You are on page 1of 12

-*- Mustafa Kemal Ataturk Sang Penjagal Khilafah -*-

by : Indra al Fatih

Bumi Alla...h, 23 Juni 2010


Bismillahirrahmanirrahim..............

MediaIslamNet.Com–Terjagalnya Khilafah tanpa daya pada bulan 28 Rajab 1342 H


bertepatan dengan 3 Maret 1924 M bukanlah terjadi dengan sekejap mata. Sebagaimana
kebaikan yang perlu proses untuk terjadinya, keburukan pun demikian, membutuhkan
proses. Mustafa Kemal Ataturk menjagal Khilafah juga bukan proses sekejap, perlu
proses yang panjang. Proses itu dimulai ketika pada awal abad ke-19 M kaum muslimin
mulai meninggalkan al-Qur`an dan as-Sunnah untuk memecahkan masalah-masalah
mereka, dan tertarik dengan ideologi
Liberal yang menggiurkan nafsu manusia.

Liberalisasi di Eropa Barat

Setelah mengalami Renaisance abad ke-15 M, masyarakat Eropa Barat bersepakat untuk
memisahkan agama dari kehidupan alias menganut faham sekulerisme. Sekulerisme ini
dikristalkan oleh John Locke filosof Inggris menjadi ideologi Liberal, sebuah ideologi
yang menempatkan manusia bebas dari ikatan apa pun, baik ikatan agama ataupun selain
agama. Liberal dalam beragama, berekonomi, liberal berpolitik, seksualitas, liberal dalam
segala hal. Ideologi inilah yang akan menghantarkan Barat kepada kebangkitannya,
walau kebangkitan yang semu.

Semangat Liberalisme ini mendorong pecahnya Revolusi Perancis tahun 1789 yang
mengusung jargon ”Liberte, Egalite, dan Fraternite”. Revolusi Perancis berhasil
menjauhkan agama dalam hal ini gereja dari masyarakat, negara maupun politik. Di awal
abad ke-19 M, Perancis muncul menjadi paling kuat dan maju, menjadi negara nomor
satu di dunia di bawah pimpinan Napoleon Bonaparte.

Khilafah Turki Utsmani Melirik Liberalisme

Sementara itu, Khilafah Turki Utsmani masih mengalami kemandegan berpikir akibat
terhentinya ijtihad dan mulai melirik ideologi Liberal yang sedang berkembang pesat di
Eropa Barat. Kemajuan teknologi akibat revolusi Industri telah menyilaukan mata,
sehingga tidak bisa membedakan mana teknologi yang bisa diambil ari bangsa manapun,
dan mana peradaban yang harus disaring.

Tahun 1828 di masa Sultan Mahmud II, pemikiran dan sistem sekuler mulai merasuk ke
tubuh khilafah. Tahun 1876 M Gerakan Turki Muda yang tergila-gila dengan ideologi
liberal berhasil memaksa Sultan Abdul Hamid II menerima Konstitusi 1876, sebuah
konstitusi sekuler. Sejak itu, tanda-tanda keruntuhan Khilafah mulai di depan mata.
Sekeliling khalifah sudah dipadati dengan orang-orang yang berideologi sekuler liberal,
yang dipimpin oleh Perdana Mentrinya sendiri, Midhat Pasya si pemabok.
Mustafa Lahir

Pada kondisi Khilafah sedang sakit ideologi inilah Mustafa Kemal Atatürk
yang akan menjadi penjagal Khilafah dilahirkan. Tepatnya tanggal 12
Maret 1881. Nama aslinya Mustafa. Ia dilahirkan di Salonika (sekarang
di Yunani). Saat itu Yunani berada di dalam wilayah Khilafah Turki Utsmani. Ayah
Mustafa bernama Ali Riza yang meninggal saat putranya
berumur 7 tahun. Ibu Mustafa bernama Zubeyde Hanim, seorang muslimah taat yang
berharap Mustafa menjadi ulama yang faqih.

Namun Mustafa berbeda pendirian. Ia menjadi remaja pemberontak melawan segala


bentuk peraturan. Ia kasar, dan kurang ajar pada gurunya. Di depan kawannya, ia sangat
arogan dan penyendiri.

