Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
12Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
05 - Analisis Faktor Alat Ukur Kepribadian Big Five (Adaptasi Dari IPIP) Pada Mahasiswa Suku Jawa

05 - Analisis Faktor Alat Ukur Kepribadian Big Five (Adaptasi Dari IPIP) Pada Mahasiswa Suku Jawa

Ratings: (0)|Views: 568 |Likes:
Published by Roy Wirawan Tbk

More info:

Published by: Roy Wirawan Tbk on Jun 25, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/01/2013

pdf

text

original

 
264
INSAN Vol. 7 No. 3, Desember 2005
mempunyai ciri khas tersendiridibandingkan suku yang lain. Kekhasantersebut salah satunya hal sifat dankarakteristik kepribadian. Sifat-sifat ataukarakteristik tertentu dari individu, yang relatif menetap dalam psikologi disebutdengan kepribadian. Kepribadianmerupakan aspek psikologi yang penting 
 Analisis Faktor Alat Ukur Kepribadian
Big Five 
(Adaptasi dari IPIP) pada Mahasiswa Suku Jawa
Endah Mastuti
Fakultas Psikologi Universitas Airlangga 
 ABSTRAK 
Perkembangan kepribadian 
big five
sangat pesat dalam berbagai riset kepribadian. Berbagai  penelitian telah menunjukkan bahwa banyak hal yang mampu diprediksi dengan 
trait-trait
dalam kepribadian 
big five
. Sejalan dengan hal tersebut, berbagai alat ukur telah dikembangkan untuk mengukur kepribadian 
big five
. Penelitian ini bertujuan ingin mengadaptasi salah satu alat ukur kepribadian big five yang diambil dari 
InternationalPersonality Item Pool (IPIP)
dan menguji validitas konstraknya di suku Jawa sehingga  penggunaan taksonomi tentang alat tes ini bisa dikembangkan dan diaplikasikan di Indone- sia, khususnya di suku Jawa. Selain itu, ingin membuktikan validitas aitem, reliabilitas alat ukur kepribadian 
big five
 yang diadaptasi dari 
International Personality Item Pools(IPIP)
tersebut.Subyek penelitian ini adalah 110 mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Airlangga. Metode yang digunakan adalah analisis faktor eksploratori untuk menguji validitas konstraknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas konstrak alat ukur kepribadian 
big five
 yang diambil dari 
International Personality Item Pools (IPIP)
dengan sampel mahasiswa Jawa, tidak terbukti. Hal ini karena data yang didapatkan tidak sesuai dengan teori kepribadian 
big five
 yang diteorikan. Pada penelitian ini dengan analisis faktor menunjukkan bahwa 
trait
kepribadian terdiri dari 6 faktor yaitu 
Neuroticism,Extraversion, Opennes to Experience, Agreeableness, Conscientiousness
dan 
Morality 
.
Keywords
:kepribadian
big five,
 validitas konstrak,reliabilitas, suku Jawa.
INSAN Vol. 7 No. 3, Desember 2005
©
2005, Fakultas Psikologi Universitas Airlangga
Indonesia sebagai kepulauan nusantaraterdiri dari berbagai pulau, daerah dan sukubangsa. Tidak dapat dipungkiri setiap suku
 
265
INSAN Vol. 7 No. 3, Desember 2005
dalam menentukan perilaku individu.Berbagai alat untuk mengukur kepribadiantelah banyak dikembangkan denganbermacam-macam pendekatan. Untuk memperoleh gambaran yang representatif tentang kepribadian individu, makapenggunaan alat tes kepribadian yang validdan reliabel menjadi tolak ukur utama. Saatini banyak ahli psikologi berkeyakinanbahwa gambaran yang paling baik mengenaistruktur trait dimiliki oleh
Five Factor Model 
.Menurut
Five Factor Model 
(FFM) ini traitkepribadian digambarkan dalam bentuk limadimensi dasar (McCrae & Costa.Jr, 1997).Kelima dimensi dasar tersebut adalah
 Neuroticism, Extraversion, Openness toExperience, Agreeableness, Conscientiousness.
Berbagai alat tes dikembangkan untuk mengukur kepribadian yang berdasar padateori tersebut, diantaranya NEO- PIR, PCI,HPI, AB5C. Pendekatan yang menggunakantaksonomi ini dominan dalam berbagai risetkepribadian.Di Indonesia penggunaan alat ukurkepribadian
big five 
maupun pengembanganalatnya masih belum begitu populer. Padahalbanyak hal yang mampu diprediksi dengankepribadian
big five 
. Penelitian tentang alat
big five 
di Indonesia
 
