Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
286Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Contoh Proposal Penelitian Kualitatif

Contoh Proposal Penelitian Kualitatif

Ratings:

3.5

(2)
|Views: 25,917 |Likes:
Published by Estu Nugroho

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Estu Nugroho on Jun 22, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/16/2014

pdf

text

original

 
CONTOH PROPOSAL PENELITIAN KUALITATIF
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONALUNIVERSITAS NEGERI XXXXPROGRAM PASCASARJANARANCANGAN TESISDiajukan oleh : Nama : XXXX NIM : XXXXProgram Studi : Pendidikan MatematikaA. JudulCOOPERATIVE LEARNING DAN ANALISIS SIKAP DALAM UPAYAMENGURANGI TINGKAT KENAKALAN SISWA SMK SEBAGAI SARANAPENINGKATAN KUALITAS LULUSAN SMK (STUDI KASUS SISWA JURUSANTEKNIK BANGUNAN SMK DI XXXX)B. PendahuluanBerdasarkan informasi dari beberapa guru SMK di Semarang mengatakan bahwasebagian besar siswa SMK sangat sulit dikendalikan dalam proses pembelajaran di dalamkelas. Siswa banyak yang bertindak sekeinginan hatinya. Kenyataan yang terjadi saat ini,ada guru yang sama sekali tidak dihiraukan oleh siswanya sendiri.Guru telah mencoba untuk mengatasinya, tetapi masih saja guru belum berhasil untuk memecahkan masalah tersebut. Berdasarkan hasil diskusi antara guru kelas dan dosen,sampailah pada suatu intuisi bahwa pada umumnya dalam belajar, siswa menginginkansebuah suasana yang harmonis dan menyenangkan. Tetapi permasalahan tidak berhenti pada hal itu saja. Konsep menyenangkan antara guru dan siswa SMK sangatlah berbedadan sangat sulit untuk dapat dipertemukan kedua konsep tersebut sehingga permasalahantersebut tetap saja berlangsung sampai dengan saat ini.Dengan permasalahan tersebut, yang terjadi saat ini adalah rendahnya hubungan antar  personal guru dengan siswa SMK. Guru hanya mementingkan tugas mengajar tanpamengikutsertakan tugas membimbingnya. Dan siswa pun akhirnya menjadi acuh tak acuh, sehinga proses pendidikan yang terjadi di sekolah menjadi sulit diterapkan dalamkehidupan sehari-hari. Adanya permasalahan tersebut dapat diduga bahwa akhirnya pembelajaran menjadi kurang bermakna bagi siswa. Hal ini juga sesuai dengan penelitianOuthred & Michelmore dalam Silberman (2001) bahwa siswa mengalami kesulitan dalammenerapkan konsep untuk memecahkan masalah yang terkait dengan kehidupan sehari-hari.Pendidikan yang diberikan selama sekolah seakan-akan menjadi sia-sia. Mereka hanyasecara formalitas bersekolah hanya untuk mendapat uang saku, dan akhirnya orientasimereka bersekolah pun menjadi lain. Sikap seperti inilah yang kemudian dilampiaskan
 
kepada tawuran dan hal-hal negatif lain. Sudah menjadi rahasia umum bahwa siswa SMK mudah untuk melakukan tawuran. Tanpa ikatan yang kuat dari sekolah bukan hal yangmustahil jika setiap hari terjadi perkelahian di sebuah SMK.Untuk mengatasi permasalahan yang diuraikan tersebut perlu adanya suatu penelitianyang menerapkan suatu strategi pembelajaran tertentu yang dapat meningkatkanketertarikan siswa pada materi pelajaran. Selain itu juga perlu dilakukan sebuah penelitian yang mengukur sikap siswa dan guru dalam pembelajaran. Penelitian inidifokuskan kepada siswa dan guru SMK jurusan teknik bangunan.C. Rumusan MasalahPermasalahan yang telah diuraikan dalam pendahuluan dapat dirumuskan sebagai berikut.Bagaimanakah cara untuk mengurangi tingkat kenakalan siswa SMK?Bagaimanakah cara meningkatkan minat siswa SMK untuk belajar?Untuk menjawab permasalahan tersebut akan di jawab melalui penelitian dengan berdasarkan pada refleksi awal (keadaan sebelum penelitian dilakukan).Selanjutnya permasalahan yang ada diuraikan dalam pertanyaan sebagai berikut.a. Bagaimanakah cara untuk mengurangi tingkat kenakalan siswa SMK? b. Metode pembelajaran yang bagaimanakah yang dapat digunakan untuk meningkatkanminat siswa SMK dalam proses pembelajaran dalam kelas?c. Bagaimanakah hubungan guru dan siswa SMK yang seharusnya?D. Pemecahan MasalahUntuk memecahkan masalah yang telah dirumuskan akan dilakukan kegiatan sebagai berikut.Untuk memecahkan masalah pertama dilakukan dengan mengadakan diskusi antar pihak yang terkait di luar siswa yang bersangkutan, kemudian dirumuskan pemecahannya.Selain itu dilakukan penelitian kualitatif yang menganalisis sikap siswa dan hubungannyadengan guru di kelas.Untuk memecahkan masalah kedua akan digunakan strategi pembelajaran kooperatif, dimana dalam metode ini dikembangkan untuk mencapai setidak-tidaknya tiga tujuan pembelajaran penting, yaitu hasil belajar akademik, penerimaan terhadap keragaman dan pengembangan keterampilan sosial.Untuk memecahkan masalah ketiga peneliti akan menggunakan analisis sikap guru dansiswa. Guru dan siswa diberikan angket untuk mengetahui sejauhmana sikap guruterhadap siswa dan sebaliknya sejauhmana sikap siswa terhadap guru kelasnya. Dengananalisis sikap ini nantinya akan dapat dirumuskan solusi yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.E. Tinjauan Pustaka1. Pembelajaran Kooperatif Dalam strategi pembelajaran perlu dikembangkan suatu strategi pembelajaran yangmemungkinkan siswa belajar aktif . Belajar aktif meliputi...............................................................dst.
 