Akhirnya pada usia dua belas tahun Mustafa dimasukkan ke akademi militer di Salonika.
Ia ikut seleksi dan lulus jadi kadet.

Di militer, nampaknya Mustafa menemukan dunianya. Ia mampu menunjukkan prestasi


akademik yang bagus, sehingga salah satu pelajar menjulukinya “Kemal” yang berarti
kesempurnaan. Sejak itu ia panggil Mustafa Kemal.

Mustafa Dicekoki Ideologi Liberal

Pada usia 14 tahun, Mustafa Kemal pindah ke sebuah akademi di Monastir.

Saat-saat liburannya di Salonika, Mustafa Kemal senang berkunjung ke


tempat-tempat hiburan Eropa dimana para wanita tidak mengenakan cadar, menyanyi,
berdansa, dan duduk di meja bersama laki-laki. Mustafa Kemal senang minum-minuman
keras.

Dalam pergaulan, Mustafa Kemal banyak bersandar pada teman-temannya para pendeta
Macedonia yang sengaja ”menangkapnya”. Para pendeta Macedonia inilah yang
mengajarkan dasar-dasar bahasa Perancis bersama seorang teman Mustafa dari
Macedonia yang bernama Fethi. Keduanya diajari buku-buku karya pemikir-pemikir
liberal seperti Voltaire, Rousseau, Thomas Hobbes, dan John Stuart Mill, serta buku-
buku lainnya. Hingga akhirnya, Mustafa mengarang syair yang mendengung-dengungkan
nasionalisme dan berpidato
di depan akademi militer. Mustafa berbicara kepada mereka tentang
kerusakan sultan sebelum dia berumur 20 tahun.

Mustafa Kemal kemudian ditempatkan di Istambul. Di sana dia menjadi pengunjung rutin
rumah Madame Corinne, seorang janda Italia yang hidup di Pera, sebuah distrik kota
yang telah mengalami Westernisasi. Ia pun hanyut dalam minum-minuman keras,
bermain judi, dan bersenang-senang dengan musik.

Setelah mencapai nilai tertinggi dalam ujian akhir, Mustafa lulus dengan gelar
kehormatan pada Januari 1905 sebagai kapten.

Mustafa menjadi atase militer di Sofia.

Saat itu, Mustafa Kemal bergabung dengan perkumpulan mahasiswa nasionalis, yang
dikenal sebagai Vatan (yang artinya Tanah Air). Para anggotanya menganggap dirinya
kelompok revolusioner yang menentang pemerintahan Sultan Abdul Hamid II, yang
memberangus segala pemikiran “liberal” yang merongrong pemerintahan Islam.
Kelompok ini selalu menyalahkan Islam yang dianggap membuat Turki terbelakang dan
terus-terusan menyebarkan kebencian terhadap syari’at yang dianggap kolot, serta
menjadikan ajaran-ajaran sufi sebagai tertawaan. Anggotanya bersumpah melengserkan
sultan dan menggantinya dengan sistem pemerintahan Barat dengan konstitusi dan
parlemen, menghancurkan otoritas para ulama, menghapus
jilbab dan kerudung, serta mendeklarasikan kesetaraan gender. Tak lama bergabung,
Mustafa Kemal menjadi pemimpinnya.

Mustafa diundang untuk menghadiri salah satu pertemuan di sebagian rumah-rumah


orang Yahudi yang memiliki kewarganegaraan Italia dan organisasi-organisasi
Freemasonry Italia. Turki Muda menjadikan perlindungan yang diberikan kepada Yahudi
ini sebagai tameng. Mereka mendapat bantuan finansial dalam jumlah yang sangat besar
dari berbagai pihak. (Bersambung)

*) Penulis Naskah VCD Sejarah Daulah Khilafah Islamiyah, VCD Sejarah


Pornografi, Erotisme dan Seks Bebas, dan buku Kapitalisme, The Satanic Ideology
---------------------------------------------------------------------------------------------
Sumber Bacaan:

Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah. Ali Muhammad Ash-Shalabi. (ad-Daulah


al-‘Utsmaaniyyah ‘awaamilut tahwidh wa asbaabus suquuth. Maktabah Al-Iman).
Pustaka al-Kautsar. Jakarta. 2003.

