Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
SANGIHE_BERSATULAH

SANGIHE_BERSATULAH

Ratings: (0)|Views: 384 |Likes:
Published by Josias D Tatontos

More info:

Published by: Josias D Tatontos on Jun 27, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/01/2012

pdf

text

original

 
SANGIHE, TANAH AIR YANG TERSERAK DAN KEBUDAYAN YANG TERBUNGKAMOLEH : ALFFIAN WALUKOW
Sangihe negeri kepulauan, merupakan gerbang utara Indonesia adalah tanah air yangpunya Identitas. Sangihe adalah negeri berdaulat sejak kerajaan pertama berdiri sampai matinyaRaja Santiago akhir tahun 1800-an. Adalah sesuatu yang mengherankan apabilah seorangpetinggi Sulut pernah mengatakan dalam sebuah media, bahwa pulau-pulau yang belum dinamaisecepatnya diberikan nama. Ternyata petinggi tersebut asal ngomong, karena mereka tidakmengenal Sangihe,dan tidak mau peduli siapa Sangihe. Asal tahu saja, ada kurang lebih seratusanbatu di atas perairan laut Sangihe, semua memiliki nama. Puluhan pulau kecil tanpa penghunipunmemiliki nama apalagi yang berpenghuni. Nama yang diberikan oleh leluhur sangihe ratusan tahunsebelum lahirnya NKRI. Hal ini menampik usul dari sang petinggi tentang pemberian nama ataspulau
 –
pulau diSangihe yang katanya ada beberapa pulau yang belum memiliki nama.Kurangnya rasa ingin tahu public Sulut tentang sangihe membuat mereka mengira-ngirabahwa sangihe hanyalah segumpal tanah yang tak berarti. Misalkan Pulau Miangas. Pada tgl, 7 Mei1929 Miangas resmi menjadi milik Belanda, tahun 1938 penduduk Pulau Miangas berjumlah 800orang, yang kini adalah wilayah teritorial Kabupaten kepulauan Talaud, telah menjadi milikIndonesia atas perjuangan kaum Sangihe sendiri. Perjuangan tersebut dimulai sejak KemenanganAmerika atas Spanyol, Amerika beranggapan bahwa Miangas bagian dari Philiphina yang dikuasaiSpanyol sejak tahun 1560 karena semua daerah bekas jajahan Spanyol harus diserahkan kepadaAmerika. Pemerintah Hindia Belanda yang merasa berhak penuh atas Miangas tidak maumenyerahkannya pada Amerika. Maka diadakanlah kesepakatan tahun 1930 antara Amerika danBelanda atas kepemilikan Miangas. Belanda yang diwakili oleh Raja Kerajaan Tabukan WellemSarapil memenangkan hak