Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
9Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Mingguan Medikom Edisi 376

Mingguan Medikom Edisi 376

Ratings: (0)|Views: 1,076 |Likes:
Published by Hary Buana

More info:

Published by: Hary Buana on Jul 04, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/14/2012

pdf

text

original

 
HARGA ECERAN Rp2.500,- LUAR JAWA + Ongkos Kirim
Tepat & Perlu
Media KMedia KMedia KMedia KMedia Komomomomomunikasi Masyunikasi Masyunikasi Masyunikasi Masyunikasi MasyaaaaaakaakaakaakaakatttttTTTTTanspar anspar anspar anspar anspar ananananan
Selengkapnya baca Halaman 3
Edisi 376 Tahun VII 05 s.d. 11 Juli 2010
Simak Halaman Khusus
PURWASUKA
Satu Halaman Untuk Purwakarta - Subang dan Karawang
Halaman 5
 d  i   h   a l   4  
Gubernur Canangkan2011 Sebagai TahunIrigasi Jawa Barat
Kenapa Tanah dan BangunanNaripan 78 Dieksekusi
Kasus yang menarik perhatianpublik terungakapnya mafiapajak yang melibatkan sejumlahperwira polisi. Dan yang palingmenghebohkan selang beberapahari sebelum hari jadinya,muncul kasus rekeningmencurigakan sejumlah jenderal.Berbagai permasalahan inter-nal inilah yang menempatkankinerja polisi menjadi sorotantajam. Bahkan, berbagai kalnganmenilai di usianya yang ke-64kepercayaan publik terhadapinstitusi polisi justru menurun.Hal itu terungkap dalam acaraevaluasi dan harapanmasyarakat sipil pada HariBhayangkara ke-64 yangdiselenggarakan Komisi untukOrang Hilang dan Korban TindakKekerasan (Kontras), Lembaga
HUT Ke-64 Bhayangkara
Kepercayaan Publik Terhadap Polri Rendah
Tepat 1 Juli 2010 , Polri genap merayakan hari ulangtahunnya ke-64. Berbagai prestasi ditorehkan kepolisiandalam pengabdiannya kepada masyarakat. Salah satuyang mendapat apresiasi tinggi ketika polisi berhasilmenumpas jaringan teroris di tanah air. Prestasi polisi inibukan hanya mendapat penghargaan di dalam negeri,tetapi juga mendapat acungan jempol dari duniainternasional karena kepolisian RI salah satu polisiterbaik dunia dalam menghadapi terorisme. Namunseiring bertambahnya usia korps Bhayangkara iniberbagai sorotan tajam pun dialamatkan.
Bantuan Hukum (LBH) Jakarta,dan Wahana Lingkungan HidupIndonesia (Walhi) di Jakartabeberapa waktu lalu.Dalam diskusi itu, untuk me-ngembalikan kepercayaan publik,polisi diminta untuk mengambillangkah-langkah konkret. Salahsatunya dengan meningkatkanakuntabilitas, transparansi danprofesionalitas di jajarannya.Hal lain yang perlu dilakukanadanya evaluasi kritis kinerjakepolisian pada hari Bhayangkarake-64 ini. Karena persoalannyamenyangkut citra dan kredibilitaslembaga kepolisian yang saat inisedang memburuk. Hal itu dike-mukakan oleh Advokat dan PraktisiHukum Jhonson Panjaitan.Menurutnya, buruknya kinerjakepolisian saat ini tampakdibukanya kasus mafia hukum yang diungkap oleh mantanKabareskrim Mabes Polri KomjenSusno Duadji sehingga pejabatKapolri dan pejabat di Mabes Polriharus bertanggung jawab. Persoalanmakin diperburuk, kata Jhonson,saat terbukanya kasus rekeninggendut perwira tinggi di Mabes Polrioleh media. Hal itu, tambahnya,makin mempersulit posisi polisi. Tetapi secara esensi semuapersoalan yang membelit polisiharus dipertanggungjawabkan olehKapolri. Karena secara institusiKapolrilah yang harusmempertanggungjawabkannya.Sementara itu, mengomentarirendahnya publik terhadapinstitusi kepolisian di tengahperingatan HUT Bhayangkara ke-64, anggota Komisi KepolisianNasional Adnan Pandu Prajatidak memungkiri berbagaipersoalan di tubuh kepolisianmenjadi penyebab rendahnyakepercayaan publik. Karena itudalam menjawab semua kritikanini, hendaknya kata Pandu,Kapolri membentuk auditeksternal untuk mengusut danmemeriksa seluruh persoalankasus khususnya persoalan yangmenyangkut rekening gendutpara pati.“Kapolri harus sigap meresponstemuan dan keganjilan yangdisuarakan ICW, laporan PPTK,atau keluhan yang dialami parapencari keadilan,” kata Pandu.Karena pengusutan yangdilakukan mengedepankantransparansi dan akuntabilitasuntuk memulihkan kinerja dankepercayaan publik sertamenekankan kepada masyarakatbahwa kepolisian sungguh-sungguh melakukan reformasi.Bila perlu, kata Pandu, pelibatanlembaga yang independen untukmengusut kinerja danmendorong kinerja polisi harusdilakukan.Menyoal pemberitaan yangdisampaikan majalah
 Tempo
Kapolri
Ke Halaman 11
SUMEDANG,
 Med ik om
 – 
UnangSastra Atmaja, beserta kerabat dankeluarganya yang beralamat diDusun Bentar, Desa Cibitung,Kecamatan Buahdua, KabupatenSumedang, Jawa Barat, saat iniboleh jadi merasakan kelegaan hati yang amat dalam. Perjuanganpanjang penuh liku beraromapenzoliman yang dialaminyaselama lima tahun terakhir, ahirnyamembuahkan kemenangan. Tidakurung, kucuran air mata dan pelukcium penuh haru mewarnaikemenangan tersebut, tatkala,hakim tunggal di Pengadilan NegeriSumedang, Rimdan SH, Jumat (2/7) lalu membebaskannya dari segalatuntutan.“Saya bersyukur kepada Allah Tuhan Yang Maha Kuasa, Hakim yang mengadili perkara ini benar-benar bersikap jernih dan lepas daritekanan. Ternyata saat ini keadilanitu masih ada, meski yang kitalawan adalah penguasaSumedang,” ujar H Yovie M SantosaSH, selaku kuasa hukum UnangSastra Atmaja, sesaat setelahpersidangan berahir di Pengadilan
Pemkab Sumedang“Keok” vs UnangSastra Atmaja
Negeri Sumedang pekan lalu.Pengacara yang berkantor di Jalan Diponegoro No 34 Bandungini, lebih jauh kepada
Medikom
mengakui, selama lima tahunperjuangan yang dilaluimendampingi kliennya benar-benarmenguras tenaga dan pikiran,mengingat yang menjadi lawannyaadalah penguasa Sumedang.Dikatakan, ikhwal sengketadengan Bupati Sumedang tersebut,tatkala kliennya sekitar tahun 2004silam mengajukan Ijin UsahaPenambangan Pasir di DesaCibitung, Kecamatan Buahdua,Sumedang. Di luar dugaan, munculSK Bupati Sumedang No. 541.3/1676/Org/08 tanggal 6 Mei 2008tentang Penolakan Ijin UsahaPertambangan (IUP) EksploitasiBahan Galian Golongan C atas na-ma Unang Sastra Atmaja. Padahal,lokasi yang dimohon tersebut sudahditetapkan menjadi zonapenambangan galian golongan C.Yovie lebih lanjut menjelaskan,karena merasa terzolimi akhirnya
Ke Halaman 11
BANDUNG,
 Med ik om
– 
 Jumlahpenduduk miskin atau penduduk yang berada di bawah gariskemiskinan di Jawa Barat padabulan Maret 2010 sebesar 4.773.720orang. Jumlahnya mengalamipenurunan sebesar 209.850 atausebesar 0,65 persen dibandingkanpada bulan Maret 2009 sebesar4,983.570 atau sebesar 11,96persen. Untuk penduduk miskinuntuk daerah perkotaan pada Maret2010 sebesar 2.350.530 orang atausebesar 9,43 persen. Sedangkanpenduduk miskin di daerahperdesaan sebanyak 2.423.190orang atau sebesar 13,88 persen.Demikian diungkapkan KepalaBadan Pusat Statistik (BPS) JabarDrs H Lukman Ismail didampingiKepala Bidang Statistik Sosial Ir HjSri Daty, Jumat (1/7), di Bandung.Dikatakan, garis kemiskinan JabarMaret 2010 sebesar Rp201.138 ataumengalami peningkatan sebesar4,77 persen dibandingkan dengangaris kemiskinan kondisi Maret2009, yakni sebesar Rp191.985.Dalam rentang 12 bulan, kataLukman, terjadi inflasi “y
ear to year
” (Maret 2010 terhadap Maret2009) sebesar 2,99 persen.Dalam mengukur kemiskinan,lanjut Lukman, BPS menggunakanpendekatan kemampuan dalammemenuhi kebutuhan dasar
(basicneed approach)
. Dengan pende-katan ini, kemiskinan dipandangsebagai ketidakmampuan dari sisiekonomi untuk memenuhi kebu-tuhan dasar makanan dan nonmakanan yang diukur dari sisipengeluaran. Dengan cara ini dapatdihitung Headcount Index, yaitupersentase penduduk miskin terha-dap total penduduk. Sedangkanmetode yang digunakan adalahmenghitung Garis Kemiskinan (GK), yang terdiri dari dua komponen,
Penduduk MiskinJabar 4,7 Juta Jiwa
 yaitu Garis Kemiskinan Makanan(GKM) dan Garis Kemiskinan NonMakanan (GKNM). PenghitunganGaris Kemiskinan dilakukan secaraterpisah untuk daerah perkotaandan perdesaan. Penduduk miskinadalah penduduk yang memilikirata-rata pengeluaran per kapita perbulan di bawah Garis Kemiskinan.Yang dimaksud Garis KemiskinanMakanan (GKM), kata Lukman,merupakan nilai pengeluarankebutuhan minimum makanan yang disetarakan dengan 2.100kalori per kapita per hari. Paketkomoditas kebutuhan dasarmakanan diwakili oleh 52 jeniskomoditas (padi-padian, umbi-umbian, ikan, daging, telur dansusu, sayuran, kacang-kacangan,buah-buahan, minyak dan lemak,dan sebagainya). Sedangkan GarisKemiskinan Non Makanan (GKNM)adalah kebutuhan minimumuntuk perumahan, sandang,pendidikan, dan kesehatan. Paketkomoditas kebutuhan dasar nonmakanan diwakili oleh 51 jeniskomoditas di perkotaan dan 47 jenis komoditas di perdesaan.Dalam kurun waktu setahunterakhir, persentase pendudukmiskin yang tinggal di daerahperdesaan turun sebesar 0,40persen, sedangkan di daerahperkotaan turun 0,90 persen.Secara absolut selama periodeMaret 2009-Maret 2010, pendudukmiskin di perdesaan berkurang29.100 orang, sementara diperkotaan turun sebanyak 180.840orang. Persentase penduduk miskin yang tinggal di daerah perdesaanpada bulan Maret 2010 terhadappenduduk miskin Jawa Baratadalah sebesar 50,76 persen. Inimengalami peningkatan jika
