Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
22Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Penulisan Karya Ilmiah

Penulisan Karya Ilmiah

Ratings: (0)|Views: 2,995|Likes:

More info:

Published by: Parlindungan Pardede on Jun 27, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/30/2012

pdf

text

original

 
1
PENULISAN KARYA ILMIAH
1
 
Parlindungan Pardede
2
 Abstract
Scientific writing mastery is undoubtedly a must for those who professµfunctional¶ jobs, like teaching and education. Unfortunately many lecturers, teachers arestill in doubt how to produce research paper or articles they need to reach higher level intheir profession. In the same way, many students still find it difficult to write essays or thesis they must complete in order to graduate from their study program. This articledeals with the scientific writing¶s nature, structure, and process. One¶s understanding onthese topics will hopefully enlight him to produce better scientific writing.
Pendahuluan
Kemahiran menulis adalah salah satu keahlian umat manusia yang paling penting.Bahkan tulisan diyakini sebagai salah satu unsur utama pembentuk peradaban manusiasaat ini. Pewarisan ide dan pemikiran kompleks dari generasi ke generasi untuk kemudian dikembangkan hanya dapat dilakukan secara efektif melalui tulisan. Jadi,tidaklah berlebihan bila pemikir-pemikir besar seperti Carlyle, Kant, dan Mirabeausangat yakin bahwa penemuan tulisan benar-benar merupakan pembentuk awal peradaban. Gelb (1969: 221-222), sejarawan Amerika yang memelopori penelitiansistem tulisan, menyimpulkan bahwa jika bahasa membedakan manusia dari binatang,maka tulisan membedakan manusia beradab dari manusia biadab. Dengan kata lain,lulisan hanya terdapat dalam peradaban, dan peradaban tidak akan ada tanpa tulisan.Jadi, seseorang yang mengaku dirinya berbudaya seharusnya menjadikan aktivitasmenulis sebagai salah satu kegiatan utamanya sehari-hari. Baginya menulis adalahkebutuhan pokok, sebagaimana halnya pangan dan sandang. Penelusuran sejarah akanmengungkapkan menulis adalah tradisi kalangan terpelajar, pemikir, maupun pemimpin besar dunia. Raja Alfred dari Inggris dikenal sebagai pemimpin yang agung dansekaligus penulis. Dia bahkan ikut menulis buku sejarah Inggris kuno,
The Anglo-SaxonChronicle
. George Washington, presiden Amerika pertama, selain terkenal sebagaiseorang jenderal besar juga seorang penulis. Dale Carnegie, milyarder Amerika, saat ini jauh lebih terkenal karena berbagai buku tulisannya daripada sebagai pengusaha. Tradisiitu tetap berkembang dengan pesat hingga sekarang (terutama di Amerika dan Eropa).Di sana, orang-orang besar selalu menulis buku. Jabatan dan kepemimpinan boleh
1
Dipresentasikan Dalam Forum Ilmiah Dwi-Bulanan FKIP-UKI, 17 Juni 2010
 
2
Dosen FKIP-UKI
 
2
 
singkat, tapi gagasan dan pemikiran maupun nama mereka tetap dikenang bahkanratusan tahun melalui buku-buku mereka yang monumental.Sebagian orang berargumen bahwa kemajuan teknologi komunikasi saat ini, yangmemungkinkan orang berkomunikasi secara lisan dengan cepat dan tepat atau merekamsuara secara dijital, membuat kebutuhan menulis semakin berkurang. Dengan telpon
celuler 
komunikasi lisan dapat dilakukan kapan saja dan hampir dari mana saja. Bahkandengan fasilitas
tele-conference
orang dapat berkomunikasi tatap-muka meskipunmereka dipisahkan jarak ribuan kilometer. Meskipun demikian, fakta yang adamembuktikan bahwa kemajuan teknologi komunikasi dan informasi malah membuat penggunaan tulisan sebagai sarana komunikasi semakin meningkat. Hal ini terlihat dari peningkatan judul buku baru yang terbit di seluruh dunia. Di Amerika Serikat, tidak kurang dari 200.000 judul buku baru ber-ISBN terbit setiap tahun, dan di Inggris, sekitar 130.000 judul. Estimasi jumlah buku baru yang terbit setiap tahun di seluruh duniaadalah 1.000.000 judul! Jika dihitung dengan buku, majalah, atau jurnal yang diterbitkansecara pribadi atau di kalangan terbatas (sehingga tidak menggunakan ISBN), angkatersebut akan jauh lebih besar. Penerbitan surat kabar baik juga tetap marak. Selain itu,diperkirakan ratusan hingga ribuan artikel, berbagai majalah, koran, buku dan jurnaldijital diterbitkan di internet setiap hari. Fakta-fakta ini membuktikan bahwa,meskipunsistem informasi dan komunikasi dewasa ini cenderung semakin
 paper-less
, kemampuanmenulis tidak mungkin dapat diabaikan, apalagi dihilangkan. Dalam kehidupan modern, pada hakikatnya tak seorang pun yang bisa mengelak dari tulisan. Seorang ibu rumah tangga yang mencatat pengeluaran sehari-hari, pedagangsayur yang membuat daftar sayur mayur yang perlu dipesan atau sudah terjual, maupunkaum remaja yang
chatting 
di
 facebook 
 pada hakikatnya menggunakan kemahiranmenulis. Kebutuhan menulis dirasakan lebih nyata oleh kaum intelektual, baik mahasiswa maupun mereka yang menduduki jabatan fungsional, seperti guru, dosen, dan peneliti. Bagi mereka, menulis tidak hanya sekedar kebutuhan melainkan keharusan.Sebelum menyelesaikan studinya, setiap mahasiswa diwajibkan menulis ringkasan buku,makalah, maupun laporan penelitian. Bagi guru, dosen, dan peneliti, menulis artikeluntuk seminar atau untuk diterbitkan di media massa maupun jurnal penelitianmerupakan syarat mutlak untuk mendapatkan angka kredit untuk menaikan jenjang jabatan fungsionalnya.Tulisan ini membahas penulisan karya ilmiah, yakni ragam bahasa tulisan yangmenjadi konsumsi kaum intelektual, termasuk mahasiswa, guru, dosen, dan peneliti.Pembahasan difokuskan pada hakikat, struktur, dan proses penulisan karya ilmiah.Pemahaman terhadap topik-topik tersebut diharapkan dapat lebih memampukan pembaca untuk menghasilkan karya ilmiah yang baik.
Hakikat Karya Ilmiah
Secara umum, karya ilmiah didefinisikan sebagai tulisan yang mengungkapkan buah pikiran, yang diperoleh dari hasil pengamatan, penelitian, atau peninjauan terhadapsesuatu yang disusun menurut metode dan sistematika tertentu, dan yang isi sertakebenarannya dapat dipertanggungjawabkan. Batasan ini didukung oleh Day (Djurotodan Bambang (2003:12-13) yang menyatakan bahwa karya tulis ilmiah merupakan suatu
 
