PUTU RUSDI ARIAWAN
2
BAB IPENDAHULUAN1.1
Latar Belakang
Air merupakan sumber bagi kehidupan makhluk hidup. Air tidak hanyaberguna untuk mencukupi kebutuhan penduduk, tetapi juga keseimbanganekosistem. Manusia, binatang, tumbuhan dan mikroorganisme sangatmembutuhkan air sebagai unsur utama di dalam tubuh mereka.Sungai merupakan salah satu sumber mata air yang dapat dimanfaatkanmanusia dan makhluk hidup lainnya dalam memenuhi kebutuhan biologis mereka.Sungai tersebar di berbagai tempat, baik pedesaan maupun di perkotaan. Sungaipedesaan umumnya memiliki air yang masih jernih. Namun sungai yang terdapatdi perkotaan kondisinya jauh dari suasana sungai pedesaan yang alami. Air sungaikota tidak jernih, melainkan penuh sampah, pekat, hitam dan bau. Di samping iturumah-rumah kumuh berjejalan di pinggir sungai menjorok ke tengah, membuatsuasana penat bagi penduduk sekitar. Sungai kota sering menjadi momok pemerintah kabupaten/kota dalam upaya menata dan memperindah kota.Salah satu sungai yang melintasi kota Denpasar yaitu Tukad Badung. Namunbukannya mendukung penciptaan keindahan kota, Tukad Badung justru menjadisalah satu sumber masalah kota. Pada berbagai sudut Tukad Badung selaluterdapat genangan sampah yang mengapung. Tukad Badung telah dijadikantempat sampah bagi sebagian masyarakat atau warga kota yang kurang memilikidisiplin lingkungan. Tukad Badung memiliki fungsi seperti sebuah selokan karenapenampakan fisiknya, airnya kotor, berwarna gelap, berlumpur tebal, dipenuhisampah dan bau karena limbah dari rumah tangga dan dunia usaha.Keadaan Tukad Badung yang makin parah dapat merepotkan Bali seandainyatidak segera dilakukan penataan. Penataan ini menjadi makin penting artinyakarena selain Denpasar adalah kota pariwisata, Tukad Badung sudah terlanjurdiproklamirkan menjadi salah satu obyek wisata kota.Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah kota untuk menata kondisilingkungan di sepanjang Tukad Badung. Penataan sungai ini berupayamempertahankan kebersihan air sungai, kelancaran pengerakan air sungai, menata