Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
28Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
sejarah wayang / wayang history

sejarah wayang / wayang history

Ratings: (0)|Views: 2,124 |Likes:
Published by andhika_giri
read , coment, and download... please!!
read , coment, and download... please!!

More info:

Published by: andhika_giri on Jul 01, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/14/2013

pdf

text

original

 
PendahuluanWayang adalah sebuah seni pertunjukan khas Indonesia yang sudah sangat populer  baik itu di dalam atau luar pulau Jawa. Karya seni ini sudah dikenal masyarakat nusantarasejak zaman prasejarah. Kemudian pada saat masuknya pengaruh Hindu Budha, cerita dalamwayang mulai mengadopsi kitab Mahabarata dari India. Lalu pada masa pengaruh Islam,wayang oleh para wali digunakan sebagai media dakwah yang tentunya dengan menyisipkannilai-nilai Islam. Dalam tulisan ini, akan dipaparkan pengertian wayang, sejarahnya, jenis- jenisnya, fungsi wayang, dan aspek-aspek lain yang terkandung dalam wayang. Kita akandapat mengetahui apakah wayang itu masih relevan dalam masa moderen ini. Masihkahwayang dibutuhkan baik dalam sarana informatif dan hiburan. Sehingga dapat menjelaskanmaksud dalam judul tulisan ini yaitu ³Wayang, so what gitu lho!´ Yang jika diartikanmenurut konteks sekarang yaitu apakah wayang itu masih penting?Pengertian kata wayangPengertian wayang adalah walulang inukir (kulit yang diukir) dan dilihat bayangannya pada kelir. Dengan demikian, wayang yang dimaksud tentunya adalah WayangKulit seperti yang kita kenal sekarang. Tapi akhirnya makna kata ini meluas menjadi segala bentuk pertunjukan yang menggunakan dalang sebagai penuturnya disebut wayang. Olehkarena itu terdapat wayang golek, wayang beber, dan lain-lain. Pengecualian terhadapwayang orang yang tiap boneka wayang tersebut diperankan oleh aktor dan aktris sehinggamenyerupai pertunjukan drama.r Wayang adalah seni tradisional Indonesia yang terutama berkembang di Pulau Jawadan Bali. Pertunjukan wayang telah diakui oleh UNESCO pada tanggal 7 November 2003,sebagai karya kebudayaan yang mengagumkan dalam bidang cerita narasi dan warisan yangindah dan sangat berharga (Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity).Sejarah Asal-usul wayangDi awalnya, wayang adalah bagian dari kegiatan religi animisme menyembah 'hyang',itulah intinya. Dilakukan antara lain di saat-saat panenan atau taneman dalam bentuk upacararuwatan, tingkeban, ataupun 'merti desa agar panen berhasil atau pun agar desa terhindar darisegala mala petaka.Di tahun (898 - 910) M, lakon wayang sudah menjadi wayang purwa. Namun tetapmasih ditujukan untuk menyembah para sanghyang seperti yang tertulis dalam prasastiBalitung:³sigaligi mawayang buat hyang, macarita bhima ya kumara´³Menggelar wayang untuk para hyang. Menceritakan tentang bima sang kumara´
 
