalau diamati, rektorat sesungguhnya tidak serius menuntaskanmasalah tawuran hingga ke akar-akarnya. Sejauh ini rektorat hanyamengobati “luka luarnya,” tetapi “luka dalam” atau akar-akar penyebabperilaku tawuran itu sendiri tidak pernah “diobati” secara total. Sehinggatawuran mahasiswa khususnya mahasiswa FT versus FISIP selaluberulang dengan pola yang sama dipicu oleh hal sepele seperti masalahpribadi, ketersinggungan pribadi dan sebagainya yang kemudianmemacu semangat kolektif, solidaritas buta fakultas untuk melakukanpenyerangan ke fakultas lain.Kalau demikian adanya, rektorat selama ini seolah membiarkanpermusuhan maupun ketegangan antara mahasiswa FT dan FISIP.Usaha rektorat untuk menuntaskan perilaku tawuran hanya sebatasmenghilangkan gejala tawuran yang muncul di atas permukaan seperti“pemadam kebakaran”. Namun akar masalah seperti benih-benihpermusuhan, ketegangan dan arogansi sektoral yang selalu menjadisentimen antara mahasiswa FT dan FISIP tidak pernah “disembuhkan”.Hubungan permusuhan misalnya, antara mahasiswa FT dan FISIPsebenarnya sudah terlampau lama tertanam karena terwariskan daritahun ke tahun tapi tidak pernah direkonsiliasi dengan menciptakanatmosfir dan ruang yang bersahabat antara keduanya. Lembagakemahasiswaan baik BEM maupun himpunan pun dilibatkan agarsemangat kebersamaan dan hubungan yang harmonis kedua belahpihak dapat tercipta.
Meramu ResolusiUNTUK
bisa melakukan hal itu, pihak rektorat mesti menyelami danmemahami penuh masalah ini secara tuntas agar kejadian tawurantidak berulang terus bak tradisi. Dari pemahaman yang dalam tersebut,pihak rektorat dapat mengambil pendekatan yang holistik denganmerekonsiliasi semua elemen kemahasiswaan. Upaya rekonsiliasidan dialog intens lintas elemen penting untuk membuka dan mengihlaskansemua pengalaman serta sentimen buruk yang selama ini terpendamdiantara mahasiswa. Upaya damai dan pengharmonisan antara teknikdan FISIP hanya dapat ditempuh dengan pendekatan struktural maupunkultural. Secara struktural, pihak rektorat mesti mengeluarkan kebijakanyang dapat menyatukan kembali mahasiswa Unhas atau paling tidakmembangun semangat dan nasionalisme ke-Unhas-san. Dari segikultural, pihak rektorat perlu merevitalisasi iklim intelektual di Unhasdengan menyokong serta menyemarakkan panggung-panggungkemahasiswaan yang berbau intelek.
Mahasiswa Tawuran Terus,Rektorat?
Salam identitas!
 FINAL
test 
baru saja usai, tak herankondisi kampus nampak lenggang. Ya,kini mungkin saja banyak diantarateman-teman pembaca telah menik-mati liburan panjangnya. Padahalmasih banyak nilai matakuliah yangbelum keluar. Selain itu, saat ini jikaterdapat nilai Eror (E ),maka akanlangsung diremedial pada saat itu juga.Begitupun dengan nilai Tunda (T),harus diselesaikan dalam 30 hari pascanilai keluar. Jadi bagi mahasiswa yangtelah pulang kampung, mudah-mudahan saja tidak terkendala dengannilai matakuliahnya kelak.Berbeda dengan kru identitas yangbelum bisa pulang kampung. Bukankarena persoalan pengurusan nilai.Tetapi sederet agenda kegiatan menantidiselesaikan pada bulan ini. Belum lagi,setiap dua kali dalam sebulan kami jugaterus hadir menyapa pembaca. Tak pernah bosan apalagi mengeluh, karenaini adalah amanah.Ya, pada edisi ini kami terbit agak 
Pulang Kampung atau Tidak ?
