Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
12Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
375

375

Ratings: (0)|Views: 1,276 |Likes:
Published by Hary Buana

More info:

Published by: Hary Buana on Jul 04, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/12/2013

pdf

text

original

 
HARGA ECERAN Rp2.500,- LUAR JAWA + Ongkos Kirim
Tepat & Perlu
Media KMedia KMedia KMedia KMedia Komomomomomunikasi Masyunikasi Masyunikasi Masyunikasi Masyunikasi MasyaaaaaakaakaakaakaakatttttTTTTTanspar anspar anspar anspar anspar ananananan
Selengkapnya baca Halaman 3
Edisi 375 Tahun VII 28 Juni s.d. 04 Juli 2010
Simak Halaman Khusus
PURWASUKA
Satu Halaman Untuk Purwakarta - Subang dan Karawang
Halaman 5
 d  i   h   a l   4  
Ke Halaman 11
Sementara ledakan tabung gasterus saja terjadi. Bahkan untuk wilayah DKI hampir setiap hariselama enam bulan terakhirterjadi ledakan. Banyaknyaledakan inilah yangmenimbulkan tanda tanya besardi masyarakat.Mengapa pemerintah terkesanlamban dalam menangani per-soalan maraknya ledakan ta-bung gas, khususnya tabung gasukuran 3 kilogram ini yang telahmenimbulkan kesengsaraanmasyarakat?Menurut Pengurus HarianYLKI, Tulus Abadi, terjadinya
Pemerintah Tak Peduli
Tabung Gas Meledak di Mana-mana
Ledakan tabung gas yang terjadi akhir-akhir initelah menjadi teror baru bagi masyarakat. Puluhannyawa melayang, ratusan rumah hancur terbakar,dan tak terhitung kerugian harta benda. Terusberjatuhannya korban akibat kebocoran tabung gas,belum juga terlihat adanya tindakan konkretpemerintah untuk mencegah. Bahkan terkesanpemerintah melakukan pembiaran atas kondisimasyarakat yang terus menerus menjadi korban.Padahal, kebijakan konversi energi dari minyak tanah ke penggunaan energi gas merupakankebijakan pemerintah.
rentetan ledakan tabung gas,khususnya tabung gas 3 kg tidakterlepas adanya kebijakanpemerintah dalam program konversiminyak tanah menjadi gas yangtidak dipersiapkan secara matang.Ditambah, kata Tulus, lemahnyasosialisasi kepada masyarakat. Yangakibatnya, dalam implementasinyaterjadi berbagai persoalan yangakhirnya merugikan masyarakat.Dalam penelitian YLKI, kata Tulus, ledakan yang sering terjadikarena dari segi standardisasi dankeamanan Tabung ada kecen-derungan buruknya komponentabung elpiji. Ditambah rendahnyakualitas kompor, termasuk selangdan regulatornya yang semuanyatidak sesuai dengan standar yangditetapkan.Persoalan makin rumit ketikapemerintah dalam hal ini Pertaminatidak melakukan sosialisasi yangbenar. Terutama tata cara penem-patan tabung elpiji yang semestinyapada ruang yang bersirkulasi udaratidak ditempatkan pada bangunantinggi. Hal ini juga sebagai salahsatu sebab terjadinya ledakan.“Pemerintah dan Pertamina tidakmelakukan sosialisasi yang baikdan menyeluruh dalam penggu-naan tabung gas. Terutamabagaimana agar konsumen me-ngetahui standardisasi tabunggas elpiji yang baik, aman, danterhindar dari risiko ledakanketika digunakan di rumah,” kata Tulus.Untuk itu, menurut Tulus lagi,kebocoran tabung gas elpijimenjadi tanggung jawab Perta-mina untuk mengganti segalakerugian yang dialami konsumensecara materil maupun imateril.Dan pemerintah harus segeramengeluarkan kebijakanperlindungan dan pengamanan
Ke Halaman 11
CIREBON,
 Medik om
 –Pemerintahan yang dipimpin Walikota Subardi SPdterus mengalami guncangan.Setelah serentetan aksi mahasiswatermasuk teguran langsung yangdisampaikan Sultan Kanoman XII,Sultan Raja Muhamad Emirudinbeberapa waktu lalu, kini giliranberbagai elemen mahasiswa yangmenyuarakan kritik.Bermodal alat musik perkusi dandua buah gitar elektrik, gabunganorganisasi mahasiswamengekspresikan kritik merekaterhadap kinerja wali kota dalamlantunan lagu-lagu dan puisi-puisi.Mahasiswa memblokir separuhbagian Jln Perjuangan tepat didepan Kampus IAIN Syeh Nurjati.“Aku bertanya, tapi Subardi tidakmenjawab. Aku bergoyang, tapi
Parlemen Jalanan Minta Subardi Mundur
Subardi tidak melihat,” penggalansyair nyayian parlemen jalanan. Julukan Mr I Don’t Know kianpopular menggantikan julukan MrCool, bahkan beberapa poster yangditempel mahasiswa menuliskankata-kata I Don’t Know danditempel gambar wali kota duaperiode tersebut.Lantas, bergantian satu-persatumahasiswa naik panggungmenyuarakan aspirasinya lewatlagu, puisi dan aksi-aksi teatrikal.Aksi tersebut tentu saja menarik danmembuat arus lalu lintas sedikittersendat. Pelaksanaan aksiparlemen jalanan itu, baru tahapawal. Mahasiswa menjanjikanserangkaian aksi lainnya untukmenurunkan Subardi dari jabatan walikota.“Sudah dua periode Subardimenjabat, tapi apa yang diperbuatuntuk kemajuan Kota Cirebon?Malah yang dibuat adalah berbagaipersoalan dan rententan kebijakan-kbijakan kontroversial,” ujar salahsatu peserta aksi, UjangKusumaatmaja.Aksi tersebut, kata Ujang, barutahap pertama. Masih ada aksi-aksilanjutan untuk mengkritisikebijakan wali kota. Pelaksanaanparlemen jalanan, akan diikuti aksidemonstrasi dalam bentuk lain.“Ini kan cuma persoalanbagaimana memilih mediaberekspresi. Kritik tidak hanyadilakukan dengen demonstrasi.Bisa juga lewat lagu, puisi ataulewat orasi. Untuk kali ini kami pilihmelaksanakan parlemen jalanan,”bebernya.Parlemen jalanan tersebut,menurutnya salahsatu caramencari simpati masyarakat.Bukan hanya mahasiswa yangmenyumbang karya, komunitashard core, seniman dan anak jalanan ikut ambil bagian.Ketua Badan Eksekutif Maha-siswa (BEM) IAIN Syeh Nurjati,Muhamad Zayin, menam-bahkan, kritik kepada wali kota yang disampaikan lewat berbagaikreasi adalah bentuk dari luapankegundahan mahasiswaterhadap kotanya yang tidak jugamengalami kemajuan signifikan.“Ini cuma bentuk ekspresi kami.Luapan dan kegundahan dankritik bagi wali kota,” ucapnya.
(Rudi)
 “Sudah dua periodeSubardi menjabat, tapiapa yang diperbuatuntuk kemajuan KotaCirebon? Malah yangdibuat adalah berbagaipersoalan danrententan kebijakan-kbijakan kontroversial,” ujar salah satu pesertaaksi, UjangKusumaatmaja.
Subardi SPd
SUBANG,
 Me d ik om
 –Menurutiformasi dari beberapa kepalasekolah serta guru-guru di wilayahKabupaten Subang yang berhasilditemui
Medikom
menjelaskanbahwa sejumlah guru di KabupatenSubang mengaku kecewa terhadapinduk organisasi mereka PGRI(Persatuan Guru Republik Indonesia). Pasalnya, gaji ke-13 para gurutersebut akan dipotong masing-masing Rp110.000. Sementara,dana hasil pemotongan itu disebut-sebut akan diarahkan untukpembelian saham Bank GuruRp100.000 dan sumbanganpembangunan gedung PGRI tingkat Jawa Barat Rp10.000.Menurut sumber, informasimengenai pemotongan gaji ke-13 itusudah disosialisasikan pihak PGRImelalui forum musyawarah kepalasekolah. Artinya, pemotongan gajiitu memang sudah direncanakansejak awal.Dikatakan juga, pihak PGRIseharusnya lebih memikirkanpeningkatan kesejahteraan paraguru, bukan malah memikirkanmendirikan bank. Biarlah soalpendirian bank menjadi pemikiranpihak lain yang memang profesionaldalam bidang tersebut.Lagi pula, timpal guru lainnya,
Guru Resah Gaji Ke-13Bakal Dipotong
pendirian Bank Guru belum tentubisa membantu meringankanbeban guru saat dihadapkan padamasalah finansial. Sebab, yangnamanya perbankan pasti bakalmenerapkan ataruan-aturan yangmembebani nasabahnya.“Nilai pemotongannya memangterlihat tidak seberapa. Tetapi jikadiakumulasikan hasil pemotongandari Kabupaten Subang saja bisamencapai Rp600 juta lebih,” ujarsalah seorang kepala sekolah diKecamatan Tanjungsiang yangmemberikan komentarnya.Ketika hal itu dikonformasikanpada Ketua PGRI KabupatenSubang, Asep Suarja, pihaknyamembenarkan adanya rencanapemotongan gaji ke-13 dari paraguru tersebut. Namun diamembatah jika pemotongantersebut merupakan inisiatif PGRISubang.Asep yang ditemui di ruang KepalaSDN Angkasa I, Kecamatan Kalijatimenyebutkan, rencana itumerupakan kebijakan PGRI Pusatdan berlaku bagi para guru se-Indonesia. Rp100.000 untukmembeli saham Bank Guru, danRp10.000 untuk pembangunangedung PGRI Pusat, bukan PGRI Jawa Barat,” kata Asep.
(Lbb)CIAMIS,
 Medik om
-
Sedikitnya kinisebanyak 283
tower
atau menaratelekomunikasi berdiri di wilayahKabupaten Ciamis. Ternyata 12di antaranya diduga belumdiketahui kelengkapan perizinan-nya. Pasalnya, Badan PelayananPerizinan Terpadu (BPPT) Kabu-paten Ciamis baru mengeluarkan52 surat izin untuk mendirikan
tower
(tiang tinggi dari besi).Sedangkan sisanya, mengantongiizin baik dari Bappeda, Disperindagdan Kimprasda.“Sejauh ini kami masihmenelusuri kelengkapan 12 izinpembangunan
tower
tersebut.Karena sebelum ada BPPT, ada tigainstansi yang berwenangmengeluarkan izin, mulai IzinPenggunaan Peruntukan Tanah(IPPT) yang dikeluarkan Bappeda,Izin Mendirikan Bangunan (IMB)oleh Kimprasda, dan Izin Gangguan(HO) dikeluarkan oleh BidangPerizinan pada Disperindag,” terangKepala BPPT Kabupaten Ciamis,Agus Salim, Jumat (25/6).Diakuinya, selama BPPT berdiripada tahun 2009 sampai Juni 2010ini, pihaknya baru mengeluarkanizin untuk pendirian 52 tower yangterdiri terdiri dari IPPT, IMB dan HO.Namun bukan berarti sisanya,sebanyak 231
tower
, dikatakanilegal. Karena sebelum BPPT dibentuk di Ciamis, sudah berdiri
Izin 12 Tower di CiamisDiduga Bodong
231
tower
yang mengantongi izinmasing-masing dari Bappeda,Kimprasda dan Disperindag.“Setelah diinventarisir, ternyata 12di antaranya masih terindikasibelum lengkap perizinannya, dankami masih menelusuri keberadaanizin semua itu,” ujarnya kepada wartawan.Menanggapi rencana perizinan
tower
akan dibuatkan peraturandaerahnya (perda), Agus mengakui,ini hal yang baik. Dan jika nantiditetapkan dan diberlakukan perdatersebut, dari sisi perizinanpendirian, tidak akanmempengaruhi PAD maupunbeban bagi pemilik
tower
yangsudah berdiri sebelumnya. Karena
tower
yang sudah berdiri danmemiliki izin, dimungkinkan tidakberubah. Terkait hal ini, dirinyamengharapkan sebaiknya DPRDbisa secepatnya mengeluarkanperda tentang izin usaha
tower
.“Dikarenakan para pemilik
tower
terkesan seperti mudah untukmendirikan
tower
di lingkup Ciamisini. Dan nampaknya, diduga adabeberapa
tower
yang belummengantongi surat izin usahanya.Apalagi jika benar Ciamis memilikiperda perizinan
tower
, ini punnantinya bisa menjadikan potensiuntuk meningkatkan PAD,”tandasnya. (
Herz
)
Bahkan untuk wilayah DKIhampir setiap hari selamaenam bulan terakhir terjadiledakan. Banyaknyaledakan inilah yangmenimbulkan tanda tanyabesar di masyarakat.
Setelahdiinventarisir,ternyata 12 diantaranyamasih terindikasibelum lengkapperizinannya,dan kami masihmenelusurikeberadaan izinsemua itu
MAJALENGKA,
 Medik om
-
Cartim (59), warga RT 01/01, DesaBantarjati, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, JawaBarat, babak belur dihajar massa. Dia juga kini meringkuk di ruangtahanan Polres Majalengka karena diduga telah memperkosa gadisdengan keterbelakangan mental, AK (17), asal Blok Senin RT 03/02, Desa Jatiraga, Kecamatan Jatitujuh, Rabu (23/6) siang.Menurut keterangan keluarga korban, ditemui di MapolresMajalengka, pemerkosaan dilakukan tersangka sekitar pukul 11.00WIB. Korban saat itu tengah bermain bersama adiknya di belakangrumah. Sambil bermain korban menyaksikan beberapa orang warga yang tengah mengkarungi kotoran domba di kandang dombamilik orang tua korban, Rasna (53). Tersangka sendiri berada disana bersama pembeli kotoran kambing.Namun, saat temannya, asal Maja, tengah mengarungi kotorandomba, Cartim justru terus ngobrol dengan AK. Beberapa saatkemudian tersangka membawa korban ke pinggir rumah. Awalnyaorang tua korban, Rasna dan Titi (50), menduga korban dibawa kesamping rumah tersebut untuk diberi uang jajan sehingga dibiarkansaja.Namun, kemudian kedua orang tua korban curiga karena cukuplama anaknya bersama Cartim, sehingga berusaha mencarinya. Titi pun terus berusaha memanggil-manggil korban. Ternyata ada jawaban dari kamar mandi milik Cartini (50), yang letaknya beradadi luar rumah atau sekitar beberapa meter saja dari rumah Tini.Sedangkan Cartini sendiri saat itu tengah tiduran di depanrumahnya, sehingga tidak mengetahui kalau kamar mandinyadipergunakan tersangka melampiaskan nafsu bejadnya.“Begitu melihat korban berada di kamar mandi bersamatersangka, ditemukan keduanya tengah membetulkan celananyamasing-masing, Titi langsung memukul Cartim serta membawakorban keluar kamar mandi. Titi saat itu juga langsung berteriakmeminta tolong tetangga,” ungkap Cartini seraya menyebutkan,tetangga pun langsung berhamburan dan beberapa di antaranyamemukul tersangka.Saat itu juga tersangka langsung dibawa ke kantor Balai Desasetempat hingga akhirnya diamankan oleh anggota kepolisian dariPolsek Jatitujuh.Kasat Reskrim Polres Majalengka AKP Luhut Sitohangmembenarkan adanya kasus tesrebut. Pihaknya mengaku kinimasih melakukan pemeriksaan kepada korban, tersangka dan parasaksi, atas kasus tersebut. (
 Jur
)
Kakek Cabul Beraksi diKamar Mandi Orang Lain
INDRAMAYU,
 Medik om
-Satuan Narkoba Polres Indramayu kembaliberhasil meringkus enam pengedar ganja yang biasa beroperasi di wilayah Indramayu. Dari tangan tersangka polisi menyita kuranglebih 10 gram ganja kering siap edar berikut alat timbang barangharam tersebut yang digunakan untuk transaksi. Untukmempertanggungjawabkan aksinya keenamnya kini dijebloskanke ruang tahanan di Mapolres Indramayu.Dari keenam tersangka, dua diantaranya adalah pelajar SMKswasta di Kabupaten Indramayu. Pelajar berinisial Dik (16 tahun), warga Desa Karangmulya Kecamatan Kandanghaur, dan Wih (17tahun), warga Desa Sekar Mulya Kecamatan Gabus Wetan. Empattersangka lainnya berinisial Ar (25 tahun), warga Desa Gabus Kulon,Sun (30 tahun), warga Desa Sekarmulya Kecamatan Gabus Wetan,War (28 tahun) dan Fu (27 tahun), keduannya warga Desa/Kecamatan Widasari.Kapolres Indramayu AKBP Nasri Wiharto SIK melalui KasatNarkoba AKP Ansari Fuad menjelaskan, terbongkarnya sindikat
Enam PengedarGanja Diringkus
Tersangka Berstatus Pelajar
DPRD Jabar SiapFasilitasi RelokasiLapas Tidak Manusiawi
Marak Penyunatan BantuanGempa di Banjarsari
 
