Ekstraksi bahan mineral dengan tambangterbuka sering menyebabkan terpotongnya puncakgunung dan menimbulkan lubang yang besar. Salahsatu teknik tambang terbuka adalah metode
strip mining
(tambang bidang). Dengan menggunakanalat pengeruk, penggalian dilakukan pada suatubidang galian yang sempit untuk mengambil mineral.Setelah mineral diambil, dibuat bidang galian baru didekat lokasi galian yang lama. Batuan limbah yangdihasilkan digunakan untuk menutup lubang yangdihasilkan oleh galian sebelumnya. Teknik tambangseperti ini biasanya digunakan untuk menggalideposit batubara yang tipis dan datar yang terletakdidekat permukaan tanah.Teknik penambangan
quarrying
bertujuanuntuk mengambil batuan ornamen, dan bahanbangunan seperti pasir, kerikil, bahan industrisemen, serta batuan urugan jalan. Untukpengambilan batuan ornamen diperlukan teknikkhusus agar blok-blok batuan ornamen yang diambilmempunyai ukuran, bentuk dan kualitas tertentu.Sedangkan untuk pengambilan bahan bangunantidak memerlukan teknik yang khusus. Teknik yangdigunakan serupa dengan teknik tambang terbuka.Tambang bawah tanah digunakan jika zonamineralisasi terletak jauh di bawah permukaan tanahsehingga jika digunakan cara tambang terbuka jumlah batuan penutup yang harus dipindahkanterlalu besar. Produktifitas tambang bawah tanah 5sampai 50 kali lebih rendah dibanding tambangterbuka, karena ukuran alat yang digunakan lebihkecil dan akses ke dalam lubang tambang lebihterbatas.Kegiatan ekstraksi menghasilkanlimbah/
waste
dalam jumlah yang sangat banyak.Total
waste
yang diproduksi dapat bervariasi antara10 % sampai sekitar 99,99 % dari total bahan yangditambang. Limbah utama yang dihasilkan adalahbatuan penutup dan limbah batuan. Batuan penutup
(overburden)
dan limbah batuan adalah lapisanbatuan yang tidak/miskin mengandung mineralekonomi, yang menutupi atau berada di antara zonamineralisasi atau batuan yang mengandung mineraldengan kadar rendah sehingga tidak ekonomisuntuk diolah. Penutup umumnya terdiri dari tanahpermukaan dan vegetasi sedangkan batuan limbahmeliputi batuan yang dipindahkan pada saatpembuatan terowongan, pembukaan dan eksploitasisingkapan bijih serta batuan yang beradabersamaan dengan singkapan bijih.Hal-hal pokok yang perlu mendapatkanperhatian pada kegiatan ekstraksi dan pembuanganlimbah/
waste
agar sejalan dengan upaya reklamasiadalah :
o
Luas dan kedalaman zona mineralisasi
o
Jumlah batuan yang akan ditambang dan yangakan dibuang yang akan menentukan lokasi dandesain penempatan limbah batuan.
o
Kemungkinan sifat racun limbah batuan
o
Potensi terjadinya air asam tambang
o
Dampak terhadap kesehatan dan keselamatanyang berkaitan dengan kegiatan transportasi,penyimpanan dan penggunaan bahan peledakdan bahan kimia racun, bahan radio aktif dikawasan penambangan dan gangguanpernapasan akibat pengaruh debu.
o
Sifat-sifat geoteknik batuan dan kemungkinanuntuk penggunaannya untuk konstruksi sipil(seperti untuk
landscaping
, dam
tailing
, ataulapisan lempung untuk pelapis tempatpembuangan
tailing
).
o
Pengelolaan (penampungan, pengendalian danpembuangan) lumpur (untuk pembuangan
overburden
yang berasal dari sistempenambangan
dredging
dan semprot).
o
Kerusakan bentang lahan dan keruntuhan akibatpenambangan bawah tanah.
o
Terlepasnya gas methan dari tambang batubarabawah tanah.
Pengolahan Bijih dan Operasional PabrikPengolahan
Pengolahan bijih akan menghasilkan limbahyang mempunyai karakteristik tergantung pada jenisbijih dan metoda pengolahannya. Penanganan danpenempatan limbah tersebut dalam rangkamerehabilitasi/reklamasi lingkungan pasca tambangmempertimbangkan karakteristik kimia dan fisikalimbah.Mekanisme pengolahan bijih tergantungpada jenis tambang. Umumnya pengolahan bijihterdiri dari proses
benefication
dimana bijih yangditambang diproses menjadi konsentrat bijih untukdiolah lebih lanjut atau dijual langsung, diikutidengan pengolahan
metalurgi
dan
refining
. Proses
benefication
umumnya terdiri dari kegiatanpersiapan, penghancuran dan atau penggilingan,peningkatan konsentrasi dengan gravitasi ataupemisahan secara magnetis atau denganmenggunakan metode
flotasi
(pengapungan), yangdiikuti dengan
dewatering
dan penyaringan. Hasildari proses ini adalah konsentrat bijih dan limbahdalam bentuk
tailing
serta emisi debu.
Tailing
biasanya mengandung bahan kimia sisa proses danlogam berat.Pengolahan metalurgi bertujuan untukmengisolasi logam dari konsentrat bijih denganmetode
pyrometalurgi, hidrometalurgi atau elektrometalurgi
baik dilakukan sebagai prosestunggal maupun kombinasi. Proses
pyrometalurgi
seperti
roasting
(pembakaran) dan
smelting
menyebabkan terjadinya gas buang ke atmosfir(sebagai contoh: sulfur dioksida, partikulat danlogam berat) dan
slag
.Proses pengolahan bijih bertujuan untukmengatur ukuran partikel bijih, menghilangkanbagian-bagian yang tidak diinginkan, meningkatkankualitas, kemurnian atau kadar bahan yang