Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
16Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
studi kasus

studi kasus

Ratings: (0)|Views: 1,227 |Likes:
Published by Lukman Sajah

More info:

Published by: Lukman Sajah on Jun 26, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/29/2013

pdf

text

original

 
Kriminalitas (crime) adalah suatu perbuatan melanggar hukum atau norma, merugikan diri sendiri danorang lain, melakukan sesuatu yang tidak umum. kejahatan dapat terjadi apabila ada 3 unsur yang berada pada satu tempat dan waktu yang sama. Ketiga unsur tersebut adalah Suitable targets (sasaranyang empuk) bisa disebut calon korban, kemudian adanya Motivated Offenders (pelaku yangtermotivasi) dan ketiadaan penjaga yang mampu mengamankan situasi (capable guardians) bisa kitasebut Polisi. Sekarang kita akan menganilisis secara rinci tentang kejahatan tersebut, tentang siapa penjahatnya, sebab-sebab berbuat jahat, dampaknya serta klasifikasi tentang kejahatan itu sendiri.
Siapa Penjahatnya?
Kejahatan yang dilakukan individualPerilaku kejahatannya dilakukan hanya oleh satu orang saja (secara individual) dengan alasan yang juga bersifat individual. Misalnya pencuri, pemerkosa.Kejahatan yang dilakukan berkelompok Perilaku kejahatan yang dilakukan secara kelompok dengan motif-motif yang telah disepakatikelompok. Biasanya menggunakan strategi sebelum melakukan kejahatan. Misalnya perampokansepeda dan rumah, biasanya tiap individu dalam kelompok tersebut telah memilki tugas masing-masingdengan menggunakan strategi yang telah direncanakan.Kejahatan yang dilakukan terorganisir Perilaku kejahatan yang dilakukan oleh organisasi-organisasi besar di tiap-tiap Negara bahkan tersebar diseluruh dunia. Misalnya mafia di Italia, Ndrangheta di Kalabria, Triad di Hongkong, Yakuza diJepang, La Cosa Nostra di Amerika dan Medellin di Kolombia. Orgaisasi kejahatan ini biasanya sulitsekali diringkus polisi dan biasanya memilki perusahaan dengan omzet yang besar dan kemungkinanmenambah pendapatan Negara bahkan ada yang masuk dalam pemerintahan. Organisasi kejahatan ini biasanya bergerak dalam bidang perjudian, pengedaran obat-obatan terlarang dan senjata serta humantrafficking.Kejahatan yang dilakukan oknumPerilaku kejahatan yang dilakukan oleh ‘oknum’ pada suatu lembaga, perusahaan dan pemerintahan.Misalnya adalah koruptor (white collar crime). Korupsi yang dilakukan akan merugikan Negara, perusahan tempat koruptur melakukan kejahatan tersebut.Kejahatan yang dilakukan corporation (perusahaan)Perilaku kejahatan yang dilakukan oleh perusahaan adalah kejahatan dengan melakukan produksi-distribusi produk-produk yang melanggar hukum dan merugikan orang lain. Misalnya adalah perusahaan pembuat senjata serta perusahaan illegal pembuat obat-obatan terlarang.Kejahatan yang dilakukan anak-anak Perilaku kejahatan yang dilakukan oleh anak-anak yang biasa disebut deliquensi. Perilaku kejahatan pada anak-anak bisa dimasukkan dalam kejahatan individual ataupun kelompok, namun saat inidibedakan karena motif-motif anak-anak dan dewasa berbeda. Motif-motif anak-anak sederhana, tanpa pikir panjang (misalnya hanya untuk menunjukkan identitas jagoan atau untuk diterima dalamkelompok eksklusif dengan melakukan penyiksaan terhadap orang lain) dan sanksi hukumnya juga berbeda dengan sanksi orang dewasa, disesuaikan dengan perkembangan mental anak.
Sebab-Sebab Berbuat Jahat 
Pelaku kejahatan yang dilahirkanPelaku kejahatan yang dilahirkan menjadi penjahat, sehinnga seseorang berbuat jahat karena dilahirkanmenjadi jahat atau berdasarkan faktor genetic karena berbagai penelitian menyatakan perilaku genetik 
 