Sisi Lain
Edisi 375 Tahun VII 28 Juni s.d. 04 Juli 2010
2
Jawa Barat
BANDUNG,
 Medik om
 – 
Badan Pember-dayaan Perempuan dan KB (BPPKB)Provinsi Jawa Barat sesuai SK Gu-bernur 4672 Kep. 1331-BPPKB ten-tang Gugus Tugas Pencegahan danPenanganan Korban PemberdayaanOrang di Jabar selaku PelaksanaHarian Gugus Tugas berupaya terusmemfasilitasi dan mendorong semuakomponen masyarakat Jabar agarikut berperan aktif dalam upayapencegahan dan penanganan segalabentuk tindak kekerasan terhadapperempuan dan anak sesuai dengankapasitasnya.Demikian diungkapkan KepalaBidang Peningkatan Kualitas Hidupdan Perlindungan PerempuanBPPKB Jabar Dra Tintin S HidayatMT saat ditemui
Medikom
,
 
Kamis(24/6) di Bandung. Menurutnya,peran gugus tugas selaku lembagakoordinatif yang bertugas mengkoor-dinasikan upaya pencegahan danpenanganan tindak pidanaperdagangan orang (
trafficking
) di Jabar berupaya mematangkanrencana program maupun strategiperan koordinasi gugus tugas. Tujuannya agar penanganan danpenganggarannya tepat sasaran.Melalui peran gugus tugas ini,lanjut Tintin telah memulangkankorban dari daerah transit sejaktahun 2009-bulan Mei 2010sebanyak 64 orang. Asal daerah
Pendidikan Rendah Salah SatuFaktor Menjadi Korban “Trafficking”
transit korban, antara lain Batam-Kepri, Tarakan Kalimantan Timur,Kalimantan Barat, Bangka Belitungdan Pekan Baru-Riau.Korban
trafficking
ini, kata Tintinberasal dari daerah yang ada di JawaBarat, misalnya Subang, Indramayu,Cianjur, Cimahi dan Sukabumi. U-mumnya menjadi korban
trafficking
di pengaruhi beberapa faktor sepertimasalah ekonomi, sosial budaya,faktor pendidikan serta faktor ke-tidaktahuan. Korban ketidaktahuanmasyarakat tersebut, mudah dipe-ngaruhi oleh oknum-oknum yangkurang bertanggung jawab denganiming-iming bekerja di daerah laindengan gaji/upah yang tinggi tanpakoordinasi dengan pihak pemerintahmisalnya Kantor Pedesaan atauDinas Tenaga Kerja setempat.Untuk mengurangi korban
trafficking
ke depan, kata Tintin perluperanan semua pihak baikpemerintah desa, disnaker, BadanPemberdayaan Perempuan dan KB dikabupaten/kota di Jabar dan jugaperanan keluarga/orang tua.Peranan kepala desa sangat penting, jangan sampai tidak tahu warganyamenjadi korban
trafficking
karenakepala desa sebagai pucuk pimpinanpemerintah di desa yang punyakewenangan mengeluarkanrekomendasi surat bekerja ke luardaerah.Berkaitan dengan pencegahan danpenanganan korban, kata Tintin,pada tahun 2010 ini, pihaknya akanmengagendakan beberapa hal sepertipertama, menindaklanjuti hasil rapatkerja Gubernur, anggota forum kerjasama daerah mitra praja utama IXberupa sosialisasi, fasilitasi danadvokasi tentang perdagangan orang.Kedua, melaksanakan notakesepahaman antara PemerintahProvinsi Jawa Barat dan PemerintahKepulauan Riau, Kalimantan Barat,Kalimantan Timur, dan BangkaBelitung. Ketiga, sebagai hasil dengarpendapat dengan Komisi E DPRD Jabar, di mana penangananmasalah
trafficking
akan dilakukansecara komprehensif integral darihulu ke hilir yakni penjemputan,penampungan dan pendampinganterhadap korban perdagangan orang.“Di samping itu, pembentukanlembaga P2TP2A dan wacana modelpemberdayaan perempuan JawaBarat dan rumah keterampilanperempuan (pemetaan potensiperempuan), melaksanakan monev(pemantauan) pelaksanaan tindakpidana perdagangan orang kepadaaparatur penegak hukum yangberwenang sesuai dengan peraturanperundang-undangan, pemberianbantuan hukum dan pendampinganbagi korban perdagangan orang,”ujarnya.
(Laures)INDRAMAYU,
 Medik om
 –Konstelasipolitik menjelang pemilukada diIndramayu yang tinggal dua bulanlagi semakin meningkat. Berbagaiaksi serta gerakan yang dilakukanoleh sejumlah oknum yang tidakbertanggung jawab tidak menutupkemungkinan akan bermunculanhingga membuat keresahan dimasyarakat.Untuk mengantisipasinya,Komunitas Intelejen Daerah(Kominda) belum lama inimelakukan sosialisasi dengan paraunsur tokoh agama, tokoh pemuda,tokoh masyarakat serta paraaparatur di tingkat kecamatan dandesa se Kabupaten Indramayubertempat di Wisma Haji Indramayu.Dengan tema Kewaspadaan DiniMasyarakat dari Bahaya Teroris danRadikalisme yang, Komindamenghadirkan pemateri KepalaKesatuan Bangsa dan Politik(Kesbangpol) Drs H Munjaki, Kasat
Kominda Gelar Sosialisasi Jelang Pemilukada
Intelkam Polres Indramayu AKPSukriwan serta Pasi Intel Kodim 0616Indramayu Mayor Budi.Dalam kesempatan itu, KepalaKesbangpol Drs H Munjaki mengajakkepada aparatur baik di tingkatmuspida maupun muspika sertapara kuwu agar lebih waspadamenjelang pemilukada. Karena tidakmenutup kemungkinan saat sepertiini akan terjadi benturanantarsesama pendukung. Munjaki juga mengajak para aparatur ditingkat desa dan kecamatan, untukmemberikan pemahaman tentangbahaya laten terorisme kepada warganya terutama menjelangpemilukada.Sementara itu KasatintelkamPolres Indramayu AKP Sukriwanmenambahkan ancaman terorisme juga tidak saja terjadi di tingkatnasional, namun juga bisa terjadi ditingkat lokal. Seperti yangdicontohkan Kasat IntelkamSukriwan, sejumlah oknum yangakan menggagalkan jalannyapemilukada dengan membuatkerusuhan keonaran bahkan kudeta yang meresahkan dan ancaman bagimasyarakat di wilayahnya masing-masing adalah bagian daripadaancaman teror. Pihaknnya jugamengatakan antisipasi kewaspadaandini, dengan cara kembalimenghidupkan ronda malam sertakewaspadaan terhadap parapendatang dengan menerapkantamu wajib lapor 1x 24 jam.Pasi Intel Kodim 0616 IndramayuMayor Budi juga menambahkan,untuk mengantisipasi bahaya latenterorisme yang mengancam, yaknidengan kembali membuka keber-samaan dan saling komunikasi an-taraparatur dengan warga masya-rakat di wilayahnya masing-masing.“Karena dengan demikian, kewas-padaan sejak dini akan bahaya te-rorisme bisa dicegah,” ungkapnya.
(H YF)BANDUNG,
 Medik om
 –Unit Security and Safety (SAS) Center yang beradadi bawah Direktorat Compliance and Risk Management PT TelekomunikasiIndonesia (Telkom) diharapkan mampu menjaga rasa aman dan nyamanbaik bagi perusahaan, karyawan maupun pelanggan, mengawal prosesimplementasi
zero accident
dan SMK3 serta Telkom sebagai greencompany, melakukan tugas tanggap darurat ketika terjadi bencana. Halini disampaikan Direktur Compliance and Risk Management PT TelkomPrasetio pada apel kesiapan kerja SAS Nasional atau satuan pengamanan(Satpam) Telkom baru-baru ini di Bandung.“SAS Center hendaknya dapat membangun sinergi dan dirasakankehadirannya bagi unit-unit bisnis lain serta turut membantu perusahaandalam memenuhi tuntutan kepuasan pelanggan. Patriot SAS adalahgarda terdepan Telkom,” ujar Prasetio.Karena patriot SAS merupakan ujung tombak kualitas pelayanan Telkom, Prasetio mengharapkan para personel SAS melakukan tugasdengan sepenuh hati, berpenampilan dengan seragam dankelengkapannya, bersikap 5S (senyum, salam, sapa, sopan, dan santun),serta tegas dalam bertindak.Dalam apel kesiapan kerja SAS Telkom ini, juga dilakukan penyerahanempat bendera emas SMK3 dan 50 sertifikat zero accident, gerakanpenanaman pohon “satu orang menanam 5 pohon” oleh seluruh jajaranSAS dari Sabang sampai Merauke dengan total 8.000 pohon, peresmianpengoperasian HT-RIG Nasional untuk jalur komunikasi DKI Jakarta- Jawa Barat-Jawa Tengah.
(IthinK)
