Th.VIII/Pekan 3/ Rajab 1431 HTh.VIII/Pekan 1/ Juli 2010 M
Edisi 19
Kelurahan Peduli Informasi
3-KOTA KITA
KOTA BENTENG
Ditunggu RT/RW LS
Dasuki tengah mengantarkan koran KOTA BENTENG ke rumah pengurus RT/RW di Larangan Selatan. (iwan)
LARANGAN
– Bagi Dasuki(35 tahun), pegawai hon-orer Pemkot Tangerangyang bertugas di KantorKelurahan Larangan Se-latan (LS), pendistribusianmingguan
KOTA BENTENG
menjadi salah satu yangharus segera dilakukan-nya. “Karena koran ini di-tunggu-tunggu para pe-ngurus RT-RW di La-rangan Selatan,” katanya,Kamis (24/6). Sebab itu,ketika koran itu datangke kantor kelurahan, diayang dipercaya lurahuntuk mendistribusikan-nya segera mengirim-kannya kembali ke parapengurus RT/RW.Menurutnya pengurusRT/RW di wilayahnyakebanyakan orang-orangsibuk karena bekerja dilokasi yang jauh, namunmereka membutuhkaninformasi Kota Tangeranglewat koran
KOTA BEN- TENG.
“Saya usahakanmengirim koran ke rumahRT/RW, bila orangnya tidak ada di tempat, maka sayaberi pesan agar koran bisadisampaikan kepada orang-nya.” Sebab itu, dia akanmerasa prihatin bila adakelurahan yang tidak tang-gap mendistribusikan koran
KOTA BENTENG
ke RT/RW. Sikap itu, kata dia,secara tidak langsung telahmenghambat informasi. “Sesibuk-sibuknya kitakalau menganggap peker- jaan mengantarkan koranini amanah, maka kita harusmenyampaikanya...” tu-turnya mantap.
(iwan)
Siap DitertibkanPerusahaan Tak ber-IMB& Langgar Sempadan
PUSPEM
- Tindakan tegas berupa penghentiankegiatan perusahaan siap diterapkan Pemkot Tangerangkepada perusahaan yang tidak memiliki IMB danmelanggar garis sempadan jalan (GSJ), garis sempadansungai (GSS), atau melanggar peraturan lainnya.Demikian rekomendasi Rapat Koordinasi PimpinanPemkot Tangerang yang dipimpin Asisten TataPemerintahan Pemkot Tangerang H. Rahmat Hadisbersama Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH),Satpol PP, Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPPT),Bagian Hukum, perwakilan kecamatan, dan kelurahandi ruang Rapat BPPT Gedung Puspem, Jumat (25/6).Dalam rapat itupun dibahas tindak-lanjut hasilpantauan dan inventarisasi lapangan yang dilakukandinas terkait, di antaranya didapati 27 bangunanperusahaan belum memiliki IMB dan 49 bangunanperusahaan melanggar garis sepadan.Selain itu ada dua perusahaan yang saat ini dibawahpengawasan BPLH, yaitu perusahaan pencelupan celana jeans CV CC yang disinyalir membuang limbah tanpa ijinsehingga mengganggu masyarakat sekitar dan telahmendapat surat peringatan 1 dan bengkel pembuatanpagar besi CV KL yang melanggar garis sempadan, tidak memiliki IMB, menyalahi peruntukan bangunan, danmenimbulkan polusi. “Perusahaan-perusahaan itu perlu diberikan shock therapy sebagai pelajaran bagi perusahaan-perusahaanlain, sehingga ke depannya perusahan-perusahaan lainlebih memperhatikan kelestarian lingkungan,”ujarRahmat Hadis.