Ke Halaman 11
CIAMIS
,
 Med ik om
- PantaiKarapyak, Kecamatan Kalipucang,Kabupaten Ciamis, Jawa Barat,mempunyai keindahan tersendiri. Tak sedikit wisatawan lokal dan wisatawan asing tidak puas kalautidak mampir ke obyek wisatapantai Karapyak ini. Memang obyek wisata ini bisa dilalui sebelumobyek wisata Pantai Pangandaran.Namun, pantai tersebut kinimendapat sorotan tajam dari paratokoh agama setempat. Pasalnya,di balik keelokan pantai Karapyakada tudingan yang tak elokdidengar, seakan pantai ini identikdengan tempat berbuat mesum.Pantauan
Medikom
di lapanganterlihat gelagat yang membenarkantudingan tersebut. Selainpengunjung keluarga terlihatbanyak kawula muda yang
Pantai Karapyak Dijadikan Tempat Mesum
berkunjung, namun mereka inisepertinya berperilaku tidak wajar. Tindak tanduk mereka bisamembuat risi pengunjung yangmurni ingin menikmati keindahanpantai.Penginapan yang ada juga seakanmemfasilitasi mereka berbuatmesum. Cukup dengan uangRp40.000 bisa mendapat sebuahkamar yang cukup nyaman danaman, termasuk untuk melakukan yang semestinya hanya dilakukanpasangan yang telah terikatperkawinan. Apalagi pengamanandi pantai ini tidak begitu terpantauoleh pihak-pihak yang berwenangkarena pantai Karapyak jauh daripusat kota kecamatan.Asep (25 tahun), pengunjungpantai Karapyak asal Ciamis,mengatakan, dirinya merasa malusewaktu berkunjung ke pantai inikarena seakan ada anggapannegatif. “Kami diteriaki denganbahasa yang tidak sopan. Padahalkami ke sana hanya untuk berlibur.Bukan berbuat maksiat. Apalagiapa yang mereka katakan tempat wisata ini seakan identik denganperilaku mesum. Sampai-sampaisaya kapok mengunjungi tempat wisata ini,” katanya, menceritakansaat dirinya deteriaki oleh wargasekitar pintu masuk bundaranEmplak.Ustad Iwan, tokoh agamasetempat, membenarkan jikapantai Karapyak kini jadi tempatmesum. “Sekalipun saya secarapribadi belum melihat secara kasatmata. Karena masukan kepadakami dan kami mengetahuibanyaknya hilir-mudik kendaraanroda dua asal dari luar daerahKabupaten Ciamis, yaitu daridaerah perbatasan Cilacap, Jawa Tengah. Kami tidak mau daerah wisata ini tercemari oleh perbuatanmaksiat perilaku mesum,”katanya, kepada
Medikom
. Untukitu pihaknya berupaya melakukanpenceramahan pada tiap-tiappengajian, untuk membina mentaldan moral masyarakat DesaBagolo, khususnya, untukmengantisipasi kerusakan moralmasyarakat.Hal yang sama dikatakan KetuaMUI Desa Bagolo, HermanSuherman. Para tokoh masyarakatsudah berupaya semaksimalmungkin untuk memantaumereka yang berperilaku mesum.Upaya lainnya dilakukan sempatmerazia ke tiap-tiap penginapan.“Namun, ketika kami melakukanrazia, tidak ada satu pun yangterpergoki berbuat mesum. Karenameraka yang berbuat mesumtersebut seakan waktunya tidaklahpanjang, hanya berkisaran satuhingga dua jam. Jadi kesulitankami di situ. Harapan kami kedepan memohon kepada pihak-pihak yang berwenang untukmenanggapi hal ini. Karena kalautidak segera ditanggapi, hal ini tidakmenjadi mungkin kebejadan moraldan masyarakat kami Bagolo,khususnya KecamatanKalipucang, akan tercemar,”katanya.Di tempat terpisah, Kepala UPTDPariwisata Pangandaran EndangSukirna SSos, mengatakanpihaknya tidak bisa berbuat lebih jauh terkait masalah ini. “Wisatapantai Karapyak ini, sekalipun wilayahnya di bawah naungankami, namun lebih jauhnyapengawasan wisata pantaiKarapyak ini adalah pihakPemerintahan Desa Bagolo. Karenaobyek wisata ini dikelola olehPemerintah Desa Bagolo,” kataEndang Sukirna, di sela-sela acarapertemuan Pansus DPRDKabupaten Ciamis di Parigi, terkaitperencanaan pemekaranKabupaten Pangandaran, baru-baru ini.Sampai berita ini diturunkan wartawan
Medikom
belummendapat mendapat tanggapandari Kepala Desa Bagolo terkaitpantai Karapyak yang disebutsebagai ajang berbuat mesum.(
Ag/Pan
)
GARUT,
 
 Medik om
 –Merasa diperlakukan tidak adil oleh pihakPemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut terkait pemberian bantuandana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM)Pedesaan, warga Desa Cikarag, Kecamatan Malangbong,mengancam akan melakukan aksi unjukrasa besar-besaran kePemkab dan DPRD Garut. Mereka akan meminta keadilan karenamereka juga warga Kabupaten Garut yang tidak bisa menerima jika dianaktirikan.Kepala Desa Cikarag, Totong, membenarkan jika saat ini diKecamatan Malangbong situasinya cukup panas menyusulditetapkannya sejumlah desa sebagai penerima PNPM Pedesaan.Menurutnya, akibat penyaluran dana PNPM yang didugabermasalah tersebut, timbul saling curiga dan kecemburuanantaraparat desa dan masyarakat terhadap desa lainnya.“Bukan hanya saling curiga dan muncul kecemburuan saja,bahkan sejumlah kepala desa ada yang hampir terlibat adu jotosakibat masalah ini. Hal ini kemudian meluas di kalangan wargasehingga jika terus dibiarkan rawan menimbulkan konflik lebihbesar lagi,” ujar Totong.Ditambahkannya, karena desanya pada tahun ini tidakmemperoleh dana PNPM, warga desanya sudah menyatakan siapuntuk berunjuk rasa memperjuangkan hak mereka. Pasalnya, saatini desanya sedang membangun beberapa sarana fisik seperti jalandan kirmir. Hal serupa ternyata juga terjadi di desa lainnya yang juga tidak menerima dana bantuan PNPM.
Dewan Akan Panggil Kepala BPMPD
Warga AncamBerunjuk Rasa
Ke Halaman 11
MAJALENGKA,
 Medik om
 –Polres Majalengka amankan sekitar 2,57kubik kayu pinus ilegal dari rumah Saepul Yadi bin Ano (46), warga Blok Mendalaksana, RT 02/07, Desa Gununglarang,Kecamatan Bantarujeg, Kabupaten Majalengka, Kamis (1/7). Kayutersebut, diambil dari kawasan hutan lindung di Blok Cipicung,Desa Gunungarang.Hingga kini pihak kepolisian belum menetapkan siapa yangmenjadi tersangka illegal loging tersebut. Saepul sendiri barudimintai keterangan sebagai saksi.Menurut Kapolres MajalengkaAjun Komisaris Besar Polisi Sony Sonjaya, terungkapnya kasustersebut berawal dari ditemukannya kayu gelondongan sebanyaktiga batang dengan ukuran panjang sekitar 4 meter dan medelin30 cm oleh anggota kepolisian saat melakukan patroli, di sampingrumah Saepul.Setelah diteliti, ternyata ada kayu lain yang disimpan di garasirumah sebanyak 14 batang dengan ukuran yang sama, sehingga jumlahnya mencapai 17 batang.Saat ditanya soal surat-surattentang kayu tersebut ternyata Saepul Yudi tidak bisamenunjukannya. Sehingga aparat kepolisian segera melakukanpenyelidikan atas kasus tersebut dan membawa barang bukti keMapolres Majalengka serta memintai keterangan mengenai statuskayu tersebut kepada Saepul.
Polres Majalengka Amankan 2,57 Kubik Kayu Pinus Ilegal
Ke Halaman 11
INDRAMAYU,
 Medik om
 –Satuan Reserse Narkoba Polres Indramayukembali berhasil meringkus penjual sabu. Kali ini, tiga orangpengedar sabu, satu orang perempuan yang tercatat sebagaipemandu lagu (PL) di Diskotek Bunga Indah (BI), KecamatanLosarang, Selasa (29/6) dini hari berhasil diringkus polisi. Polisi juga menyita barang bukti (BB) berupa dua paket sabu yangdisimpan dalam kresek plastik, satu paket dan tiga linting ganjakering berikut sedotan warna biru, tiga buah HP Nokia, satu bongalat hisap, uang tunai Rp85.000 , dan sepeda motor Supra XNopol E 2346 RO. Untuk mempertanggungjawabkan aksinya,ketiganya kini meringkuk di Hotel Prodeo Polres Indramayu.Ketiga tersangka kurir sabu berinisial Ip (21), seorang PL DiskotekBI asal Desa/Kecamatan Patrol, Ab (24), warga Blok Ujungjaya,Desa Santing, dan Mas alias Sewol (34), warga Blok Ika Bakar,Desa Krimun, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu.Informasi yang berhasil dihimpun
Medikom
, terbongkarnyasindikat pemasok sabu yang selama ini meresahkan masyarakatitu bermula dari adanya informasi warga kepada petugas tentangkeberadaan para tersangka yang sedang melakukan transaksi barangharam di Blok Ujungjaya, Desa Santing. Petugas SatreskrimNarkoba segera melakukan penyelidikan di lapangan selama satubulan. Bahkan, petugas melakukan penyamaran sebagai pembeli,dan berusaha menghubungi nomor handphone milik salah satuseorang tersangka.
