Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
13Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
SUJANAR,S.Pd :BAHAN SIAP UAS PKN 9

SUJANAR,S.Pd :BAHAN SIAP UAS PKN 9

Ratings: (0)|Views: 3,340|Likes:
Published by SUJANAR,S.Pd
BELAJAR DARI SARI KATA MENUJU SUKSES BUAT SISWA DAN SISWI KITA
BELAJAR DARI SARI KATA MENUJU SUKSES BUAT SISWA DAN SISWI KITA

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: SUJANAR,S.Pd on Jul 04, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/02/2012

pdf

text

original

 
BAHAN AJAR PPKN SIAP UAS KELAS 9 TAHUN 2009UNTUK SMPA. PENGERTIAN KONSTITUSI
Konstitusi adalah keseluruhan peraturan, baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis,yang menguasai secara mengikat bagaimana suatu pemerintahan negara diselenggarakandalam masyarakat. Istilah konstitusi berasal dari bahasa Perancis “Constituere” yang berartimenetapkan atau membentuk. Pemakaian istilah konstitusi dimaksudkan sebagai pembentukanatau penyusunan negara. Konstitusi merupakan aturan-aturan pokok mengenai sendi-sendiyang diperlukan untuk berdirinya suatu negara. Konstitusi tertulis adalah undang-undangdasar, sedangkan konstitusi yang tidak tertulis adalah konvensi. Dengan demikian UUDmerupakan bagian dari konstitusi. Namun demikian secara umum konstitusi diartikan sebagai hukum dasar atau undang-undang dasar yang merupakan terjemahan dari “Grondwet” dalam bahasa Belanda (grond berarti dasar dan wet berarti undang-undang).Demikian juga dalam praktik ketatanegaraan Republik Indonesia, pengertian konstitusidisamakan dengan pengertian Undang-Undang Dasar B. MAKNA KONSTITUSISetiap Negara yang merdeka dipastikan memiliki aturan mendasar yang memuat hal-hal pokok tentang berdirinya Negara dan bagaimana tata cara pengaturan dalam rangkamewujudkan cita-cita dan tujuan negara dengan cara membuat dan menetapkan konstitusi atauUndang Undang Dasar (UUD). Negara kita juga memiliki konstitusi yang dikenal dengansebutan Undang undang Dasar 1945 yang menjadi dasar dalam penyelenggaraan pemerintahandalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara menjadi tertib dan lancar, terhindar dari tindakan sewenang-wenang dari para penguasa serta mengukur keberhasilan tujuan yangditetapkan untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan sesuai dengan aspirasi dan amanat penderitaan rakyat.C. FUNGSI KONSTITUSIMenurut Joeniarto, konstitusi atau UUD mempunyai fungsi pada umumnya :1.Ditinjau dari tujuannya, yaitu untuk menjamin hak-hak anggota masyarakatnya,terutama warga negara dari tindakan sewenang-wenang penguasanya.2.Ditinjau dari penyelenggaraan pemerintahannya, yaitu dijadikan landasan struktural penyelenggara pemerintah menurut suatu sistem ketatanegaraan yang pasti, yang pokok-pokoknya telah digambarkan oleh aturan-aturan konstitusi/UUDD. ISI MUATAN KONSTITUSIDibentuknya sebuah konstitusi dilatarbelakangi adanya sejarah, budaya, ideologi,falsafah, dan pertumbuhan serta perkembangan pemikiran suatu bangsa. Oleh karena itu,setiap negara memiliki konstitusi yang berbeda-beda.Secara umum isi muatan konstitusi adalah tentang badan-badan atau lembaga-lembaganegara, termasuk pembagian dan tugasnya, dan jaminan hak asasi manusia atau warga negaraserta prosedur mengubah konstitusi/UUD itu sendiri.UUD 1945 (Konstitusi Negara RI) memuat hal-hal sebagai berikut :1.Pembukaan UUD 1945 memuat tentang :a.Pernyataan anti penjajahan (alinea 1) b.Fungsi perjuangan/pergerakan nasional didalam menghadapi penjajahan (alinea2)c.Pernyataan kemerdekaan (alinea 3)d.Tujuan Negara dan Dasar Negara (alinea 4)2.Pasal-pasal UUD 1945 memuat tentang :a.Bab I tentang Bentuk dan Kedaulatan Negara (pasal 1) b.Bab II tentang MPR (pasal 2-4)c.Bab III tentang Kekuasaan Pemerintah Negara (pasal 5-15)d.Bab IV tentang DPA (pasal 16)e.Bab V tentang Kementerian Negara (pasal 17)f.Bab VI tentang Pemerintah Daerah (pasal 18-18B)
 
