Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
59Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
SIKLUS REPRODUKSI

SIKLUS REPRODUKSI

Ratings: (0)|Views: 3,526 |Likes:
Published by adnan_unm3177

More info:

Published by: adnan_unm3177 on Jun 26, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/26/2013

pdf

text

original

 
39
SIKLUS REPRODUKSI
Adnan. 2010(Biologi FMIPA UNM)
Pada hewan betina yang dewasa seksual dikenal adanya siklusreproduksi. Siklus reproduksi adalah siklus seksual yang terdapat pada individu betina dewasa seksual dan tidak hamil yang meliputiperubahan-perubahan siklik pada organ-organ reproduksi tertentumisalnya ovarium, uterus, dan vagina di bawah pengendalian hormonreproduksi. Siklus reproduksi meliputi antara lain siklus esterus, siklusovarium, dan siklus menstruasi.
 A. SIKLUS ESTRUS
Pada kebanyakan vertebrata dengan pengecualian primata,kemauan menerima hewan-hewan jantan terbatas selama masa yangdisebut estrus atau berahi. Selama estrus, hewan-hewan betina secara fisiologis dan psikologis dipersiapkan untuk menerima hewan-hewan jantan, dan perubahan-perubahan struktural terjadi di dalam organassesori seks betina. Hewan-hewan monoestrus menyelesaikan satusiklus estrus setiap tahun, sedangkan hewan-hewan poliestrusmenyelesaikan dua atau lebih siklus estrus setiap tahun apabila tidak diganggu dengan kehamilan.Siklus estrus adalah siklus reproduksi yang berlangsung pada hewan non primata betina dewasa seksual yang tidak hamil. Pada mencit, siklus estrus terdiri atas beberapa fase utama adalah fasediestrus, fase proestrus, fase estrus, dan fase metestrus.
 
40
1. Fase diestrus, adalah fase yang ditandai dengan adanya sel-selepitel berinti dalam jumlah yang sangat sedikit dan leukosit dalam jumlah yang sangat banyak. Lamanya fase ini kurang lebih 55 jam (Billet dan Wild, 1975)2. Fase proestrus, adalah fase yang ditandai dengan adanya sel-selepitel berinti berbentuk bulat, leukosit tidak ada atau sangat sedikit. Lamanya fase ini kurang lebih 18 jam (Billet dan Wild,1975)3. Fase estrus, adalah fase yang ditandai dengan adanya sel-selepitel menanduk yang sangat banyak, dan beberapa sel epiteldengan inti yang berdegenerasi. Lamanya fase ini kurang lebih 25 jam (Billet dan Wild, 1975).4. Fase metestrus adalah fase yang ditandai dengan adanya sel-selepitel menanduk dan leukosit yang banyak. Lamanya fase inikurang lebih 8 jam (Billet dan Wild, 1975).Fase-fase siklus estrus dapat didentifikasi dengan membuat apusan vagina. Pengamatan terhadap sitologi apusan vagina dapat dilakukan dengan menggunakan mikroskop cahaya. Aplikasi uji apusan vagina dapat digunakan untuk menentukan aktivitas esterogenik suatu bahan (Elghamry 
et al.,
1963) seperti ditunjukkan pada table 2.1
 
41
 Tabel 2.1. Aplikasi uji apusan vagina untuk menentukan aktivitasesterogenik suatu bahan (Elghamry 
et al.,
1963)No Tipe Sel Skor 1 Sel epitel menanduk 62 Sel epitel menanduk dan leukosit 53 Sel epitel menanduk dan sel epitel intermediat 54 Sel epitel intermediate dan sel epitel menanduk 45 Sel epitel menanduk, sel epitel intermediate, dan selepitel intermediate46 Sel epitel intermediate, sel epitel intermediate, dan selepitel menanduk 37 Sel epitel intermediate, sel epitel menanduk, danleukosit 38 Sel epitel intermediate 39 Leukosit, sel epitel intermediate, dan sel epitelmenanduk, dan210 Leukosit dan sel epitel intermediate 111 Leukosit, sel epitel biasa 0Pada saat hewan berada pada fase diestrus, maka pada saat ituhewan-hewan tersebut tidak aktif secara seksual. Semua hewanmamalia betina kecuali primat tingkat tinggi, kopulasi hanya dimungkinkan berlangsung pada periode tertentu di dalam setiap siklusestrusnya. Periode dimana secara psikologis dan fisiologis hewan betina  bersedia menerima pejantan dinamakan berahi atau estrus. Ketika  berahi, seekor betina berada pada status psikologis yang berbeda secara  jelas dibandingkan dengan sisa periode di luar berahi di dalam siklus.Pejantan biasanya tidak menunjukkan perhatian seksual pada betina diluar masa berahi, dan bila pejantan akan mengawini betina, maka hewan betina akan menolak.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->