diantaranya dilakukanoleh Suminar,dkk. (1997) yang menguji validitas konstruk alat
Personality Characteristic Inventory 
(PCI). Hasil penelitian tersebutmenunjukkan bahwa setelah dilakukananalisis faktor ternyata hanya empat faktorsaja yang ada di Indonesia. Saran daripenelitian ini adalah melihat faktor budayaperlu dilihat. Penelitian lain dilakukan olehHalim, dkk. (2002) yang membandingkan
big five 
faktor antara mahasiswa Indonesiadan Amerika. Tes yang digunakan adalahNEO-Personality Inventory Revised danOMNI Berkeley Personality Profile. Subyek terdiri dari 385 mahasiswa di dua universitasdi Jakarta. Hasil penelitian ini menunjukkanbahwa 2 dari 5 faktor dari kepribadian
Big Five 
menunjukkan hasil yang sama yaitu padafaktor
 Neuroticism 
dan
Conscientiousness.
Sementara 3 faktor lain yaitu
Extraversion, Agreeableness 
dan khususnya
Opennes 
ditemukan berbeda antara mahasiswa Amerika dan Indonesia.Mengingat banyak sekali aspek yang dapat diprediksi dengan kepribadian
big  five,
maka pengembangan alat tersebut diIndonesia menurut peneliti perlu dilakukan. Apalagi pembahasan keberadaan alatkepribadian
big five 
secara psikometri, jugabelum banyak dilakukan. Selain itu, telahdiketahui bahwa salah satu aspek yang mempengaruhi terbentuknya kepribadianadalah budaya, untuk itu denganmempertimbangkan keragaman budayayang ada di Indonesia, maka peneliti inginmenguji apakah pada budaya Jawa, trait-traitdalam
big five 
tersebut universal. Berdasarkanlatar belakang masalah yang telah dijelaskandiatas, maka dapat dirumuskan persoalanpenelitian sebagai berikut:1Berapa banyak faktor-faktor yandiungkap oleh alat ukur kepribadian
big  five.
2Apakah alat ukur kepribadian
big five 
yang diadaptasi dari IPIP memiliki validitas konstrak.
Definisi Kepribadian
Kepribadian menurut Allport (Barrick & Ryan, 2003) didefinisikan sebagai suatu
Endah Mastuti
 
266
INSAN Vol. 7 No. 3, Desember 2005
organisasi yang dinamik dalam diri individuyang merupakan sistem psikopysikal dan haltersebut menentukan penyesuaian diriindividu secara unik terhadap lingkungan.Definisi ini menekankan pada atributeksternal seperti peran individu dalamlingkungan sosial, penampilan individu, danreaksi individu terhadap orang lain. Feist &Feist (1998) mendefinisikan kepribadiansebagai sebuah pola yang relatif menetap,trait, disposisi atau karakteristik didalamindividu yang memberikan beberapa ukuranyang konsisten tentang perilaku.Menurut Larsen & Buss (2002)kepribadian merupakan sekumpulan traitpsikologis dan mekanisme didalam individuyang diorganisasikan, relatif bertahan yang mempengaruhi interaksi dan adaptasiindividu didalam lingkungan (meliputilingkungan intrafisik, fisik dan lingkungansosial). Dari berbagai definisi diatas dapatdisimpulkan bahwa kepribadian menurutpeneliti adalah sebuah karakteristik didalamdiri individu yang relatif menetap, bertahan,yang mempengaruhi penyesuaian diriindividu terhadap lingkungan.Secara khusus faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya kepribadianada dua yaitu faktor genetik dan faktorlingkungan (Pervin & John, 2001). Faktorgenetik mempunyai peranan penting didalam menentukan kepribadian khususnyayang terkait dengan aspek yang unik dariindividu (Caspi, 2000;Rowe, 1999, dalamPervin & John, 2001). Pendekatan iniberargumen bahwa keturunan memainkansuatu bagian yang penting dalammenentukan kepribadian seseorang (Robbins, 1998). Faktor lingkunganmempunyai pengaruh yang membuatseseorang sama dengan orang lain karenaberbagai pengalaman yang dialaminya.Faktor lingkungan terdiri dari faktor budaya,kelas social, keluarga, teman sebaya, situasi.Diantara faktor lingkungan yang mempunyaipengaruh signifikan terhadap kepribadianadalah pengalaman individu sebagai hasildari budaya tertentu. Masing-masing budayamempunyai aturan dan pola sangsi sendiridari perilaku yang dipelajari, ritual dankepercayaan. Hal ini berarti masing-masing anggota dari suatu budaya akan mempunyaikarakteristik kepribadian tertentu yang umum (Pervin & John, 2001). Faktor lainyaitu faktor kelas sosial membantumenentukan status individu, peran yang mereka mainkan, tugas yang diembannyadan hak istimewa yang dimiliki. Faktor inimempengaruhi bagaimana individu melihatdirinya dan bagaimana mereka mempersepsianggota dari kelas sosial lain (Pervin & John,2001). Salah satu faktor lingkungan yang paling penting adalah pengaruh keluarga(Collins et al., 2000; Halvelson & Wampler,1997; Maccoby, 2000 dalam Pervin & John,2001). Orang tua yang hangat danpenyayang atau yang kasar dan menolak,akan mempengaruhi perkembangankepribadian pada anak. Menurut Pervin & John (2001), lingkungan teman mempunyaipengaruh dalam perkembangan kepribadian.Pengalaman pada masa kecil dan remajadalam suatu kelompok mempunyaipengaruh terhadap perkembangankepribadian. Situasi, mempengaruhidampak keturunan dan lingkungan terhadapkepribadian. Kepribadian seseorang, walaupun pada umumnya mantap dan
Analisis Faktor Alat Ukur Kepribadian
Big Five 
(Adaptasi dari IPIP) pada Mahasiswa Suku Jawa

Activity (12)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
jangumay liked this
alasyitha liked this
Titi Su liked this
Mutia_Maulidya liked this
ulayyassyifa liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->