Nyambi Jual Sabu,Pemandu LaguDiskotek Diringkus
Ke Halaman 11
 
Sisi Lain
Edisi 376 Tahun VII 05 s.d. 11 Juli 2010
2
Jawa Barat
BANDUNG,
 Medik om
– 
Pergeseran jumlah penduduk kota dan desa saatini sangat mengkhawatirkan. Untukitu perlu intervensi pemerintahsecara komprehensif dan
stakeholder
lainnya untuk menekan lajupergeseran komposisi kota dan desa.Apabila hal ini tidak dilakukan, makadi masa akan datang penduduk kotalebih besar dari penduduk yang adadi pedesaan.Demikian diungkapkan MenteriPembangunan Daerah Tertinggal,Ahmad Helmi Faisal Zaini kepada wartawan, seusai pembukaan ExpoPemuda Mandiri Pencipta LapanganKerja Pedesaan (PMPLKP) di lapanganGasibu, Bandung, Kamis (1/7), diBandung. Dijelaskannya,Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal punya program bedah desadan perdagangan pasar tradisional.Pihaknya akan mencoba menekankecepatan pergeseran tersebut.Selain itu, kata Ahmad Helmi,diperlukan dukungan seluruh sektordan pemangku kepentingan. Salahsatunya dengan pelaksanaanprogram PMPLKP yang dilaksanakansaat ini, untuk mengoptimalkanpotensi pedesaan. Apabila semuadapat berjalan dengan baik,
183 Kabupaten Daerah Tertinggal,
Termasuk Kabupaten Garut danKabupaten Sukabumi di Jabar
diharapkan dapat menekan ataumenurunkan tingkat urbanisasisebesar 10-15 persen.Menyangkut daerah tertinggal diIndonesia, menurutnya, ada 183kabupaten termasuk KabupatenSukabumi dan Kabupaten Garut.Sekitar 70 persen daerah tertinggaltersebut berada di Kawasan Indonesia Timur dan termasuk di dalamnya 34kabupaten pemekaran baru. Kriteriadaerah tertinggal ada beberapa hal,antara lain pendapatan aslidaerahnya (PAD) sebesar 1 sampai 2miliar. Dengan PAD yang rendahmaka alokasi belanja daerah tersebutakan kecil. Untuk itu perlu adakebijakan hulu dan hilir. “Pemerintahsendiri, punya kebijakan danaperimbangan khusus apakah ituDana Alokasi Umum (DAU) maupunDana Alokasi Khusus (DAK) untukmenjaga keseimbangan fiskal,” ujarAhmad Helmi.Sementara itu Gubernur JawaBarat Ahmad Heryawanmengungkapkan, penciptaan satu juta lapangan kerja enam bulan kedepan akan tercapai. Dari Januarisampai Juni 2010 telah tercapaisekitar 200 kesempatan kerja, yangsebelumnya satu setengah tahun kebelakang telah tercapai 800 lebihkesempatan kerja. Walaupun di sisilain banyak terjadi PHK, menurutHeryawan, tidak sebesar penyerapantenaga kerja, hal ini masih bisaditoleransi. Penyerapan tenaga kerjasampai akhir 2010 meliputipenempatan tenaga kerja ke luarnegeri, baik formal maupun informal,dan juga penyerapan tenaga kerja didalam negeri, baik formal maupuninformal. Hal ini sesuai dengandatabase di Disnakertrans Jabar yangberdasarkan
by name
,
by addres
dan
by job
.Disinggung tentang kenaikan tarif dasar listrik (TDL) 1 Juli 2010, apakahberpengaruh dengan dunia usaha dan jumlah pengangguran di Jawa Barat,menurut Heryawan, semua pastimengkhawatirkan, termasuk diProvinsi Jawa Barat. Itu dapatmeningkatkan jumlahpengangguran, karena 65 persenindustri dan dunia usaha ada di Jabar. Tetapi walaupun demikian,lanjut Heryawan, pihaknya telahmengantisipasi dengan melakukankoordinasi dengan LKS tripartit, LKSbipartit. “Dengan adanya koordinasiini, diharapkan sedapat mungkin jangan terjadi PHK,” ujarnya. (
 Laures
)
CIAMIS,
 Medik om
 –Anggota DPD RIProf DR M Surya mengaku sangatmemahami keinginan warga diCiamis selatan, Kabupaten Ciamisuntuk membentuk daerah otonombaru sebagai pemekaran dariKabupaten Ciamis. Pemahaman itumuncul setelah mengetahuibagaimana jauhnya jarak dariCiamis selatan ke pusatpemerintahan di Ciamis Kota.“Setelah melihat jauhnya jarak dariCiamis selatan ke pusatpemerintahan yang sekarang, sangatdipahami jika warga Ciamis selataningin ada pemekaran wilayah,” katadia, saat berbicara di hadapan ribuan warga Ciamis selatan, dalamkunjungan kerjanya ke Parigi, Ciamisselatan, Kabupaten Ciamis, Rabu(30/6).Atas dasar itu, kata dia, DPD RImendukung sekali upaya pemben-tukan daerah otonom Pangandaran.Dengan terbentuknya daerah oto-nom baru Pangandaran, diharapkanmasyarakat di Ciamis selatan tidak jauh bila akan ke pusat peme-rintahan.Sebaliknya, aparat pemerintahanpun menjadi mudah memberikanpelayanan kepada masyarakat.“Itulah saya kira makna dari
Masa Reses, Anggota DPD RI Kunjungi Pangandaran
Sepakati Pemekaran Pangandaran
pembentukan daerah otonom baruitu,” kata Surya yang datang keCiamis selatan bersama sejumlahanggota DPD RI lainnya yaitu Dra HjEla M Giri Komala, KH Sofyan YahyaMA, dan H Amang Syafrudin Lc.Hadir dalam kunjungan anggotaDPD RI itu, antara lain jajaranPresidium Kabupaten Pangandaran yaitu Supratman BSc, H AdangSandaan Hadari, H Yos Rosby, danAndis Sose SE. Sementara dari unsurpemerintahan Ciamis, tampak hadiranggota DPRD Ciamis, Tudi Herman-to SSos, Camat Pangandaran DrsRida Nirwana K, Camat KalipucangE Kiswaya, dan pejabat lainnya.Surya menambahkan,pembentukan daerah otonomKabupaten Pangandaran mungkinsaja tidak bisa dinikmati oleh generasimasa kini. Hal itu dimungkinkan,karena pembangunan sejumlahinfrastruktur seperti sarana jalan,perguruan tinggi, rumah sakit, atausarana olahraga tidak akan selesaidalam waktu cepat. Karena itu, yangakan menikmati hasil pemekaran,dipastikan generasi masa datang.Namun, hal itu hendaknya tidakdipersoalkan oleh penggagaspemekaran.Anggota DPD RI lainnya H Amang,dalam kesempatan itumenyampaikan hasil koordinasidengan Komisi II DPR RI mengenaikelengkapan KabupatenPangandaran. Dikatakan, bahwapembahasan soal kelengkapandaerah otonom baru Pangandaran,sudah selesai, tinggal menunggususpres (surat presiden).Ketua Presidium, Supratman BSckepada
Medikom
mengatakan,kunjungan anggota DPD RI ini adalahsalah satu konsep pembahasannyadengan cara langsung meninjau danmencermati wilayah dan beberapa warga guna pemekaran KabupatenPangandaran. Melihat sertamendengar penjelasannya dirinyamenanggapi dengan saksama sertabahagia. Tampaknya apa yangmenjadi keinginan semua warga bisaterkabul, mudah-mudahan hal inibisa cepat terealisasikan.“Hal-hal yang sudah menjadisyarat ketentuan sebagimana yangtertuang dalam aturan untuk bisadilaksanakan, kami pun sudahmenempuh untuk memenuhi,terlepas ada yang masih kurang. Sayameyakini akan dan harus menjadikomitmen bersama demi mencip-takan pemerintahan yang lebihbaik,” tandasnya.
(Herz/Ag/Pan)KUNINGAN,
 Medik om
 – 
Untuk menciptakan manusia yang pintar, cerdas,berbudi pekerti, disiplin, teladan dan berakhlak mulia merupakantanggung jawab kita semua. Bukan hanya tanggung jawab pihak sekolah,namun harus diimbangi peran serta masyarakat.Pada lembaga pendidikan formal, untuk mewujudkan semua itu perluditunjang dengan sarana dan prasarana yang memadai guna tercapainyakegiatan belajar mengajar (KBM) yang optimal. Seperti halnya yangdilakukan Madrasah Tsanawiah (MTs) Negeri Garawangi KabupatenKuningan. Uhandi SAg MSi sebagai kepala sekolah menyampaikankepada
Medikom
belum lama ini, bahwa dengan adanya programperbaikan gedung sekolah yang dinantikan pihak sekolah segera terwujud.Hal ini dalam rangka mengakselerasikan peningkatan mutu pendidikandan memberikan kenyamanan dalam proses KBM, baik kepada gurumaupun murid. “Meski dengan kondisi tanah yang tidak luas, makarencananya bangunan tersebut akan ditingkat menjadi dua lantai. Halini pun untuk menambah daya tarik bangunan agar masyarakat dananak didik merasa bangga bersekolah di MTsN Garawangi,” terangnya.Ditambahkan, untuk pembangunan kali ini pihaknya tidak mau pusingdengan harus mengelola pembangunan perbaikan gedung sekolah. Karenapekerjannya dikerjakan oleh pihak ketiga. Hal sama juga diungkapkanDra Nani Sutarni Selaku Kaur TU yang sekaligus sebagai Pejabat PembuatKomitmen (PPK) di MTsN Garawangi.“Kemajuan sekolah pun tidak lepas dari peran serta masyarakat, bukanhanya mejadi tanggung jawab pemerintah,” tegasnya. Ia mengajak agarsemua komponen harus merasa bertanggung jawab untuk kemajuanpendidikan, sehingga apa yang dicanangkan pemerintah dalam rangka wajib belajar pendidikan dasar (Wajar Dikdas) 9 tahun dan menyongsongWajib Belajar (Wajar) 12 tahun.
