Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
125Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
SISTEM IMUNOLOGI

SISTEM IMUNOLOGI

Ratings: (0)|Views: 5,055 |Likes:
Published by Alfian Nyerap Racun

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Alfian Nyerap Racun on Jul 02, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/12/2013

pdf

text

original

 
SISTEM IMUNOLOGI
Kuliah Bidan Kabupaten Bulungan 2010dr.alfian@yahoo.com
Pendahuluan
Indonesia adalah salah satu Negara yang berada di daerah tropis. Terkait dengan itu maka penyakit infeksiadalah penyakit yang masih mendominasi 10 penyakit terbanyak di sarana layanan kesehatan baik rumah sakit, puskesmas, pustu, poskesdes serta praktek swasta.Penyakit infeksi adalah penyakit yang disebabkan oleh adanya patogen asing yang masuk ke dalam tubuh. Caramasuknya patogen asing tersebut bisa dari berbagai macam port de entry seperti kulit yang rusak, mulut, salurancerna, saluran nafas, dll. Patogen yang dapat memicu terjadinya penyakit juga bermacam-macam, baik virus, bakteri, parasit, toksin, trauma dll. Patogen tersebut biasanya suatu yang mikroskopis dan tak kasat mata sehinggakita sering tidak sadar bahwa ada patogen yang masuk ke dalam tubuh kita. Pada dasarnya patogen tersebut adadisekitar kita (environment), berada mengitari dan mengelilingi kita serta siap melakukan penyerangan terhadaptubuh manusia. Saat patogen (agent) tersebut masuk tubuh, maka dia akan menginvasi tubuh manusia (host). Diaakan berkembang biak, menggandakan diri dalam tubuh, menyebabkan kerusakan dan gangguan pada sistem tubuh.Dia dapat berkembang biak dalam sel tubuh manusia, menggandakan diri didalamnya (patogen Endogen), maupundia membuat kerusakan tanpa masuk ke dalam sel (Patogen Eksogen). Kerusakan serta gangguan tersebut yangdirasakan oleh sang penderita sebagai gejala sakit, baik demam, nyeri, bengkak, bernanah, gangguan gerak dan lain-lain. Bila kerusakan itu lebih luas maka akan dapat menimbulkan infeksi yang lebih luas baik sepsis bahkan sampaikematian. Namun, disisi lain Tuhan Sang Pencipta telah menjadikan tubuh manusia dengan sempurna, diberi-Nyamanusia pertahanan tubuh untuk melawan patogen asing tersebut. Pertahanan tubuh berupa kulit yang tidak mudahditembus oleh patogen asing, mukosa beserta silia yang mengusir patogen asing, refleks batuk dan bersin yangmengusir patogen asing. Bukan itu saja, masih ada pertahanan dalam tubuh yang siap menghadang bila pertahananlini pertama tersebut gagal. Pertahanan tersebut berada di dalam darah berupa Darah Putih (Lekosit) sebagai tentara pertahanan yang siap menghadang serta memusnahkan
invader 
yang akan meneror tubuh seseorang. Sekedar mengingatkan bahwa dalam darah masih ada sel lain yaitu darah putih (Eritrosit) serta Keping darah(Trombosit/Platelet). Perbandingannya adalah sebagai berikut Eritrosit 4-5 juta/mL, Lekosit 4.000-11.000 sel/mLdan Trombosit 150.000-350.000 sel/mL.Tuhan menciptakan pertahanan tubuh tersebut berlapis-lapis, saat pertahanan pertama tidak dapat mengatasi³teroris´ maka pertahanan lapis selanjutnya telah siap menghadapi musuh. Saat kulit yang terdiri dari lima lapisanditembus patogen maka segera lekosit jaringan akan segera memakan patogen tersebut, dilahap secara mentah-mentah. Makrofag serta Neutrofil akan memfagositosis patogen asing. Bukan itu saja masih ada sel Fagosit lainseperti Basofil, Eosinofil serta sel Dendrit yang juga akan melawan patogen asing. Selain itu Makrofag juga akanmerilis (memproduksi) senyawa beracun untuk membunuh patogen asing (dikenal sebagai cytokine). Selain ituterdapat sistem komplemen yang akan teraktivasi oleh adanya patogen dan terjadi kaskade komplemen, dimana hasilakhir kaskade tersebut adalah MAC (Membrane Attack Complexes) yang berguna membuat lubang pada sel yangterinfeksi patogen sehingga sel akan lisis dan mati. Inilah yang dikenal dengan pertahanan tubuh/sistem immuneinnate (alami).Makrofag serta Dendrit selain membunuh patogen, dia juga memberikan ³alarm´ sinyal kepada kawannya (SelT Limfosit). Keduanya berperan sebagai APC (Antigen Presenting Cell) untuk mengenali patogen sebagai Antigenyang ditandai untuk dapat dikenali oleh Sel T Limfosit (dalam hal ini yang berperan adalah T helper). APCmemberitahukan bahwa ada patogen jenis tertentu (misalkan jenis A), informasi tersebut disampaikan kepada Sel TLimfosit (T Helper) untuk kenali. Sel T Helper akan mengenali patogen jenis A, lalu dia akan meneruskan informasitersebut pada sel yang lain agar dapat lebih mudah mengenali patogen jenis A. Informasi disampaikan untuk menggandakan dan memperbanyak sel T Helper, membuat sel B berdifferensiasi menjadi Plasma sel (pabrik Antibodi), membuat makrofag lainya terkaktivasi sehingga lebih mudah membunuh patogen jenis A tersebut. Inilahyang disebut dengan pertahanan tubuh / sistem immune adaptive (didapat). Disebut didapat karena sel T helper padaawalnya tidak mengenali patogen jenis A, namun dengan adanya APC maka tubuh akan mengenali patogen jenis Asebagai antigen, pengenalan ini melalui suatu proses yang didapat karena terpapar oleh patogen jenis A. Bukan itusaja, antigen patogen jenis A akan disimpan dalam memori (baik sel T memori maupun sel B memori), bila suatusaat nanti seseorang terpapar lagi oleh patogen jenis A yang sama maka tubuh akan lebih mudah dan cepat dalammemberantas patogen tersebut.
 