Konspirasi Barat Meruntuhkan Khilafah Islam. Abdul Qadim Zallum. (Terjemahan How
The Khilafah Destroyed. Khilafah Publication. London). Al-Izzah. Bangil.2001.

Para Pengkhianat. Maryam Jameelah. (Terjemahan Traitrors of Islam in Islam and


Modernism. www.khilafah.org). 2003. Pustaka Thariqul Izzah. Bogor. 2003.

Rahasia Kehidupan Seksual Para Diktator Besar. Nigel Cawthorne. (Terjemahan Sex
Lives of The Great Dictators. Carlton Books. London). Penerbit Alas Publishing.
Yogyakarta. 2007

Sejarah Para Khalifah. Hepi Andi Bastoni. Pustaka al-Kautsar. Jakarta. 2008.

www.wikipedia.org (min)
---------------------------------------------------------------------------------------------
MediaIslamNet.Com–Tahun 1908 M Kaum nasionalis sekuler, Turki Muda, melakukan
revolusi.Revolusi ini dalam rangka merongrong Sultan Abdul Hamid II yang menentang
konstitusi 1876 yang sekuler dan selalu menyerukan kembali ke Syari’at Islam.

Pema’zulan Sultan Abdul Hamid II

Akhirnya pada tanggal 26 April 1909 M Turki Muda yang berkomplot dengan Syaikhul
Islam, Mohammad Dia’ uddin Afandi, berhasil memberhentikan Sultan Abdul Hamid II,
seorang khalifah yang saleh dan lembut. Sejak saat itu Khilafah Utsmaniyah dikuasai
kaum nasionalis Turki.

Setelah pemberhentian Sultan Abdul Hamid II banyak orang mulai menulis buku baik
berbahasa Inggris, Arab maupun Turki, yang memfitnah dan menyerang Sultan Abdul
Hamid II. Mereka memfitnah Sultan Abdul Hamid II sebagai orang yang menjadikan
Daulah Utsmani tenggelam semakin dalam dan menampilkan Turki Muda sebagai
pahlawan.

Dalam buku-buku sejarah Indonesia yang ditulis oleh kaum sekuler, Gerakan Turki Muda
ini disebut-sebut sebagai gerakan untuk mencapai perbaikan nasib menentang Sultan
Abdul Hamid II yang mereka sebut sebagai Kaum Kolot. Gerakan Turki Muda ini
dianggap sebagai pemicu pergerakan nasionalis sekuler di Indonesia.

Setelah Sultan Abdul Hamid II diberhentikan, tahun 1909 M Sultan Muhammad Risyad
menggantikannya sebagai Khalifah Turki Utsmani. Namun pemerintahannya sebenarnya
sudah tidak berarti karena
dibawah perintah Turki Muda.

Di tubuh Turki Muda sendiri terjadi perpecahan. Mustafa Kemal akhirnya meninggalkan
Turki Muda dan kembali menekuni kemiliteran 10 tahun berikutnya seperti sebelumnya.
Berkat pribadi keras dan kecerdasannya, ia merengkuh banyak kekuasaan politik.Ia
habiskan malam dengan mengadakan rapat rahasia untuk merencanakan
makar, yang diharapkan menghasilkan kekuasaan absolut baginya.

Khilafah Turki Utsmani Terseret Perang Dunia I

Tahun 1914 Pecah Perang Dunia Pertama. Jerman yang menguasai minyak di Irak dan
mengancam sumber minyak Inggris di Iran dan Jazirah Arab, dengan kekuatan besar
berambisi menguasai dunia. Inggris, Perancis dan Rusia pun bersekutu mengumumkan
perang melawan Jerman. Selain beraliansi dengan Austria, Jerman membujuk Khilafah
Turki Utsmani untuk ikut Perang Dunia I melawan Sekutu.