(Ys)
Sarana yang MemadaiMenunjang KBM yang Optimal
BEKASI,
 Medik om
 –Acara perayaan kenaikan kelas dan wisuda sertapelepasan siswa yang telah lulus, ternyata sangat memiliki arti tersendiribagi siswa-siswi yang mengikutinya. Sehingga acara seperti ini sudahmenjadi agenda tahunan sekolah.Demikian disampaikan H Syamsuddin SAg, Ketua Umum sekaliguspendiri Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Nurul Azhar saat melakukan wisuda sekaligus pelepasan kepada siswa yang telah lulus, Selasa malam(29/6). Jumlah siswa yang diwisuda terdiri dari siswa kelas VI MI sebanyak18 orang, siswa kelas IX MTs sebanyak 83 orang dan siswa kelas XII MAsebanyak 80 orang.Kepada
Medikom
H Syamsuddin mengatakan, Yayasan PendidikanIslam Nurul Azhar yang berlokasi di Jalan KH Sobir Syamsoe, LubangBuaya, Kecamatan Setu Kabupaten Bekasi ini merupakan lembagapendidikan mulai dari MI, MTs dan MA yang sudah berdiri sejak tahun1987 yang diawali dengan pondok pesantren dan Madrasah Ibtidaiyah(MI).Pada tahun 1997 berdiri Madrasyah Tsanawiyah (MTs) dan enam tahunkemudian yakni tahun 2003 didirikan pula Madrasah Aliah (MA). Saatini, tambah Syamsuddin, siswa keseluruhan berjumlah sekitar 600 siswa,di bawah bimbingan sebanyak 24 orang guru yang berpengalaman danrata-rata sudah menyandang gelar S1.YPI Nurul Azhar juga telah memiliki fasilitas gedung 2 lantai, masjid,asmara santri putra putri, perpustakaan, laboratorium komputer,drumband dan marawis. Selain itu ada juga pondok pesantren dan pantiasuhan.Misi YPI Nurul Azhar yakni membangun dan mendidik siswa agarmenjadi manusia yang uswatun hasanah, serta visi yakni,mempersiapkan kader pembagunan yang berakhlak mulia, membentukgenerasi rabbani yang intelek, mengangkat kaum duafa dan yatim/piatu,ikut mencerdaskan kehidupan bangsa, membentuk masyarakat sadarpendidikan, membina dan mengembangkan ilmu pengetahuan teknologidan seni yang integral dalam bentuk pengabdian masyarakat, untukturut ambil bagian dalam pembentukan masyarakat yang madani,mengapresiasikan khasanah pangalaman dan keilmuan muktahir dalammemaksimalkan pembentukan suasana dan proses belajar.Entum Syaifullah SAg, panitia pada acara ini kepada
Medikom
mengatakan, acara pelepasan dan wisuda merupakan titik awal daripencapaian cita-cita siswa, sebab Allah SWT berfirman dalam Alquransurat Al-Mujadallah ayat 11 yang artinya “…Niscaya Allah akanmeninggikan orang-orang beriman dan berilmu pengetahuan beberapaderajat dan Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”. “Jadi jikaingin meraih cita-cita kita harus beriman dan berilmu pengetahuan maka jangan berhenti dan malas dalam mencari ilmu dan tetap belajar,” jelasnya.
(Anur
)
Ketua YPI Nurul Azhar Adakan Pelepasan SiswaMI, MTs, dan MA 
SUKABUMI,
 Medik om -
Sebanyak309 warga belajar (WB) di KotaSukabumi mengikuti UjianNasional Pendidikan Kesetaraan(UNPK) Paket B setara SMP, yangdilaksankan di 5 kecamatan, yaituKecamatan Gunungpuyuh,Citamian, Warudoyong, Baros,dan Kecamatan Lembursitu.UNPK Paket B yang digelar mulaitanggal 29 Juni hingga 1 Juli 2010lalu mengujikan enam matapelajaran yaitu PKN, matematika,IPS, bahasa Indonesia, bahasaInggris dan IPA.Kabid PNFI Disdik KotaSukabumi Ade Suhermanmengatakan, pelaksaanan UNPKPaket B digelar di 5 kecamatan diKota Sukabumi berjalan lancartanpa ada gangguan yang berarti.
309 WB di SukabumiMengikuti UNPK Paket B
“Nantinya bagi peserta yang tidakikut UNPK tahap pertama ini, bisamengikuti ujian tahap II yang akandilaksanakan bulan Novembermendatang,” ujarnya.Sementara itu dari hasil pantauan
Medikom
, UN paket B di KecamatanLembursitu yang dipusatkan di SDNSitu Endah diikuti sebanyak 140peserta. “Peserta ujian kami bagidalam 7 ruangan,” ungkap KetuaPanitia UNPK Paket B KecamatanLembur Situ Taufiq MH, ketika dite-mui di sela-sela pelaksanaan UNPKPaket B Hari Pertama, Selasa (29/6).Dijelaskan Taufiq, seluruh peserta yang mengikuti UN Paket B berasaldari 3 PKBM dan 1 SKB UPT PNFI yang tersebar di KecamatanLembursitu. Hari pertamapelaksanaan UNPK Paket B di SDNSitu Endah ada 4 peserta yang tidakhadir. “Siswa yang tidak ikut tahap Iini, bisa ikut pada periode II bulanNovember mendatang,” jelasnya.Lebih jauh Taufiq menjelaskan,para peserta cukup antusiasmengikuti UNPK Paket B ini. Hal inibisa terlihat dari keseriusan merekadalam mengerjakan soal. “Saya terusmemotivasi peserta ujian agar janganmempunyai rasa minder meskihanya ujian paket. Bahkan kalaubisa dengan ijazah paket B ini merekabisa melanjutkan ke sekolah umum,”ujar Taufiq. Taufik juga berharap agar UNPKkaliini bisa lulus 100 persen. Bagi sisiwa yang lulus UNPK Paket B ini bisamelanjutkan ke sekolah umum, danbisa bersaing dengan siswa-siswa yang lainnya.
(Arya)
 
BOGOR,
 Medik om
-
Acara pelepasansiswa yang telah lulus sepertinyasudah membudaya dan menjadikegiatan rutin setiap sekolah diakhir tahun pelajaran. Seperti yangdilakukan oleh Sekolah Dasar (SD)Cibuluh 1 Bogor Utara, KotaBogor, belum lama ini. Acara yangdikemas meriah yang diadakan diGedung Olahraga (GOR) PajajaranKota Bogor, mendapat respons darikomite dan orang tua siswa.Pengunjung GOR Pajajaransemakin padat manakalasebanyak 615 siswa berbaurdengan pengunjung lainnya,sepertinya GOR Pajajaran yang luasini seakan tak mampu lagimenampung pengunjung yang
Acara Pelepasan Siswa SDNCibuluh 1 Kota Bogor Meriah
akan mengikuti acara tersebut.Acara pelepasan siswa kelas VI ini,ungkap Kepala SDN Cibuluh 1, HjSri Sudarti ketika ditemui saat acaraperpisahan berlangsung, kegiatan yang diadakan di luar sekolah iniadalah prakarsa dari pihak komitedan orang tua siswa.“Kami sangat bangga kegiatan inibisa berjalan lancar, ini semuaprakarsa pihak komite dan orang tuasiswa, pihak sekolah hanyamendukung apa yang menjadikeinginan bersama,” ungkap Hj Sri.Ia menambahkan, apa yang menjadikeinginan para orang tua murid dankomite, pihak sekolah tetapmelakukan koordinasi dengan pihakDinas Pendidikan Kota Bogor. Jadi walau acara diadakan di luar sekolah,namun tidak menyalahi aturan yangditerapkan Dinas Pendidikan KotaBogor.“Alhamdulillah berkat dukungansemua pihak acara pelepasan siswakelas VI yang berjumlah 115 siswadan kenaikan kelas I sampai kelas Vini bisa terlaksana dengan baik.Untuk itu atas kehadiran orang tuamurid dari Kelas I sampai Kelas VIkami ucapkan banyak terima kasih,kepada siswa kami yang akanmelanjut ke jenjang SMP semogasukses,” ujarnya.Ia juga berharap agar kegiatanseperti ini bisa memberikan motivasidan dorongan kepada siswa untuklebih giat lagi belajar. (
 wan/gn
)
BEKASI,
 Medik om
-MI Al-Islamiyah01 yang berlokasi di KampungGebang, Desa Suka Ragam,Kecamatan Serang Baru,Kabupaten Bekasi mengadakanIhtifal atau syukuran kenaikankelas dan pelepasan kelas enamtahun pelajaran 2009/2010.Acara kenaikan kelas yang seringdisebut dengan samenanmerupakan puncak atau akhirdari segala kegiatan di sekolah.Kegiatan samenan seperti ini telahdilaksanakan sejak MadrasahIbtidaiyah ini berdiri tahun 1962,dan tahun 2010 pelaksanaannyadiadakan pada Sabtu malam (26/6) yang dihadiri oleh NahdiyantoSAg, Pengawas Pendidikan AgamaIslam (Pendais) Kecamatan SerangBaru, orang tua siswa, dan staf Pemerintah Desa Suka Ragam.Acara ini dimeriahkan jugadengan berbagai kreativitas siswadi antaranya berbagai jeniskesenian, pidato dan hafalanAlquran surat-surat pendek.Di sela-sela acara SamenanSabtu malam itu, Suhanda SPdI,guru kelas V mengatakan kepada
Medikom
, acara kali ini mengambiltema “Menuju Siswa yang Cerdasdan Berakhlakulkarimah”. “Acaraini juga sekaligus untuk mengujikemampuan siswa tampil di depanumum,” ujar Suhanda.Nandang Wahyudin Kepala MIAl-Islamiyah 01 dalamsambutannya menjelaskankepada hadirin bahwa pihaknyasangat berterima kasih pada paraguru, siswa, orang tua siswa,komite sekolah dan staf yangselama ini telah terjalin kerja sama yang baik dan hubungan yangharmonis, sehingga segala
MI Al-Islamiayah 01 Adakan AcaraKenaikan Kelas dan Pelepasan
pelaksanaan kegiatan di sekolahmenjadi lancar.“Yang paling membanggakan yaknisiswa kelas VI yang berjumlah 51siswa, bisa lulus UASBN 100 persen,”ujarnya.Ia juga meminta kepada siswa kelasVI yang telah lulus agar dapatmelanjutkan pendidikan ke jenjangberikutnya, karena tambahnya,pemerintah telah menyediakankesempatan itu, tinggal si anak sajamau tetap belajar dan sekolah atautidak.Nandang mengingatkan bahwapendaftaran siswa baru di sekolahnyadimulai sejak 1 s.d. 5 Juli, dan hanyamenerima siswa sebanyak 80 orangsaja. Jika lebih maka akan dilakukanseleksi usia minimal 6 tahun,mempunyai akta kelahiran danmemiliki ijazah TK atau TPA.MI Al-Islamiyah 01 saat inimemiliki siswa yang berjumlah 352orang, di bawah bimbingan gurupengajar sebanyak 16 orang, 4 orangdi antaranya sudah berstatus PNSsedangkan 12 orang masih berstatusguru honorer, ditambah 1 orangpenjaga sekolah.“Alhamdulillah di tahun 2010 ini85 persen pengajar di MI Al-Islamiyah01 telah meraih gelar kesarjanaandan ini merupakan salah satu syaratdalam penilaian terakreditasi “A”. MIAl-Islamiyah 01 juga telah dilengkapidengan fasilitas laboratoriumkomputer, perpustakaan danlaboratorium mini untuk praktekIPA,” jelas Nandang Wahyudin.Sementara untuk lebihmemeriahkan acara, panitia yang juga pengajar di sekolah iniMiftahuddin SHI mengumumkansiswa yang mendapatkan peringkatdi kelasnya, dari kelas I s.d. VI. Di kelasIA, peringkat Iadalah Ahmad Faisal,peringkat II Siti Aisyah Alawiyah danperingkat III Regina Kartini Adzahra.Di kelas IB, peringkat I Riestya PutriZahiera, peringkat II Putri Ayu Lestaridan peringkat III Johan Iskandar.Kelas IIA peringkat I Syarif Hidayat,peringkat II Kasdi Suyono danperingkat III Halimatusya’diah. KelasIIB peringkat I Aliya Putri, peringkat IIRisma Riyani dan peringkat III AnisaAl-Maratu Sholihat.Selanjutnya di kelas IIIA peringkatI Nada Suryana, peringkat II LisdianaPutri dan peringkat III Topik Hidayat.Sementara di kelas IIIB peringkat IMila Sarmila Dewi, peringkat IINurrizka Isnaini Habibah danperingkat III Husaeni. Kelas IVAperingkat I Lala Safatasya Kamila,peringkat II Ida Dahlia dan peringkatIII Dewi Sartika. Kelas IVB peringkat IM Bustomy Alfayed, peringkat IIAurina Supina peringkat III SriAgustia. Kelas V peringkat I SitiNurazizah, peringkat II RizqullahFahri Ubaid, peringkat III Mayang.Sementara untuk kelas VI peringkatI Nurul Afifah, peringkat II Mu’minMuklis dan peringkat III adalah AstriLestari.Salah seorang orang tua siswaketika berbincang dengan
Medikom
di sela-sela acara mengatakan, dirinyasangat bangga putranya bisabersekolah di MI Al-Islamiyah 0,karena menurutnya, di sekolah inipara guru melakukan tugasnyasecara profesional. “Lebih dari itu,masukan-masukan dari orang tuamurid yang sifatnya membangunselalu diterima oleh pihak sekolah,”tegas Dora salah seorang orang tuasiswa. 