mempengaruhi tingkah laku setiap individu, hal ini meliputi kognisi, hasil prestasi akademik, tingkahlaku sosial dan lainnya yang didapatkan melalui pewarisan genetik dari suatu generasi ke generasi berikutnya. Neurochemical individu juga dapat mempengaruhi perilaku kejahatan yaitu hormaonsteroid yang berhubungan dengan agresivitas seseorang.Pelaku kejahatan berdasarkan insting kejahatan yang ada pada dirinyaSetiap orang memilki insting untuk melakukan kejahatan. Dalam hal ini perbuatan kejahatan dilkaukankarena individu mengikuti insting dalam dirinya. Misalnya setiap individu memilki insting untuk menyalurkan insting pemuasan seksualnya, makla individu tersebut akan melakukan pemerkosasaan.Pelaku kejahatan karena lingkunganLingkungan mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap perilaku kejahatan termasuk dalam halini pola pendidikan dan pengasuhan. Orang yang hidup dalam lingkungan yang didalamya terdapat pelaku kejahatan ataupun perilaku kejahatan merupakan hal yang biasa dalam lingkungan tersebut,individu tersebut cenderung akan melakukan kejahatan sama seperti tuntutan lingkungan. Lingkungantersebut dapat berupa keluarga (misalnya individu tersebut merupakan keturunan yakuza) ataupunlingkungan sosialnya (misalnya lingkungan anak jalanan).Pola pendidikan dan pengasuhan menjadi penyebab kejahatan tampak pada kejahatan terorganisir.Seorang pemimpin yakuza akan mewariskan keahliannya dalam berperilaku kejahatannya padaketurunannya. Individu akan dididik dan diasuh agar dapat meneruskan perilaku kejahatan tersebut. Halini juga terjadi pada individu yang hidup dijalanan. Seorang anak dididik untuk menjadi pencopet oleh preman-preman yang ada dijalanan tersebut.Pelaku kejahatan karena lingkungan juga dapat terjadi karena adanya faktor belajar sosial. Individu berperilaku jahat karena belajar dari individu lain yang telah melakukan kejahatan. Individu akanmelihat bagaimana perilaku kejahatan itu dilakukan dan apa keuntungan yang akan didapatkan, setelahitu proses belajar sosial terjadi. Individu tersebut akan menirukan perilaku kejahatan yang telahdilakukan tadi.Pelaku kejahatan karena terpaksaPelaku kejahatan karena terpaksa mengi,kuti ‘suasana anomie’ yaitu suasana yang menekan sehinggamemaksa orang berbuat sesuatu karena orang tersebut sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi (oleh E.Durkhem). Anomie tersebut dapat membuat orang mengambil keputusan singkat. Misalnya anomiedapat terjadi karena:
Pengangguran atau kehilangan pekerjaanPertumbunhan individu-individu angkatan kerja tidak diikuti dengan pertumbuhan lapangan kerja. Halini membuat banyaknya pengangguran bahkan menyebabkan kehilangan pekerjaan (misalnya adanyaPHK). Padahal individu-individu tersebut harus menafkahi keluarganya, namun ketiadaan pemasukankarena tidak bekerja membuat merkan tidak dapat menafkahi keluarga. Suasana ini membuat disters pribadi pada individu tersebut dan membuatnya mengambil keputusan singkat untuk melakukankejahatan karena tuntutan untuk menfkahi keluarga.
Lingkungan tempat tinggalnya sudah tidak kondusif untuk ditinggaliLingkungan yang tidak kondusif untuk ditinggali ini kita ambil contoh dalam kasus Lumpur Lapindo.Para korban frustasi atas keadaannya yang kehilangan rumah, sawah tempat mereka mencari nafkah.Hal inilah yang membuat mereka mengambil keputusan singkat untuk melakukan tindak kejahatankarena mereka tidak tahu lagi harus bagaimana untuk bertahan hidup.
 
UrbanisasiKasus urbanisasi banyak terjadi kota-kota besar, yang mana para urbanisisator hidup tidak layak (diikolong jembatan, jalan dan rumah kumuh) dan tanpa pekerjaan tetap. Ketiadaan skills orang yangmelakukan urbanisasi tersebut membuat mereka tetap tidak dapat hidup layak walaupun telah tinggal dikota besar. Untuk itu, mereka melakukan segala cara untuk bertahan hidup dan untuk menafkahikeluarga di desa bahkan dengan melakukan tindak kejahatan.
 Dampak Fisik dan Psikis
Dampak fisik dan psikis tidak hanya dialami oleh korban kejahatan, tetapi dialami oleh pelakukejahatan itu sendiri.Dampak pada korban
Dampak fisik Dampak fisik kejahatan yang paling ekstrim adalah kematian. Dampak lainnya adalah luka-luka bahkan cacat (misalnya pada perampokan dengan kekerasan), kerusakan pada organ reprodeksi serta penularan penyakit misalnya HIV AIDS pada korban pemerkosaanDampak psikisDampak psikis yang dialami korban adalah frustasi (karena kehilangan harta benda), trauma (karenamengalami hal yang mengerikan, misalnya pemerkosaan), bahkan bisa jadi korban akan mengalami phobia karena traumatic terhadap kejadian yang dialaminya. Keluarga korban juga akan mengalami halyang sama dengan korbanDampak pada pelaku
Dampak fisik Dampak fisik yang dialami pelaku apabila pelaku ketahuan melakukan kejahatan, misalnya perkudipukuli bahkan ada yang sampai mati.Dampak psikisDampak psikis yang dialami pelaku adalah deperes karena takut tindakannya ketahuan dan apabilaketahuan pelaku tersebut juga akan depresi karena dikucilkan oleh masyarakat. Pengucilan olehmasyarakat juga akan dialami keluarga pelaku tindak criminal tersebut. 
 Klasifikasi Jenis Kejahatan
1. Klasifikasi Kejahatan Berdasarkan DampaknyaKejahatan berdampak luasKejahatan dalam klasifikasi ini merupakan kejahatan berat yang berdampak pada skala luas(berdampak pada orang banyak). Misalnya: bom Bali, USA menyerang Irak, penyebaran susu bermelamin

Activity (16)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
AmaLia FUllyy liked this
Arie Locho liked this
Sinta Lestar liked this
Abdul Bashid liked this
Alfin Masykur liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->