Tahun 1918 Jerman dan Austria-Hungaria dituntut meletakkan senjata. Maka berakhirlah
Perang Dunia I. Kemenangan akhirnya ada di pihak Sekutu. Setelah Rusia keluar dari
persekutuan dan AS kembali ke politik isolasinya, tinggallah Inggris dan Perancis
membagi-bagi wilayah Khilafah Utsmani.
Ketika Inggris menduduki Istambul, ibukota Khilafah Utsmaniyah Mustafa Kemal
melarikan diri ke Anatolia, tempat ia memulai perjuangan untuk pembebasan Turki.
Kebiasaan berzina diteruskan Kemal pada para wanita pemburu cinta, yang berkeliaran di
sekitar garnisun.

Mustafa Kemal Menjadi Pahlawan Boneka

Untuk mengakhiri Khilafah Utsmani hingga ke akar-akarnya Barat membuat skenario


busuk namun licin. Mereka akan melahirkan seorang pahlawan boneka yang bisa
dijadikan partner pasukan sekutu. Pahlawan ini akan menjadi harapan umat Islam yang
sedang dilanda keputusasaan. Pilihan mereka jatuh kepada Mustafa Kemal.

Intelijen-intelijen Inggris berhasil menemukan ”impian mereka” yang telah lama


didambakan dalam pribadi Mustafa Kemal, seorang yang memiliki watak diktator.
Hubungan antara intelijen Inggris dan Kemal dilakukan melalui perantaraan seorang
intelijen bernama Amstrong yang memiliki hubungan dekat dengan Kemal.

Skenario ini dilaksanakan. Di akhir Perang Dunia I Mustafa Kemal memimpin pasukan
pertahanan Turki melawan Pasukan Sekutu Eropa dan Yunani yang menguasai Izmir.
Mustafa Kemal mendengungkan
spirit Jihad di Turki, mengangkat al-Qur`an dan membuat orang-orang
Inggris menarik diri tanpa terjadi bentrokan senjata apa pun.

Tanpa mengalami banyak kesulitan, Mustafa Kemal berhasil menguasai beberapa tempat
strategis. Dunia Islam menyambutnya dengan penuh antusias dan memberinya gelar
”ghazi” (panglima perang yang gagah dan tanpa tanding). Saat Yunani kalah dan Turki
menang, rakyat mabuk kemenangan, dan memuja Mustafa Kemal sebagai sang
Penyelamat. Ia digelari Pembela Kebenaran. Berbagai pengakuan para diplomat asing
makin meneguhkan kedudukannya sebagai pahlawan Turki melawan Barat. Para khatib
menyambutnya dengan sangat hangat. Para penyair memujinya. Ahmad Syauqi, misalnya
dalam sebuah awal baitnya menyejajarkan Mustafa Kemal dengan Khalid bin Walid si
pedang Allah dengan syairnya.

”Allahu Akbar, betapa banyak penaklukan yang demikian pengagumkan wahai Khalid
Turki, perbaharuilah kepahlawanan Khalid Arab!”

Ya, sebuah skenario jahat yang luar biasa sukses!

Sekarang Mustafa Kemal menjadi seorang panglima militer yang memiliki kedudukan
banyak wanita yang memujanya dengan mengenakan foto Kemal dalam locket di
lehernya. Sebagai pembebas negaranya, Mustafa kemal sudah terbiasa tidur dengan para
wanita yang mau dan bernafsu.

Hingga tahun 1919 M Mustafa Kemal masih bersandiwara. Untuk menutupi


kebenciannya kepada Islam dan untuk meraih simpati rakyat Khilafah. Ketika dia
berhasil menang atas Yunani di Ankara, ia berbicara di hadapan publik,”Sesungguhnya
semua rencana akan diambil tidak dimaksudkan kecuali untuk melindungi kesultanan dan
khilafah serta pembebasan sultan dan negeri ini dari perbudakan orang-orang asing.”

Mustafa Mulai Membuka Topeng

Bulan April 1920 Mustafa Kemal membentuk dan memimpin Majelis Nasional Agung
Turki yang berpusat di Ankara.

Tahun 1922 kaum nasionalis sekuler Turki makin merajela. Sultan Mehmet VI Vahdettin
(Wahiduddin) dijatuhkan. Kelompok nasionalis ini membuat kekuasaan Khalifah
ditiadakan pada tanggal 1 November 1922.

