3
Skema Pembiayaan Perumahan Syariah – Rhesa Yogaswara
dari harga rumah, dan bank akan memberikan pinjaman maksimum sebesar 70% dari hargarumah. Sebagai contoh, apabila rumah yang akan dibeli senilai 100 juta, maka pembeli rumahharus membayar uang muka minimal sebesar 30 juta. Sementara bank akan memberikanpinjaman maksimum sampai 70 juta rupiah. Bunga atas pinjaman yang harus dibayarkan akansemakin besar dengan semakin panjangnya jangka waktu yang disepakati.
III. PEMBIAYAAN PERUMAHAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM
Dalam pandangan Islam, KPR yang merupakan salah satu bentuk transaksi usaha yangperlu dikritisi dari sudut pandang Islam. Islam diturunkan oleh Allah SWT untuk segala urusanmanusia di muka bumi. Penerapan aturan Islam secara lengkap dapat memberikan petunjukbagi manusia untuk semua permasalahan yang terjadi.Dalam bidang ekonomi, Islam telah memberikan petunjuk bagi manusia dalammelakukan berbagai aktivitas yang terkait didalam cakupan ekonomi. Islam telah memberikanarahan bahwa didalam setiap aktivitas ekonomi, motivasi setiap individu tidak hanya motivasiuntuk hal yang bersifat duniawi, tetapi juga motivasi yang didasari petunjuk Islam untuk urusanakhirat.Prinsip dasar ekonomi konvensional yang berkembang saat ini, motivasi utama individudalam melakukan aktivitas ekonomi adalah pemuasan kebutuhan materi yang sesungguhnyatidak terbatas. Sehingga banyak kegiatan ekonomi yang dilakukan hanya demi urusankeuntungan duniawi semata. Hal-hal yang telah dilarang oleh Islam pun telah banyak dilanggar,salah satunya adalah penerapan riba, transaksi yang bersifat gharar, dan transaksi yang penuhspekulasi (maysir).Riba telah dilarang didalam Al-Quran secara jelas di dalam ayat-ayat sebagai berikut.
(QS Ar-Ruum 30:39)
. Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambahpada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamuberikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka (yangberbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya).
(QS An-Nisaa 4:161)
. Dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya merekatelah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta benda orang dengan jalan yangbatil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yangpedih.
(QS Ali-Imran 3:130)
. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba denganberlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.
(QS Al-Baqarah 2:275)
. Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdirimelainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila.Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat),sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli danmengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, laluterus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelumdatang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambilriba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.