Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
76Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
A. PENGARUH PROFESIONAL GURU TERHADAP PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP N I AMPEL.

A. PENGARUH PROFESIONAL GURU TERHADAP PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP N I AMPEL.

Ratings: (0)|Views: 16,770|Likes:
Published by Sam Edy
A. PENGARUH PROFESIONAL GURU TERHADAP PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP N I AMPEL.
A. PENGARUH PROFESIONAL GURU TERHADAP PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP N I AMPEL.

More info:

Published by: Sam Edy on Jun 30, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/30/2013

pdf

text

original

 
A.PENGARUH PROFESIONAL GURU TERHADAP PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP N I AMPEL.B.Latar Belakang MasalahPerkembangan dan kemajuan jaman dewasa ini demikian pesat, terutama perkembangandalam bidang teknologi. Oleh karena itu, merupakan tugas berat bagi dunia pendidikan, khususnya di negara berkembang seperti Indonesia untuk dapat membina danmembawa anak didik ke arah kemajuan. Pendidikan harus dapat menghasilkan manusiayang cakap, aktif, dan kreatif.Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia dan sebagaiwahana pengembangan sumber daya manusia. Melalui pendidikan manusia dapat melepaskan diri dari keterbelakangan. Pendidikan juga mampu menanamkan kapasitas barubagi manusia dalam mempelajari pengetahuan dan keterampilan baru, sehingga dapat diperoleh manusia yang produktif (Sutarto, 1999). Meraka yang lemah dan tertinggal juga memerlukan perhatian khusus, sesuai dengan kebutuhannya. “barang siapatidak mendengar dan belajar, orang akan menjadi tua seperti sapi. Perutnya makin membuncit, tetapi kepandaiannya tidak berkembang. Sebaliknya barang siapa telah banyak mendengar dan belajar, lalu memandang rendah orang yang tertinggal dalam pendidikan, bagaikan orang buta yang memegang lampu, begitu menilai seperti itu,” demikian dikatakan Ananda (Thag. 1025-1026). Maka dari itu pendidikan memegang peranan penting dalam kehidupan.Pendidikan dalam agama agama Buddha dikatakan bersifat pragmatis menyangkut pemecahan masalah untuk mencapai tujuan hidup manusia. Filosofi pendidikan dalam agama Buddha mengacu pada empat kebenaran mulia, yaitu mengidentifikasi dukkha, asal mula dukkha, lenyapnya dukkha, dan jalan mengakhiri dukkha, lewat formulasi ini Buddha memberi petunjuk bagaimana sebaiknya mengatasi masalah secara sistematik.Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, salah satu usaha yang dapat dilakukanadalah Peningkatan profesional guru. Hal ini dilakukan karena guru mempunyai kedudukan yang penting dalam proses pendidikan. Guru dalam melaksanakan kegiatan belajar-mengajar bertanggung-jawab terhadap tujuan pendidikan, ke mana peserta didik akan diarahkan, dengan apa peserta didik diarahkan, dan bagaimana strategi yang digunakan. Sehingga nantinya ada peningkatan hasil belajar para pendidik.Profesional guru merupakan salah satu faktor penunjang keberhasilan dalam peningkatkan hasil belajar siswa. Secara etimologi istilah profesional berasal dari bahasa inggris profession berakar dari bahasa latin “profesus” yang berarti mampuatau ahli dalam satu bentuk pekerjaan (Sanusi, 1991). Menurut Supriadi (1998) profesi menunjukkan pada suatu pekerjaan atau jabatan yang menuntut keahlian tinggi, tanggung jawab, dan kesetiaan terhadap profesi.Profesionalisme guru dibangun melalui penguasaan kompetensi-kompetensi yang secara nyata diperlukan dalam menyelesaikan pekerjaan. Pengembangan profesionalismeguru meliputi peningkatan kompetensi, Peningkatan kinerja (performance) dan kesejahteraannya. Guru sebagai orang yang profesional dituntut untuk senantiasa meningkatkan kemampuan, wawasan dan kreativitasnya.Menurut Buddhisme Seorang guru profesional, berbuat konsisten seperti apa yang diucapkan dan berbicara seperti apa yang diperbuatnya. Guru yang baik, memiliki kompetensi dan terampil dalam moralitas, konsentrasi dan kebijaksanan, mengajar siswa menjadi sepenuhnya mantap. Sedangkan guru yang tercela, tidak terampil, terlepas dari apakah siswa-siswanya mendengarkan atau tidak mendengarkan. Guru yangpandai sendiri tetapi siswanya tidak mendengarkan maka seorang guru dipandang tercela (D.I.230-231).Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa dengan hadirnya seorang guruyang profesional akan memberikan pengaruh yang besar dalam kegiatan belajar mengajar dan terutama dalam peningkatan hasil belajar siswa. Maka dari itu diharapkan seorang guru yang sudah menguasai kemampuan profesinya dengan baik hendaknya lebih ditingkatkan lagi dengan mengikuti perkembangan jaman, sedangkan guru yangkurang memperhatikan kemampuan profesinya hendaknya lebih disiplin dan lebih meningkatkan kemampuannya sebagai guru serta bertanggung jawab terhadap profesinyasebagai seorang pendidik. Bagi pemerintah disarankan lebih memperhatikan keberadaan seorang guru, perlu disadari bahwa guru adalah sosok paling penting dalam me
 
