Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
64Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
ENSIKLOPEDIA ISLAM (Bertemakan Ruhiyah, Maknyesss)

ENSIKLOPEDIA ISLAM (Bertemakan Ruhiyah, Maknyesss)

Ratings:

4.0

(1)
|Views: 985 |Likes:
Merupakan kumpulan materi Ust. Abu Sangkan yang ditayangkan di MetroTV dalam Acara Ensiklopedia Islam di bulan ramadhan.
Merupakan kumpulan materi Ust. Abu Sangkan yang ditayangkan di MetroTV dalam Acara Ensiklopedia Islam di bulan ramadhan.

More info:

Published by: Bondan Satria Nusantara on Jun 27, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/29/2012

pdf

text

original

 
 
ENSIKLOPEDIA ISLAM“ INDAHNYA SHALAT “METRO TV
RAMADHAN 1429 HBersamaUSTADZ ABU SANGKAN2008
 
Allahu Akbar
 Setiap mukmin tentu menyadari, bahwa kita adalah makhluk yang lemah, makhluk tidak  berdaya, yang tidak memiliki kekuatan apa-apa, kecuali bila kita diberi pertolongan dari-Nya.Dialah Allah Yang Maha Besar, Dialah Allah Yang Menguasai alam semesta beserta seluruhisinya. Sikap hamba yang pasrah, dengan menyerahkan dan menyandarkan segala urusan kepadaAllah adalah sikap utama dalam Islam.Dalam Islam, sikap pasrah, yang dibarengi kesadaran akan keagungan dan kebesaran Allah,disebut dengan takbir; Dan simbol takbir disampaikan dengan mengucapkan kalimat ALLAHUAKBAR; yang artinya Allah Maha Besar. Kalimat Takbir terdiri dari dua kata, yaitu kata Allahdan kata Akbar. Lafadz Allah merupakan salah satu dari nama-nama Tuhan. Asma Allah adalahlafadz yang disebut sebagai ismul’jami’, yang berarti nama yang mengumpulkan; artinya kalimatini berfungsi mengumpulkan atau memuat seluruh asma-asma Allah yang lain. Sedangkan lafadzAkbar, yang merupakan salah satu dari Asmaul Husna adalah kata yang berbentuk Tafdil atauSuperlative yang berarti Maha Besar.Dengan mengatakan bahwa hanya Allah semata yang Maha Besar, maka secara langsung,ungkapan ini meniadakan setiap perasaan atau kesadaran diri yang merasa besar, hebat, atau apa pun. Dari Takbir pula menegaskan bahwa kita sama sekali diharamkan untuk sombong, angkuhatau membanggakan diri. Karena takbir berasal dari kata kabbara-yukabbiru-takbiran, sedangkankata takabbur berasal dari kata takabbara-yatakabbaru-takabbaruran, artinya merasa paling besar atau sombong. Dan sifat ini tidak boleh dimiliki oleh manusia kecuali hanya Allah saja yang berhak untuk membanggakan dirinya atas seluruh kekuasaa Nya yang Dia ciptakan. Maka dariitu Allah menuntun kita untuk menyadari akan hal ini dengan melakukan takbir dalam shalat.Agar kita menjadi orang yang selalu merendahkan hati terhadap Allah maupun terhadap sesama.Karena Takbir adalah sikap pasrah, tunduk, sekaligus kepatuhan, maka pantas bila dalam ibadahsholat, sikap pertama yang harus dilakukan adalah Takbir. Dalam ibadah sholat, Takbir dilakukan bukan hanya dengan mengucapkan kalimat Allahu Akbar, tapi dipertegas denganmengangkat kedua tangan kita sebagai penyerahan total kepadaNya. Dan ucapan takbir apabiladilakukan dengan penuh kesadaran dan menyadari apa yang diucapkan. Adalah ungkapan penafian atau meniadaan atas sifat diri dari sifar takabbur. Ucapan takbir ini dilafaadzkan padasaat berdiri takbiratul ihram, pada saat ruku’, menuju sujud, menuju duduk iftirasy, dan menujududuk tahiyyat, setidaknya 94 kali dalam sehari semalam. Mustahil jika seseorang shalat namuntidak ada perubahan yang lebih baik dari sifat takabbur yang ada dalam hatinya, sesungguhnya pada hakikatnya ia belum bertakbir.Rasulullah bersabda: “ya’tii ‘alannaasinzamanun yushalluna wala yushalluun”. Artinya: Akandatang satu masa atas manusia mereka melakukan shalat namun pada hakikatnya mereka tidak shalat ( HR. Ahmad). Shalat yang demikian terjadi tehadap orang-orang munafiq, yaitu apabiladia berdiri shalat sesungguhnya hanya mempermainkan Allah. Sebagaimana Al qur’an telahmenggambarkan shalatnya orang-orang munafiq, bahwa apabila ia berdiri shalat hanyalahmenipu Allah. Orang-orang munafiq tersebut apabila berkata dihadapan Allah tetapi hatinyatidak mengikuti apa yang diucapkan.Innal munafiqiina yukhadi’unallah wa hua khadi’ihum, idza qaamuu ilash shalati qaamuukusalaa, yuraauuna annasa wala yadzkurunallaha illa qaliila (QS. An Nisaa' [4] : 142)Hal inilah penyebab utama mengapa banyak orang shalat namun tidak ada perubahan dari sifat-sifat buruknya, bahkan makin tidak berakhlak. Mereka melakukan shalat akan tetapi tidak dilakukan dengan sepenuh hati. Karena didalam shalat harus melibatkan seluruh aspek gerak,hati dan pikiran tertuju kepada Allah, yang disebut lillahita’ala. Sebagaimana diucapkan dalam bacaan doa iftitah, inna shalati wanusuki, wamahyaya, wamamati lillahirabbil’alamin.Dan mengapa Allah melarang orang-orang shalat secara tegas bagi yang tidak menyadari apayang diucapkan. Laa taqrabuush shalata wa antum sukara hatta ta’lamu ma taquuluun. Artinya: janganlah kamu mendekati shalat, sedangkan kamu dalam keadaan tidak sadar (mabuk),sehingga mengerti apa yang kamu ucapkan. (QS. An Nisaa’ [4] : 43).
 
