tonus parasimpatis dengan akibat kecenderungan bradiaritmia meningkat,sedangkan peningkatan tonus simpatis pada IMA inferior akan mempertinggikecenderungan fibrilasi ventrikel dan perluasan infark.
F.Gejala Klinis
Keluhan yang khas ialah nyeri dada retrosternal, seperti diremas-remas,ditekan, ditusuk, panas atau ditindih barang berat. Nyeri dapat menjalar kelengan (umumnya kiri), bahu, leher, rahang bahkan ke punggung danepigastrium. Nyeri berlangsung lebih lama dari angina pectoris dan tak responsif terhadap nitrogliserin. Kadang-kadang, terutama pada pasien diabetesdan orang tua, tidak ditemukan nyeri sama sekali. Nyeri dapat disertai perasaanmual, muntah, sesak, pusing, keringat dingin, berdebar-debar atau sinkope.Pasien sering tampak ketakutan. Walaupun IMA dapat merupakan manifestasi pertama penyakit jantung koroner namun bila anamnesis dilakukan teliti hal inisering sebenarnya sudah didahului keluhan-keluhan angina, perasaan tidak enak di dada atau epigastrium.Kelainan pada pemeriksaan fisik tidak ada yang spesifik dan dapat normal.Dapat ditemui BJ yakni S2 yang pecah, paradoksal dan irama gallop. Adanyakrepitasi basal menunjukkan adanya bendungan paru-paru. Takikardia, kulityang pucat, dingin dan hipotensi ditemukan pada kasus yang relatif lebih berat,kadang-kadang ditemukan pulsasi diskinetik yang tampak atau berada didinding dada pada IMA inferior.
G.Diagnosis Banding
1.Angina Pectoris tidak stabil/insufisiensi koroner akut.2.Diseksi aorta (nyeri dada umumnya sangat hebat, dapatmenjalar ke perut dan punggung).3.Kelainan saluran cerna bagian atas (hernia diafragmatika,esofagitis refluks)4.Kelainan lokal dinding dada (nyeri bersifat lokal, bertambahdengan tekanan atau perubahan posisi tubuh)5.Kompresi saraf (terutama C8, nyeri pada distribusi saraf tersebut)6.Kelainan intra-abdominal (kelainan akut, pankreatitis dapatmenyerupai IMA)