Mulailah Mustafa Kemal menampakkan kebenciannya kepada Islam. Pada tanggal 19


November 1922 melalui Majelis Nasional Turki di Ankara, Mustafa Kemal mengangkat
Abdul Majid II menjadi Khalifah menggantikan Muhammad Wahiduddin yang melarikan
diri. Sultan Abdul Majid ini sebenarnya hanya khalifah boneka yang sama sekali tidak
memiliki kekuasaaan apa-apa.

Pada tanggal 29 Oktober 1923 kaum nasionalis sekuler Turki memproklamirkan


berdirinya Republik Turki dengan Mustafa Kemal sebagai presidennya.

Tidak lama berkuasa, ia menyatakan tegas bahwa ia akan menghancurkan puing


reruntuhan Islam dalam kehidupan bangsa Turki. Hanya dengan mengeliminasi segala
hal berbau Islam, Turki bisa ‘maju’ menjadi bangsa modern yang dihormati. Tanpa ragu
Kemal menyerang Islam dan pilarnya.

Pernikahan Mustafa Kemal

Mustafa Kemal akhirnya menikah juga. Ia menikah dengan Latife Usakligil.anak


perempuan Ushakizade Muammer, seorang Smyrna yang kaya dan berminat pada
perkapalan dan perdagangan intgernasional. Meskipun Latife orang turki yang berkulit
zaitun dan memiliki mata gelap dan besar, namun ia telah belajar ilmu hukum di Eropa
dan berbahasa Perancis seperti wanita Perancis. Mereka menikah di rumah ayah Latife
dengan gaya Eropa sebagai upaya untuk menghapuskan adat-adat yang Islami. Dalam
perkawinan Islam,pengantin laki-laki dan perempuan tidak boleh saling bertemu sampai
setelah upacara akad nikah selesai. Namun, Kemal dan Latife melanggar tradisi dan
mengucapkan janji setia mereka sambil duduk di atas bangku.

Setelah itu Kemal mengajak istrinya melakukan perjalanan bulan madu, dengan
memanfaatkan isterinya sebagai contoh dalam kampanyenya untuk menggalakkan
emansipasi terhadap wanita Turki. ”Itulah cara untuk memperlakukan seorang wanita,”
katanya, dengan menunjuk Latife yang berdiri di sampingnya dengan mengenakan
celana. Memamerkan isteri barunya dengan cara yang tidak lazim semacam itu menyulut
kemarahan bagi kalangan Islam yang mereka sebut tradisionalis di antara lawan-lawan
politiknya, khususnya ketika Latife tampil mengenakan gaun pendek yang
mempertontonkan bagian-bagian tubuh secara terbuka pada berbagai acara pesta besar.
(Bersambung)

*) Penulis Naskah VCD Sejarah Daulah Khilafah Islamiyah, VCD Sejarah Pornografi,
Erotisme dan Seks Bebas, dan buku Kapitalisme, The Satanic Ideology

---------------------------------------------------------------------------------------------

Sumber Bacaan:

Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah. Ali Muhammad Ash-Shalabi. (ad-Daulah


al-‘Utsmaaniyyah ‘awaamilut tahwidh wa asbaabus suquuth. Maktabah Al-Iman).
Pustaka al-Kautsar. Jakarta. 2003.

Konspirasi Barat Meruntuhkan Khilafah Islam. Abdul Qadim Zallum. (Terjemahan How
The Khilafah Destroyed. Khilafah Publication. London). Al-Izzah. Bangil. 2001.

Para Pengkhianat. Maryam Jameelah. (Terjemahan Traitrors


of Islam in Islam and Modernism. www.khilafah.org). 2003. Pustaka
Thariqul Izzah. Bogor. 2003.