kepemilikan atas Miangas. Miangas menjadi bagian NKRI sekarangadalah jasa dari kaum Sangihe, tetapi kalau jasa tersebut dibalas dengan Tuba oleh RepublikIndonesia apakah salah jika nanti Miangas menjadi bagian dari Philiphina. Dari latar belakangsejarah dan kebudayaan Sangihe, menunjukan dengan benar bahwa nenek moyang kaum Sangihebukanlah Nusantara tetapi dari Philiphina bagian Selatan. Sejak masa lalu, kaum Sangihe sudahmenempati sebagian besar pulau di bagian Selatan Philliphina hal ini disebabkan keterikatan masalalu antara Philiphina dan Sangihe. Salah satu contoh yang dapat memperjelas yaitu : bahasaSangihe adalah salah satu bahasa pengantar di daerah pesisir pantai dan pulau-pulau SelatanPhilliphina disamping bahasa Besaya dan Taghalok. Sudah saatnya mengambil hatinya untuk lebihmencintai NKRI.Masyarakat Sangihe diperbatasan dapat pergi ke Philliphina selama dua kali sehari. Merekaadalah bagian tak terpisahkan dari NKRI, tetapi salahkah bila mereka mencintai Tanah leluhurnya?Pulau Balut, Saranggani, Lajanggas, General Santos adalah daerah yang selalu mereka pijak tetapihanya mengenal Manado dari cerita Famili mereka yang terserak. Bahkan mungkin mereka tidaktahu siapa S.H. Sarundayang apalagi SBY. Beberapa diantara mereka menjadi bagian dari muslimMoro, Mindanao Selatan Itu wajar karena Sangihe pertama kali mengenal Islam bukan dari WaliSongo tetapi dari Mindanao. Ajaran Islam Mindanao pertama kali masuk di Sangihe abad ke 13yang beraliran Suni kemudian Ajaran Islam dari Maluku yang beraliran Syiah sampai tahun 1500-an.Persebaran kaum Sangihe kebeberapa penjuru terjadi beberapa tahap. Persebaran
tertua
adalah persebaran kaum Sangihe ke Madagaskar atas peran pelaut-pelaut Sangihe. Terdapat 46keluarga yang ikut dalam pembuangan Raja Don Lazaru, Raja kerajaan Manganitu oleh pemerintahKolonial Belanda ke Afrika. Pembuangan raja Siau ke Cirebon dan ke Luwuk Banggai, diungsikannyapenduduk sangihe dari pulau pulau kecil atas munculnya api dari gunung api bawah lautMahengetang tahun 1904,pada tanggal 17 April 1919 oleh peneliti bernama Dr. G.L.L. Kemerlingmengatakan terlihat gejala letusan gunung Mahengetang. Atas inisiatif pemerintahan colonial,
 