sedikit molor. Pasalnya beragamtantangan kian menerjang kruidentitas. Mulai dari
 final test 
hinggapersiapan dan pelaksaan acaraMakassar
 Blogshop
, Sabtu (12/06).Tentunya itu semua cukup menguraswaktu dan tenaga kami. Meski begitu,kami tetap berupaya menghadirkansuguhan informamsi teraktual terkaitseputar dunia kampus.Pada edisi awal Juni ini, tim redaksikami berhasil menghimpun beritaterkait aliran sesat yang mulaimerambah ke Unhas, kasus pencurianyang marak terjadi belakangan ini dan
trend 
baru mahasiswa dalammencontek. Ada juga informasi terkaitmesin penyapu jalan yang diciptakanMahasiswa Unhas. Tak lupa pada edisiini, sebelum mengakhiri kepengu-rusan Pembantu Rektor Unhas periode2006-2010, kami menyuguhkanlaporan utama terkait evaluasi kinerjapembantu rektor.
Selamat membacaASS
, kenapa air di ramsis unit2 sering tidak mengalir airnya.Maslahx bak pnmpungan airxksong. Wass warga ramsis unit2.
085656362xxx 
SEMOGA
wacanatersebut tidak menjadikonsumtif belaka....klo subtansinya jelas dandapat diterima, mengpatidak???namun klo itu di jadikan alat untuk lain hal...sebagai warga kampus “Harus Menolak”...
Muh Ahyani RakibSejauh ini rektorathanya mengobati“luka luarnya,” tetapi“luka dalam” atauakar-akar penyebabperilaku tawuran itusendiri tidak pernah“diobati” secara total
IDENTITAS /
Blogshop:
Panitia (identitas) dan peserta blogshop berfoto bersama dalam MakassarBlogshop di
library net 
gedung perpustakaan Unhas, sabtu (12/6).
 
NO 729
l
TAHUN XXXVI
l
EDISI AWAL JUNI 2010
identitas
3
opini
dari pembaca
T
ulisan ini dibuat dengan maksud mengajukankeberatan epistemologis atas tulisan KhusnulYaqin di Penerbitan Kampus
Identitas 
Unhasterbitan akhir mei lalu. Ini saya lakukan agardialektika keilmuan kita tetap berjalan dinamis,sehingga khasanah pengetahuan menjadi kaya danberagam.Dalam tulisannya berjudul “Catatan kecil tentang hatidan akal”, Khusnul Yaqin mengemukakan, “ada tigaperangkat untuk meraih ilmu atau persepsi yang benaryaitu indera empiris, indera perantara empiris dan non-empiris dan indera non empiris. Indera empiris adalahpanca indera kita, sedangkan indera antara empiris dannon-empiris adalah al qalb dan terakhir indera non-empirisadalah al aql”.Khusnul Yaqin mengkritik mereka yang dalamkehidupan sehari-hari seringkali meletakkan hati dan akalpada domain yang berbeda bahkan memperten-tangkannya secara diametral. Pada akhirnya, KhusnulYaqin menyodorkan sebuah pemahaman bahwa dariketiga perangkat berpengetahuan yang ada, panca indera,al qalb dan al aql, maka yang paling bisa menghasilkanpengetahuan yang shahih adalah al aql dan panca indera.Al qalb ditempatkan dalam posisi sub-ordinat di bawah alaql.Ia menulis, “keimanan yang merupakan hasilpengaktifan al aql untuk mengikat hasil olahan al qalbyang benar akan menjadi semacam cahaya untukmenguatkan domain-domain lain seperti domain empirismaupun al qalb untuk lebih siap dan mampu menganalisisobyek-obyek lain yang akan diteruskan dan diikat olehal aql”.Berbicara tentang perangkat untuk meraih ilmu memangpenting, karena kebenaran sebuah pengetahuan sangatdipengaruhi oleh perangkat yang dipakai dalammemperoleh ilmu tersebut. Bila alat berpengetahuannyabermasalah, tentu pengetahuan yang dihasilkanbermasalah pula.Tapi yang tak kalah penting lagi adalah membincangbagaimana perangkat itu bekerja, bagaimana mekanis-menya dalam meraih ilmu. Kedua perbincangan ini tidakbisa dipisahkan, yang dalam perbincangan filsafat ilmudiwakili oleh istilah yang sama, epistemologi.Apa yang dikemukakan oleh Khusnul dalam tulisannyaini menimbulkan problem epistemologis karena Khusnulhanya mengemukakan perangkat untuk meraih ilmu tanpamencoba membincang lebih jauh bagaimana perangkatberpengetahuan itu bekerja.Selain itu, pilihan untuk mensubordinatkan fungsi alqalb di bawah al aql juga merupakan sebuah kecerobohanfatal, terutama dalam jagad keilmuan Islam. Karena dalamsejarah panjang keilmuan Islam, dialektika antara berbagaimodel epistemologi berlangsung demikian dinamis.