(Anur/Dis)BALEENDAH,
 Medik om
 –Sekitar 600 warga belajar (WB) telah mengikutiUjian Nasional PendidikanKeseteraan (UNPK) Paket C setaraSekolah Menengah Atas (SMA) diKabupaten Bandung. UNPK Paket C yang diselenggarakan pada tanggal 22s.d. 25 Juni lalu itu pelaksanaannyadipusatkan di Baleendah.Seperti yang disampaikan KepalaDinas Pendidikan KabupatenBandung Drs H Juhana MMPd yangdidampingi Panitia Drs Tarlan MPdbeserta jajaran panitia Drs TediPriatna dan Drs Asep Gunawan saatditemui
Medikom
di sela-selapelaksanaan ujian, UNPK Paket Csetara SMA yang dilaksanakan inidiikuti oleh warga belajar paket C di
600 WB Telah Ikuti UNPKPaket C di Kabupaten Bandung
Kabupaten Bandung, termasuk pe-serta dari kalangan umum, pegawai,aparat desa, dan kalangan lainnya.Menurut Ketua Panitia Drs TarlanMPd, kegiatan ini juga diikuti olehpeserta yang sudah lanjut usia, diatas 50 tahunan. Yang bersang-kutan, kata Tarlan, sangat mem-butuhkan ijazah Paket C dengantujuan untuk memotivasi anak dankeluarganya untuk terus mening-katkan jenjang pendidikan gunameningkatkan sumber daya manusiadi masa yang kan datang. Apalagipemerintah telah mencanangkanprogram rintisan Wajib Belajar(Wajar) 12 tahun sebagai lanjutandari Wajar Dikdas 9 tahun.Beberapa warga belajar pesertaUNPK Paket C yang berhasil ditemui
Medikom
seusai ujian mengatakandirinya sangat berharap bisa luluspada tahap I ini. Asep misalnya, diamengaku merasa bangga bisa ikutpada UNPK Paket C tersebut. “Mudah-mudahan bisa lulus pada tahap I ini,”ujarnya sembari menambahkandengan ijazah paket C dia bisamencari kerja dan bisa melanjutkanpendidikan ke perguruan tinggikarena ijazah Paket C sama denganijazah SMA.Hal yang sama juga diungkapkanAyi, salah seorang warga belajarpeserta UNPK Paket C. Ia berharapdengan ijazah Paket C telah di tangannanti dia bisa mendapatkan peker- jaan yang lebih layak.
(Suhendar R)BANDUNG,
 
 Medik om
 –”Hidup adalahpilihan dan proses” merupakanucapan yang sering dikatakan WaliKota Bandung Dada Rosada diberbagai kesempatan. Bagi Pitoyo,pemimpin umum salah satu hariandi Bandung, kata-kata itumenginspirasinya untuk dijadikan judul buku tentang perjalanan hidupWali Kota Bandung, Dada Rosada.Dalam buku tersebut, menurutPitoyo, mengungkap pilihan danproses Dada Rosada, yang mengawalikarier dari pegawai honor daerah(honda) Pemerintah KotamadyaBandung, kemudian bergabungdengan organisasi massa dan politik,menjadi pengurus Persib hinggamenjadi Wali Kota Bandung selamadua periode, yaitu 2003-2008 dan2008-2013.“Buku ini terdiri dari 12 bab, terdiridari kehidupan Pak Dada lahir,kemudian meniti karier, meraih
Manusia Selalu Dihadapkan pada Alternatif 
puncak prestasi, menjadi pengurusPersib, hobinya dengan
off road
sampai lingkungan hidup yangmenjadi prioritasnya. Dalam buku ini juga KH Miftah Faridl memberikankata pengantarnya,” ujar Pitoyo.Dada berharap buku tersebutmenjadi bacaan alternatif bagi semuakelompok usia, memperkayakhazanah perbukuan danmenginspirasi lahirnya karya-karyasejenis. “Buku ini merupakan refleksiperjalanan saya sebagai individu,keluarga, birokrat, politisi, dan juga wali kota,” ucap Dada.Menurut Dada, dikatakan sebagaipilihan, karena dirinya percayamanusia selalu dihadapkan kepadaalternatif tujuan yang seringkalitampak jelas perbedaannya, hitamatau putih, baik atau buruk, benaratau salah, serta mau atau tidak maumerealisasikannya.“Untuk menentukan pilihan taditidak cukup hanya dengan nuranisaja, tetapi harus disertai kema-tangan nalar, kemauan melaksa-nakannya dengan kerja keras, sertakemampuan menjalin hubunganbaik dengan sesama manusia danlingkungan alam,” ujarnya.Dengan demikian, pilihan tersebut,menurut Dada harus ditindaklanjutimelalui proses, walaupun dalamperjalanannya seringkali berhadapandengan situasi yang diliputi perbe-daan pendapat, atau bahkan adapihak-pihak yang merasa dirugikan.“Namun itulah konsekuensi pilihandan proses yang harus ditempuh,karena hampir tidak mungkin semuaaspirasi dari sudut pandang yangberbeda diwujudkan dalam waktubersamaan. Yang jelas semua itudijalani dnegan perhitungan danpertimbangan yang sangat matangdemi kemaslahatan semua pihak,”paparnya.
(Dudi)GARUT,
 Med ik om
-
Salah satusekolah menengah atas (SMA)swasta favorit di Garut Kota, yakniSMA-YKB-3 di Jln Raya LelesGarut, Sabtu (26/6) lalu menggelarbakti sosial berupa khitanan masalgratis dan memberikan santunankepada warga kurang mampu dananak yatim piatu. Acara bakti sosialini mendapat apresiasi darimasyarakat sekitar dan muspikaserta tokoh masyarakat setempat.Sebelum digelarnya acara khitananmasal, warga sudah tampakberdatangan sambil membawaanaknya yang akan dikhitan.Ketua panitia, Nandang JaelaniSAg yang didampingi Drs H DedeRasihan Anwar MPd yangmerupakan Kepala SMA YKB-3Leles, mengatakan acara yangdigelar ini merupakan salah satubentuk kepedulian lembaga danalumni kepada warga sekitar yangperlu mendapatkan santunan.“Kami di sini merasa terpanggiluntuk memberikan bantuan ataupaling tidak meringankan bebanmereka yang kurang mampu dansalah satunya dengan khitananmassal ini. Selain anak yangmendapatkan pelayan khitangratis, kami juga memberikansantunan kepada anak-anak atau warga yang kurang mampu, diantaranya ada sekitar 35 oranganak yang kami berikan santunanselain itu anak anak ini kamiberikan bantuan berupa SPP gratis.Alhamdulillah kami dari pihaksekolah bisa menggalang dana darialumni SMA YKB-3 dan juga paraorang tua murid yang mampu danpeduli akan nasib sesama,” ujarNandang Jaelani.Dede (32) salah seorang wargaKampung Pangkurisan, Desa Leles,Kecamatan Leles yang ketika itu
SMA YKB 3 GarutGelar Bakti Sosial
membawa anaknya, Ahmad (4)untuk dikhitan menyampaikan rasasyukurnya bahwa anaknya bisadikhitan secara gratis dan mendapatsantunan pula. “Alhamdulillah, sayasangat berterima kasih kepada SMAYKB -3 yang telah memberikanbantuan kepada kami di sini,memang kami sangat menantikanacara seperti ini, bagaimana tidakuntuk sekadar makan saja kamibegitu kesulitan, apalagi saya hanyabekerja sebagai kernet yangpenghasilanya tidak jelas, dan denganadanya khitanan masal ini kamisangat berbahagia dan sangatberterima kasih pada SMA YKB-3 yang telah peduli pada kami. SemogaSMA YKB-3 lebih maju danmendapatkan limpahan rezeki,”ungkap Dede seraya menitikkan airmata menahan rasa bahagia.Lain halnya menurut HanaChristina (16) salah seorang siswikelas X-3 SMA YKB, menurutnyakegiatan ini sangatlah positif terutama bagi siswa siswi untukbelajar tentang kepedulian sosial danmembangkitkan jiwa tolongmenolong. “Ya acara ini saya kiraadalah sebuah kegiatan positif yangmestinya berlangsung dengankontinu, apalagi dengan adanyasantunan untuk teman-teman kamisebgai siswa/siswi yang kurangmampu yang di antaranya denganmebebaskan SPP, itu sangatmembantu bagi teman-teman kami yang kurang beruntung,” ungkapnya.Pada acara khitanan massal ini,panita menugaskan tim medis dariPuskesmas Leles yang dipimpinmantri Ade, sejak dimulainya acara warga yang mengkhitan atau yangmedapat santunan tampak terlihatberbahagia dan tak sedikit darimereka yang menitikkan air matabahagia
. (Yudi K/Kus)
 
Lintas Kota
3
Edisi 376 Tahun VII 05 s.d. 11 Juli 2010
BANDUNG,
 Medik om
 –PemerintahKota Bandung menargetkanpengosongan kawasan LapanganGasibu dari pedagang kaki lima (PKL)selesai akhir tahun 2010. Selainkawasan Lapangan Gasibu, pena-nganan PKL yang ada di kawasantujuh titik juga harus bisa diselesai-kan. Untuk merealisasikan targettersebut, Wakil Wali Kota Bandung,Ayi Vivananda, menegaskan, pem-kot dalam waktu dekat akan mem-buat tim kecil yang bertujuan menye-lesaikan masalah PKL mulai dariakar-akarnya. Tim akan berisi orang-orang dari berbagai kalangan, terma-suk dari akademisi dan
stakeholder
.“Kita akan buat tim. Dengan timtersebut tidak perlu tunggu waktuhingga 2012,” tutur Ayi di ruangkerjanya, Balai Kota Bandung, JlnWastukancana.Ayi menyadari, penataan PKL 
 Akhir 2010 LapanganGasibu Bebas PKL?