(imron)
Urus AktaKependudukan Jangan Pakai Calo
TANGERANG
- Kepala Bidang Catatan Sipil DinasKependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang Abdulrahman menghimbau warga yangakan mengurus akta kependudukan tidak perlumenggunakan jasa calo sehingga pengurusannyamenelan biaya cukup besar. “Mengurus melalui calo pun waktunya pun tidak ada kepastiannya,” katanya, belum lama ini. “Lebihbaik datang sendiri ke pusat pelayanan, sehinggabiaya yang dikeluarkan lebih murah sesua ketentuandan waktunya relatif cepat,” tambahnya.Saat ini Disdukcapil terus mensosialisasikanpengurusan akta kependudukan ke kecamatan-kecamatan yang ada di Kota Tangerang. ‘’Untuk sementara ini kita telah melakukan sosialisasi di 5kecamatan. Saya berharap dengan adanyasosialisasi ini masyarakat dapat memahamipelayanan yang sesungguhnya,” kata Ab-durrahman.Sementara Mulyanto, Kepala Bidang Pe-ngendalian Kependudukan Disdukcapil, men- jelaskan saat ini pihaknya tengah memberidispensasi terhadap akta kelahiran dan KTP secaramudah. Untuk akta kelahiran dibawah tahun 2006dapat dilakukan di Kantor Dukcapil, jika kelahirandi atas tahun 2006 maka prosesnya dapat dilakukandi pengadilan.
(imron)
Apel Jatiuwung AjangPenyampaian Informasi
JATIUWUNG
– Setiap harinya bagi para staf di Kecamatan Jatiuwung menjadi kewajibanuntuk mengikuti apel pagi yang dipimpin camatatau sekretaris kecamatan (sekcam) dihalaman kantor kecamatan itu.Dalam apel inilah biasanya Camat Dahlanatau Sekcam Agus Henra memang banyak menyampaikan informasi terkini tentangkebijakan Pemkot Tangerang ataupun pro-gram Kecamatan Jatiuwung. Sehingga tentusaja staf yang tak mengikuti apel akanketinggalan informasi.Misalnya apel Kamis (24/6) pagi, CamatDahlan yang memimpin apel menerangkanmeskipun penilaian Adipura telah selesai, bukanberarti pelaksanaan K-3 tidak lagi dilaksanakandi Jatiuwung. “Telah menjadi kebijakankecamatan kegiatan K-3 terus dilakukandengan tujuan menciptakan budaya bersih.” Sebab itu, camat mengharapkan agaraparatur Kecamatan Jatiuwung untuk tetapmenggelar K-3, termasuk merembeskan danmengajak warga Jatiuwung untuk tetapmenjaga K-3 di wilayahnya masing-masing.Lalu disinggung pula soal upaya penagihanPBB. Jika tahun lalu Jatiuwung mendapatpenghargaan karena lunas PPBB cepat, tahunlalu kurang bagus. Sebab itu, tim penagih PBBagar meningkatkan kinerjanya. Diingatkan pulaagar para lurah terus mengontrol daerah-daerah rawan banjir, jangan sampai banjirmenyengsarakan warga.
(wawan)
Disampaikan Kepala BPLH Hj. Roostiwie dalam Bintek PPLH
Setiap Perusahaan Wajib IPAL
TANGERANG - Seiring tekad Pemkot Tangerang mewujudkan lingkungan yang bersih, hijau, sehat dan nyaman, Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Tangerang menggelar Bimbingan Teknis Pengendalian dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (Bintek PPLH) bagi Perusahaan di Meeting Hall Pondok Selera 2, Selasa (29/6).