3
 
tulisan yang memaparkan hasil penyelidikan, pengamatan, pengumpulan data yangdidapat dari suatu penelitian, baik penelitian lapangan, tes laboratorium ataupun kajian pustaka. Kedua definisi ini menegaskan bahwa yang dipaparkan dalam karya ilmiahadalah hasil penelitian atau pengkajian yang dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim.Kajian atau penelitian itu bisa berbentuk penelitian lapangan, penelusuran literatur (kepustakaan) atau pengamatan (observasi). Apapun bentuknya, penelitian tersebut tentusaja harus memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati olehmasyarakat keilmuan.Ditinjau dari segi bentuk dan fungsinya, karya ilmiah dapat dibedakan ke dalamsepuluh jenis. (1) Laporan, atau tulisan yang berisi rekaman kegiatan tentang suatu yangsedang dikerjakan, digarap, diteliti, atau diamati, dan mengandung saran saran untuk dilaksanakan, seperti laporan Praktik Pengalaman Lapangan dan Laporan Praktikum.Laporan ini disampaikan dengan cara seobjektif mungkin. (2) Makalah, atau tulisanyang dibuat mahasiswa sehubungan dengan tugas dalam bidang studi tertentu, sepertihasil pembahasan buku atau hasil suatu pengamatan. (3) Kertas kerja adalah tulisan yang berisi prasaran, usulan, atau pendapat yang berkaitan dengan pembahasan suatu pokok  persoalan, untuk dibacakan dalam rapat kerja, seminar atau simposium. (4) Skripsi,yakni karya tulis yang diajukan sebagai salah satu syarat memperoleh gelar sarjana.Istilah skripsi berasal dari kata
escription
yang berarti menggambarkan dan membahassuatu masalah dengan memaparkan data serta konsep-konsep dari studi literatur yangrelevan untuk menghasilkan kesimpulan. Skripsi ditulis berdasarkan studi pustaka atau penelitian bacaan, penyelidikan, observasi, atau penelitian lapangan. (5) Tesis, yaknikarya tulis dengan tingkat pembahasan lebih dalam daripada skripsi. Istilah tesis berasaldari kata synthesis (
 sinthation
) yang bermakna dasar perpaduan. Jika skripsi bertujuanmendeskripsikan ilmu, maka tesis bertujuan mensintesiskan ilmu yang telah diperolehdengan temuan dalam penelitian guna memperluas khazanah ilmu yang ditekuni. (6)Disertasi, atau karya ilmiah yang diajukan untuk mencapai gelar doktor, yaitu gelar tertinggi yang diberikan oleh suatu univesitas. Berbeda dengan penulisan skripsi atautesis yang hanya bersumber dari data penelitian dan pustaka saja. Data dalam disertasilebih lengkap karena diperoleh dari tiga sumber sekaligus, yaitu penelitian lapangan, penelitian laboratorium serta kajian pustaka. (7) Resensi, atau karya tulis yang berisihasil penimbangan, pengulasan, atau penilaian sebuah buku. Resensi, yang juga dikenaldengan istilah timbangan buku (
book review
) sering disampaikan kepada pembacamelalui surat kabar atau majalah untuk memberi pertimbangan dan penilaian secaraobjektif, sehingga masyrakat mengetahui apakah buku yang diulas tersebut patut dibacaatau tidak. (8) Kritik (bersal dari kata Yunani
kritikos
yang berarti `hakim¶), merupakankarya tulis yang berisi penilaian baik-buruknya suatu karya secara objektif. Kritik tidak hanya mencari kesalahan atau cacat suatu karya, tetapi juga menampilkan kelebihan ataukeunggulan karya itu seperti adanya. (9) Esai, atau karya tulis yang relatif pendek danmembahas suatu subyek (masalah) dari sudut pandang pribadi penulisnya. Permasalahanyang disoroti dalam sebuah esai biasanya dibatasi dan pada penggunaan µsudut pandangµ penulis sebagai titik tolak pembahasan membuat opini penulis berperan sentral dalamsebuah esai. (10) Artikel Ilmiah, yaitu karya tulis yang dirancang untuk dimuat dalam jurnal atau buku kumpulan artikel yang ditulis dengan tata cara ilmiah dan mengikuti

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->