Gasibu termasuk PKL yang ada dikawasan tujuh titik, memerlukankoordinasi terkait dari berbagaipihak. Selain membentuk tim,dalam waktu dekat Ayi juga akanmengundang koordinator PKL Gasibu, kordinator PKL kawasantujuh titik, aparat kewilayahan,perwakilan pedagang, unsur SKPD,pakar pendidikan, dan berbagai pihak yang terkait. “Harus dicari solusiterbaik yang saling menguntungkan.Namun patut diingat, kami tidakakan membinasakan PKL. TetapiPKL juga harus menyadari bahwatindakan yang mereka lakukandengan berjualan di atas trotoar,badan jalan, dan Lapangan Gasibu,merugikan masyarakat sebagaipengguna,” ungkapnya.Perwakilan PKL Gasibu,Syafruddin mengatakan, berjualandi seputar Lapangan Gasibu adalahupaya memenuhi omzet yang hilangdari berjualan di pasar permanen.Menurutnya, alasan tersebut yangmembuat sekitar 6.000 PKL memadati Lapangan Gasibu.Dikatakan Syafrudin, PKL Gasibubanyak yang berstatus pemilik tokodi pusat-pusat perbelanjaan yangtersebar di Kota Bandung. “Di ITC(Kebonkalapa) dalam seminggubelum tentu tiga potong pakaianlaku. Tetapi kalau di Gasibu bisaterjual 20 potong per hari,” kataSyafrudin yang mempunyai kios diITC Kebonkalapa.Syafrudin menuturkan, untukbisa berjualan di Gasibu, ia harusmengajukan permohonan izin yangdilayangkan kepada “pengurus” atau“pengelola”. Bahkan menurutnya,dalam sehari setiap berjualan, adakeharusan membayar uang retribusisebesar Rp14.000.
(Dudi)BANDUNG,
 Med ik om
 –Wali KotaBandung H Dada Rosada memintakepada pengembang untukmembangun Stadion Utama SepakBola (SUS) Gedebage yang bebasbanjir. “Kawasan tersebut ‘kanselama ini dikenal banjir, saya tidakingin hal itu nanti terjadi. Mohonkepada PT Adhi Karya untukmemikirkan masalah ini,” katanyadalam rapat koordinasi dan penyam-paian laporan perkembanganpembangunan SUS Gedebage olehPT Adhi Karya, di Pendopo Kota Ban-dung, Jln Dalem Kaum, pekan lalu.Dada meminta kepadapengembang supaya sejak sekarangmelakukan langkah antisipasi banjir yang biasa terjadi di sekitar kawasanSUS. Selain menyoroti masalahbanjir, Dada meminta kepada DinasPertamanan dan Pemakaman(Distamkam) Kota Bandung untukmenyiapkan dan menanam pohon
SUS Gedebage Harus Bebas Banjir
di lokasi stadion.“Dengan ditanami pohon sejakdini, maka ketika pembukaanstadion dilakukan, pepohonantersebut sudah mulai besar danmembuat kawasan SUS lebih asridan hijau. Pilih pohon yang akanditanam, apakah pohon pelindung,produktif atau kombinasikeduanya,” ujar Dada.Ia juga berharap, stadion bisamemberi kenyamanan kepadapenonton. Mulai dari akses masuk,tempat duduk, sampai kamar kecildiperhatikan.Di tempat yang sama, EngineeringManager PT Adhi Karya, Hanif SetyoNugroho menyatakan,pembangunan SUS Gedebagesampai 20 Juni 2010 telah mencapai1,6928% atau lebih cepat 0,0338%dari target.Hanif mengungkapkan, dalampelaksanaannya pekerjaanmengalami beberapa hambatan. Disamping kendala karena faktorcuaca yang tidak mendukung untukmembawa material ke lokasi, akses jalan ke lokasi juga hanya melalui Jln Cimencrang. Rencana melaluiKompleks Adipura tidak bisadilaksanakan, sedangkan aksesmelalui Tol Padaleunyi KM 151 barubisa dipakai sekitar pertengahan Juli.“Jika akses KM 151 sudah bisadigunakan, kemungkinan besarpekerjaan pembangunan stadion inidapat berjalan sesuai target, bahkanmungkin lebih cepat,” katanya.Saat ini, tambah Hanif,pengerjaan memang baru sebataspengurugan tanah di lahan seluaslebih dari 24 ha. Untuk beberapaproses sudah sampai 100%, sehinggabulan Desember mendatangdiharapkan pemasangan tiangpancang sudah bisa dilakukan.
(Dudi)BANDUNG,
 Medik om
 – 
Krisis global yang melanda dunia termasukIndonesia tidak berakibat burukpada angka kunjungan wisatawanmancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus) padatahun 2009. Pernyataan inidikemukakan Trindiana selakuKasubdit Promosi WisataDepbudpar dalam acara“Peningkatan Kompetensi BidangPariwisata dan Kebudayaan bagiAparatur Disparbud Jabar di kantorDisparbud Jabar, Selasa (29/6).Pada tahun 2008, jelas Trindiana,angka kunjungan wisman ke Indo-nesia sekitar 6.429.027, sedangkanpada tahun 2009 mengalamikenaikan menjadi 6.452.259.Begitujuga angka kunjungan wisnusdari tahun 2008 ke tahun 2009mengalami kenaikan sekitar 1,65%.“Kalau yang dibadingkan angka wisman yang masuk ke Indonesia
Meski Krisis, KunjunganWisatawan Meningkat
dengan wisatawan Indonesia ke luarnegeri sebaliknya. Realitasnyakunjungan wisatawan luar negeri keIndonesia masih lebih sedikitdibandingkan wisatawan Indonesiake luar negeri,” tuturnya.Menurut dia, untuk tahun 2010ini kunjungan wisman ke Indonesiaditargetkan 7 juta orang denganprioritas berasal dari negara Eropa,Singapura, Malaysia, Brunai Darus-salam, Australia, Jepang, China,Korea, India, dan Timur Tengah.Pernyataan senada dikemukakanH Achyaruddin SE MPar selakuDirektur Produk WisataPengembangan Destinasi PariwisataDepbudpar bahwa untukmenunjang peningkatan angkakunjungan wisatawan, ditetapkanprogram desa wisata se Indonesiahingga tahun 2014. “Depbudparmemiliki program pengembangan2.000 desa wisata se Indonesia.Hingga tahun 2010 ini sudah adasekitar 450 desa wisata yangterealisir termasuk yang terdapat di Jabar,” tegasnya.Program desa wisata ini tambah-nya dimaksudkan untuk memikat wisman berkunjung sekaligusmenyaksikan kerajinan tradisional yang dimiliki, program pengem-bangan agrowisata yang bekerjasama dengan hotel, restoran dalampengembangan lahan pertanian.Sehingga dengan paket produk wisa-ta yang berbasis alam dikombi-nasikan dengan artificial sebagaibuatan manusia memiliki daya tarikistimewa. “Akibat dari keunggulan yang ditawarkan dalam kawasan wisata itu akan menambah dayatarik wisatawan, kenyamananuntuk berkunjung sekaliguspeningkatan angka kunjungan wisatawan ke seluruh Indonesia,”imbuhnya.