majukan dan meningkatkan pengetahuan generasi bangsa.C.PERMASALAHANBerdasarkan latar belakang masalah, sebagaimana yang telah diuraikan diatas, maka permasalahan yang hendak diungkap adalah:1.Bagaimana profesionalisme guru dalam kegiatan belajar-mengajar ?2.Bagaimana prestasi belajar siswa setelah mengikuti kegiatan belajar-mengajar?3.Apakah ada hubungan profesional guru dengan prestasi belajar siswa?D.TUJUAN PENELITIANSesuai dengan rumusan masalah di atas, maka tujuan yang ingin dicapai adalah:1.Untuk mengetahui tingkat profesional guru dalam kegiatan belajar-mengajar.2.Untuk mengetahui gambaran tentang prestasi belajar siswa setelah mengikuti kegiatan belajar-mengajar.3.Untuk mengetahui hubungan antara profesionalisme dalam proses belajar-mengajar dengan prestasi belajar siswa.E.MANFAAT PENELITIAN1.Manfaat teoritisSecara teoritis akan menambah teori baru di bidang kependidikan terutama bagi para guru serta menambah pengalaman baru bagi guru tentang cara pengelolaan kegiatan belajar mengajar.2.Manfaat praktisMemberi informasi mengenai pengaruh profesional guru terhadap peningkatan prestasi belajar siswa, sehingga guru diharapkan dapat meningkatkan prestasi hasil belajar siswa, meningkatkan mutu para guru serta mutu pendidikan pada waktu sekarang dan yang akan datang.F.LANDASAN TEORI1.Prestasi Belajar SiswaPrestasi belajar terdiri dari dua kata yaitu “prestasi” dan “belajar”. Prestasimengandung arti “hasil yang telah dicapai, dilakukan, dikerjakan” sedangkan belajar adalah berusaha supaya memperoleh kepandaian ilmu dan sebagainya. Menurut Djalal (1986: 4) bahwa “prestasi belajar siswa adalah gambaran kemampuan siswa yang diperoleh dari hasil penilaian proses belajar siswa dalam mencapai tujuan pengajaran”. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002: 444) ”prestasi belajar adalah hasil yang telah dicapai atau dikerjakan”. Prestasi belajar menurutHamalik (1994: 45) adalah prestasi belajar yang berupa adanya perubahan sikap dan tingkah laku setelah menerima pelajaran atau setelah mempelajari sesuatu.Prestasi belajar merupakan hasil yang telah dicapai dari suatu proses belajar yang telah dilakukan, sehingga untuk mengetahui sesuatu pekerjaan berhasil atau tidak diperlukan suatu pengukuran. “Pengukuran adalah proses penentuan luas atau kuantitas sesuatu”. Dalam kegiatan pengukuran hasil belajar, siswa dihadapkan pada tugas, pertanyaan atau persoalan yang harus dipecahkan atau dijawab. Hasil pengukuran tersebut masih berupa skor mentah yang belum dapat memberikan informasikemampuan siswa. Agar dapat memberikan informasi yang diharapkan tentang kemampuan siswa maka diadakan penilaian terhadap keseluruhan proses belajar mengajar sehingga akan memperlihatkan banyak hal yang dicapai selama proses belajar mengajar. Prestasi belajar menurut Bloom meliputi 3 aspek yaitu ”kognitif, afektif danpsikomotorik”.Prestasi belajar ditunjukkan dengan skor atau angka yang menunjukkan nilai-nilaidari sejumlah mata pelajaran yang menggambarkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa, serta untuk dapat memperoleh nilai digunakan tes terhadap mata pelajaran terlebih dahulu. Hasil tes inilah yang menunjukkan keadaan tinggi rendahnya prestasi yang dicapai oleh siswa, dalam hal ini Buddha tidak menghendaki pendidikan yang menghasilkan sebarisan orang buta yang saling menuntun (M.II,170). Keada suku kalama, Buddha menganjurkan agar tidak segera percaya terhadap suatu ajaran, apakah itu berupa tradisi hingga yang tertulis dalam kitab suci, sebelum diselidiki sendiri benar (A. I, 189). Buddha sangat menghargai kebebasan berpikir, karena iti pendididkan dalam persektif agama Buddha tidak bersifat otor
 
