Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
94Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Tanto_Makalah Reklamasi Lahan Bekas Tambang

Tanto_Makalah Reklamasi Lahan Bekas Tambang

Ratings: (0)|Views: 9,925|Likes:
Published by Ces Manroe

More info:

Published by: Ces Manroe on Jun 24, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/09/2013

pdf

text

original

 
TINJAUANREKLAMASI LAHAN BEKAS TAMBANGDAN ASPEK KONSERVASI BAHAN GALIAN
Oleh
Sabtanto Joko Suprapto
Kelompok Program Penelitian Konservasi – Pusat Sumber Daya Geologi
SARI
Masalah utama yang timbul pada wilayah bekas tambang adalah perubahan lingkungan. Perubahankimiawi terutama berdampak terhadap air tanah dan air permukaan, berlanjut secara fisik perubahanmorfologi dan topografi lahan. Lebih jauh lagi adalah perubahan iklim mikro yang disebabkan perubahankecepatan angin, gangguan habitat biologi berupa flora dan fauna, serta penurunan produktivitas tanahdengan akibat menjadi tandus atau gundul. Mengacu kepada perubahan tersebut perlu dilakukan upayareklamasi. Selain bertujuan untuk mencegah erosi atau mengurangi kecepatan aliran air limpasan, reklamasidilakukan untuk menjaga lahan agar tidak labil dan lebih produktif. Akhirnya reklamasi diharapkanmenghasilkan nilai tambah bagi lingkungan dan menciptakan keadaan yang jauh lebih baik dibandingkandengan keadaan sebelumnya.Bentuk permukaan wilayah bekas tambang pada umumnya tidak teratur dan sebagian besar dapatberupa morfologi terjal. Pada saat reklamasi, lereng yang terlalu terjal dibentuk menjadi teras-teras yangdisesuaikan dengan kelerengan yang ada, terutama untuk menjaga keamanan lereng tersebut. Berkaitandengan potensi bahan galian tertinggal yang belum dimanfaatkan, diperlukan perhatian mengingat haltersebut berpotensi untuk ditambang oleh masyarakat atau ditangani agar tidak menurun nilai ekonominya.
ABSTRACT 
Main problem raises at post-mining area is environmental change. Chemical change affects particularly groundwater and surface water prior to physically change of morphology and land topograpghy.Futher, changing also micro climate due to change of wind velocity, disturbing biological habitate such as flora and fauna and degradation of soil productivity with result either infertility or denudation of land. Base on those changing, though reclamation is needed to be done. Despite avoiding erosion or decreasing velocity of water’s run off, reclamation is done to maintain land from instability and making more productive condition.Finally, reclamation is hopefully to yield added value to environment and creating much better condition compared with the past.Surfacial form of post-mining area is generally irregular and mostly as steep morphology. At the time reclamation, steep morphologies are formed to be terraces which appropriate with original slope in order to maintain secured slope condition. Concerning with abandoned mining deposit which haven’t utilitized yet, it’s needed for attention of being potency for either exploitation by public or being managed it in order to avoid decreasing its economic value.
PENDAHULUAN
Reklamasi adalah kegiatan yang bertujuanmemperbaiki atau menata kegunaan lahan yangterganggu sebagai akibat kegiatan usahapertambangan, agar dapat berfungsi dan berdayaguna sesuai peruntukannya.Pembangunan berwawasan lingkunganmenjadi suatu kebutuhan penting bagi setiap bangsadan negara yang menginginkan kelestariansumberdaya alam. Oleh sebab itu, sumberdayaalam perlu dijaga dan dipertahankan untukkelangsungan hidup manusia kini, maupun untukgenerasi yang akan datang (Arif, 2007).Manusia merupakan penyebab utamaterjadinya kerusakan lingkungan (ekosistem).Dengan semakin bertambahnya jumlah populasimanusia, kebutuhan hidupnya pun meningkat,akibatnya terjadi peningkatan permintaan akanlahan seperti di sektor pertanian dan pertambangan.Sejalan dengan hal tersebut dan dengan semakinhebatnya kemampuan teknologi untuk memodifikasialam, maka manusialah yang merupakan faktoryang paling penting dan dominan dalam merestorasiekosistem rusak.Kegiatan pembangunan seringkalimenyebabkan kerusakan lingkungan, sehinggamenyebabkan penurunan mutu lingkungan, berupakerusakan ekosistem yang selanjutnya mengancamdan membahayakan kelangsungan hidup manusiaitu sendiri. Kegiatan seperti pembukaan hutan,penambangan, pembukaan lahan pertanian danpemukiman, bertanggung jawab terhadap kerusakanekosistem yang terjadi. Akibat yang ditimbulkanantara lain kondisi fisik, kimia dan biologis tanah
 