g.Bab VII tentang DPR (pasal 19-22B)h.Bab VIIA tentang DPD (pasal 22C-22D)i.Bab VIIB tentang Pemilihan Umum (pasal 22E) j.Bab VIII tentang Keuangan (pasal 23-23D)k.Bab VIIIA tentang BPK (pasal 23E-23Gl.Bab IX tentang Kekuasaan Kehakiman (pasal 24-25)m.Bab IXA tentang Wilayah Negara (pasal 25A)n.Bab X tentang Warga Negara dan Penduduk (pasal 26-28)o.Bab XA tentang HAM (pasal 28A-28J) p.Bab XI tentang Agama (pasal 29)q.Bab XII tentang Pertahanan dan Keamanan (pasal 30)r.Bab XIII tentang Peradilan dan Keamanan (pasal 31-32)s.Bab XIV tentang Perekonomian Nasional dan Kesejahteraan Sosial (pasal 33-34)t.Bab XV tentang Bendera, Bahasa, Lambang Negara, dan lagu Kebangsaan(pasal 35-36C)u.Bab XVI tentang Perubahan UUD (pasal 37)v.Aturan Peralihanw.Aturan TambahanE. SEJARAH PERKEMBANGAN KONSTITUSI (UUD) DI INDONESIADimulai sejarah ketatanegaraan Republik Indonesia yang ditandai dengan ProklamasiKemerdekaan 17 Agustus 1945, kemudian disusul menetapkan dan mengesahkan berlakuknyakonstitusi negara pada tanggal 18 Agustus 1945 dengan nama Undang-Undang Dasar 1945. Namun pada kenyataannya berlakunya UUD 1945 belum seperti yang diharapkannya,sebab mengalami hambatan-hambatan terutama adanya pengaruh Belanda yang datang keIndonesia dengan membonceng sekutu, bertujuan untuk membubarkan Negara KesatuanRepublik Indonesia, sehingga terjadi beberapa kali perubahan konstitusi.Secara garis besar beberapa konstitusi yang pernah berlaku di Indonesia adalah sebagai berikut :1.UUD 1945 (18 Agustua 1945 s.d. 27 Desember 1949)Berdasarkan keputusan sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945 yangmenetapkan berlakunya UUD 1945 sebagai landasan konstitusional dalam praktik  penyelenggaraan Negara Republik Indonesia.Pada periode ini, UUD 1945 terdiri dari Pembukaan, Batang Tubuh ( 16 bab 37 pasal,4 pasal aturan tambahan dan 2 ayat aturan peralihan dan Penjelasan.2.UUD RIS (27 Desember 1949 s.d. 17 Agustus 1950)Berlakunya UUD RIS atau Konstitusi RIS (Republik Indonesia Serikat)dilatarbelakangi terbentunya negara-negara boneka di Indonesia akibat dari politik Belanda yang memecah belah bangsa Indonesia. Belanda bermaksud menguasaiIndonesia kembali dengan cara mempengaruhi bangsa Indonesia. Untuk mengakhirikonflik yang terjadi antara Indonesia dengan Belanda yang belum mengakui jugakedaulatan RI, maka diadakan Konfrensi Meja Bundar (KMB) yang kemudian padatanggal 27 Desember 1949 terbentuklah Negara Republik Indonesia Serikat denganKonstiotusi RIS. Konstitusi RIS terdiri atas 6 bab 197 pasal dan beberapa bagian.3.UUD S 1950 (17 Agustus 1950 s.d. 5 Juli 1959)Penggantian UUD RIS menjadi UUD Sementara 1950 didasarkan pada UUFederal No. 7 tahun 1950 yang menegaskan bahwa konstitusi sementara Republik Indonesia Serikat diubah menjadi UUD Sementara Republik Indonesia, UUDS 1950terdiri atas 6 bab 146 pasal dan beberapa bagian.4.UUD 1945 (5 Juli 1959 s.d sekarang)Sesusi ketentuan UUDS 1950 dibentuk Dewan Konstituante yang bertugasmembuat UUD dan nyatanya tidak menghasilkan UUD maka keluarlah DekritPresiden.Melalui Dekrit Presiden 5 Juli 1959 yang memutuskan :a.Menetapkan pembubaran Konstituante b.Menetapkan UUD 1945 berlaku lagi bagi segenap bangsa Indonesia danseluruh tumpah darah Indonesia, tidak berlakunya lagi UUDS 1950c.Pembentukan MPR Sementara dan DPA Sementara
 
