Read without ads and support Scribd by becoming a Scribd Premium Reader.
 
KONDISI LINGKUNGAN DISEPANJANGTUKAD BANDUNG PROVINSI BALI
PENGETAHUAN LINGKUNGAN HIDUPOLEH :PUTU RUSDI ARIAWAN (0804405050)
JURUSAN TEKNIK ELEKTROFAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS UDAYANADENPASAR2010
 
 
PUTU RUSDI ARIAWAN
2
 
BAB IPENDAHULUAN1.1
 
Latar Belakang
Air merupakan sumber bagi kehidupan makhluk hidup. Air tidak hanyaberguna untuk mencukupi kebutuhan penduduk, tetapi juga keseimbanganekosistem. Manusia, binatang, tumbuhan dan mikroorganisme sangatmembutuhkan air sebagai unsur utama di dalam tubuh mereka.Sungai merupakan salah satu sumber mata air yang dapat dimanfaatkanmanusia dan makhluk hidup lainnya dalam memenuhi kebutuhan biologis mereka.Sungai tersebar di berbagai tempat, baik pedesaan maupun di perkotaan. Sungaipedesaan umumnya memiliki air yang masih jernih. Namun sungai yang terdapatdi perkotaan kondisinya jauh dari suasana sungai pedesaan yang alami. Air sungaikota tidak jernih, melainkan penuh sampah, pekat, hitam dan bau. Di samping iturumah-rumah kumuh berjejalan di pinggir sungai menjorok ke tengah, membuatsuasana penat bagi penduduk sekitar. Sungai kota sering menjadi momok pemerintah kabupaten/kota dalam upaya menata dan memperindah kota.Salah satu sungai yang melintasi kota Denpasar yaitu Tukad Badung. Namunbukannya mendukung penciptaan keindahan kota, Tukad Badung justru menjadisalah satu sumber masalah kota. Pada berbagai sudut Tukad Badung selaluterdapat genangan sampah yang mengapung. Tukad Badung telah dijadikantempat sampah bagi sebagian masyarakat atau warga kota yang kurang memilikidisiplin lingkungan. Tukad Badung memiliki fungsi seperti sebuah selokan karenapenampakan fisiknya, airnya kotor, berwarna gelap, berlumpur tebal, dipenuhisampah dan bau karena limbah dari rumah tangga dan dunia usaha.Keadaan Tukad Badung yang makin parah dapat merepotkan Bali seandainyatidak segera dilakukan penataan. Penataan ini menjadi makin penting artinyakarena selain Denpasar adalah kota pariwisata, Tukad Badung sudah terlanjurdiproklamirkan menjadi salah satu obyek wisata kota.Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah kota untuk menata kondisilingkungan di sepanjang Tukad Badung. Penataan sungai ini berupayamempertahankan kebersihan air sungai, kelancaran pengerakan air sungai, menata
 
PUTU RUSDI ARIAWAN
3
 
kawasan bantaran sungai termasuk menata masyarakat yang berada di sekitarbantaran sungai. Pihak kebersihan kota Denpasar setiap hari turun sungaimembersihkan, menjaring dan menaikkan sampah. Pemerintah kota telahmengadakan pelebaran sungai, metode kanalisasi dan kini sedang berkonsentrasimelakukan penanganan terhadap daerah-daerah titik rawan banjir yang diharapkanmenjadi praktis menuju sanitasi lingkungan kota, baik saat musim hujan dankemarau. Selain itu perencanaan drainase dimatangkan serta menyiagakan tenagapenggelontor.Walaupun berbagai upaya telah dilakukan untuk menata kembali kondisiTukad Badung yang semakin buruk, namun hasilnya belum sesuai dengan yangdiharapkan. Misalnya dalam penanganan limbah organik, anorganik dan kimia diTukad Badung yang masih memerlukan strategi dan kajian yang intensif, karenabaku mutu air di Tukad Badung itu sendiri masih tergolong memprihatinkan. Disamping itu, selama ini masyarakat masih memanfaatkan alur sungai sebagaitempat pembuangan limbah atau sampah. Hal ini tentu saja dapat menghambatupaya penataan Tukad Badung.Kurangnya kesadaran masyarakat dan koordinasi antar instansi yang terlibatserta gejala-gejala alam yang buruk lainnya yang mungkin terjadi tentu dapatberpengaruh besar terhadap bau lingkungan, pemandangan alam, pelestarianperairan pantai, ketersediaan air bahkan dapat menimbulkan kerusakan ekosistemyang lebih parah di sepanjang Tukad Badung. Apabila kondisi ini dibiarkan terusmenerus, maka tidak mustahil akan terjadi ketidaknyamanan dalam menjalankanaktivitas kota, kerusakan pemandangan dan aset wisata, krisis air bahkankepunahan ekosistem yang tentunya tidak diinginkan oleh semua pihak.Manusia sebagai bagian dari ekosistem yang memiliki akal sehat tidak bolehmembiarkan masalah-masalah yang terjadi di Tukad Badung ini semakin berlarut-larut, yang pada akhirnya akan merugikan diri sendiri. Upaya merekonstruksikondisi lingkungan di sepanjang Tukad Badung harus segera dilaksanakan.Keterpaduan program penanganan perlu dipersiapkan dan dimatangkan sertaditerapkan dengan baik agar tercipta ekosistem yang bersih, aman, lestari danindah.
Search History:
Searching...
Result 00 of 00
00 results for result for
  • p.
  • More From This User

    Notes
    Load more