Unit Security and SafetyTelkom Mampu JagaKeamanan
GARUT,
 Me d ik om
 –Syaratseseorang untuk dapatmendonorkan darah diantaranya tekanan darahnormal, HB mencukupi, dandalam beberapa hari terakhirtidak mengonsumsi obat-obatan atau terkena penyakit.Riwayat medis juga pastiditanyakan, tapi biasanyaberhubungan dengan penyakit yang ditularkan lewat darah,misalnya hepatitis, dan AIDS.Hal tersebut disampaikanAgus Koswara, Staf Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Garut disele-sela acara Donor Darah Rutin di Kantor Bagian Informatika, SetdaKabupaten Garut, Senin (21/6).Agus menambahkan, sebaiknya pendonor beristirahat/tidur selamaminimal 5 jam dan sarapan terlebih dahulu. Hal ini dimaksudkan agarmetabolisme dalam tubuh lebih lancar. Dengan begitu maka keadaandarah pun lebih bagus, peredarannya lebih lancar dan kadar oksigen didalamnya lebih banyak. “Tentu saja keadaan darah yang kaya akanoksigen inilah yang baik untuk didonorkan,” tuturnya.Kepala Bagian Informatika, Setda Kabupaten Garut, Drs DikdikHendrajaya MSi menjelaskan, kegiatan donor darah di Bagian Informatikamerupakan kegiatan rutin (tiga bulan sekali) yang diselenggarakan bekerjasama dengan Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI)Cabang Garut.Diakuinya, kali ini jumlah pendonor turun dibandingkan donor darah yang dilaksanakan tiga bulan sebelumnya (20 orang pendaftar, 15 orang yang memenuhi syarat). Hal ini dikarenakan dinas lain telah melakukankegiatan yang sama, yakni melaksanakan donor darah di dinasnya sendiri.“Syukur alhamdulillah dinas/instansi lain telah melakukan hal yangsama dalam upaya membantu memberikan solusi kekurangan darah yang dialami Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI)Cabang Garut,” imbuhnya.
(Kus)
Donor Darah di KantorBagian Informatika Garut
 TASIKMALAYA,
 Medik om
 – 
Bupati Tasikmalaya Drs H T FarhanulHakim MPd diwakili oleh AsistenDaerah Pemerintah danKesejahteraan Rakyat Drs H DjedjeSuhendi ST MSi membuka secararesmi acara sosialisasi DOTS bagipengurus PerkumpulanPemberantasan TuberkolosisIndonesia (PPTI) di Ruang RapatRestoran Batara Nusantara Tasikmalaya, Selasa (22/6).Hadir pada kesempatan tersebut,OPD terkait, Ketua dan PengurusPPTI Cabang Kabupaten Tasikmalaya, Ketua dan PengurusProvinsi Jawa Barat, peserta sertatamu undangan lainnya.Bupati menyambut baik danmemberikan apresiasi atasdiselenggarakannya acara inisebagai salah satu wujudkepedulian terhadap penyakittuberkolosis. Ia mengatakandiperkirakan setiap penderita TBCdapat menularkan kepada 10
PPTI Cabang KabupatenTasikmalaya Sosialisasi DOTS
orang tiap tahunnya. “Untuk itu kitamaupun dunia berkomitmen dalampemberantasan TBC, sebagaimanatercantum dalam WashingtonCommitmen tahun 2001, di manasalah satu butirnya menyatakanDalam 50 tahun sejak Oktober 2010sampai dengan tahun 2050, TBCtidak lagi merupakan masalahkesehatan masyarakat dunia,”tuturnya.Bupati menambahkan sampaisaat ini Indonesia menempati rankingke-3 dunia setelah India dan China,dalam hal jumlah penderita TBC. Haltersebut digambarkan dengan angkakejadian 122 per 100.000 penduduktahun 2001, Indonesia telah menjadipenyumbang 10% dari total kasus TBC dunia. Diperkirakan setiaptahunnya terdapat 583.000 orangpenderita TBC baru dan 140.000orang meninggal akibat TBC.Selanjutnya disampaikan bahwadi Kabupaten Tasikmalaya sendiri,tahun 2009 ditemukan kasus TBCbaru 61,52% dari total perkiraan jumlah kasus, dengan angkakesembuhan sebesar 90,67% danuntuk Jawa Barat 69,62% jumlahkasus, dengan angka kesembuhansebesar 85,05%.Penanggulangan TBC secarakomprehensip dapat dilakukanmelalui DOTS (Directly Observe Treatment Short-Course) yang telahdigunakan sejak tahun 1995. DOTSitu sendiri meliputi 5 komponen yaitudukungan komitmen politisi,diagnosa kasus TBC denganpemeriksaan mikroskop, pengobatandengan pengawasan langsung, jaminan ketersediaan obat anti-TBC yang bermutu dan peningkatanmonitoring serta evaluasi.Diakhir acara Bupati mengimbaukepada semua pihak untukmenyingsingkan lengan baju,memberikan uluran tangan sekecilapapun untuk keberhasilanpemberantasan TBC di Kabupaten Tasikmalaya.
(A Cucu) TASIKMALAYA,
 Medik om
 – 
Unsil,Unpas, dan Universitas Malaysia yang diwakili unsur pimpinanmasing-masing, mengadakanpertemuan segi tiga bertempat diGedung Rektorat Unsil, Jumat(25/6).Dari Unsil tampak hadir KetuaYayasan Drs Oman Rosman danpara dekan serta pimpinan lainnya.Dari pembicaraan ketiga unsurpimpinan tersebut, tercetus suatugagasan untuk mengadakan kerjasama segi tiga. Latar belakangrencana dilakukannya kerja samasgitiga ini adalah adanya kesa-maan visi untuk mengembangkankewirausahaan, sehingga paralulusan diharapkan menjadimanusia manusia yang mandiri,
Unsil, Unpas dan UniversitasMalaysia Jajagi Kerja Sama
 yang mampu menciptakankesmpatan kerja.Pihak Universitas Malaysia menilaibahwa berdasarkan fakta di lapaganmenunjukkan bahwa orang Tasikmalaya telah membuktikandirinya sebagai manusia manusia yang mandiri dan mampu ber-adaptasi dengan berbagai etnik. Halini merupakan suatu modal utamadalam kewirausahaan, bahkan lebih jauh mereka pun menilai konsepbisnis yang selama ini dijalankanorang Tasikmalaya telahdikembangkan secara ilmiah olehnegara besar seperti Amerika Serikat.Di sisi lain melihat potensi UKM yang ada di Tasikmalaya saat inimemiliki potensi yang besar untukdikembangkan, sehingga sudahsaatnya perguruan tinggi untukmembuat suatu modelpengembangan bagi UKM yag akandilakukan melalui suatu “jontresearch”.Kerja sama lain yang bisadilakukan adalah melakukanpertukaran staf pengajar danmahasiswa. Pola pertukaran ini telahdilakukan sejak lama antaraUiversitas Malaysia dan Unpas.Dengan adanya kerja samainternasional ini diharapkanmembawa nilai tambah bagi semuafihak, terutama dalam menghadapiera globalisasi.Acara pertemuan segitiga diakhiridengan kesepakatan untuk menin-daklanjutinya dalam pembicaraan yang lebih teknis.
(A Cucu)PANGALENGAN,
 Medik om
 –Dalamrangka mengakhiri tahunpelajaran 2009/2010, sekitar 240siswa siswi SDN Sirnasari, DesaPulosari, Kecamatan Pangalengan,Kabupaten Bandung, menga-dakan acara kenaikan kelas danperpisahan untuk kelas VI, Jumat(26/6). Acara yang dilaksanakandi kompleks sekolah tersebutcukup meriah dengan menam-pilkan kreasi seni dari masing-masing kelas serta hiburan darimasyarakat sekitar sekolah.Pihak sekolah, komite sekolahdan masyarakat sekitar bahumembahu menyukseskan acaratersebut yang dihadiri Pengawas TKSD Drs Salim, Kepala SekolahMintarsih, Komite Sekolah Memen,para guru, orang tua siswa dantamu undangan dari desa sertatokoh masyarakat setempat.Pada kesempatan itu, Kepala SDSirnasari Mintarsih mengucapkanterimakasih kepada seluruh jajaran panitia, para guru, komitesekolah dan orangtua siswa yangtelah menyukseskan acaratersebut. Menurutnya, suksesnyaacara berkat adanya kerja samasemua pihak. Ia berharap agarkerja sama seperti ini bisa terusdipertahankan dan bahkanditingkatkan lagi.Ia juga berpesan kepada siswakelas VI yang segera meninggalkansekolah karena telah lulus agardapat melanjut ke jenjang yanglebih tinggi tanpa alasan apapun,
SDN Sirnasari dan SDN Pasirmulya2 Adakan Acara Perpisahan