Episteme 
dan mekanisme kerjanya
Sebelum melangkah jauh, perlu kiranya dikemukakanbeberapa pendapat yang mencoba memberi eksplanasiterhadap apa yang dimaksud dengan epistemologi danbagaimana mekanisme kerjanya. Dengan adanyapemahaman dasar ini, maka pembahasan selanjutnyaakan lebih mudah.Bila mengacu kepada pemikiran Muhammad Abid AlJabiri, beliau mendefenisikan epistemologi sebagaikumpulan kaidah berfikir yang siap di gunakan dalamberbagai kondisi kemasyarakatan. Lebih jauh beliaumenekankan bahwa bahasa lain dari epistemologi adalah“nalar” sebagai kumpulan konsep dan prosedur yangmenjadi struktur bawah sadar dari pengetahuan dalamfase sejarah tertentu.Pengertian Al Jabiri tersebut mirip dengan apa yangapa yang di kemukakan Hasan Hanafi dengan mengikutpada Foucault. Hanafi mengatakan
episteme 
merupakankerangka berfikir yang melahirkan pertanyaan,menjawabnya sendiri, kemudian membenar-kannyasekaligus.Definisi dari Al Jabiri, Hanafi, maupun Foucaultmenggariskan dengan jelas bahwa
episteme 
tidak pernahbekerja secara netral. Setiap
episteme 
di bentuk danbekerja sebagai hasil konstruksi sosial-politik-ideologisbangunan masyarakat tertentu dimana al aql itu tumbuhdan berkembang.Jadi,
episteme 
bukanlah sesuatu yang netral melainkansangat ideologis. Pilihan Khusnul Yaqin menempatkan alaql sebagai satu-satunya sandaran terkuat dalamberpengetahuan dengan mensub-ordinasi al qalb bukanlahsesuatu yang netral dan islami
an sich 
. Belum lagi, kalaumenilik pada masalah bagaimana
episteme 
atau al aql itubekerja, sebuah pembahasan yang tidak terlalu disinggungoleh Khusnul Yaqin.Dalam konteks Islam, menurut Al Jabiri, setidaknyaada tiga model
episteme 
atau nalar yang bekerja di tengah-tengah umat, yaitu nalar bayani, nalar burhani dan nalarirfani. Ketiga model nalar ini eksis dan saling melengkapidalam membangun kekuatan tradisi (termasuk keimanan,keilmuan dan kebudayaan) Islam.
Pertama 
, nalar bayani (
eksplanatif 
), sebuah epistemeyang berakar dari tradisi berfikir Arab pra Islam. Perludifahami bahwa berfikir dalam tradisi Arab berarti tindakanatau penjelasan tentang bagaimana seseorang berbuatsesuatu. Hal ini sangat berpengaruh terhadap karakterpengetahuan yang dihasilkan oleh
episteme 
ini.Secara etimologis, bayani dapat diartikan sebagaipenjelasan atau
eksplanation 
, sementara secaraterminologi, bayani difahami sebagai sekumpulan aturan-aturan penafsiran wacana dan syarat-syarat memproduksiwacana (dalam hal ini wacana fiqh-syariat). Olehnya itu,
episteme 
ini sangat menekankan otoritas teks (nash),baik secara langsung maupun tidak, kemudian dijustifikasioleh akal kebahasaaan yang digali lewat inferensi (
istidlal 
).
Kedua 
, nalar burhani (
demonstratif 
) merupakan
episteme 
yang menekankan pada kekuatan rasio yangdilakukan lewat dalil-dalil logika. Nalar ini berakar padatradisi Yunani yang memahami bahwa berfikir berkaitandengan upaya mencari sebab dari sesuatu. Pengetahuandihasilkan melalui prinsip-prinsip logika atas pengetahuansebelumnya yang telah diyakini kebenarannya.Nalar burhani sendiri dapat difahami sebagi suatuaktivitas berfikir melalui penerapan kebenaran proposisi(
qadliyah 
) melalui pendekatan deduktif (
al-istintaj 
) denganmengaitkan proposisi yang satu dengan proposisi yanglain yang telah terbukti kebenarannya secara aksiomatik(
badihi 
).Kehadiran model nalar ini untuk mengatasi kekakuannalar bayani yang terlalu tergantung pada teks. Tapi modelini juga dikritik oleh para penganut irfan karena burhanidianggap tidak mampu mengantar manusia untukmenyingkap kebenaran yang bersifat intuitif ataupengetahuan kehadiran (
hudhuri atau knowledge by present 
), nalar burhani hanya bersifat deskriptif-analitiksemata.
