Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Mid Test

Mid Test

Ratings: (0)|Views: 110 |Likes:
Pembahasan mengenai studi kasus telkomsel dari sudut pandang perilaku konsumen
Pembahasan mengenai studi kasus telkomsel dari sudut pandang perilaku konsumen

More info:

Published by: Ridho Bramulya Ikhsan on Jul 04, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/19/2011

pdf

text

original

 
Ridho Bramulya Ikhsan - 55108120011
2010
UNIVERSITAS MERCU BUANAPROGRAM PASCASARJANAPROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMENUJIAN TENGAH SEMESTER GENAP TAHUN AKADEMIK 2009/2010DOSEN : MUCHSIN SAGGAFF SHIHAB, MBA, Ph.DSTUDI KASUS : TELKOMSEL1.Siapakah target pasar TELKOMSEL? Bagaimana TELKOMSEL dapat menaripembelian ulang? Analisis berdasarkan konsep attitude?
Jawab:Konsep attitude memiliki 3 komponen utama yaitu: kognitif, afektif dan konatif.Kognisi seseorang yaitu pengetahuan dan persepsi yang diperoleh berdasarkan kombinasi pengalaman langsung dengan
objek sikap
dan informasi yang berkaitan dari berbagai sumber.Pengetahuan ini dan persepsi yang ditimbulkannya biasanya mengambil bentuk 
kepercayaan
,yaitu kepercayaan konsumen bahwa objek sikap mempunyai berbagai sifat bahwa perilakutertentu akan menimbulkan hasil-hasil tertentu.Afektif merupakan
emosi atau perasaan
konsumen mengenai produk atau merek tertentu.Emosi dan perasaan ini sering dianggap oleh para peneliti konsumen sangat
evaluative
sifatnya, yaitu mencakup penilaian seseorang terhadap objek sikap secara langsung danmenyeluruh (atau sampai di mana seseorang menilai objek sikap “menyenangkan” atau“tidak menyenangkan”, “bagusatau “jelek”. Riset menunjukkan bahwa keadaan emosionalini dapat meningkatkan atau memperkuat pengalaman positif maupun negative dan bahwaingatan tentang pengalaman tersebut dapat mempengaruhi oleh keadaan emosionalnya padawaktu itu.
 
Ridho Bramulya Ikhsan - 55108120011
2010
Konatif berhubungan dengan
kemungkinan atau kecenderungan
bahwa individu akanmelakukan tindakan khusus atau berperilaku dengan cara tertentu terhadap objek sikaptertentu. Menurut beberapa penafsiran, komponen konatif mungkin mencakup perilakusesungguhnya itu sendiriDalam riset pemasaran dan konsumen, komponen konatif sering dianggap sebagai pernyataan
maksud konsumen untuk membeli
. Skala maksud pembelian digunakan untuk menilaikemungkinan konsumen untuk membeli suatu produk atau berperilaku menurut cara tertentuKetiga komponen tersebut berada dalam suatu hubungan yang konsisten. Sebelum suka atautidak suka (komponen afektif) terhadap suatu obyek, tentu seseorang harus tahu dan yakinlebih dahulu (komponen kognitif). Seseorang membeli suatu produk (komponen konatif),tentu karena suka (komponen afektif), kecuali dalam keadaan terpaksa. Pandangan sepertitersebut di atas dinamakan sebagai pandangan tradisional.Teori paling baru menganggap bahwa sikap memiliki sifat multidimensi, bukan unidimensiseperti pada pengertian-pengertian di atas. Pendekatannya juga bersifat multiatribut. Artinya,sikap terhadap suatu obyek sikap didasarkan pada penilaian seseorang terhadap atribut-atributyang berkaitan dengan obyek sikap tersebut. Penilaian yang dimaksud menyangkut dua hal :a.Keyakinan (belief) bahwa suatu obyek memiliki atribut tertentu b.Evaluasi terhadap atribut-atributTeori terbaru ini memiliki kelebihan, dimana pembentukan sikap lebih melibatkan berbagaiatribut, sehingga pemasar dapat menelusuri atribut apa yang menyebabkan konsumen bersikap posistif ataupun negatif terhadap suatu produk dan juga dalam hal melalui atributapa pemasar dapat mengubah atau membentuk sikap konsumen. Berdasarkan pengalaman,
 
Ridho Bramulya Ikhsan - 55108120011
2010
sikap yang dihasilkan melalui pendekatan pendekatan multiatribut juga lebih mendekati perilaku konsumen.Seiring dengan berjalannya waktu, layanan kartu Prabayar yang sebelumnya hanyamenjangkau kelas sosial menegah ke atas, sejak tahun 2004 mulai menjangkau kalanganmasyarakat menengah ke bawah (
lower-medium market 
) yang dipercaya merupakan pasar yang menjanjikan dan menguntungkan. Hal tersebut dapat diamati dari kegiatan berbagaioperator seluler saat ini yang semakin sibuk mengobral produk baru dengan tawaran tarif yang menarik untuk merebut segmen konsumen kelas menengah ke bawah (
lower-mediummarket 
). Seperti yang dilakukan oleh operator selular terkemuka di Indonesia yakni
TELKOMSEL
yang memulai dan menerapkan strategi pemasaran tersebut. Bila dululayanan seluler hanya ditujukan untuk konsumen kelas eksekutif, awal tahun 2004 operator selular mulai menyadari bahwa pasar seluler telah terbagi menjadi tiga segmen yaitu segmen premium, segmen medium, dan segmen lower. Telkomsel memulai perburuannya ke segmenlower dengan meluncurkan Kartu As pada akhir Mei tahun 2004.
TELKOMSEL
tentu punya alasan masing-masing saat memutuskan untuk masuk ke segmen pasar seluler kelas bawah. Bagi
TELKOMSEL
peluncuran produk Kartu As merupakan upaya operator selular itu untuk menyediakan alternatif produk yang sesuai dengan tuntutan pasar, Kartu asmerupakan alternatif produk yang diharapkan sesuai dengan tuntutan pasar.Kita ambil contoh analisis adalah pasar pelajar dan mahasiswa, kita perhatikan bahwa pelajar dan mahasiswa adalah pasar yang cukup besar, dan mereka sangat
 price sensitive
, mereka
 prefer 
ke operator yang memberikan layanan sms murah, dan telpon murah, sehingga dalamhal ini
TELKOMSEL
melihat dari pola prilaku pasar ini, dan mereka meng-
create
produk yang cocok dengan pasar pelajar dan mahasiswa, yaitu Kartu AS, dengan saat ini melakukan
 proposition Forever Kartu AS 
,
TELKOMSEL
memposisikan Kartu As, sebagai kartu yangasyik,
affordable, flexible, trendy
, lengkap dan kaya akan fitur, dan tentunya mempunyai

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->