(Zaz)SOREANG,
 Medik om
-Hari KeluargaNasional (Harganas) tingkatKabupaten Bandung beserta HariKependudukan tingkat KabupatenBandung dilaksanakan pada 29 Juni 2010 bertempat di lapanganDesa Banjasari, KecamatanPangalengan.Acara tersebut dihadiri KepalaBKKBN Provinsi Jawa Barat Drs HRukmana, Bupati Bandung H ObarSobarna Sip, Asisten 2 H Juhana,Kepala BKPP Kabupaten BandungDrs H Edi Siswandi, para kepalaSKPD, para camat, para kepala desa,beserta tamu undangan lainnya.Acara tersebut dimeriahkan denganupacara Adat Sunda dan Longser,gerak jalan santai yang diikuti 1.000peserta, marching band, sertapembagian hadiah kepada para juara dalam kegiatan KB, MOU, MOPtingkat Kabupaten Bandung.Kepala BKPP Kabupaten BandungDrs H Edi Siswandi dalamsambutannya, selain mengucapkanterima kasih kepada semua pihak yang telah menyukseskan Harganasdan Hari Kependudukan tahun2010, juga mengajak meningkatkanperan serta masyarakat dalam upayaterwujudnya keluarga tumbuhmandiri. Apalagi dalam rangkamenyukseskan program pemerintah,baik dari tingkat kabupaten, provinsisampai ke tingkat nasional, Badan
Harganas Ke-17 TingkatKabupaten Bandung Meriah
Keluarga Berencana danPemberdayaan Perempuan (BKBPP)Kabupaten Bandung sangat banyakkeberhasilan.“Termasuk pada tahun 2007menjadi juara nasional. Semogadalam tahun ini juga bisa menjadi juara tingkat nasional. Sudahbeberapa kali kita melaksanakankegiatan Modus Operasi Pria (MOP).Mudahan-mudahan target kita bisamencapai 1.000 peserta sampaiakhir Desember 2010. Alhamdulilahini semua berkat kepercayaan dariBupati Bandung H Obar Sobarna yang didukung oleh semua pihak,terutama masyarakat KabupatenBandung,” kata Edi Siswandi.Kepala BKKBN Provinsi JawaBarat Drs H Rukmana didampingiBupati H Obar Sobarna SIP, optimispada tahun 2010 KabupatenBandung akan menjadi juarakegiatan MOP tingkat nasionaldalam rangka Hari KB Nasional.“Karena kesadaran masyarakatKabupaten Bandung sangatmendukung kegiatan MOP. Targetdari provinsi sekitar 800 orang.Alhamdulilah, pada bulan ini sudahsebanyak 500 orang peserta MOP yang telah ikut dalam kegiatan ini.Apalagi pada tahun 2007 KabupatenBandung telah berhasil menjadi juara tingkat nasional,” kataRukmana.Dikatakan, tahun demi tahunperserta kegiatan KB pria diKabupaten Bandung terusmeningkat. Itu bukti kesadaranmasyarakat dan mereka sudahmerasakan manfaat ber-KB. “Lebihbaik punya dua anak sejahtaradalam bidang pendidikan,kesehatan, ekonomi dibandingbanyak anak, tapi tidak sejahtera.Ini tidak merupakan paksaan, tapikesadaran mereka. Maka kamidatang ke daerah bekerja samadengan BKKBN Pusat untukmenyukseskan program pemerintah2 anak cukup,” papar Rukmana.Pada kesempatan itu tak lupaBKKBN Provinsi Jawa Baratmengucapkan terima kasih kepadaBupati Bandung H Obar Sobarna yang akan mengakhiri jabatannya.“Beliau sangat berhasil membngunKabupaten Bandung pada 10 tahunterakhir. Semoga kelak BupatiBandung dapat meneruskanpembangunannya seperti Buaptisekarang,” harap Rukmana.Dalam akhir acara BupatiBandung H Obar Sobarnadidampingi Hj Iyan Sobarnamengucapkan terima kasih kepadamasyarakat Kabupaten Bandung yang telah mendukungnya selamadua periode. “Semoga Allahmembalas kebaikannya,” ucapnya.(
S Rohmani
)
BANDUNG,
 Medik om
 –Pada tahun2011 Pemerintah Provinsi JawaBarat akan melakukan sejumlahpembenahan irigasi. Hal itumerupakan kelanjutan darikebijakan membenahi saranainfrastruktur yang pada tahun2010 ini ditetapkan sebagai TahunInfrastruktur. Berikutnya untuktahun 2011 akan ditetapkansebagai Tahun Irigasi. Kebijakanitu dimaksudkan untukmendorong pembangunan sektorpertanian, apalagi Jawa Baratbertekad untuk menjadi kawasanpemasok bahan pangan terbesarNasional. Tentunya tekadtersebut harus diwujudkandengan kerja keras bersamadengan seluruh pemangkukepentingan.Gubernur Jawa Barat AhmadHeryawan menegaskan haltersebut pada saat Peringatan
Gubernur Canangkan 2011Sebagai Tahun Irigasi Jawa Barat
Hari Krida Pertanian di Open SpaceGallery Cilimus, KabupatenKuningan, Rabu (30/6). ”Tahun2011, insya Allah akan ditetapkansebagai Tahun Irigasi. Hal inimerupakan wujud keberpihakanPemerintah Provinsi Jawa Barat yangbertekad terus mendorongpembangunan sektor pertanian. Kitaingin Jawa Barat sebagai penghasilsekaligus pemasok bahan panganterbesar Nasional. Mari kita wujudkan tekad itu bersama antarapemerintah, swasta, petani danseluruh elemen,” tegas Heryawan.Menurut Heryawan, kawasan Jawa Barat memiliki potensi sumberdaya pertanian yang sangat besar.Hal ini terlihat dari luas areal sawah yang mencapai 900.000 ha, arealperkebunan yang mencapai 500.000ha, areal hutan sekitar 800.000 ha,areal perikanan darat yang mencapaisekitar 200.000 ha, serta luas arealperikanan laut 154.000 ha. Kondisitersebut juga diperkuat denganbesarnya sumber daya manusia(SDM) pertanian Jawa Barat,komposisi masyarakatnya yangbekerja di sektor pertanian mencapaisekitar 60%. ”Sehingga wajar bilakeberpihakan kita arahkan kepadasektor ini,” ujarnya.Potensi di atas kata Heryawan,merupakan modal utama yangharus diberdayakan secara optimalbagi kemajuan sektor pertaniansebagai sektor andalan. Kebutuhandan ketergantungan pada sektorpertanian harus dikelola dengan baiksehingga mampu menjadi penyuplaibahan pangan sekaligus menyeraptenaga kerja dan sumberpendapatan masyarakat. Olehkarenanya peran penting sektorpertanian senantiasa menjadi fokusdalam pembangunan bidangekonomi Jawa Barat.
(IthinK)BANDUNG,
 Med ik om
 –Untukmembuat program legislasidaerah (prolegda) yangkomprehensif, DPRD seharusnyameminta Biro Hukum untukmembuat mapping ataupemetaan perda yang sudah ada.Perda tersebut diklasifikasi dalamkategori yang tidak dilaksanakan, yang harus diubah dan yang tidakbisa dilakukan keduanya. Jadiketika akan membuat prolegda,bisa benar-benar diketahui perdaseperti apa yang memangdibutuhkan oleh daerah.Hal tersebut disampaikanGutmen SH MH dari KementerianDalam Negeri saat menjadinarasumber pada Inhouse Training Badan Legislasi DPRDProvinsi Jawa Barat di Cipanasbaru-baru ini.Gutmen selanjutnya menga-takan, posisi Badan LegislasiDaerah (Balegda) sebenarnyasangat strategis. Karena Balegdasebenarnya merupakan alatkelengkapan DPRD yangmenjalankan fungsi utama DPRD yaitu fungsi legislasi,sementara posisi eksekutif hanyasebagai pendamping. StressingBalegda adalah mematangkanrancangan perda baik dari inisiatif DPRD maupun dari eksekutif.“Ketika rancangan yang sudahdimatangkan di Balegdadiparipurnakan, artinya adalahBalegda sedang diadili dandengan posisi strategisnyaBalegda harus memberikan justifikasi terhadap rancangan yang sudah dibahas tersebut, barukemudian hasilnya ditetapkan
DPRD Jabar Harusnya MintaBiro Hukum Buat Pemetaan Perda
dan diserahkan kepada eksekutif sebagai prolegda,” kata Gutmen.Wakil Ketua DPRD Provinsi JawaBarat Drs Uu RukmanaMSi mengemukakan, sesungguhnyafungsi legislasi merupakankarakteristik lembaga DPRD sebagairepresentasi kedaulatan rakyat.Melalui fungsi legislasi inilah aspirasimasyarakat dapat diaktualisasikandalam bentuk regulasi yang menjadidasar eksekutif menjalankan rodapemerintahan dalam rangkamenyejahterakan masyarakat.Sebagai konsekuensi logis daripemahaman ini, seharusnya raper-da lebih banyak berasal dari prakarsaDPRD atau inisiatif DPRD, namun yang ada adalah sebalik-nya. Olehkarena itulah, DPRD Provinsi JawaBarat Periode 2009-2014 menurutUu, akan terus beru-paya untukmenambah jumlah raperda yangberasal dari prakarsa DPRD.Pada kesempatan yang sama,pakar hukum dari Unpad Prof I GedePanca Astawa SH MH yang menjadisalah satu narasumber mengemu-kakan, terkait penyusunan ProgramLegislasi bukan hanya masalahkualitas dan kuantitas, tapibagaimana membuat aturan yangtidak berakhir di MA atau dalam artilain tidak bertentangan denganaturan lainnya.Menurut Panca yang tak kalahpenting adalah adanya harmonisasidi antara instansi atau lembaga yang terkait. “Saat ini cenderung egosektoral di antara instansi ataulembaga yang lebih menonjol, sepertimisalnya antara kementerian atauantara sektoral,” ujarnya. Panca jugamengemukakan, sosialisasi perdaseringkali dilakukan setelah perdatersebut ditetapkan, padahalseharusnya sosialisasi danpenyebaran juga dilakukan pada saatmasih dalam bentuk draf agardiperoleh
feed back
dari masyarakatsebagai pengguna.Lebih lanjut Panca mengatakan,pemerintah daerah saat ini tidaksmart dalam menerjemahkanotonomi, sehingga mereka berlomba-lomba membuat peraturantentang retribusi atau pajak daerahuntuk menambah PAD. Namuntidak sesuai dengan sumber dayadaerah yang dimiliki sehingga malahmembebani masyarakat sendiri.Inilah yang mengakibatkanbanyak perda bermasalah sehinggadibatalkan oleh Pemerintah Pusat.Banyak daerah membuatpelayanan terpadu dengan tujuanuntuk memberikan kemudahandalam aturan perizinan, namuntidak memperhitungkan dampaknyaterhadap lingkungan. Padahalmenurut Panca semakin mudahnyapelayanan perizinan khususnya yang menyangkut RTRW, semakinmudah pula eksploitasi terhadaplingkungan.Inhouse Training Badan LegislasiDPRD Provinsi Jawa Barat menurutKetua Baleg DPRD Jabar TateQomaruddin Lc dilaksanakansebagai upaya penguatan fungsilegislasi DPRD, khususnyapeningkatan kompetensi sumberdaya manusia DPRD yang berkaitandengan pengetahuan di bidanghukum, legal drafting yang didalamnya terkandung persoalanfilosofis, sosiologis, substansi danteknis.
(IthinK)BANDUNG,
 Medik om
 –Bertepatan dengan Muktamar Muhammadiyah ke-46 (Satu abad Muhammadiyah), Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi, Depkominfo menerbitkan prangko seri “Satu AbadMuhammadiyah” pada tanggal 3 Juli 2010. Prangko seri Satu AbadMuhammadiyah merupakan prangko peringatan, dan dicetak dalam jumlah terbatas sebanyak 500.000 set.Pos Indonesia juga menerbitkan Sampul Hari Pertama yang ditempeliprangko dan dibubuhi cap khusus teraan terbit pertama, sebanyak 5.000set dengan nilai nominal Rp6.500.Prangko seri “Satu Abad Muhammadiyah” menampilkan Desain MesjidKauman Yogyakarta, foto diri KH Ahmad Dahlan, Muhammadiyah danPendidikan. Nilai nominal prangko ini Rp1.500 atau harga per-sheetRp36.000 untuk 24 keping. Sedangkan untuk minisheet dijual sehargaRp9.000 untuk 6 keping. Masa jual prangko ini sampai dengan 31Desember 2013, dan masa berlaku untuk pemrangkoan sampai dengan31 Desember 2015.Penerbitan prangko seri Satu Abad Muhammadiyah ini merupakanProgram Penerbitan Prangko tahun 2010 ke-6 dan merupakan seri yangmenarik bertepatan dengan Muktamar ke-46 yang diselenggarakan diYogyakarta pada 3-8 Juli 2010. Prangko dengan tema tentangMuhammadiyah serupa pernah diterbitkan di atas prangko NederlandschIndie, pada masa penjajahan Belanda yakni tahun 1941 tepatnya 22September 1941 yang dirancang oleh JF Dickhoof.