menjadi buruk, seperti contohnya lapisan tanah tidakberprofil, terjadi
bulk density 
(pemadatan),kekurangan unsur hara yang penting, pH rendah,pencemaran oleh logam-logam berat pada lahanbekas tambang, serta penurunan populasi mikrobatanah. Untuk itu diperlukan adanya suatu kegiatansebagai upaya pelestarian lingkungan agar tidakterjadi kerusakan lebih lanjut. Upaya tersebut dapatditempuh dengan cara merehabilitasi ekosistemyang rusak. Dengan rehabilitasi tersebut diharapkanakan mampu memperbaiki ekosistem yang rusaksehingga dapat pulih, mendekati atau bahkan lebihbaik dibandingkan kondisi semula (Rahmawaty,2002).Kegiatan pertambangan bahan galianberharga dari lapisan bumi telah berlangsung sejaklama. Selama kurun waktu 50 tahun, konsep dasarpengolahan relatif tidak berubah, yang berubahadalah sekala kegiatannya. Mekanisasi peralatanpertambangan telah menyebabkan sekalapertambangan semakin membesar. Perkembanganteknologi pengolahan menyebabkan ekstraksi bijihkadar rendah menjadi lebih ekonomis, sehinggasemakin luas dan semakin dalam mencapai lapisanbumi jauh di bawah permukaan. Hal inimenyebabkan kegiatan tambang menimbulkandampak lingkungan yang sangat besar dan bersifatpenting. Pengaruh kegiatan pertambanganmempunyai dampak yang sangat signifikan terutamaberupa pencemaran air permukaan dan air tanah.Sumberdaya alam yang tidak dapatdiperbaharui seperti minyak dan bahan tambanglainnya apabila diekstraksi harus dalamperencanaan yang matang untuk mewujudkanproses pembangunan nasional berkelanjutan (Arif,2007). Di antara keberlanjutan pembangunantersebut yaitu dapat terwujudnya masyarakatmandiri pasca penutupan/pengakhiran tambang(Pribadi, 2007). Aktifitas ekonomi tetap berjalansetelah pengakhiran tambang, dan tidak terjadi
Ghost Town 
” (Kota Hantu).Daerah yang telah dilakukan pangakhirantambang tidak selalu berdampak potensi bahangaliannya habis sama sekali. Komoditas bahangalian tertentu dapat masih tertinggal sebagai akibattidak mempunyai nilai ekonomi bagi pelaku usahayang bersangkutan. Akan tetapi sumber daya bahangalian tersebut dalam jangka panjang dapatberpeluang untuk diusahakan apabila antara lainterjadi perubahan harga atau kebutuhan yangmeningkat signifikan.Reklamasi lahan bekas tambang selainmerupakan upaya untuk memperbaiki kondisilingkungan pasca tambang, agar menghasilkanlingkungan ekosistem yang baik dan diupayakanmenjadi lebih baik dibandingkan rona awalnya,dilakukan dengan mempertimbangkan potensibahan galian yang masih terttinggal.
 