Rahasia Kehidupan Seksual Para Diktator Besar. Nigel Cawthorne. (Terjemahan Sex
Lives of The Great Dictators. Carlton Books. London). Penerbit Alas Publishing.
Yogyakarta. 2007

Sejarah Para Khalifah. Hepi Andi Bastoni. Pustaka al-Kautsar. Jakarta. 2008.

www.wikipedia.org

---------------------------------------------------------------------------------------------

MediaIslamNet.Com–Tahun 1340 H/ 1923 M Mustafa Kemal menandatangani perjanjian


dengan negara-negara Barat yang dikenal dengan nama Perjanjian Luzan (lausane).
Perjanjian itu mewajibkan Turki menerima beberapa syarat yang dikenal dengan nama
syarat Karzun (Curzon) yang empat. Karzun adalah ketua delegasi Inggris dalam
pertemuan Luzan. Empat syarat itu:

Pemutusan Turki dari semua hal yang berhubungan dengan Islam.


Penghapusan Khilafah Islam untuk selama-lamanya.Mengeluarkan Khalifah dan para
pendukung Khilafah dan Islam dari negeri Turki serta mengambali harta khalifah.
Mengadopsi undang-undang sipil sebagai pengganti undang-undang Turki yang
lama.Mustafa Menjagal Khilafah

Dan tanggal 3 Maret 1924 Mustafa Kemal pun memulai proses penjagalan Khilafah yang
tanpa daya. Ia memanggil semua anggota Majelis Nasional untuk mengadakan
pertemuan. Malam-malam sebelumnya, Mustafa Kemal berusaha membungkam suara
penentangnya dengan mengancam dengan hukuman mati bagi para pengkritik
pendapatnya. Mustafa Kemal mengusulkan pada Majelis Nasional proyek pembubaran
khilafah yang dia sebut sebagai ”bisul sejak Abad Pertengahan” untuk selamanya dan
mendirikan negara
Turki sekuler. Keputusan pun diambil tanpa perdebatan. Keputusan
mencakup pembuangan Khalifah pada hari berikutnya ke Swiss. Maka obor khilafah pun
padam, di tangan Mustafa Kemal.

Berita Pembubaran Khilafah ini memunculkan kegundahan di seluruh dunia Islam.


Karena bagaimana pun selama ini Istambul merupakan lambang kekuatan politik bagi
dunia Islam. Penyair Syauqi yang sebelumnya memuji Mustafa Kemal, meratap sedih
atas peristiwa yang terjadi. Di Indonesia,.kelompok modernis, seperti al-Irsyad,
Muhammadiyah, Persis, Sarekat Islam dan Kelompok tradisi yang nantinya mendirikan
Nahdhatul Ulama bersepakat untuk menegakkan kembali khilafah. Mereka membentuk
Komite Khilafah tanggal 4 Oktober 1924 di Surabaya dengan ketua Wondosudirdjo dari
Sarekat Islam dan wakil ketua K.H. Abdul Wahab Hasbullah tokoh pendiri Nahdhatul
Ulama sebagai utusan dalam kongres Khilafah di Mesir.

Mustafa Mengubur Peradaban Islam

Sementara itu di Turki, setelah sukses menjagal Khilafah, mulailah Mustafa Kemal
mengubur peradaban Islam dari bumi Turki.

Tahun 1925 M/ 1344 H masjid-masjid ditutup dan pemerintah memberangus semua


gerakan keagamaan dengan segala kebengisannya..

Tahun itu juga, Latife yang minta diperlakukan dan dihormati sebagaimana mestinya
seorang istri, dengan kasar diceraikan oleh Mustafa Kemal dan diusirnya.

Setelah bercerai, Mustafa menjadi lelaki tak tahu malu dan tak mengenal batas. Ia
menjadi peminum berat dan tak bisa lepas dari miras. Sejumlah lelaki muda tampan, istri,
dan putri pendukungnyapun menjadi objek pemuas syahwat dan korban agresi vital
nafsunya, sampai ia menderita penyakit kelamin.

Sementara itu, gemuruh kaum oposisi Turki mulai menderu. Gemuruh itu akhirnya
meledak pada 1926, ketika suku Kurdi gunung melancarkan pemberontakan bersenjata
melawan rezim Kemalis. Mustafa Kemal tak buang waktu.Seluruh suku Kurdistan di
Turki dibinasakan dengan bengis, desa dibakar, ternak dan hasil panen dihancurkan,
perempuan dan anak-anak diperkosa dan dibantai. 46 kepala suku Kurdi digantung di
depan umum. Dan terakhir, mengeksekusi Syekh Said, pemimpin suku Kurdi.