Kepala BPLH Kota Ta-ngerang Hj. Roostiwie saatmembuka acara bintek yang diikuti 30 perwakilanperusahaan itu, menga-takan tujuan kegiatan iniuntuk mensosialisasikantindakan persuasif danpreventif, serta pende-katan teknologi dalammewujudkan lingkunganyang bersih dan sehat. “Produk bersih dan ramahlingkungan ini untuk men-cegah terjadinya pen-cemaran lingkungan.” Sebab itu, Roostiwiemembahkan agar ke-30perusahaan terdiri dariperusahaan produksi ma-kanan, karton box, phar-masi, tekstil, keramik, sertarumah sakit, harus ber-upaya mengikuti pence-rahan terkait diterapkannyaUU No. 32/2009 tentangPengelolaan LingkunganHidup.Berdasarkan UU ini, katadia, ditekankan setiapperusahaan harus memilikiinstalasi pengolahan limbah(IPAL). Sanksi hukumnyasangat berat bagi yangtidak mematuhi aturan ini.Hal ini juga sejalan denganPerda No. 2 Tahun 2009tentang Pengelolaan danPerlindungan LingkunganHidup. Untuk itu, semuakomponen termasuk pe-laku industri mempunyaikewajiban dan tanggung jawab terhadap perubahanlingkungan. “Masyarakat saat inisangat responsif terhadapperubahan lingkungan se-kitar. Termasuk dalam skalakecil seperti perubahanwarna air selokan,” ujarRoostiwie sambil mene-kankan bahwa hal ini tentusaja harus dicermati secarabijak dan menjadi tanggung jawab bersama.
(imron)
IPAL Jadi Syarat Terbitnya IPLC
30 Perusahaan Sepakati Jaga LH
TANGERANG
– Menindaklanjutikomitmen Pemkot Tangeranguntuk menciptakan Kota Ta-ngerang yang berwawasan ling-kungan hidup, sebanyak 30perwakilan perusahaan pesertaBintek PPLH pun menandatanganiKesepakatan Peningkatan KualitasLingkungan Hidup.Mereka sepakat untuk bersama-sama menjaga dan meningkatkankualitas lingkungan seiring dengankomitmen Pemkot Tangerang.Diharapkan dengan kesepakatanitu, bukan hanya 30 perusahaansaja yang mau lebih peduli terhadapkelestarian lingkungan hidup, tetapiperusahaan-perusahaan lainnya. Toh, perundang-undangan danperaturan daerahnya telah siapuntuk menjaga pelestarian ling-kungan tersebut.
(imron)
TANGERANG
- Terkait pentingnyaIPAL, maka mulai tahun 2010setiap perusahaan yang akanmengurus ijin pembuangan limbahcair (IPLC) harus terlebih dahulumemenuhi persyaratan kepe-milikan IPAL. “Kalau IPAL-nya
nggak
bagus,
tidak bisa dikeluarkan IPLC-nya,” tegas Agus Prasetyo, KepalaBidang Pengawasan dan Pe-negakan Hukum LingkunganBPLH Kota Tangerang, Selasa(29/6).Ditambahkan kepemilikan IPALperusahaan pun kini mulai di-tingkatkan standar pengukur-annya, bukan hanya denganmengukur debit volume limbahnyasaja, tetapi lebih detil mencakup jenis limbah dan indeks badanpenerima limbah.
(imron)H. Rahmat Hadis
Gapokwan Batujaya Panen PerdanaSayuran Bibit Distanak
Gapokwan Batu Jaya ketika menanam bibit di lahan mereka. (irfan)
BATUCEPER
– Panen pertama telah dinikmatiGabungan Kelompok Wanita Tani (Gapokwan)Kelurahan Batujaya, Kecamatan Batuceper,setelah mendapat bantuan bibit dan pupuk dari Dinas Petanian Kota Tangerang. “Panen Kangkung, Bayam dan Cesim,masing-masing 20 kg dibagikan saja kepadaanggota dan kader PKK,” kata Hj. Ratna, KasiePemerintahan Kelurahan Batujaya, Selasa(29/6).Dijelaskannya lahan seluas setengah hektarmilik H. Abbas di wilayah RT 01/06 telahdisewa sebagai percobaan tanam oleh 15anggota Gapokwan Batu Jaya. “Hasil inimenjadi motivasi anggota Gapokwan untuk terus membudayakan kebiasaan bertani.” Waktu tanam hingga panen denganmenggunakan pupuk kompos organik ternyata lebih cepat dari yang diperkirakan. “Biasanya 20 hari baru bisa dipanen, ternyatabaru 15 hari kami sudah bisa memanen-nya.”
(irfan)