Ketiga 
, nalar irfani merupakan model
episteme 
yangtidak didasarkan atas analisa teks sebagaimana bayani,ataupun runtutan logika sebagaimana burhani, irfani lebihmenekankan kesucian hati. Model
episteme 
ini, menurutSabara Nuruddin tidak memisahkan aspek pengetahuandengan spiritualitas, akal dan hati serta mensinergikanpencapaian mistikal dengan pemahaman rasional-filosofismengenai pengalaman spiritual tersebut.Secara etimologis, irfan berasal dari bahasa arab
arafa 
yang sedarah dengan kata
ma’rifat 
yang berartipengetahuan atau pengenalan. Secara terminologis, irfanbisa dimaknai sebagai pengungkapan atas pengetahuanyang diperoleh melalui penyinaran kebenaran oleh Tuhankepada hambaNya (
kasyf 
) setelah sang pencari ilmumelakukan latihan (
riyadhah 
) atas dasar cinta (
mahabbah 
).Ketiga model epistemologi ini, tidak sesederhana yangdijelaskan oleh Khusnul yaqin bahwa apa yang telah dianalisa oleh al qalb dengan baik “diteruskan ke al aqlagar diikat atau ditahan”. Dalam epistemologi yangberkembang secara historis dalam dunia Islamsebagaimana difahami Al jabiri, tidaklah netral. Pancaindera, al qalb dan al aql terjadi dialektika, tak adasuperioritas yang satu dibanding yang lain, tergantungkonteks dan bangunan keilmuan yang diolahnya.
Tabik.
* Penulis adalah Penggiat Networking forEducation and Transformation (NET) Institute
Menghadang Rezim Al Aql
Oleh:
Daeng Matutu
Dosen Malas Mengajar
Sebelumnya saya ingin mengucapakan terimakasih kepada Identitas yang telah memuatsurat saya.Saya adalah Mahasiswa FakultasEkonomi (FE). Surat ini saya tujukan kepadaPembantu Dekan I FE .Pada Fakultas Ekonomiada beberapa dosen yang jarang masuk mengajar dan ada juga kadang tidak masuk mengajar. Tak heran mereka hanya hadirsetengah dari seluruh pertemuan perkuliahandalam satu semester. Selain itu juga selaludatang terlambat untuk masuk mengajar,sampai-sampai satu jam keterlambatan. Halini sangat merugikan kami sebagaimahasiswa.Mohon penjelasannya.
Mahasiswa Fakultas EkonomiAngkatan 2007TanggapanTERIMA
kasih atas surat anda. Berdasarkanhasil monitoring, persentase kehadiran dosensecara keseluruhan semester ini sebanyak 89%.Namun tidak dapat dipungkiri bila adadosen terlambat hadir untuk mengajar.Kadangkala bila ada perkuliahan pada pukul 07.30pagi, dosen pun akan hadir pada pukul08.00.Ada beberapa faktor menyebabkan haltersebut seperti: jauhnya tempat tinggal dosenyang kadang terjebak kemacetan di jalan.Bahkan ada yang bertempat tinggal di Pangkepdan juga faktor ruangan kelas. Memang adabeberapa dosen yang jarang masuk mengajardan saya pun telah memanggil dan menyuratidosen itu untuk diberi teguran. Dosen tersebutpun memberi alasan yang masuk akal seperti,kemacetan yang terjadi ketika berangkat darirumah ke kampus dan juga alasan sakit hinggamasuk rumah sakit. Namun dari monitoringyang dilakukan dua kali dalam seminggu ditempat perkuliahan, tetap ada dosen yang hadirmengajar hingga 80% kehadiran dalam satusemester.