Di jaman mataram hindu ini, ramayana dari india berhasil dituliskan dalam bahasa jawa kuna (kawi). Pada masa raja darmawangsa, 996 - 1042 M, mahabharata yang berbahasasansekerta delapan belas parwa dirakit menjadi sembilan parwa bahasa jawa kuna. Laluarjuna wiwaha berhasil disusun oleh mpu kanwa di masa Raja Erlangga. Sampai di jamankerajaan kediri dan raja jayabaya, mpu sedah mulai menyusun serat bharatayuda yang laludiselesaikan oleh mpu panuluh. Tak puas dengan itu saja, mpu panuluh lalu menyusun serathariwangsa dan kemudian serat gatutkacasraya.Menurut serat centhini, sang jayabaya lah yang memerintahkan menuliskan ke rontal(daun lontar, disusun seperti kerai, disatukan dengan tali)Di jaman awal majapahit wayang digambar di kertas jawi dan sudah dilengkapidengan berbagai hiasan pakaian. Masa-masa awal abad sepuluh bisa kita sebut sebagaiglobalisasi tahap satu ke tanah jawa. Kepercayaan animisme mulai digeser oleh pengaruhagama hindu yang membuat 'naik'-nya pamor tokoh 'dewa' yang kini 'ditempatkan' berada diatas 'hyang'. Abad duabelas sampai abad limabelas adalah masa 'sekularisasi' wayang tahapsatu yaitu dengan mulai disusunnya berbagai mithos yang mengagungkan para raja sebagaiketurunan langsung para dewa. Abad limabelas adalah dimulainya globalisasi jawa tahap dua.Kini pengaruh budaya islam yang mulai meresap. Kemudian pada awal abad keenambelas berdirilah kerajaan demak ( 1500 - 1550 M ) yang ternyata banyak kaidah wayang yang berbenturan dengan ajaran islam. Maka raden patah memerintahkan mengubah beberapaaturan wayang yang segera dilaksanakan oleh para wali secara gotongroyong. Wayang beber karya prabangkara (jaman majapahit) segera direka-ulang dibuat dari kulit kerbau yangditipiskan. Sebagai catatan, di wilayah kerajaan Demak masa itu, sapi tidak boleh dipotonguntuk menghormati penganut hindu yang masih banyak agar tidak terjadi kerusuhan berthema sara. Lalu gambar dibuat menyamping, tangan dipanjangkan, dan digapit dengan penguat tanduk kerbau. Sunan bonang menyusun struktur dramatika-nya. Sunan prawatamenambahkan tokoh raksasa dan kera serta menambahkan beberapa skenario cerita. Raden patah menambahkan tokoh gajah dan wayang prampogan. Sunan kalijaga mengubah sarana pertunjukan yang awalnya dari kayu kini terdiri dari batang pisang, blencong, kotak wayang,dan gunungan. Sunan kudus kebagian tugas men-dalang. Pada masa sultan trenggana, bentuk wayang semakin dipermanis lagi. Mata, mulut, dan telinga mulai ditatahkan yang tadinyahanya digambarkan di kulit kerbau tipis. Susuhunan ratu tunggal, pengganti sultan trenggana,tidak mau kalah. Dia ciptakan model mata liyepan dan thelengan. Selain wayang purwa sangratu juga memunculkan wayang gedhog yang hanya digelar di lingkungan dalam keratonsaja. Sementara untuk konsumsi rakyat jelata, sunan bonang menyusun wayang damarwulan.
 
Z
aman kerajaan pajang memberikan ciri khas baru. Wayang gedhog dan wayang kulit mulaiditatah tiga dimensi. Bentuk wayang semakin ditata : raja dan ratu memakai mahkota/topong,rambut para satria mulai ditata, memakai praba, dan mulai ditambahkan celana dan kain. Di jaman ini pula lah sunan kudus memperkenalkan wayang golek darikayu. Sedang sunankalijaga menyusun wayang topeng dari kisah-kisah wayang gedog. Dengan demikian wayanggedog pun sudah mulai memasyarakat di luar keraton.Jenis-jenis wayangWayang terdiri dari banyak jenis. Tidak hanya wayang kulit atau golek saja yangdikenal populer dalam masyarakat. Jenis-jenis tersebut adalah : Wayang kulit, Wayang golek,Wayang Thengul Bojonegoro, Wayang Krucil, Wayang Purwa, Wayang Beber, WayangOrang, Wayang gedog, Wayang Sasak, Wayang calonarang, Wayang wahyu, Wayangmenak, Wayang klitik, Wayang suluh, Wayang papak, Wayang madya, Wayang Parwa,Wayang sadat, dan Wayang kancil.Wayang KulitWayang kulit adalah seni tradisional Indonesia, yang terutama berkembang di Jawadan di sebelah timur semenanjung Malaysia seperti di Kelantan dan Terengganu. Wayangkulit dimainkan oleh seorang dalang yang juga menjadi narator dialog tokoh-tokoh wayang,dengan diiringi oleh musik gamelan yang dimainkan sekelompok nayaga dan tembang yangdinyanyikan oleh para pesinden. Dalang memainkan wayang kulit di balik kelir, yaitu layar yang terbuat dari kain putih, sementara di belakangnya disorotkan lampu listrik atau lampuminyak (blencong), sehingga para penonton yang berada di sisi lain dari layar dapat melihat bayangan wayang yang jatuh ke kelir. Untuk dapat memahami cerita wayang(lakon), penonton harus memiliki pengetahuan akan tokoh-tokoh wayang yang bayangannya tampil dilayar.Fungsi Wayang1.
 
Fungsi religius.Pada awalnya wayang diciptakan oleh manusia adalah sebagai alat pemenuhankebutuhan religiusnya. Manusia zaman dahulu, mementaskan wayang (yang bentuknya tidak seperti kita kenal sekarang) untuk memuja dan mempertemukan mereka dengan roh-rohnenek moyang. Kepercayaan yang seperti demikian disebut Animisme. Lalu untuk zamansekarang, wayang masih dikaitkan dengan nilai-nilai religius. Masih sering kali sebelum pementasan wayang ada sesajen tertentu yang harus dibuat. Contoh yang lebih nyata lagidengan adanya upacara ruwatan dengan tujuan membuang sial yang mengharuskan adanya pertunjukan wayang.

Activity (28)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
ocuaboe liked this
Rangga Ferry liked this
Rangga Ferry liked this
Ari Gustama liked this
Ari Gustama liked this
Ari Gustama liked this
Dekika Alfiani liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->