iter, melainkan bersifat demokratis. Bahkan Buddha tidak menginginkan adanya ketergantungan kepada diri-Nya, dan tidak menunjuk pengganti sebagai pemegang otoritas setelah parinirvana. (D.II,100).Menurut Wirawan mengatakan bahwa prestasi belajar adalah hasil yang telah dicapai seseorang dalam usaha belajar yang dilakukan dalam periode tertentu. Prestasibelajar dapat dipakai sebagai ukuran untuk mengetahui materi pelajaran yang telah diajarkan atau dipelajari. Sehubungan dengan itu, Masrun dan Martaniah (dalamSupartha, 2004 : 34) menyatakan bahwa kegunaan prestasi belajar diantaranya adalah : (1) untuk mengetahui efisiensi hasil belajar yang dalam hal ini diharapkanmendorong siswa untuk belajar lebih giat, (2) untuk menyadarkan siswa terhadaptingkat kemampuannya; dengan melihat hasil tes atau hasil ujiannya siswa dapat menyadari kelemahan dan kelebihannya sehingga dapat mengevaluasi dan bagaimana caranya belajar selama ini, (3) untuk petunjuk usaha belajar siswa, dan (4) untukdijadikan dasar untuk memberikan penghargaan.Sedangkan menurut Buddha, keberhasilan dari seseorang yang belajar, ditandai dengan adanya pemahaman dan kecakapan (patisambhida) dalam hal: (1) memahami maksuddan tujuan, mampu menjelaskan secara rinci, dan mempertimbangkan akibat, (2) memahami intisari atau ringkasan, meneliti, dan menunjukkan penyebab, (3) cakap dalam memilih kata, dapat menggunakan bahasa dengan tepat, dan mudah dimengerti dengan baik, (4) lancar dalam penerapan, dan dengan bijaksana mampu menguasai persoalan yang timbul secara mendadak (A.II.160). Dalam hal ini Buddha lebih menekankan pada pencapaian-pencapaian yang lebih tinggi.Prestasi belajar sebagai hasil dari proses belajar siswa biasanya pada setiap akhir semester atau akhir tahun ajaran yang disajikan dalam buku laporan prestasibelajar siswa atau raport. Raport merupakan perumusan terakhir yang diberikan oleh guru mengenai kemajuan atau prestasi belajar (Suryabrata, 1984). Prestasi belajar mempunyai arti dan manfaat yang sangat penting bagi anak didik, pendidik, wali murid dan sekolah, karena nilai atau angka yang diberikan merupakan manifestasi dari prestasi belajar siswa dan berguna dalam pengambilan keputusan atau kebijakan terhadap siswa yang bersangkutan maupun sekolah. Prestasi belajar merupakan kemampuan siswa yang dapat diukur, berupa pengetahuan, sikap dan keterampilanyang dicapai siswa dalam kegiatan belajar mengajar.Benyamin S. Bloom (dalam Nurman, 2006 : 36), prestasi belajar merupakan hasil perubahan tingkah laku yang meliputi tiga ranah kognitif terdiri atas : pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi. Saifudin Azwar (1996 :44) prestasi belajar merupakan dapat dioperasionalkan dalam bentuk indikator-indikator berupa nilai raport, indeks prestasi studi, angka kelulusan dan predikatkeberhasilan.Prestasi belajar adalah hasil dari pengukuran serta penilaian usaha belajar. Dalam setiap perbuatan manusia untuk mencapai tujuan, selalu diikuti oleh pengukuran dan penilaian, demikian pula halnya dengan proses pembelajaran. Dengan mengetahui prestasi belajar, dapat diketahui kedudukan anak di dalam kelas, apakah anaktermasuk kelompok pandai, sedang atau kurang. Prestasi belajar ini dinyatakan dalam bentuk angka, huruf maupun simbol pada periode tertentu, misalnya tiap caturwulan atau semester. Nasution (2001 : 439) menyatakan bahwa prestasi belajar adalah penguasaan seseorang terhadap pengetahuan atau keterampilan tertentu dalamsuatu mata pelajaran, yang lazim diperoleh dari nilai tes atau angka yang diberikan guru. Bila angka yang diberikan guru rendah, maka prestasi seseorang dianggap rendah. Bila angka yang diberikan guru tinggi, maka prestasi seorang siswa dianggap tinggi sekaligus dianggap sebagai siswa yang sukses dalam belajar. Ini berarti prestasi belajar menuju kepada optimal dari kegiatan belajar, hal senada diungkapkan oleh Woodworth dan Marquis (dalam Supartha, 2004 : 33) bahwa prestasibelajar adalah kemampuan aktual yang dapat diukur secara langsung dengan menggunakan tes. Bloom (dalam Nurman, 2006 : 37) mengatakan bahwa prestasi belajar merupakan hasil perubahan tingkah laku yang meliputi tiga ranah yaitu: kognitif, afektif dan psikomotor.Buddha membedakan tingkat perkembangan atau prestasi manusia dalam empat golongan: (1) jenius (ugghatitannu), diumpamakan sebagai bunga teratai yang telah muncul diatas permukaan air dan pasti akan mekar, (2) intelektual (vipancitannu) seperti bunga teratai yang segera akan muncul di atas permukaan air, (3) orang yang

Activity (76)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Poetri Anggun liked this
Nindi Ibrahim liked this
Rabial Kanada liked this
Nurkholismath liked this
Trusti Hapsari liked this
miftahol liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->