Undang-Undang Dasar NegaraUUD 194505-07-1959 s.d.sekarang Negara Kesatuan,Orla : 5/7/1959 – 11/3/1966Orba : 11/3/1966 – 21/5/1998PemerintahanRepublik,KabinetPresidensialUUDS 195017-08-1950 s.d.05-07-1959 Negara Kesatuan,PemerintahanRepublik,Kabinet Parlementer UUD RIS 1949(Konstitusi RIS)27-12-1945 s.d.17-08-1950 Negara Serikat,PemerintahanRepublik,Kabinet Parlementer UUD 194517-08-1945 s.d.27-12-1949 Negara Kesatuan,PemerintahanRepublik,Kabinet PresidensialMaka Republik Indonesia kembali menggunakan UUD 1945 sebagai konstitusi dan berlaku hingga saat ini yang pada perkembangannya mengalami amandemen sebagaiupaya penyempurnaan agar sesuai dengan perkembangan kebutuhan masyarakat.Pada masa Orde Lama, UUD 1945 belum dapat dilaksanakan secara murni dankonsekuen. Dengan alasan kondisi negara yang belum mapan dan pembentukanlembaga negara belum sesuai harapan rakyat. Berbagai penyimpangan terhadap UUD1945 memberi peluang berkembangnya komunis sehingga memuncak denganmeletusnya G 30 S/PKI.Runtuhnya Orde Lama melahirkan Orde Baru tahun 1966 yang mempunyai cita-citamelaksanakan Pancasila secara murni dan konsekuen. Akhirnya juga kandas di tengah jalan yang disebabkan oleh merebaknya korupsi, kolusi, dan nepotisme sehingga OrdeBaru berakhir pada tahun 1998.Sejak tahun 1998 memasuki Era Reformasi di segala bidang kehidupantermasuk dalam penerapan konstitusi. Pada Era Reformasi, UUD 1945 mengalamiamandemen sampai 4 (empat) kali sehingga menghasilkan UUD 1945 hasilamandemen seperti yang berlaku sekarang ini. Amandemen yang terjadi berturut-turutsebagai berikut :a.Amandemen I tanggal 14 Oktober 1999 yang mengubah sebanyak 9 pasal yaitu pasal 5, 7, 9, 13, 14, 15, 17, 20, dan 21. b.Amandemen II tanggal 19 September 2000 yang mengubah sebanyak 10 pasalyaitu pasal 18, 19, 20. 22, 25, 26, 27, 28, 30, dan 36.c.Amandemen III tanggal 9 Nopember 2001 yang mengubah sebanyak 10 pasal yaitu pasal 1, 3, 6, 7, 8, 11, 17, 22, 23, dan 24.d.Amandemen IV tanggal 10 Agustus 2002 yang mengubah sebanyak 14 pasal yaitu pasal 2, 3, 6, 8, 11, 16, 23, 24, 29, 31, 32, 34, 37, Aturan Peralihan, dan AturanTambahan.BAGANKONSTITUSI YANG BERLAKU DI INDONESIA SEJAK PROKLAMASIKEMERDEKAAN SAMPAI SEKARANG F. SISTEM KETATANEGARAAN BERDASARKAN UUD 1945 (AMANDEMEN)Amandemen UUD 1945 sesungguhnya tidak mengubah sistem pemerintahanIndonesia. Sistem pemerintahan Indonesia masih tetap Presidensial. Amandemen, hanyamengubah peran dan hubungan antara lembaga-lembaga negara yang ada.

Activity (13)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Dudi Supriatna liked this
Nadiya Mona liked this
Priska Dona liked this
rhein_nanggroe liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->