Read without ads and support Scribd by becoming a Scribd Premium Reader.
 
 1
BAGAIMANA SAYA MELEPASKAN DIRI DARI YI KUAN TAOKarya : Shi Wen DuAlih Bahasa : Tjahyono Wijaya
 
 
 2
KATA PENGANTAR ALIH BAHASA
Buku ‘Bagaimana Saya Melepaskan Diri Dari Yi Kuan Tao’ ini merupakan bukuberbahasa Mandarin yang berjudul asli ‘Wo Cen Yang Duo Li Yi Kuan Tao’, sebuah karyadari seorang upasaka Buddhis, Shi Wen Du [Taiwan], yang dahulunya merupakan penganutYi Kuan Tao. Sebuah buku yang berisikan kisah nyata dari sang penulis yang diawali darikisah bagaimana penulis mulai bergabung hingga keluar dari Yi Kuan Tao. Dalam buku inipula dijelaskan secara gamblang mengenai asal usul, ajaran, tata upacara dan segala hal yangberhubungan dengan Yi Kuan Tao.Keseluruhan isi buku ini terdiri dari 48 bab dengan disertai beberapa kata pengantarbeserta lampiran. Oleh karena tujuan awal penerjemahan buku ini ke dalam Bahasa Indonesiahanya bersifat sebagai informasi yang diperuntukkan bagi kalangan sendiri, tepatnya bagirekan-rekan Buddhis di perusahaan tempat saya bekerja, maka hanya bagian pengantar dan 48bab isi saja yang dipilih untuk diterjemahkan. Karena dirasa kedua bagian ini telah cukupmemenuhi keinginan untuk mengenal riwayat, ajaran dan hal-hal lain mengenai Yi Kuan Tao.Karena alasan ini jugalah maka edisi terjemahan ini lebih bersifat terjemahan bebas serta tidak diperjualbelikan.Istilah atau nama Mandarin yang digunakan dalam edisi Bahasa Indonesia ini ditulis dandilafalkan sesuai ejaan Bahasa Indonesia. Untuk hal-hal yang dipandang perlu untuk diperjelas, akan ditambahkan keterangan yang diawali dan diakhiri dengan tanda baca [ ].Dalam edisi Bahasa Indonesia ini, bila dipandang lebih tepat menggunakan istilah Buddhis,maka dipergunakan istilah Sanskrit (Sansekerta) yang selama ini lebih umum dikenal di tanahair. Tetapi bila dipandang perlu, akan ditambahkan juga istilah Pali di belakangnya. Selain itu,mengingat betapa minimnya hubungan saya sebagai alih bahasa dengan kalangan Yi KuanTao selama ini, maka tidak menutup kemungkinan adanya terjemahan atau istilah yang kurangtepat. Sehubungan dengan hal ini, saya mohon pengertian dari rekan-rekan sekalian.Menurut penulis buku ini, Yi Kuan Tao berawal dari daratan Tiongkok yang kemudianmulai menyebar ke Taiwan semenjak berkuasanya Partai Komunis di daratan Tiongkok. Dari
 
 3
Taiwan inilah Yi Kuan Tao kemudian berkembang go internasional yang di Indonesia lebihdikenal dengan nama Buddha Maitreya. Pernyataan ini mungkin akan disanggah olehpenganut Aliran Buddha Maitreya. Tetapi satu hal yang tak dapat dipungkiri adalah adanyakemiripan yang sangat hakiki antara ajaran Yi Kuan Tao dengan ajaran dalam Aliran BuddhaMaitreya. Selama belajar Bahasa Mandarin dan kuliah di Taiwan (1985-1990), saya sedikitbanyaknya juga pernah mendengar hal ikhwal Yi Kuan Tao yang secara garis besar miripdengan yang tertulis dalam buku ini. Bahkan saya juga pernah, baik selama di Taiwan ataupundi Surabaya, beberapa kali didatangi oleh pengikut Yi Kuan Tao untuk diajak bergabungmemasuki Tao.Buku ini selesai ditulis pada tahun 1977 dengan menceritakan kondisi Yi Kuan Tao danajarannya di Taiwan hingga tahun tersebut. Sedang pekerjaan terjemahan ini mulaidilaksanakan dan rampung pada sekitar pertengahan tahun 2003. Tidak menutupkemungkinan selama selang waktu lebih dari 25 tahun ini telah terjadi perubahan atauketidaktepatan antara isi buku dengan kondisi saat ini. Apalagi semenjak pemerintahanPresiden Lee Teng Hui [presiden terdahulu Republic of China – Taiwan], Yi Kuan Tao telahmenjadi agama resmi yang diakui oleh Pemerintah ROC. Tetapi, sebagai penambah informasi,buku ini tetap dianggap layak untuk diterjemahkan dan dibaca.Terlepas dari pro dan kontra atas ajaran yang dianut, saya sertakan terjemahan penjelasanmengenai Yi Kuan Tao yang diambil dari kamus Bahasa Mandarin ‘Xinhua Cidian’ denganpenerbit Shang Wu Yin Shu Guan - Beijing, cetakan tahun 1988, halaman 1048, yang tertulissebagai berikut:‘Yi Kuan Tao: disebut juga Cong Hua Tao Te Ji Shan Hui [Perkumpulan Kegiatan SosialMoral Tionghoa], merupakan salah satu dari perkumpulan pemberontak. Awalnya bernamaTong Cen Dang, yang kemudian berganti menjadi Yi Kuan Tao. Pada mulanya merekaberpihak pada bandit Jepang [sebutan Tiongkok terhadap serbuan imperialis Jepang semasamenjelang dan selama Perang Dunia II] dan gerakan pemberontak Kuo Min Tang [PartaiNasionalis]. Dengan menggunakan nama agama sebagai kedok, mereka melakukan kegiatanpengkhianatan terhadap Tiongkok dan spionase. Sesudah masa pembebasan, (Yi Kuan Tao)menjadi organisasi yang dilarang di Tiongkok.’ [pembebasan seluruh daratan Tiongkok oleh
Search History:
Searching...
Result 00 of 00
00 results for result for
  • p.
  • Notes
    Load more