dipindahkanlah penduduk ke Mongondow . Sebagian diantara mereka juga menempati pulau-pulaudekat Belang dan Bentenan (Bentenan berasal dari kata Bentengang, bahasa sangihe yang berarti
angkat bersama, perjuangan bersama,membawah beban berat oleh beberapa orang) hal inidijelaskan oleh Budayawan dan pemerhati bahasa Sangihe Drs G. Makamea dan J. Karaeng, S.Pd. Salahsatu bentuk kebudayaan sangihe didaerah sekitaran Belang yang masih tersisa adalah Tenun kaindari serat batang pisang abaka, kenapa harus budaya sangihe karena teknik tenun tersebut tidakpernah ada di Minahasa yang ada hanyalah pembuatan kain dari serat bambu. Kebudayaantersebut adalah Tradisi Tenun asli sangihe, dalam bahasa Sangihe dinamakan tradisi
Megahiuang
.Persebaran
lainnya adalah :
pengungsian letusan Gunung api Karangetang 16 januari 1712 danGunung Duang / Tsunami tahun 1892 yang menempati daerah Likupang, Bitung, Pesisir utaraBolmong, dan pesisir pantai Gorontalo. Sejak diberlakukannnya UU Agraria tahun 1870 olehPemerintah Hindia Belanda yang membuka kesempatan kerja kepada penduduk Indonesia,terutama menjadi buruh perkebunan, mereka yang direkrut pada masa itu ditempatkan di Lolak.Persebaran
terakhir 
secara kolektif terjadi pada awal tahun 1900-an tepatnya tahun 1902 sampaiawal kemerdekaan di perkebunan kelapa Lalou.Banyaknya penduduk Sangihe di daerah kesultanan Ternate dan Kesultanan Tidoredisebabkan beberapa hal yaitu :
Pertama
: Kerajaan Siau dan kerajaan bawahan Tamako jugaKerajaan Tabukan pernah menjadi bagian dari kesultanan Tidore di era 1500-1600 bersamaandengan penguasaan Portugis-Spanyol atas Ternate dan Tidore.
Kedua
: Telah terjadi hubungandagang rempah antara Eropa, Philliphina, Ternate/Tidore dan Sangihe sejak masa penjelajahanSamudera.
Ketiga
: perasaan sama, seperti persamaan kultur dan warna kulit.
Keempat:
perkawinannantar anak Raja. Diantaranya perkawinan
Maimuna
seorang putri raja dari Kerajaan Tabukan denganseorang Pangeran dari keraajaan Ternate.Dari perkawinan tersebut melahirkan kesepakatan bahwaapa yang ditanam orang Sangihe akan ditanam di Ternate sebagai symbol persaudaraan. Tandapersahabatan lain juga berupa pemberian hadiah oleh salah satu raja sangihe berupa Batok kelapakembar.
Kelima
: Kerajaan Siau pernah mengirim 2000 tentara untuk membantu perang Portugismelawan Spanyol.Keberadaan kaum Sangihe di Pante Tondano tidak diketahui jelas, tetapi pemberian namaKora-kora terhadap Pante Kora-kora berlatar belakang sejarah sejak dikirimnya 1500 Tentara darikerajaan Siau membantu Portugis melawan VOC dalam peristiwa Benteng Moraya. Para perajuritmendarat dipante tondano dengan menggunakan Perahu Kora
 –
kora atau dalam bahasa sangihedisebut perahu Konteng. Sejak saat itu prajurit perang sangihe sudah meggunakan benderaberwarna merah dan bendera berwarna putih dalam setiap peperangan.Pada masa kolonialisme pula telah terjadi kesepakatan, bahwa semua pulau yangada disekitar (pesisir pantai) jazirah Minahasa adalah milik kerajaan Bowontehu. KerajaanBowontehu adalah salah satu kerajaan tertua sangihe yang berpusat di Pulau Manado Tua.Salah satu kesepakatan tertua antara Dotu Minahasa dan Kerajaan Sangihe yang menjadi legendadisangihe adalah keberadaan pulau Lembe. Pulau Lembe adalah pulau yang tersisa setelah semuatanah di Minahasa sudah habis dibahagi kepada anak Cucu Toar
 –
Lumimuut. Lembe berarti Sisa( bahasa Sangihe ) Diperkirakan legenda ini muncul pada tahun 1428 setelah Deklarasi Maesa IIyang ditandai dengan Musyawarah Watu Pinawetengan. Sebagian orang Siau juga beranggapanbahwa mereka adalah keturunan Toar dan Lumimuut dari anak-cucu Makarua Siou dan PasiouanTelu. Kata Siau berasal dari kata Siou yang berarti sembilan. Bukti lain juga mengemukakan bahwasampai saat ini ada banyak orang Siau yang tidak mau disebut sebagai orang Sangihe.Sehubungan dengan terseraknya kaum Sangihe kebeberapa penjuru, tidak terkecualiMinahasa. Diperkirakan 14 % wajib pilih di SULUT adalah kaum sangihe dan keturunan Sangihe,( Wawancara : Adrian Mailite,Pebruari - 2009). Kenapa demikian karena kaum Sangihe telah
menempati SULUT Minahasa,Menado,Bitung,Likupang,Bolmong dan Gorontalo bersamaan
 