KEGIATAN PERTAMBANGAN DAN ASPEKLINGKUNGAN
Kegiatan pertambangan merupakankegiatan usaha yang kompleks dan sangat rumit,sarat risisko, merupakan kegiatan usaha jangkapanjang, melibatkan teknologi tinggi, padat modal,dan aturan regulasi yang dikeluarkan dari beberapasektor. Selain itu, kegiatan pertambanganmempunyai daya ubah lingkungan yang besar,sehingga memerlukan perencanaan total yangmatang sejak tahap awal sampai pasca tambang.Pada saat membuka tambang, sudah harusdifahami bagaimana menutup tambang.Rehabilitasi/reklamasi tambang bersifat progresif,sesuai rencana tata guna lahan pasca tambangTahapan kegiatan perencanaan tambangmeliputi penaksiran sumberdaya dan cadangan,perancangan batas penambangan (
final/ultimate pit limit 
), pentahapan tambang, penjadwalan produksitambang, perancangan tempat penimbunan (
waste dump design 
), perhitungan kebutuhan alat dantenaga kerja, perhitungan biaya modal dan biayaoperasi, evaluasi finansial, analisis dampaklingkungan, tanggung jawab sosial perusahaan(
Corporate Social Responsibility 
) termasukpengembangan masyarakat (
Community Development 
) serta Penutupan tambang.Perencanaan tambang, sejak awal sudahmelakukan upaya yang sistematis untukmengantisipasi perlindungan lingkungan danpengembangan pegawai dan masyarakat sekitartambang (Arif, 2007).Kegiatan pertambangan pada umumnyamemiliki tahap-tahap kegiatan sebagai berikut :
o
Eksplorasi
o
Ekstraksi dan pembuangan limbah batuan
o
Pengolahan bijih dan operasional pabrikpengolahan
o
Penampungan
tailing 
, pengolahan danpembuangannya
o
Pembangunan infrastuktur, jalan akses dansumber energi
o
Pembangunan kamp kerja dan kawasanpemukimanPengaruh pertambangan pada aspeklingkungan terutama berasal dari tahapan ekstraksidan pembuangan limbah batuan, dan pengolahanbijih serta operasional pabrik pengolahan.
Ekstraksi dan Pembuangan Limbah Batuan
Diperkirakan lebih dari 2/3 kegiataneksrtaksi bahan mineral di dunia dilakukan denganpertambangan terbuka. Teknik tambang terbukabiasanya dilakukan dengan
open-pit mining, strip mining 
, dan
quarrying 
, tergantung pada bentukgeometris tambang dan bahan yang digali.
 