Tahun 1926/ 1345 M Syariah Islam diganti dengan hukum sipil yang diadopsi dari
hukum Swiss.

Tahun itu juga Penanggalan Hijriyah diganti dengan penanggalan masehi sehingga angka
tahun 1345 H dihapus di seluruh Turki dan diganti dengan 1926 M.

Tahun 1928 M/ 1347 H Teks undang-undang menghapus Turki sebagai pemerintahan


Islam. Teks sumpah yang diucapkan para pejabat pemerintah saat dilantik yang
sebelumnya bersumpah dengan nama Allah diganti dengan hanya mengucapkan ”Dengan
kehormatan mereka, mereka akan menunaikan kewajiban.”

Tanggal 1 November 1928 dibuat UU tentang pengambilan dan penerapan alfabet (Latin)
serta pelarangan tulisan Arab.

Tahun 1929 M/ 1348 H. Pemerintah mulai mewajibkan secara paksa untuk menggunakan
huruf-huruf latin dalam penulisan bahasa Turki sebagai ganti huruf Arab yang dipakai
sebelumnya. Pengajaran bahasa Arab dan Persia dihapuskan dari seluruh fakultas. Buku-
buku yang terlanjur dicetak dalam huruf Arab diekspor ke Mesir, Persia dan India.
Pemerintah Turki ingin memutus hubungan Turki dengan masa lalu
keislaman mereka, juga memutus hubungan Turki dengan kaum muslimin di seluruh
negeri Arab dan negeri Islam lainnya.

Tahun 1931-1932 M/1350-1351 H pemerintah membatasi jumlah masjid. Mustafa Kemal


terus mencerca masjid-masjid. Dia menutup masjid utama di Istambul dan mengubah
Masjid Aya Shofia menjadi museum, sedang Masjid al-Fatih dijadikan gudang!

1933 M/ 1352 H Fakultas Syariah di Universitas Istambul ditutup. Pemerintah juga


menghapus pendidikan agama di sekolah-sekolah khusus.

Mustafa Kemal meniupkan ruh nasionalisme ke tengah-tengah bangsa Turki dengan


selalu mendengung-dengungkan. ”Sesungguhnya Turki adalah pemilik peradaban yang
paling tua di dunia. Sudah tiba saatnya kini untuk diambil kembali dan menggantikan
peradaban Islam.”

Tahun itu juga Mustafa Kemal melalui Majelis Nasional (National Assembly) kemudian
menyandangkan gelar Ataturk pada dirinya, yang berarti Bapak orang-orang Turki.

Mustafa Kemal Ataturk memerintahkan penerjemahan al-Qur`an ke dalam bahasa


Turki,sehingga kehilangan makna-maknanya dan cita rasa bahasanya. Puncaknya,dia
memerintahkan agar adzan dilakukan dengan menggunakan bahasa Turki!

Tanggal 3 Desember 1934 dibuat UU tentang larangan memakai busana tradisional yang
Islami.

Pemerintah memerintahkan kaum wanita untuk menanggalkan jilbab dan membiarkan


mereka berkeliaran dimana-mana tanpa mengenakan jilbab. Pemerintah juga
menghapuskan kepemimpinan kaum lelaki atas wanita dengan semboyan demi kebebasan
dan kesetaraan jender. Pemerintah mendorong diselenggarakannya pesta-pesta tari dan
drama-drama yang menggabungkan lelaki dan perempuan.
Tahun 1935 M Pemerintah Turki mengubah hari libur resmi Jumat menjadi hari Minggu
yang dimulai Sabtu Zhuhur hingga Senin pagi.