dengan berkembangnya SULUT. Sekecil apapun, sangihe juga menjadi bagian dari SULUT danberperan dalam lingkup pembangunan.Gejala yang terjadi saat ini adalah terdapat dua komunitas baru kaum Sangiheyaitu ; kaum Sangihe asli yang patuh pada Tradisi dan kaum Sangihe yang
Minahasaisme
. Baikmereka yang berdomisili di Tanah Sangihe maupun yang berdomisili di Tanah Minahasa memilikidua perilaku social tersebut. Akar dari semua itu adalah Bayangan Kapitalisme masa lalu yangmasuk dalam sistim kehidupan social masyarakat yang dibawah dari masa lalu atau mungkin tidakhilangnya
strata kehidupan social 
masyarakat sangihe dimasa lalu yang terbentuk pada masakerajaan.Tingkatan kehidupan social masyarakat sangihe dimasa kerajaan adalah :
Tingkatan Teratas adalah : Datu (Raja) dan kerabat datu.
Semua hal yang termasuk dalam kerabat datu ditransfer secara temurun melalui
tutur lisan
 oleh para ahli tutur silsilah keluarga.Disetiap kerajaan terdapat ahli tutur silsilah keluarga. Dimasakini keturunan dari ahli tutur kebanyakan menekuni pekerjaan dibidang hukum disamping termasuk juga para keturunan Raja yang dibentuk oleh pemerintah colonial. Diyakini bahwa praktisi hukumwanita pertama di Sulut adalah kaum Sangihe bernama Yolande Mokodompis, menyelesaikan studihukum di Belanda akhir tahun 1800. Yolande Mokodompis adalah anak semata wayang dari RajaWillem Manuel Pandensolang Mokodompis. Beberapa pejabat kaum Sangihe ditingkat Propinsi yangkita kenal saat ini adalah keluarga dan kerabat raja seperti Mantan Walikota Bitung M. Kancil adalahketurunan Raja Siau, Wakil Wali kota bitung sekarang adalah keluarga Bahaning (pemberanisangihe) dari Kuma, kerajaan Tabukan.
Tingkatan kedua, Kulano,Bahaning ( pemberani ) Joghugu,Kapiten Laut (kepala desa)
Kulano dan Bahaning adalah bagian yang terlepas dari kalangan Istana, tetapi orang -orang yang berada pada tingkatan ini dihormati dan disegani layaknya sang Raja. Hal inidisebabkan oleh beberapa hal : Para Kulano dan Bahaning dikenal karena keberaniannya di medanpertempuran,baik itu perang antar kerajaan di sangihe maupun perang melawan Bajak Laut Suludan kesultanan Mindanao. Bahaning yang dikenal disangihe antara lain : Makaampo, Lumanu,Lantemona, Hengkeng, dll. Mereka adalah perwakilan rakyat dalam menyampaikan keluhan kepadaRaja, kerena tidak ada rakyat yang dapat masuk ke Istana dengan alasan apapun kecuali :melakukan kesalahan. Dengan pengkultusan para Bahaning inilah melahirkan komunitas baru yangkemudian membentuk Dinasti baru pada setiap kerajaan. Diantara para bahaning ada yangsempat menjadi Raja karena keberanian atau karenah menikah dengan putri raja.
Tingkatan ketiga, Bobato (pengawal raja dan panglima perang kerajaan), penasehat kerajaan, juru tulis kerajaan, Rakyat kaya yang memiliki hubungan dekat dengan kerajaan.
Bobato terangkat atas hasil seleksi alamiah, biasanya mereka menjadi bagian daritingkatan ini atas keberaniannya menyusun strategi peperangan atau termasuk dalam jaring kronikeluarga kerajaan. Para penasehat Kerajaan biasanya diangkat dari kalangan adat yang mengertibanyak tentang peraturan adat sangihe. Juru tulis kerajaan bertindak mengagendakan semuakejadian yang terjadi berhubungan dengan aktifitas raja. Mulanya tugas ini dilakukan dengan caradihafal dan ditutur dalam setiap pertemuan kerajaan. Sejak masuknya bangsa Eropa tugas inimulai ditulis. Salah satu bukti adalah ditemukannya sebuah buku di kerajaan Tabukan yangditulis oleh sekretaris kerajaan yang isinya berupa Perjanjian antara Raja dan pihak Eropa yangdisampaikan oleh Raja melalui pidato diistana. Buku ini dinamakan Perjanjian Salurang,sekarang disimpan di Museum Negeri Prop. Sulut. Pada masa pemerintahan raja W.M.P.Mokodompis di Kerajaan Manganitu tidak ditemukan tugas-tugas Juru Tulis kerajaan. Karena RajaW.M.P. Mokodompis termasuk salah satu raja yang paling pintar diantara raja-raja sangir pada

Activity (6)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Yusrin Sinaling liked this
Milton Takou liked this
Nina Andriani liked this
Victor Pai liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->