Ekstraksi bahan mineral dengan tambangterbuka sering menyebabkan terpotongnya puncakgunung dan menimbulkan lubang yang besar. Salahsatu teknik tambang terbuka adalah metode
strip mining 
(tambang bidang). Dengan menggunakanalat pengeruk, penggalian dilakukan pada suatubidang galian yang sempit untuk mengambil mineral.Setelah mineral diambil, dibuat bidang galian baru didekat lokasi galian yang lama. Batuan limbah yangdihasilkan digunakan untuk menutup lubang yangdihasilkan oleh galian sebelumnya. Teknik tambangseperti ini biasanya digunakan untuk menggalideposit batubara yang tipis dan datar yang terletakdidekat permukaan tanah.Teknik penambangan
quarrying 
bertujuanuntuk mengambil batuan ornamen, dan bahanbangunan seperti pasir, kerikil, bahan industrisemen, serta batuan urugan jalan. Untukpengambilan batuan ornamen diperlukan teknikkhusus agar blok-blok batuan ornamen yang diambilmempunyai ukuran, bentuk dan kualitas tertentu.Sedangkan untuk pengambilan bahan bangunantidak memerlukan teknik yang khusus. Teknik yangdigunakan serupa dengan teknik tambang terbuka.Tambang bawah tanah digunakan jika zonamineralisasi terletak jauh di bawah permukaan tanahsehingga jika digunakan cara tambang terbuka jumlah batuan penutup yang harus dipindahkanterlalu besar. Produktifitas tambang bawah tanah 5sampai 50 kali lebih rendah dibanding tambangterbuka, karena ukuran alat yang digunakan lebihkecil dan akses ke dalam lubang tambang lebihterbatas.Kegiatan ekstraksi menghasilkanlimbah/ 
waste 
dalam jumlah yang sangat banyak.Total
waste 
yang diproduksi dapat bervariasi antara10 % sampai sekitar 99,99 % dari total bahan yangditambang. Limbah utama yang dihasilkan adalahbatuan penutup dan limbah batuan. Batuan penutup
(overburden)
dan limbah batuan adalah lapisanbatuan yang tidak/miskin mengandung mineralekonomi, yang menutupi atau berada di antara zonamineralisasi atau batuan yang mengandung mineraldengan kadar rendah sehingga tidak ekonomisuntuk diolah. Penutup umumnya terdiri dari tanahpermukaan dan vegetasi sedangkan batuan limbahmeliputi batuan yang dipindahkan pada saatpembuatan terowongan, pembukaan dan eksploitasisingkapan bijih serta batuan yang beradabersamaan dengan singkapan bijih.Hal-hal pokok yang perlu mendapatkanperhatian pada kegiatan ekstraksi dan pembuanganlimbah/ 
waste 
agar sejalan dengan upaya reklamasiadalah :
o
Luas dan kedalaman zona mineralisasi
o
Jumlah batuan yang akan ditambang dan yangakan dibuang yang akan menentukan lokasi dandesain penempatan limbah batuan.
o
Kemungkinan sifat racun limbah batuan
o
Potensi terjadinya air asam tambang
o
Dampak terhadap kesehatan dan keselamatanyang berkaitan dengan kegiatan transportasi,penyimpanan dan penggunaan bahan peledakdan bahan kimia racun, bahan radio aktif dikawasan penambangan dan gangguanpernapasan akibat pengaruh debu.
o
Sifat-sifat geoteknik batuan dan kemungkinanuntuk penggunaannya untuk konstruksi sipil(seperti untuk
landscaping 
, dam
tailing 
, ataulapisan lempung untuk pelapis tempatpembuangan
tailing 
).
o
Pengelolaan (penampungan, pengendalian danpembuangan) lumpur (untuk pembuangan
overburden 
yang berasal dari sistempenambangan
dredging 
dan semprot).
o
Kerusakan bentang lahan dan keruntuhan akibatpenambangan bawah tanah.
o
Terlepasnya gas methan dari tambang batubarabawah tanah.
Pengolahan Bijih dan Operasional PabrikPengolahan
Pengolahan bijih akan menghasilkan limbahyang mempunyai karakteristik tergantung pada jenisbijih dan metoda pengolahannya. Penanganan danpenempatan limbah tersebut dalam rangkamerehabilitasi/reklamasi lingkungan pasca tambangmempertimbangkan karakteristik kimia dan fisikalimbah.Mekanisme pengolahan bijih tergantungpada jenis tambang. Umumnya pengolahan bijihterdiri dari proses
benefication 
dimana bijih yangditambang diproses menjadi konsentrat bijih untukdiolah lebih lanjut atau dijual langsung, diikutidengan pengolahan
metalurgi 
dan
refining 
. Proses
benefication 
umumnya terdiri dari kegiatanpersiapan, penghancuran dan atau penggilingan,peningkatan konsentrasi dengan gravitasi ataupemisahan secara magnetis atau denganmenggunakan metode
flotasi 
(pengapungan), yangdiikuti dengan
dewatering 
dan penyaringan. Hasildari proses ini adalah konsentrat bijih dan limbahdalam bentuk
tailing 
serta emisi debu.
Tailing 
 biasanya mengandung bahan kimia sisa proses danlogam berat.Pengolahan metalurgi bertujuan untukmengisolasi logam dari konsentrat bijih denganmetode
pyrometalurgi, hidrometalurgi atau elektrometalurgi 
baik dilakukan sebagai prosestunggal maupun kombinasi. Proses
pyrometalurgi 
seperti
roasting 
(pembakaran) dan
smelting 
menyebabkan terjadinya gas buang ke atmosfir(sebagai contoh: sulfur dioksida, partikulat danlogam berat) dan
slag 
.Proses pengolahan bijih bertujuan untukmengatur ukuran partikel bijih, menghilangkanbagian-bagian yang tidak diinginkan, meningkatkankualitas, kemurnian atau kadar bahan yang

Activity (94)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Lanthika Atyanta liked this
adyanpz liked this
chikanatsu liked this
Izzu Ikmala liked this
Izzu Ikmala liked this
Izzu Ikmala liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->