karena sekarang sekolah ke SMPgratis tanpa dipungut biaya sesuaidengan program pemerintah WajarDikdas 9 Tahun.“Juga bagi siswa yang naik kelasharus belajar lebih baik lagi, bagi siswa yang tidak naik jangan putus asa,belajar dengan semangat, karena itumerupakan keberhasilan yangtertunda. Bagi orang tua agar dapatmeningkatkan pengawasannya padaputra-putrinya di rumah saat libursekolah,” ujar Mintarsih mengakhirisambutannya.Sementar Komite Sekolah Memen yang didampingi H Asep selakuoarangtua dan tokoh masyarakatsetempat mengucapkan terimakasihkepada para guru yang telahmendidik para siswa sehinggamampu meraih prestasi sehinggasiswa kelas VI bisa lulus 100%.Menurut Memen keberhasilan iniberkat adanya kerja sama semuapihak dari mulai siswa, orangtuasiswa, guru, kepala sekolah dankomite sekolah yang ikut peduliuntuk memajukan SDN Sirnasari.Ditempat terpisah, acara pesta ke-naikan kelas dan perpisahan dilak-sanakan juga di SDN 2 PasirmulyaDesa Margamulya KecamatanPangalengan, Kamis (24/6). Acara yang dilangsungkan di halamansekolah ini juga menampilkanberbagai kreasi siswa dari masing-masing kelas. Kreasi tersebut diantaranya upacara adat, tari jai-pongan dan beberapa tarian lainnyaserta paduan suara hasil binaan paraguru dan kepala sekolah. Semuakreasi seni dan paduan suara tersebutdisuguhkan kepada hadirin yangberjumlah ratusan orang, diantaranya orang tua siswa kepalasekolah Setiawan SPd, komite seko-lah dan tamu undangan lainnya.Pada kesempatan itu, KepalaSekolah Setiawan SPd yangdidampingi Komite Sekolah AsepSuhanda beserta pengawas TK SD DrsYuyu merasa bersyukur karena acarakenaikan kelas dan perpisahan inibisa berjalan dengan baik dan sukses.Menurut Setiawan acara ini bisaterlaksana berkat adanya dukungansemua pihak, baik guru, siswaorangtua siswa dan komite sekolah.“Merupakan kebahagian bagi kamiacara ini bisa berjalan dengan sukses,dan kami berharap siswa kelas VI yang telah lulus dapat melanjutkanke sekolah yang lebih tinggi, karenasekolah merupakan kewajiban bagianak,” ujar Setiawan.Ia juga mengucapkan terimakasihpada semua pihak yang telahmembantu suksesnya acara tersebut.Sebagai kepedulian sekolah padasiswa yang berprestasi dari kelas Ihingga kelas VI kepala sekolahmemberikan hadiah dan piagampenghargaan yang diterima langsungoleh siswa yang bersangkutandidampingi orangtuanya masing-masing.Setiawan menambahkan, padatahun pelajaran 2009/2010 lalu,SDN Pasirmulya memiliki siswa ber- jumlah sekitar 500 orang.
(Suhendar)CIAMIS,
 Medik om
-
 Terkait denganadanya surat edaran penghentianpelayanan Surat Keterangan TidakMampu (SKTM) oleh Dinkes melaluiPemkab Ciamis ke masing-masingkecamatan, sementara pihak RumahSakit Umum Daerah (RSUD) Ciamismasih melakukan pelayanan SKTM,itu bukan masalah besar.Demikian dikatakan Kepala DinasKesehatan Ciamis, Drg DendyRahayu Sukardjo, Rabu (24/6),kepada wartawan. Menurutnya,kepala desa dan kecamatan tidakusah pusing dan sulit menanggapipermasalahan yang ada,
Pemkab Ciamis Harus Peka terhadap Kesulitan Warga
sebagaimana adanya surat edarantersebut. Melainkan di sini perluadanya koordinasi yang baik antarapemerintah desa dan kecamatandengan pihak rumah sakit daerah.“Sebelum memberikan rekomendasiSKTM terhadap warganya, terlebihdahulu diwajibkan kepala desa ataucamat senantiasa berkoordinasiterlebih dahulu dengan pihak RSUD,”ujarnya.Lebih lanjut Dendy mengatakan,hingga kini pihak Dinas Kesehatantidak mempunyai kewenanganmenghentikan pelayanan SKTM,melainkan hak sepenuhnya RSUD.“Adapun RSUD sewaktu-waktumenghentikan dan menyetop SKTM,itu kewenangannya dan di situ perlukoordinasi yang baik antara pihakkecamatan dan rumah sakit,” jelasnya.Ditambahkannya pula, sampaisaat ini anggaran Dinkes untuk SKTMdi RSUD Ciamis telah habis danpihaknya tidak bisa lagimenganjurkan ke RSUD. “Pelayananini murni inisiatif RSUD, adapunsewaktu-waktu RSUD mencabutlayanan, itu sudah haknya,”tambahnya.Menanggapi pernyataan tersebut,meski masih dinilai belummemahami sepenuhnya, dengansedikit cemas namun banyakberharap, salah satu warga DusunPasirlaja, Desa Mangunjaya,Kecamatan Mangunjaya, akrabdipanggil Cengceng, mengakui dalam waktu dekat ini membutuhkan biayauntuk persalinan istrinya.Sementara kehidupannya serbakesulitan. Untuk itu mengharapkanada ke-
legowo
-an dari pihakpemerintah, khususnya yang terkaitdalam hal ini, agar bisa memberikankebijakan kepada warga-wargaseperti dirinya. “Tanpa adakompensasi atau kesulitan apapun.Karena akan memproses SKTM,karena kami merasa bingung,” keluhCengceng. Dirinya berharap adakebijakan dari RSUD maupunpuskesmas terdekat, mengingatkeadaan masyarakat yang saat iniserba kekurangan.“Alhasil benar bahwa pemerintahbisa mengerti dengan keadaaanmasyarakat di bawah,” ujarnyadengan penuh harapan, anaknyakelak bisa lahir selamat dan bisadibantu dengan program dankebijakan pemerintah.(
Herz
)
GARUT,
 Med ik om
 – 
Gempa bumidahsyat yang menimpa sebagian warga Garut selatan beberapa waktusilam banyak menyisakan kisah pilubagi para korbannya. Selain penca-iran dana rekonstruksi yang lamban, juga banyak warga yang kurangmendapat kepedulian dari pihakterkait, terutama dari Pemkab Garut.Salah seorang warga korban gempabumi yang rumahnya hancur adalahNek Mariah (90). Warga KampungYayasan Cijeruk, RT 03/04, DesaSagara, Kecamatan Cibalong Pa-meungpeuk Garut, kini harus hidupdalam sebuah gubuk berukuran 2 x3 meter beratapkan alang-alang.Keadaan yang jauh dari kelayakanini merupakan pemandangan sangatmemilukan. Bagaimana tidak,seorang nenek renta harus hidupdalam sebuah gubuk yang sesekaliatapnya terbang diterpa angin. Jikahujan datang, si nenek pun haruskedinginan menahan bocoan airhujan di sana sini.Nek Mariah yang selam ini hidupbersama suaminya, Ipin (75) buruhkasar serabutan, terpaksa harusmeanggung beratnya beban hiduppascamusibah gempa bumi yang
Malangnya Nenek Mariah, Hampir tak Tersentuh Bantuan
meluluhlantakkan rumahnya. Pen-deritaan Nek Mariah semakin lengkaptatkala perhatian dari pemerintahtidak ada. Padahal warga seperti NekMariah seharusnya mendapatkanprioritas bantuan dari, karena me-mang mereka sangat layak meda-patkan bantuan yang maksimal. Terkait tidak diperhatikannyakondisi Nek Mariah dan keluarganya,salah seorang tetangga Nek Mariah,Sulastri (45) menjelaskan, selama iniNek Mariah dan warga di sekitarnyakurang diperhatikan pemerintah.“Jangankan dari pemerintah sepertiPak Bupati memberikan bantuankepada kami, menengok kami yangsedang kesusahan pun tidak pernah. Jangankan Pak Bupati yang jauh,Pak Lurah pun belum pernahmemperhatikan kami. Paling tidakmenengok keadaan kami,” tegasSulastri sambil menyeka air mata.Sulastri, Nek Mariah dan wargasekitar sangat mengharapkankepedulian dari pemerintah dan.Harusnya keadaan ini tidak perluterjadi, jika pemerintah mau peduliakan nasib rakyatnya yang telahmemilihnya dalam pilkada. Jikapunmereka tidak memilih, warga yangmembutuhkan bantuan adalah warganya juga. Jangan sampaiketimpangan ekonomi dan sosial inimenimbulkan krisis multi dimensiakut yang akan merugikan warganegaranya.
(Kus/Yudi K)
Bagaimana tidak, seorang nenek renta harus hidupdalam sebuah gubuk yang sesekali atapnya terbangditerpa angin. Jika hujan datang, si nenek pun haruskedinginan menahan bocoan air hujan di sana sini.
 