Dengan adanya pertahanan tubuh tersebut maka seseorang secara alami dapat sembuh dari serangan patogenasing bila pertahanan tubuhnya berfungsi dengan baik. Inilah begitu rumit dan sempurnanya pertahanan tubuh yangTuhan ciptakan, Maha Besar dan Sempurna Dia. Patogen asing tak kasat mata yang juga ciptaan-Nya masuk tubuhtanpa kita sadari. Pertahanan tubuh yang Dia ciptakan akan secara otomatis melindungi serta melawan patogen asingtanpa kita perintahkan. Berbagai cara sistem tubuh akan sebisa mungkin melakukan perlawanan terhadap patogenasing. Namun bila pertahanan tubuh tersebut tidak mampu melawan musuh maka pasien akan mengalami sakit yangkadang kala memerlukan bantuan obat dari luar tubuh. Musuh yang begitu kecilnya, mikroskopis serta tak kasatmata serta berupa sel yang sangat sederhana dapat membuat manusia yang diciptakan begitu sempurna dengan berbagai sistem organ dapat terjatuh sakit. Ini menunjukkan bahwa sebuah kelemahan manusia yang kadang seringsombong dan angkuh lupa akan keberadaan-Nya. Dialah yang memberi sakit, maka Dia pula yangmenyembuhkannya.
³S 
empurna, Rumit, Indah, Bukti Kekuasaan, Mengingatkan akan kelemahan´
D
efinisi Imunologi
Imunologi berasal dari bahasa latin yaitu
immunis
:
bebas dari beban kerja/pajak,
logos
:
ilmu. Imunologidiartikan sebagai cabang mikrobiologi yang mempelajari semua aspek respon tubuh berupa kekebalan terhadap penyakit terutama infeksi.
Perkembangan Imunologi:
Tahap perkembangan imunologi terdiri dari 3 tahap
:
 1. Tahap empirik Mithridates Eupatoris VI, Dr. Edward Jenner (1749-1823)2. Tahap ilmiahLouis Pasteur (1822-1895), Pfeifer (1889). Elie Metchnikoff (1845-1916)
:
mekanisme efektor. Fodor (1886), Behring dan Kitasato (1890)
:
imunitas humoral.Wright dan Douglas (1903)
:
opsonin3.
 