Proposal Penelitian Kuantitatif (Skripsi)Format Proposal Penelitian Kuantitatif 1. Latar Belakang MasalahDi dalam bagian ini dikemukakan adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan, baik kesenjangan teoretik ataupun kesenjangan praktis yang melatarbelakangi masalahyang diteliti. Di dalam latar belakang masalah ini dipaparkan secara ringkas teori, hasil-hasil penelitian, kesimpulan seminar dan diskusi ilmiah ataupun pengalaman/pengamatan pribadi yang terkait erat dengan pokok masalah yang diteliti. Dengan demikian, masalahyang dipilih untuk diteliti mendapat landasan berpijak yang lebih kokoh.2. Rumusan MasalahPerumusan masalah merupakan upaya untuk menyatakan secara tersurat pertanyaan- pertanyaan yang hendak dicarikan jawabannya. Perumusan masalah merupakan pernyataan yang lengkap dan rinci mengenai ruang lingkup masalah yang akan diteliti berdasarkan identifikasi dan pembatasan masalah. Rumusan masalah hendaknya disusunsecara singkat, padat, jelas, dan dituangkan dalam bentuk kalimat tanya. Rumusanmasalah yang baik akan menampakkan variabel-variabel yang diteliti, jenis atau sifathubungan antara variabel-variabel tersebut, dan subjek penelitian. Selain itu, rumusanmasalah hendaknya dapat diuji secara empiris, dalam arti memungkinkandikumpulkannya data untuk menjawab pertanyaan yang diajukan. Contoh: Apakahterdapat hubungan antara tingkat kecerdasan siswa SMP dengan prestasi belajar merekadalam matapelajaran Matematika?3. Tujuan PenelitianTujuan penelitian mengungkapkan sasaran yang ingin dicapai dalam penelitian. Isi danrumusan tujuan penelitian mengacu pada isi dan rumusan masalah penelitian.Perbedaannya terletak pada cara merumuskannya. Masalah penelitian dirumuskan denganmenggunakan kalimat tanya, sedangkan rumusan tujuan penelitian dituangkan dalam bentuk kalimat pernyataan. Contoh: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya hubungan antara tingkat kecerdasan siswa SMP dengan prestasi belajar merekadalam matapelajaran Matematika.4. Hipotesis Penelitian (jika ada)Tidak semua penelitian kuantitatif memerlukan hipotesis penelitian. Penelitiankluantitatif yang bersifat eksploratoris dan deskriptif tidak membutuhkan hipotesis. Olehkarena itu subbab hipotesis penelitian tidak harus ada dalam skripsi, tesis, atau disertasihasil penelitian kuantitatif. Secara prosedural hipotesis penelitian diajukan setelah peneliti melakukan kajian pustaka, karena hipotesis penelitian adalah rangkuman darikesimpulan-kesimpulan teoretis yang diperoleh dari kajian pustaka. Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang secara teoretis dianggap palingmungkin dan paling tinggi tingkat kebenarannya. Namun secara teknis, hipotesis penelitian dicantumkan dalam Bab I (Bab Pendahuluan) agar hubungan antara masalahyang diteliti dan kemungkinan jawabannya menjadi lebih jelas. Atas dasar inilah, maka didalam latar belakang masalah sudah harus ada paparan tentang kajian pustaka yangrelevan dalam bentuknya yang ringkas.Rumusan hipotesis hendaknya bersifat definitif atau direksional. Artinya, dalam

Activity (286)

You've already reviewed this. Edit your review.
maul_ciul6002 liked this
Raden Mas Irkham liked this
Diah Ayu Apsari liked this
Nuramin Saleh liked this
Ahmad Zikri F liked this
Ganda Parulian liked this
Xiao An-An added this note
informasi nya bermanfaat thanks ya....^0^
Jhordy Aditya liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->