Lintas Kota
3
Edisi 375 Tahun VII 28 Juni s.d. 04 Juli 2010
BANDUNG BARAT,
 Medik om
 –Tokohmasyarakat di wilayah sekitar lokasidaur ulang limbah medismengeluhkan kegiatan anggotamasyarakat berinisial Os yangmendaur ulang limbah medis dariPuskesmas Cicangkanggirang,Kecamatan Sindangkerta Kabu-paten Bandung Barat. Tokoh ma-syarakat tersebut mengkhawatirkandaur ulanh limbah medis akanberbahaya bagi kesehatan.“Apa itu tidak berbahaya? Itu kanbekas digunakan untuk menyuntikorang yang sakit,” ujarnya.Saat
Medikom
OS di rumahnyabaru-baru ini, kebetulan OS sedangmembersihkan bekas alat suntik/sepet dengan cara memisahkan jarum dari tabungnya, botolobat,plastik dan kardus. OS me-ngatakan, barang-barang ini didapatdari Puskesmas Cicangkanggirang.“Kan lumayan bisa untuk dijual,”tandasnya.Dikatakan, untuk satu biji botoldijual dengan harga Rp50. Alatsuntik/sepet dijual Rp1.000-Rp1.500/biji dan untuk kardus danplastik dijual ke tukang rongsok perkg dihargai Rp500-Rp750. OSmenambahkan, untuk bekas alatsuntik dan botol obat itu ada yangmengambil langsung dari perodusendi Bandung.Kepala PuskesmasCicangkanggirang Janjang Mulyana,Selasa (22/6) di ruang kerjanya yangdidampingi oleh Kepala DesaCicangkanggirang Ade Rahmat SAgdan Kasubag TU UPTD KesehatanKecamatan Sindang Kerta Mamanmengatakan, dengan adanyakejadaian daur ulang limbah medisdi masyarakat di sekitar puskemas,merupakan keteledoran pihakpuskesmas dan UPTDkes dalammelakukan pengamanan limbahmedis. Limbah medis tersebut,tandasnya, seharusnya ditimbunatau dibakar bukan untuk didaurulang, karena merupakan limbah
 “Dinkes Tutup Mata” 
Limbah Medis PuskesmasDidaur Ulang Masyarakat
berbahaya dan tidak boleh didaurulang.Menurutnya, untuk limbah yangada di rumah OS, itu merupakanlimbah medis bukan limbah nonmedis. Setelah pihak puskesmasmenayakan langsung ke salah satupegawai yang mengambil limbahmedis tersebut, pegawainyamembenarkan kalau itu limbah dariPuskesmas Cicangkanggirang, Jajang, Maman dan Kadesmengatakan lebih lanjut, denganadanya daur ulang limbah medismengharapkan pihak DinkesKabupaten Bandung Baratmencarai solusi terkait dengan carapengamanan lembah medis yangbenar dan aman, agar tidak ada lagikejadian seperti ini di puskesmas-puskesmas di Bandung Barat.Hal serupa dikatakan KepalaUPTDKes Kecamatan Sindang KertaH Cecep. Saat ditemui
Medikom
dikantor Kecamatan Sindangkerta,Rabu (23/6), Cecep mengatakan,pihaknya mengucapakn terimakasih kepada
Medikom
atas adanyainformasi daur ulang limbah medisdi wilayah kerja UPTDKesSindangkerta. Saat ini, pihakUPTDKes, puskesmas dan kepaladesa berupaya mencari solusi.Sementara untuk melakukanpengamanan limbah medis agar jangan sampai didaur ulang kembalioleh masyarakat, pihaknyamenunggu komando dari DinasKesehatan Kabupaten BandungBarat, karena sampai saat ini belumada komando ke UPTDKesSindangkerta tentang bagaimanacara penanganan limbah medis yangbenar.Kepala Dinas KesehatatnKabupaten Bandung Barat dr PupuSari Rohayati melaui teleponselularnya, mengatakan, “Itu kanbisa jadi
income
buat masyarakatkarena itu bisa dijual ataudimanfaatkan sebagai alat dapurseperti tempat bumbu. Jadi tidak adamasalah.”Pupu pun memberikan pesansingkat yang berbuyai:
kapan-kapanmain yah ke dinas kes biar wawasanluas kita ngobrol supaya dapat ilmuapa itu sampah. Sampah dikesehatan ada 2 yaitu sampahmedis, apa itu arti masing- masing,dan apa itu definisi daur ulang, main yah terbuka ko dinkes ya.
Pesan singkat kedua berbunyi:
beritakan saja itu kan hak bapak ko,tapi siap-siap saja denganketidaktahuan bapak, itu mah bukandaur ulang tp dipakai lagi, makanyaharus baca-baca dulu istilahnyahehehehe, apa ga sekalian kepersiden nanti kamu disekolahkankembali biar jadi jurnalis yangprofesional.
Kepala LH Kabupaten BandungBarat melalui Kabag TU Dedi Kurnia yang didampingi Seksi PengendalianPencemaran Use A Sanusi saatditemui
Medikom
Kamis (24/6) diruang kerjanya mengatakan, sesuaidengan Peraturan Pemerintah No 18 Tahun 1999 tentang PengolahanLimbah Bahan Berbahaya dan Ber-acun, yang disebut dengan limbahB3 itu ada dua macam. Satu limbahB3 infeksius dan non infesius. Untuklimbah medis yang dikatagorikanlimbah infeksius itu, jarum suntikdll, non infeksius itu yang tidakberbahaya seperti kardus dll.Untuk yang katagori infeksius ituharus dimusnahakan dengan caradibakar menggunakan alat khususdengan suhu mencapai 1.000- 1.500C
0 .
Dedi dan Use menambah-kan,,yang namanya didaur ulang ituada proses dan pemanfaatankembali. Bagi masyarakat yangmenerima sepet/jarum suntik danada proses itu disebut daur ulang.Saat
Medikom
menghubungiKetua Komisi D Aep Nurdin dari PKSmelalui telepon selularnya, pihaknyamengatakan, akan mempelajaridulu kasus ini dan akan melakukankoordinasi dengan dinas terkait.
(tim)KUNINGAN,
 Med ik om
 – 
Kekayaanseni-budaya yang dimiliki
 