Hal ini mudah difahami, alangkah naifnya seseorang jika berbicara namun tidak mengerti dantidak menyadari apa yang diucapkan. Barangkali orang akan disebut “gila” jika berbicara kepadaseseorang yang dihormati namun tidak menyadari apa yang diucapkan. Apakah kita tetap akanmengatakan bahwa shalat kita benar-benar telah sadar atau hanya mempermainkan Allah.Sesungguhnya kita berkata dan bermunajat kepada Tuhan Yang merajai seluruh makhluk.Masihkah kita akan berbicara “mengigau” setiap berdiri shalat ? Dan hal ini kita lakukan setiapsaat melaksanakan shalat.Mari kita kembali mengevaluasi shalat kita selama ini. Dan menyadari mengapa shalat kita tidak memberikan efek yang lebih baik dari kehidupan kita. Shalat bukanlah berkonsentrasi kepadasuatu benda sebagaimana pengertian umum selama ini. Akan tetapi merupakan jalan berdialogdengan Allah yang Maha Mendengar dan Maha Dekat. Dan Tuhan akan merespons apa sajayang diucapkan dalam setiap doa-doa kita. Tidak ada alasan untuk mengatakan tidak bisakhusyu’ dalam berdialog dengan Rabb seru sekalian alam. Karena sesungguhnya dialog atau berbicara bisa dilakukan oleh siapapun yang sadar. Dialog dalam shalat berarti doa, yaitumengungkapkan perasaan seperti memohon kemudahan rejeki, memohon ampunan, memohon petunjuk dan yang lainnya.
Bismillahirrahmarirrahim
 Bagi setiap muslim, tentu sangat akrab dengan satu lafadz yang senantiasa dibaca dalam berbagaiaktivitas keseharian; lafadz tersebut adalah: BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM yang artinya"Dengan Menyebut Asma Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang" . Mengucapkan"Basmallah" sangat dianjurkan ketika hendak memulai suatu urusan yang baik seperti makan,hendak minum, naik kendaraan, membaca Al Qur'an dan sebagainya. Rasulullah bersabda: setiap perkara yang baik tidak dimulai dengan bismillahirrahmanirrahim, maka dia terputus. (HR. AlKhatib) (lihat Aqimusshalah hal 215), As siraj al lMunir, jilid 3, hal 86)Pada lafaz Rahman dan Rahim, meski keduanya berasal dari Asmaul Husna; namun masing-masing memiliki titik tekan yang berbeda; Rahman adalah cinta kasih Tuhan untuk menjadikansesuatu kepada hamba-hambaNya; sedangkan Rahim adalah cinta kasih Tuhan untuk menyempurnakan segala apa yang diberikan kepada hamba-hambaNya.Terlepas apakah Bismillah menjadi bagian dari surat Al Fatihah dalam Alquran atau tidak;kalimat Bismillahirrahmanirrahim memiliki kedudukan yang sangat penting dalam ibadah shalat.Perbedaan ekspresi dalam mengucapkan Bismillah hanya pada masalah diucapkan(diartikulasikan) atau cukup di hati saja. Ada dua pendapat mengenai bacaan"bismillahirrahmanirrahim" di saat membaca surat Al Fatihah dalam shalat. Dibaca dengan suara jahar (keras) atau dibaca dengan suara sirr (pelan).Pendapat yang membaca Basmalah dengan dijaharkan berasal dari riwayat Ibnu Abbas, bahwaRasulullah senantiasa menjaharkan Basmallah pada dua surat sampai dia wafat (HR Daruqutni);Lihat Sunan Daaruqutni, jilid 1, juz 1 hal 304).Diriwayatkan dari Nu'man Al munir. Aku pernah Shalat dibelakang Abu Hurairah ra. Maka iamembaca bismillahirrahmanirrahim kemudian dibacanya ummul Al qur'an (surat Alfatihah) dandidalam hadist tersebut tatkala mengucapkan salam dia berkata. Demi Tuhan yang diriku beradadalam genggaman kekuasaan-Nya. Sesungguhnya shalatkulah yang paling mirip denganRasulullah (HR. An Nasai) - Sunan An Nasai, jiid 1, juz 2, hal 134.Pendapat kedua, membaca Basmalah dengan pelan (sirr).Dari Anas ra. Berkata: aku dengan Rasulullah saw dengan Abu bakar, Umar dan Usman, tetapiaku tidak pernah mendengar mereka membaca "bismillahirrahmanirrahim" (HR. Imam Muslim)Dari Anas ra bin Malik. berkata: Aku biasa Shalat dibelakang nabi saw. Di belakang Abu Bakar,Umar dan Usman. Mereka hanya memulai bacaaan dengan "alhamdulillahi rabbil 'alamin" dantidak pernah kudengar mereka membaca bismillahirrahmanirrahim pada awal bacaan (alfatihah)dan tidak pula pengahabisannya.( HR, imam Muslim).

Activity (64)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
pretender liked this
081335539313 liked this
Nur Kholiq liked this
hajjahh liked this
capul1980 liked this
hazwira liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->