DR Darwis Said SE Ak MSAPembantu dekan I Fakultas Ekonomi
Perkuliahan Kurang Kondusif
TERIMA
kasih kepada PK identitas karena telahmemuat surat saya. Surat saya ini saya tujukankepada Kepala Bagian Tata Usaha(KTU)Fakultas Farmasi (FF). Saya adalah mahasiswaFakultas Farmasi angkatan 2008. Sayamengeluhkan proses perkuliahan di FF yangkadangkala pada matakuliah tertentu jumlahmahasiswa begitu banyak dan digabung dalamsatu kelas yang kecil .Hal ini membuat keadaanperkuliahan kurang kondusif . Selain itu,peralatan laboratorium hanya menjadipajangan dan tidak dimanfaatkan. Padahalkami sebagai mahasiswa sangatmembutuhkannya.
Mahasiswa Fakultas FamasiAngakatan 2008TanggapanTERIMA
kasih atas surat anda. Hal seperti itutidak terjadi di Fakultas Farmasi. Kami sudahmembagi jumlah mahasiswa dalam satu kelasmaksimal sebanyak 40 orang. Kalaupun adahal seperti itu akan dialihkan ke kelas lain yanglebih besar, seperti Aula. Selain itu, selama inisemua alat laboratorium sudah digunakan.Untuk alat laboratorium yang tidak dipakai itudisebabkan kondisi laboratorium di FakultasFarmasi yang belum bagus dan juga belummemadai. Serta memang ada beberapa alatlaboratorium yang belum digunakan karenamasih baru.
Bahtiar Sappaile STKasubag Tata Usaha Fak. Farmasi
Nilai Rapor Jadi Nilai E
TERIMA
kasih kepada PK identitas karena telahmemuat surat saya. Saya adalah seorangmahasiswa Fakultas Pertanian angkatan 2008.Surat ini saya tujukan kepada KasubagAkademik Fak. Pertanian. Hal ini terkait adanyanilai E yang keluar pada rapor saya . Nilaitersebut adalah nilai pada rapor semester III.Padahal nilai tersebut yang dulunya merupakannilai Tunda telah saya urus dan seharusnyanilai yang keluar adalah A. Hal ini pun sangatmeresahkan dan berpengaruh langsung padaIPK yang saya dapatkan pada semester III.Mohon penjelesannya.
Mahasiswa Fakultas PertanianAngkatan 2008TanggapanTERIMA
kasih atas surat anda. Harus adakejelasan dari si pengirim mengenai kapan diamengurus nilai tundanya. Karena batas waktupengurusan nilai tunda hanya selama 30 hari.Sesuai dengan peraturan akademik pasal 33ayat 8 yang isinya batas waktu pengurusan nilaiT adalah pada akhir semester, jika tidak diurusmaka otomatis berubah jadi Eror.Adakemungkinan mahasiswa itu terlambatmengurus nilai tundanya.Selain itu juga kamimemberi kebijaksanaan ketika dicetak nilai Takan menjadi E.
KamaruddinKasubag Akademik Fak. Pertanian
VDMS Belum Diumumkan
AssalamualaikumTERIMA
kasih kepada PK identitas karenatelah memuat surat saya. Saya adalahmahasiswa yang menjadi calon penerimabeasiswa
The van Deventer Maas Stiching
(VDMS). Saya mengeluhkan belum adapengumuman dari beasiswa VDMS. Terhitungsudah tiga bulan beasiswa ini belum adapengumumannya. Mohon penjelasannya.Mahasiswa Fakultas Pertanian angkatan 2008
TanggapanWAALAIKUMSALAM.
Terima kasih atassurat yang anda kirimkan. Belumdiumumkannya beasiswa VDMS disebabkanbelum adaanya konfirmasi dari pihak pemberibeasiswa atau donatur. Kami dari bagiankesejahteraan mahasiswa hanya bertugasmenyalurkan dan akan segera mengumumkan jika telah ada informasi dari pemberi beasiswa.Penerima beasiswa dapat melihatpengumumannya di bagian kesejahteraaanmahasiswa atau akan dihubungi via
handphone
 jika memang beasiswanya telah ada. Terimakasih.
Drs HasanuddinKepala Bagian Kesejahteraan Mahasiswa
ILUSTRASI / UMMUL MASIR

Activity (16)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Kunkun Kurniady liked this
Ummul Masir liked this
Anhi Moon liked this
-Sapardi Pardi liked this
Ummul Masir liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->