 Jabarperlu dilestarikan sebagaikebanggaan atas peninggalanleluhur atau nenek moyang. Olehkarenanya, pengungkapan senitradisi melalui pergelaran seni tradisi yang mendapat perhatian luas darimasyarakat mesti diabadikan. Misiitu melatarbelakangi dukunganKadisparbud Jabar Ir Herdiwan MM,Sabtu (26/6) terhadap pergelaranindegeneous appareance culture ataugelar kamonesan asli boganasewang-sewangan sebagai bentukpenghargaan kekayaan seni tradisi.
Event
monumental yang dihadiridan mendapat perhatian luas initambah Herdiwan harus terusdidayagunakan seluruh panitiapelaksana dan masyarakat agar jadikebanggaan bersama. Pagelaran
Pagelaran Seni Daerah Sarat Apresiasi
 yang melibatkan peserta kegiatan yang berasal dari lima kabupaten/kota se wilayah Bakorpembangwil Jabar yaitu Kabupaten Indramayu,Kabupaten Majalengka, KotaCirebon, dan Kabupaten Cirebon inicukup bernuansa spirit dalammengembangkan danmemanfaatkan seni dan perfilmaantahun 2010 dengan sejumlahprogram kegiatan yang diluncurkan.“Kegiatan pelestarian danpengembangan bidang kesenian danperfilman 2010 ini sebagai upayaprogram kegiatan yang bersumberdari APBD 2010 untuk seni tradisi,”tandasnya sekaligus memberikanapresiasi khusus kepada seluruhseniman dan budayawan untukmenghadiri
event
monumental ini.Keunggulan dan keistimewaan yang terdapat dalam masyarakat Jabar sebagai anak bangsa harussejalan dengan kebijakanpengelolaan keragaman budayahingga kesemuanya bisa tetap lestari.Dengan bisa diselenggarakanpengelolaan keragaman budaya inibisa pula disiapkan pengkaderansekaligus pembinaan peninggalankepada generasi muda.“Kita ketahui Jabar memilikisumber daya alam (SDA) dansumber daya manusia (SDM) yangsangat potensial seperti seniman danbudayawan yang cukupmembanggakan untukmenyongsong karya anak bangsa kedepan,” tukasnya pada
event
yangmendapat apresiasi bukan saja darimasyarakat, tetapi para senimandan generasi muda yang sudahberpengalaman di Jabar ini.
(Zaz)BANDUNG,
 Med ik om
 –Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawanmenegaskan komitmennya dalammelindungi dan mengembangkanpasar tradisional. Dalampengembangan pasar ini harusmemperhatikan penataan,kenyamanan dan keamananlingkungan, sebagai salah satusasaran utama programpengembangan sistem perdagangandalam negeri. Untuk itu, PemerintahPovinsi Jawa Barat juga telahmeluncurkan program khusus, yakni Gerakan Pengembangan danPerlindungan Pasar Tradisional(Gempita).Heryawan menyatakan, pogramGempita merupakan gerakanbersama untuk mengupayakanpengembangan dan perlindunganpasar tradisional dari segenappemangku kepentingan di JawaBarat, melalui pendekatan parsial,SDM, sosial budaya,
demand
,kelembagaan dan kemitraan. Fokuskegiatan program tersebut adalahmeningkatkan kemampuan danperubahan perilaku pedagang,perluasan pangsa pasar, penataandan pengembangan kerja sama,peningkatan ketersediaan dankualitas fisik bangunan sertamonitoring dan evaluasi.Untuk itu menurut Heryawan,Pemerintah Provinsi Jawa Baratpada Tahun Anggaran 2009, melaluiProgram Gempita telah melakukankegiatan revitalisasi sejumlah pasartradisional. Di antaranya telah
Pemprov Alokasikan Rp5 Miliaruntuk Revitalisasi 6 Pasar Tradisional
berhasil dilaksanakan di 5kabupaten/kota, yaitu KotaBandung, Kota Bogor, KotaCirebon, Kabupaten Karawang danKabupaten Kuningan, denganalokasi anggaran sebesar Rp4,1miliar. Hal itu diungkapkanHeryawan saat PeresmianPengoperasian Pasar TradisionalModern Jasinga, Kabupaten Bogor,Kamis (24/6) pagi. Hadir dalamacara itu Bupati Bogor RahmatYasin.Selanjutnya Pemprov Jabardalam periode Tahun Anggaran2010 ini juga telah mengalokasikananggaran sebesar Rp5 miliar, gunamerevitalisasi 6 pasar tradisional di Jawa Barat, yaitu Pasar Cijerah diKota Bandung sebesar Rp1,4 miliar,Pasar Tanjungsari di KabupatenSumedang sebesar Rp1 miliar, Pasar Jampang Kulon di KabupatenSukabumi sebesar
 
