Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
100Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Gizi Dan Produktivitas Kerja

Gizi Dan Produktivitas Kerja

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 5,344 |Likes:
Published by latifasepti

More info:

Published by: latifasepti on Jun 25, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/07/2014

pdf

text

original

 
GIZI DAN PRODUKTIFITAS KERJALATIFA SEPTI2010BAB I
1
 
PENDAHULUAN
A.LATAR BELAKANG
Tema sentral pembangunan nasional dalam GBHN adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia ke arah peningkatan kecerdasan dan produktivitas kerja. Salah satu upaya yangmempunyai dampak cukup penting terhadap peningkatan kualitas sumberdaya manusia adalahupaya peningkatan status gizi masyarakat. Status gizi masyarakat merupakan salah satu faktor yang menentukan kualitas hidup dan produktivitas kerja.Sejalan dengan itu perlu perhatian terhadap masalah-masalah yang berhubungan dengankesehatan kerja serta faktor-faktor yang erat hubungannya seperti keadaan gizi golongan pekerjaserta cara-cara untuk memperbaiki status golongan ini semakin penting untuk diteliti.Tubuh manusia memerlukan sejumlah pangan dan gizi secara tetap, sesuai denganstandar kecukupan gizi, namun kebutuhan tersebut tidak selalu dapat terpenuhi. Penduduk yangmiskin tidak mendapatkan pangan dan gizi dalam jumlah yang cukup.Keadaan gizi seseorang merupakan gambaran apa yang dikonsumsinya dalam jangkawaktu yang cukup lama. Bila kekurangan itu ringan, tidak akan dijumpai penyakit defisiensiyang nyata, tetapi akan timbul konsekuensi fungsional yang lebih ringan dan kadang-kadangtidak disadari kalau hal tersebut karena factor gizi.Untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya tubuh melakukan pemeliharaan denganmengganti jaringan yang sudah aus, melakukan kegiatan, dan pertumbuhan sebelum usia dewasa.Agar tubuh dapat menjalankan ketiga fungsi tersebut diperlukan sejumlah gizi setiap hari, yangdidapat melalui makanan. Diperkirakan 50 macam senyawa dan unsur yang harus diperoleh darimakanan dengan jumlah tertentu setiap harinya. Bila jumlah yang diperlukan tidak terpenuhimaka kesehatan yang optimal tidak dapat dicapai.Seperti diketahui bahwa prevalensi anemi gizi, kekurangan vitamin B1 dan dalamkeadaan gizi kurang masih tinggi di Indonesia. Di antara beberapa masalah gizi utama yangterdapat di Indonesia, maka anemia gizi terutama kurang zat besi adalah yang paling umumdijumpai.Prevalensi anemia gizi pada pekerja di Indonesia terdapat sebanyak 40 % dan banyak dijumpai pada pekerja berat. Prevalensi anemia gizi ini tertinggi di antara negara-negara
2
 
ASEAN. Prevalensi yang tinggi membawa akibat yang tidak baik terhadap individu maupunmasyarakat, karena menurunkan kualitas manusia dan sosial ekonomi, serta menghambat pembangunan bangsa. Hal ini erat hubungannya dengan konsekuensi fungsional anemia gizitersebut, yaitu menurunkan produktifitas kerja.Berbagai penelitian baik yang dilakukan di luar negeri maupun di Indonesiamenunjukkan bahwa keadaan gizi kurang dapat menghambat aktivitas kerja yang akanmenurunkan produktivitas kerja. Hal ini disebabkan karena kemampuan kerja seseorang sangatdipengaruhi oleh jumlah energi yang tersedia, dimana energi tersebut diperoleh dari makanansehari-hari dan bilamana jumlah makanan sehari-hari tak memenuhi kebutuhan tubuh, makaenergi didapat dari cadangan tubuh.Kekurangan zat gizi, khususnya energi dan protein, pada tahap awal menimbulkan rasalapar dalam jangka waktu tertentu berat badan menurun yang disertai dengan kemampuan(produktivitas) kerja. Kekurangan yang berlanjut akan mengakibatkan keadaan gizi kurang dangizi buruk. Bila tidak ada perbaikan konsumsi energi dan protein yang mencukupi akhirnya akanmudah terserang infeksi (penyakit).Telah banyak dilaporkan tentang defisiensi zat gizi besi dapat menimbulkan gangguan pada fungsi ketahanan immunologis, menurunkan konsentrasi belajar, kapasitas kerja dll.Beberapa akibat defisiensi zat gizi besi pada orang dewasa pria dan wanita :(a) Penurunan kerja fisik dan daya pendapatan; dan(b) Penurunan daya tahan terhadap keletihan.Prevalensi anemia gizi di Indonesia sangat tinggi dan berdasarkan hasil-hasil penelitianyang telah dilakukan secara terpisah, anemia di Indonesia terutama disebabkan oleh defisiensigizi besi. Pada usia dewasa, faktor gizi berperan untuk meningkatkan ketahanan fisik dan produktivitas kerja. Dan selanjutnya disebutkan bahwa tanpa mengabaikan arti penting darifaktor lain, gizi merupakan faktor kualitas SDM yang pokok, karena unsur gizi tidak hanyasekedar mempengaruhi derajat kesehatan dan ketahanan fisik, tetapi juga menentukan kualitasdaya pikir atau kecerdasan intelektual yang sangat esensial bagi kehidupan manusia. Denganstatus gizi yang rendah akan sulit untuk hidup secara sehat, aktif, dan produktif yang secara berkelanjutan, dan akan menjadi
 penyakit turunan.
3

Activity (100)

You've already reviewed this. Edit your review.
Ucdha Here reviewed this
Rated 5/5
kak, tambahkan daftar pustakanya dong, buat nambah literatur.. makasih sebelumnyaaa :)
Aka-chan Katsuhiko added this note
yosh
1 thousand reads
1 hundred reads
Mira Ariyanti liked this
Hafizh Fauziyah liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->