Tahap modern
:
JF. A.P. Miller 
:
peran sentral kelenjar timus. Muncul cabang-cabang baru dalamimunologi.1980
:
Benacerraf, Dausset, dan Snell dapat Nobel dengan sistem HLA.1984
:
Milstein dan Kohler memproduksi antibodi monoklonal.1987
:
Susumu Tonegawa dapat Nobel dengan diversitas antibodi.
Sistem Pertahanan Tubuh
Sistem pertahanan tubuh diperankan oleh Darah Putih (Lekosit). Darah Putih sendiri dibagi menjadi 5 jenis,diantaranya
:
 1.
 
Eosinofil2.
 
Basofil3.
 
 Neutrofil (Stab, Segmen)4.
 
Limfosit5.
 
MonositSementara itu pertahanan tubuh manusia / system immune dibagi menjadi 2 jenis, yaitu
:
 1.
 
Innate immunity (alami)2.
 
Adaptive immunity (Acquired / didapat).Secara garis besar dapat dilihat pada grafik berikut ini.
 
 Perbedaan kedua system pertahanan tubuh dapat dilihat pada table berikut ini.
Innate immune system Adaptive immune system
Response tidak spesifik Respon Spesifik thd Patogen & antigenPaparan menimbulkan respon maksimal yangsegeraAda jeda waktu antara eksposur & responmaksimalTanpa memori imun Paparan memicu memori imunDitemukan pada hampir semua makhluk Hanya ada pada Vertebra berahangCell-mediated and Humoral componentsKedua system immune tergantung pada kemampuan keduanya untuk membedakan molekul self-nonself.
Self-Molecule
 
Non-Self Molecule
 
y
 
Komponen normal dari tubuh
y
 
Dapat dibedakan dari substansi asingoleh sistem imun
y
 
Tidak merangsang respon imune
y
 
Dikenali tubuh sebagai bahan asing
y
 
Dikenali sebagai
antigen
(seperti mikroba
:
virus, bakteri, parasite; sel kanker; pollutant, dll)
y
 
Akan merangsang respon imune, karena adanya
epitop
 
 
Antigen
Antigen adalah sebagai pemicu terjadinya respon immune dalam tubuh. Antigen adalah substansi yang berinteraksi dengan sel-sel sistem imun. Dikenal juga sebagai IMUNOGEN, yaitu substansi yang mampumemicu respon imun (humoral/seluler/ humoral & seluler). Kemampuan antigen untuk menstimuli respon imunsangat dipengaruhi
:
 1.
 
Ukuran antigenSemakin besar ukuran molekul antigen, semakin kuat utk merangsang respon imun. Imunogenyang efektif menstimuli respon imun adalah protein dengan BM 100.000 Da sementara molekuldengan ukuran < 10.000 Da biasanya tidak imunogenik.2.
 
Komposisi kimiawiSemakin kompleks susunan kimiawi suatu antigen semakin potent (kuat) menstimuli respon imun.Paling potent adalah protein dan polisakharida sementara yang kurang potent adalah karbohidrat.Asam amino & asam lemak (murni) bukan merupakan imunogen, tapi jika berikatan denganmolekul lain yang potent maka asam amino & lemak dapat menstimuli respon imun.3.
 
Sifat µNon ± self¶Secara normal, sistem imun mampu mengenal apakah suatu sel / substansi µself¶ atau µnon-self¶.Jika suatu substansi dikenali sebagai µnon-self¶, maka akan menstimuli respon imun. Semakin besar perbedaan phylogenetik akan timbul respon imun yang lebih kuat.4.
 
Cara kontak dengan antigenSuatu substansi jika diberikan secara injeksi iv/ sc menstimuli respon imun lebih kuatdibandingkan jika diberikan secara oral. Dosis imunogen yang diperlukan untuk memicu responimun sangat bervariasi.

Activity (125)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Majes Tyti liked this
Putroe2 liked this
murianda liked this
Evi Evi Novianti liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->