Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
83Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Makalah Estetika (Filsft Ilmu)

Makalah Estetika (Filsft Ilmu)

Ratings: (0)|Views: 5,199 |Likes:
Published by ABDU AZIS AHMADI

More info:

Published by: ABDU AZIS AHMADI on Jun 21, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/09/2013

pdf

text

original

 
1
ESTETIKA
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Filsafat IlmuKonsentrasi Psikologi Pendidikan IslamDosen : Prof. Dr. H. Cecep Sumarna, M.Ag.Disusun Oleh :ABDU AZIS AHMADINIM : 505920034
PROGRAM PASCA SARJANAINSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ( IAIN )SYEKH NURJATI CIREBONTAHUN 2010
 
2
 
A.
 
PENDAHULUAN
Posisi estetika tak berbeda dari atau tak perlu dibeda-bedakan denganwilayah-wilayah studi filsafat yang lainnya, entah itu epistemology, etika dansebagainya. Demikian juga dengan cabang-cabang keilmuan yang lain. Ia tidak lebih utama, tidak lebih superior dari yang lain, biasa-biasa saja. Masalahnyaadalah tidak ada satu ilmu pun, termasuk estetika pada khususnya dan filsafat pada umumnya, yang mampu menjadi ilmu dengan posisi ³tersendiri´, seberapatinggi atau rendah pun status yang diberikan oleh komunitas akademik terhadapkeberadaan ilmu tersebut. Tidak ada satu ilmu yang ³tersendiri´, yang posisinyaterisolasi dari ilmu-ilmu yang lainnya.Apalagi untuk masa tiga dasawarsa terakhir ini sekat-sekat ketat yangmemberi batas yang tegas antara satu ilmu dengan ilmu yang lain sudah runtuh,atau sudah waktunya untuk diruntuhkan. Inilah yang disebut oleh Clifford Geertzsebagai gejala Blurred Genre, yakni ketika kita dengan background keilmuanapapun mengadopsi sebuah lingua franca yang sama. Karya-karya Sigmund Freudatau Jacques Lacan, untuk sekedar contoh, tidak lagi dibaca oleh psikoanalisissemata, tetapi oleh kita semua. Juga Roland Barthes, karyanya tidak cuma dibacaoleh kalangan kritikus sastra, tapi oleh lebih banyak lagi orang. Merembes keluar dari sekat-sekat disipliner yang kaku. Ahli ilmu politik, filsuf, linguis, kritikusseni, arsitek, psikolog, atau sosiolog tidak lagi peduli pada sekat-sekat tersebut,lalu sama-sama membaca Jacques Derrida atau Pierre Bourdieu. Ini yang disebuttadi sebagai lingua franca.
 
3
 
Begitu pula halnya dengan estetika, ia telah kehilangan sekat-sekatnya, batas-batas yang dahulu telah membuatnya menjadi sebuah ruang yang esoterik.Ia menyebar, membaur dengan disiplin-disiplin yang lain. Kalau ia sudahmenyebar seperti itu, berarti ia bisa ada dimana saja dan kapan saja, seperti cocacola. Itu juga sekaligus berarti bahwa estetika tidak lagi punya posisi yang penting, apalagi yanng ³tersendiri´.Tetntu saja estetika pernah dan, pada ruang lingkup tertentu, masihmemiliki prestise tertentu. Itu kalau kita pahami estetika bukan melulu sebagai bidang filsafat, melainkan lebih sebagai seperangkat prinsip normatif yangmeminjam istilah
 Pierre Bourdieu
, mendisposisikan praktik-praktik berkesenian.Jadi, secara lebih restricted, pengertian estetika yang terakhir ini adalah estetikasebagai sesuatu yang dijadikan landasan normatif untuk menilai karya seni.Karena dalam pergaulan keseni(man)an, yang dimaksud dengan estetikacenderung seperti itu. Bukan filsafat estetika, melainkan hanya sebagai alat untuk mengevaluasi, membuat hierarki, dan semacamnya. Misalnya dengan dalihestetika, seorang seniman bisa berbuat apa saja dan produknya tetap disebutsebagai karya seni. Seorang perupa meletakkan beberapa keranjang sampahdisebuah galeri, dan itu disebut karya seni instalasi oleh kritikus. Seorang penyair menuliskan sebaris kalimat, ³Bulan di atas kuburan,´ dan itu disebut sebagai puisi, yang bahkan pernah menimbulkan perdebatan tafsir yang prestisius ditingkat elit kritikus sastra. Di sini estetika tidak lebih sebagai modal simbolik yang diinfestasikan sebagai pemarkah kelas sosial seniman atau kritikus seni.

Activity (83)

You've already reviewed this. Edit your review.
Ivan Raidher added this note
apa kah aku bisa dewasa
Ivan Raidher liked this
1 thousand reads
1 hundred reads
Andi Naffarin added this note
Mksh ats kryax
Ady Mambary added this note
mdah2an ssuai tgas ku..........
Abe Talia liked this
bambangmps liked this
Ichall Keyb liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->