Pengaruh Mustafa Kemal ke Dunia Islam

Langkah-langkah yang diambil Mustafa Kemal ini memiliki dampak yang luas di
Mesir,Afghanistan, Iran, India dan Turkistan serta kawasan dunia Islam lainnya,
termasuk Indonesia. Langkah-langkah ini memberi peluang bagi kalangan yang menyeru
pada westernisasi dengan menjadikan Turki sebagai teladan utama saat menyatakan
tentang kemajuan dan kebangkitan.Media-media yang orientasinya memusuhi Islam
menyambut gembira apa yang dilakukan oleh Mustafa Kemal Ataturk. Media-media itu
menyebarkan apa yang dikatakan oleh Ataturk dengan ungkapannya, ”Turki baru, sama
sekali tidak memiliki hubungan apa pun dengan agama.” Atau, saat lain ia memegang al-
Qur`an di tangannya dan dengan congkaknya menyatakan,
”Sesungguhnya kemajuan bangsa-bangsa tidak mungkin dilakukan dengan menerapkan
hukum-hukum dan kaidah-kaidah yang telah berlalu beberapa abad lamanya.”
Na’udzubillahi min dzalik!

Mustafa Kemal yang telah murtad ini selalu berkoar di mimbar-mimbar agar rakyat Turki
meniru apa yang ada di Barat Salibis dan mengajak pada kebebasan yang berbau
kekufuran bagi kalangan wanita Turki. Mustafa mengajak pada degradasi akhlak dengan
anggapan bahwa minum minuman keras, judi dan perzinahan tak lain sebagai gambaran
dari tingginya peradaban dan kemajuan.

Setelah menghukum mati teman-teman yang dulu seperjuangan dengannya, kini Mustafa
Kemal jadi diktator absolut bagi Turki sekuler.

Kematian Mustafa Kemal

Tahun 1938 M,kesehatan Mustafa Kemal Ataturk memburuk, dan meninggal dunia pada
tanggal 10 November 1938/ 1356 H dalam kondisi terkena penyakit pengerasan hati
(cirrhosis) akibat kecanduan alkohol.

Demikianlah, akhir hayat seorang diktator sekuler liberal penjagal Khilafah. Mustafa
Kemal Ataturk la’natullah ’alaihi.

Demikianlah,walau Mustafa Kemal Ataturk telah binasa, namun kader-kader dan


pendukungnya di berbagai negeri, termasuk di Indonesia masih banyak. Sejarah tentang
Mustafa Kemal Ataturk banyak yang disembunyikan dan diputarbalikan. Mustafa Kemal
Ataturk ditulis sebagai seorang pahlawan, dan sebaliknya Khilafah yang ia jagal
digambarkan dengan gambaran yang sangat kelam. Tugas kita semua meluruskan
penyimpangan sejarah ini, agar anak cucu kita tak salah menilai siapa Mustafa Kemal
Ataturk ini.Amin.[SELESAI]

*) Penulis Naskah VCD Sejarah Daulah Khilafah Islamiyah, VCD Sejarah Pornografi,
Erotisme dan Seks Bebas, dan buku Kapitalisme, The Satanic Ideology
---------------------------------------------------------------------------------------------

Sumber Bacaan:

Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah. Ali Muhammad Ash-Shalabi. (ad-Daulah


al-‘Utsmaaniyyah ‘awaamilut tahwidh wa asbaabus suquuth. Maktabah Al-Iman).
Pustaka al-Kautsar. Jakarta. 2003.

Konspirasi Barat Meruntuhkan Khilafah Islam. Abdul Qadim Zallum. (Terjemahan How
The Khilafah Destroyed. Khilafah Publication. London). Al-Izzah. Bangil. 2001.

Para Pengkhianat. Maryam Jameelah. (Terjemahan Traitrors


of Islam in Islam and Modernism. www.khilafah.org). 2003. Pustaka
Thariqul Izzah. Bogor. 2003.

Rahasia Kehidupan Seksual Para Diktator Besar. Nigel Cawthorne. (Terjemahan Sex
Lives of The Great Dictators. Carlton Books. London). Penerbit Alas Publishing.
Yogyakarta. 2007

Sejarah Para Khalifah. Hepi Andi Bastoni. Pustaka al-Kautsar. Jakarta. 2008.

www.wikipedia.org

------------------------------
Diposting Kembali Oleh :
(Admin Mujahid Pena)
------------------------------
by: Mujahid Pena

You might also like