Rp1 miliar, PasarCipeujeuh di Kabupaten Cirebonsebesar
 
Rp660 juta, Pasar Kanomandi Kota Cirebon sebesar
 
Rp680 juta,serta Pasar Cigurubug di Kota Tasikmalaya sebesar
 
Rp500 juta.Selain dana yang berasal dariAPBD Provinsi Jabar, pada TahunAnggaran 2010 juga terdapat alokasidana APBN sebesar Rp2 miliaruntuk merevitalisasi 2 pasartradisional di Jawa Barat, yaituPasar Taraju di Kabupaten Tasikmalaya dan Pasar Margahayudi Kabupaten Bandung. Alokasidana masing-masing sebesar Rp1miliar. “Semua itu diharapkanmampu menjadikan pasartradisional lebih baik lagi,” tegasHeryawan.Menurut Heryawan meskiPemerintah Provinsi Jawa Baratmemiliki kewenangan yang terbatas,namun terus berupaya melaluiberbagai cara untuk melindungiserta memberdayakan pasartradisional dengan melaksanakansosialisasi pemberdayaan pasartradisional pada bulan November2009 dan melibatkan 10 provinsianggota Mitra Praja Utama (MPU).Forum ini menghasilkan SuratRekomendasi kepada PemerintahPusat (Menteri Perdagangan) Nomor511.2/4713/Admrek Tanggal 16Desember 2009, yang intinyamengenai peran dan kewenanganpemerintah provinsi dalam halpembinaan pasar di daerah.Selain itu juga Pemprov Jabartelah menyampaikan SuratGubernur Jawa Barat Nomor511.2/2106/Admrek tanggal 20 Mei2010 kepada Bupati/Wali Kota se- Jawa Barat, perihal Ijin PendirianMini Market. Intinya menjelaskan,pendirian mini market wajibmemperhatikan aspek demografis/kepadatan penduduk,perkembangan pemukiman baru,aksesibilitas wilayah pada arus lalulintas, dukungan dan ketersediaaninfrastruktur, keberadaan pasartradisional dan warung/toko di wilayah sekitar; serta pembatasan jam kerja operasional. 
(IthinK)BANDUNG,
 Medik om
 –RevitalisasiKeluarga Berencana (KB)Nasional merupakan bagianupaya pemerintah dalampercepatan pelaksanaan prioritaspembangunan tahun 2010.Revitalisasi KB sebagai programprorakyat harus dapat menjaminpelayanan KB yang berkualitasserta sesuai dengan standaroperasional prosedur.Demikian disampaikan KepalaBadan Koordinasi KeluargaBerencana Nasional (BKKBN) Drdr Sugiri Syarief MPA, ketikamembuka pertemuanKonsolidasi Pemaduan KebijakanProgram KB serta PerencanaanAnggaran PembangunanKependudukan dan KB tahun2011 Hotel Garden FlowerBandung, Senin (21/6).“Dukungan yang dapatdiberikan melalui revitalisasiprogram KB adalah dengan
Revitalisasi KB HarusMenjamin Pelayanan
memberikan dukungan terhadappenyediaan alat kontrasepsi dansarana pelayanan KB, penguatankualitas SDM penyelenggarapelayanan KB serta meningkatkankualitas SDM di tingkat lapangan.Dan ini adalah salah satu programprorakyat, dengan revitalisasi KBharus menjamin bahwa pelayananKB secara gratis harus menjangkaukeluarga pra sejahtera dansejahtera,” ungkapnya.Selain itu, Sugiri jugamengharapkan Kepala BKKBN diseluruh Indonesia untukmemperhatikan petugas lapanganKB (PLKB) dan kader di lapangan.Peningkatan jumlah PLKBdianjurkan untuk memenuhi jumlah yang ideal, terutamamemberikan serta menyediakanpelatihan sebanyak-banyaknyasehingga saat mereka di lapangandapat melaksanakan pekerjaansesuai dengan tugas dan fungsinya.“Pemberian
reward
(pnghargaan)dan insentif untuk PLKB maupunkader harus saudara perhatikan.Peningkatan
capacity building
untukpara pengelola program di tingkatkabupaten dan kota, kecamatandan desa sejauh ini sudah lamatidak terperhatikan. Denganberkumpulnya kita di Bandung,diharapkan para Kepala BKKBN diseluruh Indonedia harus mendesainpelatihan yang cocok serta memadaibagi mereka, demi tercapainyaprogram kita untuk kemaslahatanrakyat dan bangsa,” ungkapnya.Maka untuk tercapainya programdi daerah, Sugiri berharap kepaladaerah memberi dukungan terhadappara pelaku program, dan jangansampai ditelantarkan. Sebab,pertumbuhan penduduk sangatberpengaruh terhadap ekonomidaerah kabupaten maupun kota.
(Iwan)SOREANG,
 Medik om
 –Sekitar 75 orang anak cacat yang berada diKabupaten Bandung pada tahun 2009 mendapatkan bantuan dariPemerintah Kabupaten Bandung melalui Dinas Sosial Kependudukandan Cacatatan Sipil.Bantuan tersebut dalam upaya membantu warga masyarakat yangtidak mampu terutama anak- anak cacat supaya kelak hidupnya samadengan anak-anak yang sempurna. Sebab, zaman sekarang anak cacattidak kalah kemampuannya dengan anak-anak normal. Itu semua berkatprogram pemerintah yang sampai pada masyarakat Kabupaten Bandung.Bantuan yang disampaiakan kepada anak anak cacat berupa barangperbaikan gizi dan kesehatan.Ketua IKDAC Desa Margaluyu Kecamatan Pangalengan Yayat yangdidampingi Kepala Desa Margaluyu Edi saat ditemui
Medikom
di ruangkerjanya mengakui pada tahun 2009, sekitar 38 orang di Desa Margaluyumendapatkan bantuan untuk anak cacat melalui Dinas Sosial KabupatenBandung. Bantuan tersebut berupa sarana kebutuhan yang diperlukanoleh masing- masing anak cacat, seperti tempat tidur, sepeda, kursi dll.Disesuaikan edngan kebutuhan anak.“Alhamdulillah sekarang sudah keterima oleh masing-masing anakcacat dengan utuh. Bantuan tersebut jika diuangkan senilai Rp2 jutaper anak cacat,” lanjut Yayat.Kepala Dinas Sosial Kependudukan dan Cactatan Sipil KabupatenBandung Drs H Salimin MSi didampingi Drs Asep Sapaat menagkuibantuan untuk anak cacat tersebut sebanyak 75 orang di KabupatenBandung, yakni untuk 2 kecamatan di antaranya KecamatanPangalengan. Bantuan sebagai kepedulian dari Dinas Sosial Pusat melaluiDinas Sosial Kabupaten Bandung, ini, lanjut Salimin diberikan kepadaharus berupa barang yang dibutuhkan masing-masing anak cacat.
(Suhendar R)
75 Anak Cacat di KabupatenBandung Dapat Bantuan
BANDUNG,
 Me d ik om
 –Vice President Public and MarketingCommunication PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Eddy Kurniadinobatkan sebagai Best of The Best dalam ajang “PR Program and PRPeople of The Year 2010” yang diselenggarakan oleh Majalah
MixMarketing Communication
di Jakarta baru-baru ini. Selain memperolehpredikat Best of The Best, Eddy Kurnia juga meraih tiga gelar bergengsilain, yakni sebagai Most Accesible, Most Cooperative, dan MostCommunicative.Pertimbangan juri menobatkan Eddy sebagai PR People of the Year,antara lain kemudahan bagi para jurnalis untuk menghubungi,kooperatif dan komunikatif menjelaskan data dan informasi yangdibutuhkan para jurnalis. Menurut dewan juri, ia selama menjabatselalu menyadari kedudukan para jurnalis dalam konstelasikepentingan komunikasi perusahaan. Sebagai representasiperusahaan, Eddy tahu betul kapan harus memberikan penjelasanpanjang lebar dan kapan ia harus memberikan penjelasan secukupnyakepada para jurnalis.Eddy lahir di Ciamis, Jawa Barat, 10 November 1957. Ia dikenal olehpara jurnalis, khususnya jurnalis yang kerap meliput kegiatan-kegiatan Telkom. Ia memiliki prinsip, “Jurnalis adalah senyawa dari sebuah jembatan komunikasi dan informasi”. Diakuinya memang, adaperbedaan fungsi antara tugas jurnalis dan public relations (PR). PRharus membangun, menjaga dan mengembangkan citra perusahaan,sementara jurnalis memiliki tugas sebagai kontrol sosial.
(IthinK)
Eddy Kurnia
 
