Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
42Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
sejarah hukum pidana

sejarah hukum pidana

Ratings: (0)|Views: 5,366 |Likes:
Published by Hamdan Hidayat
HAM HAM
HAM HAM

More info:

Published by: Hamdan Hidayat on Jun 21, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/04/2013

pdf

text

original

 
.
B. Sejarah Pemberlakuan Hukum Pidanadi Indonesia
1. Masa Sebelum Penjajahan Belanda
Sebelum kedatangan bangsa Belanda yang dimulai oleh Vasco daGamma pada tahun 1596, orang Indonesia telah mengenal danmemberlakukan hukum pidana adat. Hukum pidana adat yangmayoritastidak tertulis ini bersifat lokal, dalam arti hanya diberlakukan diwilayahadat tertentu.Hukum adat tidak mengenal adanya pemisahan yang tajam antarahukum pidana dengan hukum perdata (privaat).
2
Pemisahan yangtegasantara hukum perdata yang bersifat privat dan hukum pidana yangbersifatpublik bersumber dari sistem Eropa yang kemudian berkembang diIndonesia.
3
Dalam ketentuannya, persoalan dalam kehidupan sehari-harimasyarakat adat ditentukan oleh aturan-aturan yang diwariskansecaraturun-temurun dan bercampur menjadi satu.Di samping hukum pidana adat mengalami persentuhan denganagama yang dipeluk oleh mayoritas penduduk, karakteristik lainnyaadalahbahwa pada umumnya hukum pidana adat tidak berwujud dalamsebuahperaturan yang tertulis. Aturan-aturan mengenai hukum pidana inidijagasecara turun-temurun melalui cerita, perbincangan, dan kadang-kadangpelaksanaan hukum pidana di wilayah yang bersangkutan. Namun, dibeberapa wilayah adat di Nusantara, hukum adat yang terjaga ini telahdiwujudkan dalam bentuk tulisan, sehingga dapat dibaca oleh khalayakumum. Sebagai contoh dikenal adanya Kitab Kuntara Raja Niti yangberisihukum adat Lampung, Simbur Tjahaja yang berisi hukum pidana adatSumatera Selatan,
5
dan Kitab Adigama yang berisi hukum pidana adatBali.
2. Masa Sesudah Kedatangan Penjajahan Belanda
a. Masa Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC) Tahun1602-1799
Masa pemberlakuan hukum pidana Barat dimulai setelah bangsa
 
Belanda datang ke wilayah Nusantara, yaitu ditandai dengandiberlakukannya beberapa peraturan pidana oleh VOC (VereenigdeOostIndische Compagnie). VOC sebenarnya adalah kongsi dagang Belandayangdiberikan “kekuasaaan wilayah” di Nusantara oleh pemerintahBelanda.Hak keistimewaan VOC berbentuk hak octrooi Staten General yangmeliputimonopoli pelayaran dan perdagangan, mengumumkan perang,mengadakan perdamaian dengan kerajaan-kerajaan di Nusantara, danmencetak uang. Pemberian hak demikian memberikan konsekuensibahwaVOC memperluas dareah jajahannya di kepulauan Nusantara. Dalamusahanya untuk memperbesar keuntungan, VOC memaksakanaturanaturanyang dibawanya dari Eropa untuk ditaati orang-orang pribumi.Setiap peraturan yang dibuat VOC diumumkan dalam bentukplakaat, tetapi pengumuman itu tidak tidak disimpan dalam arsip.Sesudahdiumumkan, plakaat peraturan itu kemudian dilepas tanpa disimpansehingga tidak dapat diketahui peraturan mana yang masih berlakudanyang sudah tidak berlaku lagi. Keadaan demikian menimbulkankeinginanVOC untuk mengumpulkan kembali peraturan-peraturan itu. Kumpulanperaturan-peraturan itu disebut sebagai Statuten van Batavia (StatutaBetawi)yang dibuat pada tahun 1642.
7
Pada tahun 1766 Statuta Batavia itu dibuat kembali dan dihasilkanStatuta Batavia Baru. Statuta itu berlaku sebagai hukum positif baikbagiorang pribumi maupun bagi orang asing, dengan mempunyai kekuatanhukum yang sama dengan peraturan-peraturan lain. Walaupun statutatersebut berisi kumpulan peraturan-peraturan, namun belum dapatdisebutsebagai kodifikasi hukum karena belum tersusun secara sistematis.Dalam perkembangannya, salah seorang gubernur jenderal VOC,yaitu Pieter Both juga diberikan kewenangan untuk memutuskanperkarapidana yang terjadi di peradilan-peradilan adat.
8
Alasan VOCmencampuriurusan peradilan pidana adat ini disebabkan beberapa hal, antara lain:i)sistem pemidanaan yang dikenal dalam hukum pidana adat tidakmemadai
 
untuk dapat memaksakan kepada penduduknya agar mentaatiperaturanperaturan;ii) sistem peradilan pidana adat terkadang tidak mampumenyelesaikan perkara pidana yang terjadi karena permasalahan alatbukti;dan iii) adanya perbedaan pemahaman mengenai kejahatan danpelanggaran antara hukum pidana adat dengan hukum pidana yangdibawaVOC. Sebagai contoh adalah suatu perbuatan yang menurut hukumpidana adat bukanlah dianggap sebagai kejahatan, namun menurutpendapat VOC perbuatan tersebut dianggap kejahatan, sehingga perludipidana yang setimpal.
9
Bentuk campur tangan VOC dalam hukum pidana adat adalahterbentuknya Pepakem Cirebon yang digunakan para hakim dalamperadilanpidana adat. Pepakem Cirebon itu berisi antara lain mengenai sistempemidanaan seperti pemukulan, cap bakar, dirantai, dan lainsebagainya.Pada tahun 1750 VOC juga menghimpun dan mengeluarkan KitabHukumMuchtaraer yang berisi himpunan hukum pidana Islam.
10
Pada tanggal 31 Desember 1799, Vereenigde Oost IndischeCompagniedibubarkan oleh pemerintah Belanda dan pendudukan wilayahNusantaradigantikan oleh Inggris. Gubernur Jenderal Raflles yang dianggapsebagaigubernur jenderal terbesar dalam sejarah koloni Inggris di Nusantaratidakmengadakan perubahan-perubahan terhadap hukum yang telahberlaku.Dia bahkan dianggap sangat menghormati hukum adat.
b. Masa Besluiten Regering (Tahun 1814-1855)
Setelah Inggris meninggalkan Nusantara pada tahun 1810, Belandamenduduki kembali wilayah Nusantara. Pada masa ini, peraturanterhadapkoloni diserahkan kepada raja sepenuhnya sebagai penguasa mutlak,bukan kepada kongsi dagang sebagaimana terjadi pada masa VOC.Dengan dasar Besluiten Regering, yaitu berdasarkan Pasal 36 UUDNegeriBelanda, raja mempunyai kekuasaan mutlak dan tertinggi atasdaerahdaerah jajahan. Dengan demikian ngara Belanda pada masa itumenggunakan sistem pemerintahan monarkhi konstitusional. Raja

Activity (42)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Rachmat Fadel liked this
Achan Attoz liked this
Suchma TeMbem liked this
Srie Moelyati liked this
Srie Moelyati liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->