(IthinK)
Prangko Satu AbadMuhammadiyah Diterbitkan
BANDUNG,
 Medik om
 –Wali Kota Bandung H Dada Rosada bersama duakepala daerah lainnya, Kabupaten Kuningan dan Kota Bekasi menerimapenghargaan sebagai Kepala Daerah Berinovasi Kegiatan Lingkungandari Gubernur Jawa Barat, H Ahmad Heryawan. Penghargaan diberikanpada peringatan hari lingkungan hidup sedunia tingkat Jawa Barat, dilapangan PDAM Kabupaten Bogor, Selasa (29/6).Selain wali kota, penghargaan lingkungan hidup juga diberikan kepada5 sekolah yang ada di Kota Bandung sebagai sekolah berbudayalingkungan. Kelima sekolah itu, SMP Negeri 36 Juara I untuk tingkatSLTP, SMAN 15 dan SMAN 20 sebagai Juara II dan III Tingkat SMA,SMKN 7 Juara III Tingkat SMK Teknik. Sementara SMKN 13 diajukansebagai calon penerima Adiwiyata Tingkat Nasional mewakili Jawa Barat.“Penghargaan ini pastinya lebih memantapkan dan memberi doronganmotivasi, Kota Bandung ke depan lebih berpretasi lagi dalam gerakanpembangunan lingkungan, tidak saja tingkat Jawa Barat tapi juga tingkatNasional,” ungkap Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH)Kota Bandung, H Rekotomo.
(Dudi)
Kepala Daerah BerinovasiKegiatan Lingkungan
BANDUNG,
 Medik om
 –Pemerintah Kota Bandung dan UniversitasPendidikan Indonesia (UPI) Bandung, selama 3 tahun ke depan bekerjasama dalam peningkatan mutu pendidikan dan profesionalisme guru dilingkungan Dinas Pendidikan Kota Bandung. Pemkot akan menimbapengalaman teoretis dan praktis dari pakar UPI, sebaliknya pihak UPImenjadikan Kota Bandung sebagai laboratorium pengembangan ilmupengetahuan, baik yang bersifat terapan (
applied science
) maupun murni(
pure science
).Wali Kota Bandung Dada Rosada berharap, melalui program ini paraguru dituntut menajamkan materi pembelajaran, mengembangkan sistemhubungan sosial yang harmonis, serta kemampuan memberi nilaitambah terhadap rekan seprofesi dan peserta didik. “Saya menilai
lessonstudy
memiliki sentuhan yang lebih manusiawi, karena ada sisi lain dariproses dan hasil pembelajaran yang mendorong kemajuan guru, pesertadidik dan masyarakat,” ungkapnya.Kalau model ini mampu dikembangkan secara struktural, Dada yakin,proses belajar mengajar bukan sekadar mewujudkan pendidikan bermutu,tetapi juga mendorong semua pihak berpartisipasi. “Saya percaya,bimbingan yang disampaikan para pakar UPI akan menjadi sumbanganbesar bagi kemajuan pendidikan di Kota Bandung,” ujarnya optimis.Rektor UPI, Sunaro Kartadinata menuturkan,
lesson study
adalahsebuah program strategi pembelajaran yang 10 tahun lalu telahdikembangkan UPI melalui berbagai riset, penelitian dan praktik lapangan.“Lesson study hingga kini terus semakin memproleh kepercayaan,penguatan dan makin memperoleh tingkat keberterimaan, khususnyadi masyarakat kependidikan. Untuk itu, UPI mengangkat lesson studysebagai program unggulan dalam upaya memperbaiki dan meningkatkanmutu pendidikan,” jelasnya.
(Dudi)
Pemkot dan UPI TingkatkanMutu Pendidikan
BANDUNG,
 Medik om
 –Pemerintahsebagai fasilitator dituntut untukbersikap adil terhadap semuaelemen masyarakat termasuk OKP(organinasi kepemudaan), karenamenurutnya apabila hal itu tidakdilakukan maka akan terjadigesekan dan bentrokan dimasyarakat.Apabila terjadi gesekan dimasyarakat, bagaimana kita bisamembangun, yang ada malahanpertentangan. Oleh karena itupemerintah berusaha agar tidakterjadi gesekan, dengan cara
OKP dan Ormas Agar Menjaga Tali Silaturahmi
berbuat adil kepada semua elemenmasyarakat. Demikian diungkapkanWali Kota Bandung Dada Rosadausai membuka kemah bhakti danlatihan kepemimpinan yangdiadakan oleh Komite NasionalPemuda Indonesia (KNPI) KotaBandung di Lapangan RW 08,Kelurahan Pasir Biru, KecamatanCibiru, Kamis (1/7).Hadir dalam kesempatan tersebut,Ketua KNPI Jawa Barat DianRahardian, Ketua KNPI KotaBandung Dandan Riza Wardhana,Anggota DPRD Kota Bandung KadarSlamet, dan sejumlah pejabat publikKota Bandung.Dada juga mengingatkan kepadaOKP agar senantiasa menjaga talisilaturahmi supaya tidak terjadigesekan. Menurutnya, komunikasimerupakan salah satu kiat yangharus selalu dijaga dan dibina agartidak terjadi gesekan.Ketua KNPI Kota BandungDandan Riza Wardana mengatakankomunikasi merupakan salah satucara menjaga agar tidak terjadigesekan. “Komunikasi, bekerja samadalam melakukan kegiatan, saling
care
merupakan cara-cara yangdilakukan agar tidak terjadigesekan,” ujarnya.Kegiatan kemah bhakti, menurutDandan berlangsung mulai 30 Junisampai dengan 4 Juli 2010, dengandiikuti sekitar 75 orang yang terdiridari OKP/ormas dan 23 perwakilanPK KNPI Kecamatan.“Kegiatan bertujuan menciptakanpemuda-pemuda Kota Bandung yang berprestasi dan berpikir wawasan kebangsaan dengan tidakmeninggalkan keberpihakan bagikepentingan masyarakat,” ujarnya.Lebih lanjut dikatakannya, adadua kegiatan pokok yang dilakukan yaitu pengabdian kemasyarakatandan latihan kepemimpinan. “ Pagi-pagi mereka melakukan kegiatanbhakti kepada masyarakat, misalnyadengan memperbaiki jalan, MCK,dan sorenya baru melakukanlatihan kepemimpinan,” ujarnya.Selain itu menurut Dandan,melakukan penanaman 1.000pohon dan pembuatan biopori,pengobatan gratis, sunatan massal,donor darah, dan tablig akbar.
(Dudi)
BANDUNG,
Medikom 
 –PTTelekomunikasi Indonesia(Telkom) meresmikanrenovasi Plasa Telkom diBandung dan JakartaUtara. Plasa Telkommerupakan pusat layananyang diberikan TelkomDirect Visiting untuk semua produk Telkom dananak-anak perusahaannya. “PlasaTelkom Bandungmerupakan Plasa Telkompertama dari seluruh PlasaTelkom di Indonesia yangmenggunakan E-SISKAatau Sistem AplikasiPelayanan Terintegrasi,”  jelas Vice President Publicand MarketingCommunication TelkomEddy Kurnia.
Wajah Baru Plasa TELKOM dengan E-SISKA
Penataan kembali fisik maupunlayanan di Plasa Telkommerupakan bagian daritransformasi Telkom. Hal inidimaksudkan agar para pelangganmaupun calon pelangganmendapatkan nilai tambahsebagaimana motto Telkom: WorldIn Your Hand. “Persaingan industritelekomunikasi makin ketat.Sekarang, masing-masing operatorberkompetisi untuk memberikankualitas yang terbaik bagipengguna produknya,” kata EddyKurnia. “Sebab itu, kami sangatfokus dalam meningkatkanpelayanan kepada penggunaproduk-produk Telkom Group,”tambahnya.Eddy menjelaskan, perseroantelah mengubah penampilan Plasa Telkom menjadi lebih akrab dannyaman. “Semakin baiknyalayanan Telkom tentu berdampakpada loyalitas pelanggan yang bisamendongkrak peningkatan revenuebagi perusahaan,” kata Eddy. Saatini menurutnya, terdapat sekitar750 Plasa Telkom di seluruhIndonesia yang secara bertahapakan diubah penampilannyasejalan dengan semangattransformasi.Buah keseriusan Telkommenata Plasa Telkom sebagai WalkIn Center, bulan Mei 2010 laluPlasa Telkom mendapatpenghargaan Service Quality Award2010 pada ajang InternationalConference & Net PromoterCustomer (NPS) Loyalty Award2010 yang diselenggarakan olehOctovate Consulting Group danMajalah
SWA
.Bersamaan dengan peresemiancitra dan layanan baru Plasa Telkom Bandung dan JakartaUtara tersebut, dilakukanpenandatanganan notakesepahaman antara Telkomdengan mitra strategis Telkom,antara lain dengan Politeknik Telkom, IBCC (Istana BuildingCommodities Center), Harian
Republika
, Pusat BimbinganBelajar “Ganesha Operation”,Masjid Salman ITB dan KampanyeInternet sehat-Speedy dengan
Detik.com
.Dalam kesempatan tersebut,Direktur Utama Telkom, RinaldiFirmansyah memberikan apresiasikepada pelanggan dan pelajarberprestasi di kota Bandung, yakni: Tiga Pelanggan terlama dan terloyaldi Bandung; Pelanggan Speedy yang ke 150.000 di Bandung; NEMtertinggi dari hasil Tryout SNMPTN, yakni: Nurhalimah SMAN 1Majalaya Jawa Barat (IPS dengannilai 407), Devin SMAN 1 Tasikmalaya Jawa Barat (IPAdengan nilai 521).Rinaldi juga memberikanapresiasi kepada Best Sales Speedysemester satu kepada Telkom AreaBandung Timur dengan jumlahpenjualan sebanyak 11.500 SSL dan Telkom Area Bandung Baratdengan jumlah penjualansebanyak 13.000 SSL.
(IthinK)
Buah keseriusan Telkom menata Plasa Telkom sebagai Walk In Center, bulan Mei 2010 lalu Plasa Telkom mendapat penghargaan Service Quality Award 2010 pada ajang International Conference & Net Promoter Customer (NPS) Loyalty Award 2010 yang diselenggarakan oleh Octovate Consulting Group dan Majalah SWA.

Activity (9)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Eko Wawi liked this
Jessi Julli liked this
ra87288994 liked this
Atet Hendrawan liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->