Raih “Best of The Best People” 
BANDUNG,
 Medik om
 –Komisi ADPRD Provinsi Jawa Barat merasaprihatin melihat kondisi lembagapemasyarakatan (lapas) di Kota Tasikmalaya yang sangat tidakmanusiawi. Selain jumlahhunian melebihi kapasitas dayatampung, bangunan yangdidirikan pada masapemerintahan Belanda tersebut,hingga saat ini sulitdikembangkan.Masalah tersebut terungkapketika rombongan Komisi ADPRD Provinsi Jawa Barat yangdipimpin Wakil Ketua Komisi A,H Sugianto Nangolah SHmengunjungi Lapas Kelas 2Bdi Jalan Otista Kota Tasikmalaya, Rabu (23/6).Rombongan berjumlah 18anggota dewan dari delapanfraksi di DPRD Provinsi JawaBarat itu, diterima Kepala Lapas Tasikmalaya I Made DarmajayaBcIp SSos MM beserta jajarannyadi ruang kerjanya. Dalam dialog
H Sugianto Nangolah SH:
DPRD Jabar Siap Fasilitasi RelokasiLapas Tidak Manusiawi
terungkap, sebenarnya ketikadibangun lapas tersebut hanyamemiliki kapasitas hunian 150orang. Namun saat ini telah dijejalinarapidana dan tahanan sebanyak415 orang.Menurut Sugianto dan SekretarisKomisi E, A Darojat, kondisi sepertiitu hendaknya jangan dibiarkan.Upaya-upaya pembenahan harussegera dilakukan dengan caramerelokasi lapas ke tempat yanglebih manusiawi dan representatif.“Kemudian, yang lebih penting,lembaga pemasyarakatan tersebut,hendaknya bukan sebagai penjaratetapi sebagai tempat untukmembina warga yang memangbermasalah dengan hukum.Sehingga, ketika mereka keluar darilapas, mampu beradaptasi denganmasyarakat disertai dengan memilikikeahlian atau keterampilan tertentudan mampu hidup mandiri,”ungkap Sugianto.Sementara itu, anggota Komisi AKH Nawafisaat juga tercengang. Saatmelakukan peninjauan, ia melihatkamar dijejali sebanyak 62 orang.Seharusnya, kamar yang hanyaberukuran 4 x 4 m tersebut, dihunioleh 17 orang.“Bagaimana kalian tidur dengankondisi kamar seperti ini. Kalaumelihat tulisan di depan kamar, inikan hanya untuk 17 orang, tapi inimalah diisi sampai 62 orang,”katanya ketika berdialog dengansalah seorang penghuni lapas.Menurut Nawafi, salah satu solusi yang memungkinkan, adalahdengan cara “memisahkan” ataumembangun lapas baru di wilayahKabupaten Tasikmalaya. Untuk itu,Kepala Lapas dapat membicarakanmasalah tersebut dengan Pemkab Tasikmalaya, minimal denganmenyediakan lahannya dan DPRD Jabar akan mendorong Pemprov Jabar untuk membantu mendanaipembangunan lapas baru denganbantuan dana hibah.“Dengan demikian, untukmewujudkan Lapas yang memilikifungsi pembinaan terhadapmasyarakat yang bermasalahdengan hukum, dapat diwujudkandengan tiga sumber pendanaan,”tegasnya.Disebutkan, Kepala Lapas beserta jajarannya hendaknya melakukanterobosan dengan melakukanpendekatan melalui bupati dan walikota. Sedangkan DPRD Provinsi Jawa Barat melalui Komisi A, akanberusaha maksimal melalui APBDProvinsi Jawa Barat. Dengandemikian, sumber pendanaan akanlebih maksimal baik melalui APBDkabupaten/kota, APBD provinsimaupun Kementerian Hukum danHAM, karena lapas merupakaninstitusi vertikal.Ketua Komisi I DPRD Kota Tasikmalaya yang turut hadir dalampertemuan mengungkapkan, upayauntuk merelokasi lembagapemasyarakatan (lapas), telahdilakukan sejak tahun 1983, tetapiselalu terkendala masalah teknis.Sebab, untuk Lapas Tasik yangnotabene termasuk kelas 2Btersebut, harus memiliki lahanminimal 3 sampai dengan 5 hektare.Kepala Lapas Tasikmalaya I MadeDarmajaya BcIp SSos MM mengakuilapas yang menjadi tanggung jawabnya saat ini sudah tidak layaklagi, baik kondisi bangunan,maupun jumlah hunian. Lapas Tasikmalaya, sebenarnya sudahtermasuk salah satu programKementerian Hukum dan HAM, yangakan direlokasi dengan bangunan yang sesuai peraturan danperundang-undangan.Bahkan, sejak tahun 1983, upayauntuk merelokasi Lapas Tasikmalaya sudah menjadi wacanaantara Kanwil Kementerian Hukumdan HAM Jabar dan Pemkab Tasikmalaya. Diharapkan, dengankehadiran rombongan Komisi ADPRD Jawa Barat dan Komisi IDPRD Tasikmalaya, rencana relokasi yang sempat tertunda akan segeraterwujud. 
(IthinK)BANDUNG,
 Medik om
 – 
BalaiPelayanan PenempatanPerlindungan dengan TenagaKerja Indonesia (BP3TKI)Bandung, diharapkan ke depandapat mendukungimplementasi kebijakanPemerintah Provinsi Jawa Baratdalam mewujudkan upayapenciptaan satu jutakesempatan kerja bagimasyarakat Jabar,sebagaimana Visi dan MisiGubernur dan Wakil Gubernur Jabar saat ini.Di samping itu, BP3TKIBandung juga dapat berfungsisebagai sentra pelayanan terpa-du satu pintu di bidang pelaya-nan penempatan dan perlindu-ngan TKI di Jabar, mengikutiProvinsi Nusa Tenggara Barat(NTB), dan Provinsi SumateraUtara-Medan yang sudahberjalan. Semua itu, untukmengikis para pencalonan/sponsor terhadap tenaga kerjaIndonesia ke Luar Negeri.Dengan dikeluarkannya surat
BP3TKI Bandung Sentra Pelayanan Satu Pintu Penempatan dan Perlindungan TKI
dari Kementerian Hukum danHAM RI beberapa waktu lalutentang diizinkannya calon TKIbisa mengurus paspornya didaerah, diharapkan pemerintahdaerah termasuk Provinsi Jabardapat memantau secara tepat jumlah penduduknya yang bekerjake luar negeri.Demikian diungkapkan KepalaBadan Nasional Penempatan danPerlindungan Tenaga KerjaIndonesia (BNP2TKI) Moh JumhurHidayat seusai meresmikanGedung BP3TKI Bandung di JlnSoekarno Hatta No 587 Bandung,Selasa (22/6). Acara peresmiangedung BP3TKI Bandung dihadirioleh Gubernur Jawa Barat AhmadHeryawan, Kepala Disnakertrans Jabar Mustofa Djamaluddin,Kepala Disnaker Kota BandungHibarni Andam Dewi, pengurusPPTKIS/PJTKI yang ada di Jabarserta undangan lainnya.Dikatakan oleh Jumhur selamaini kewenangan pembuatan pasporbagi TKI ke Luar Negeri dipusatkandi Kantor Pusat Pelayanan Mutu TKI di Tangerang. Hal ini dapatmenjadi celah munculnyasejumlah permasalahanketenagakerjaan khususnyapengiriman TKI ke luar negeri,mengakibatkan data base jumlahpengiriman TKI tidak akuratkarena berangkat dari pusat, makadi daerah tidak terdata dengan baikdan benar. Pembuatan pasporhanya di pusat juga menjadi celahmaraknya kasus
trafficking
diIndonesia.Dengan peresmian gedungBP3TKI, kata Jumhur dapatmelayani seluruh penduduk Jabar yang akan bekerja ke luar negerisecara benar dan dapat melakukansosialisasi ke kabupaten/kota di Jabar. Bahkan sampai ke tingkatpedesaan, terlebih-lebih adanyamobilisasi sosialisasi selama inidiambil oleh pihak calo/sponsor yang mengakibatkan banyak calon TKI tertipu atau ilegal malahmenjadi
trafficking
.Masyarakat yang direkrut olehpihak calo/sponsor menjadi calon TKI dengan mengeluarkan uangberkisar Rp5-Rp6 juta/orang, jelasnya, tanpa mengikuti proseduraturan yang benar. Sosialisasi yangdiambil oleh sponsor selama inibisa tergantikan apabila pihakpemerintah proaktif dari calon TKIkabupaten/kota di Jabar bisalangsung ke BP3TKI Bandung,tidak langsung ke Jakarta/Pusat.Salah satu sosialisasi BNP2TKImelalui BP3TKI di daerah, lanjut Jumhur dengan membuat bursakerja luar negeri dan kelompokberlatih berbasis masyarakat(KBBM) di tiap desa di kabupaten. Jadi tidak perlu berlatih di pusat,cukup di daerah sekitar/pedesaan.Saat ini sudah terbentuk sekitar100 KBBM, dan tahun 2011direncanakan 300-500 pusatbelajar di desa-desa.Kepala BP3TKI Bandung DrsHasan Abdullah MM selakupenanggung jawab peresmiangedung dalam laporannyamengungkapkan gedung kantorBP3TKI Bandung berdiri di atastanah seluas 943 m
3
dan luasbangunan lebih kurang 750 m
2
,dibangun dua tahappembangunan, yakni lantai 3tahun 2008, pembangunan tahapkedua, lantai 2 dan lantai 3 padatahun 2009.Menurut Hasan, BP3TKIBandung yang mempunyai tugaspokok memberikan kemudahanpelayanan memproses seluruhdokumen penempatan,perlindungan dan penyelesaianmasalah TKI secara terkoordinasidan terintegrasi, khususnya di wilayah Propinsi Jawa Barat.Sdangkan fungsi BP3TKIBandung, lanjut Hasanpembinaan, pemantauan danevaluasi kinerja lembagapenempatan TKI. Di samping itupelayanan, penertiban kartutenaga kerja luar negeri (KTKLN).“Pemberdayaan dan pembekalanakhir penempatan TKI,pemantauan pelaksanaan kerjasama luar negeri, fasilitas unitpelayanan terpadu satu pintu pospelayanan penempatan danperlindungan TKI,” tandasnya.
(Laures)

Activity (12)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Zhakir Muakhaz liked this
dek wan liked this
taufikmardi liked this
dedisutrisna liked this
SOPANDI liked this
鄭永保 liked this
Atet Hendrawan liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->