Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kajian Efektifitas Perpustakaan Keliling Di Indonesia Bantuan Perpustakaan Nasional RI

Kajian Efektifitas Perpustakaan Keliling Di Indonesia Bantuan Perpustakaan Nasional RI

Ratings: (0)|Views: 574 |Likes:
Published by Ibrahim Saleh

More info:

Published by: Ibrahim Saleh on Jul 06, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/02/2013

pdf

text

original

 
Kajian Efektifitas Perpustakaan Keliling di Indonesia Bantuan Perpustakaan Nasional RI (Read : 1815 times )Oleh darmono
Perpustakaan keliling sebagai salah satu perangkat pendidikan non formal berupaya untuk ikutmencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana diamanatkan oleh UUD 1945. Untuk melaksanakan amanat itu perpustakaan keliling mempunyai tugas mengumpulkan, memilih, dan menyajikan karya-karya manusia kepadamasyarakat yang tidak terlayani oleh perpustakaan umum (Hardjoprakoso, 1992).Berbagai upaya untuk meningkatkan gairah pemanfaatan informasi bagi masyarakat dan untuk mengkondisikantumbuhnya minat baca terus bergulir. Tahun 2004 Yayasan Taman Bacaan (MANCA) mendirikan Rumah Bacadi seluruh Indonesia. Peresmian 50 Rumah Baca (tahap I) dilakukan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri diSDN Pesisir Lama I, Kampung Pesisir, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, JawaBarat, pada tanggal 5 Maret 2004 dan serentak untuk 50 rumah baca yang tersebar di seluruh Indonesia.Tahun 2005 Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono meresmikan perpustakaan berjalan yang dinamakanProgram Mobil Pintar, dan diluncurkan oleh para isteri anggota kabinet yang tergabung dalam Solidaritas IsteriKabinet Indonesia Bersatu (SIKIB). Mobil Pintar merupakan pengembangan dari perpustakaan keliling, yangdilengkapi dengan fasilitas yang lebih canggih, seperti cakram digital (Compact Disc) interaktif yangmenggunakan program komputer, Televisi, VCD edukatif, alat permainan edukatif, panggung mini, serta program audio visual (Kompas, 18 Mei 2005).Sebagai salah satu sarana pendidikan nonformal, perpustakaan keliling dimaksudkan untuk mempercepathantaran informasi kepada masyarakat. Apabila dilihat dari sejarahnya bantuan untuk perpustakaan keliling diIndonesia sudah ada sejak tahun 1975. Pemerintah melalui Proyek Pembangunan Depdikbud, telahmencanangkan Perpustakaan Keliling sebagai salah satu bentuk layanan perpustakaan kepada masyarakat.Maksud utamannya ialah mendekatkan informasi pada masyarakat desa, karena masyarakat desa belum mampumencapai informasi dengan caranya sendiri (Perpustakaan Nasional RI, 1992).Berdasarkan data Perpustakaan Nasional RI tahun 1992 jumlah perpustakaan keliling pada waktu itu sudahmencapai 177 unit yang tersebar di seluruh propinsi. Akan tetapi realisasi operasional kegiatan perpustakaankeliling sangat bervariasi dari satu daerah dengan daerah lainnya. Hal ini disebabkan setiap daerah mempunyaikebijakan yang tidak sama dengan daerah lain dalam hal operasional perpustakaan keliling.Setelah lebih 10 tahun tidak ada bantuan, barulah pada tahun 2002 Perpustakaan Nasional RI mulai memberikan bantuan perpustakaan keliling untuk berbagai daerah. Tahun anggaran 2003 Perpustakaan Nasional RImemberikan bantuan sebanyak 16 unit mobil perpustakaan keliling lengkap dengan koleksi. Tahun anggaran2004 Perpustakaan Nasional RI memberikan bantuan mobil perpustakaan keliling sebanyak 42 unit. Bantuanmobil perpustakaan keliling dua tahun terakhir (2003 dan 2004) yang dikaji dalam penelitian ini
Masalah Penelitian
 Mulai diluncurkannya bantuan Perpustakaan Keliling oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia padatahun anggaran 2003 dan 2004, program bantuan tersebut belum pernah dievaluasi baik tentang kegiatanoperasional maupun program pengembangan yang dilakukan. Rencana awal program bantuan perpustakaankeliling diharapkan merupakan stimulir bagi daerah untuk dapat mengembangkan berbagai program tentanglayanan perpustakaan dan minat baca di daerah.Berdasarkan hal tersebut perlu dilihat berbagai aspek dari bantuan perpustakaan keliling yangmerupakan bantuan Perpustakaan Nasional RI sebagai berikut: keadaan perpustakaan keliling, keadaan koleksi,layanan yang dilakukan, pengembangan yang dilakukan dan efektivitas dari bantuan tersebut.
Tujuan Penelitian
 
 
Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk:1.
 
Memperoleh gambaran tentang keadaan Perpustakaan Keliling yang merupakan bantuan dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.2.
 
Memperoleh gambaran tentang keadaan koleksi Perpustakaan Keliling.3.
 
Memperoleh gambaran tentang layanan yang diberikan Perpustakaan Keliling.4.
 
Memperoleh gambaran tentang upaya-upaya pengembangan Perpustakaan Keliling yang dilakukan penerima bantuan mobil perpustakaan keliling.5.
 
Memperoleh gambaran tentang tingkat efektivitas layanan Perpustakaan Keliling di Indonesia yangmerupakan bantuan dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
I
nstrumen Penelitian
 Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini, meliputi kuesioner, pedoman wawancara, dan formatobservasi. Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data tentang kondisi dan berbagai informasi baik kuantitatif maupun kualitatif dari para pengelola perpustakaan keliling. Pedoman wawancara dan formatobservasi digunakan untuk menggali data penunjang serta data yang berupa keadaan dan konteks yang belumtergali dari kuesioner yang lebih bersifat kualitatif.
Sumber Data
 Sumber data dalam penelitian ini adalah para pengelola perpustakaan keliling di seluruh Indonesia.Sampel dalam penelitian ini diambil dari seluruh populasi (total sampling), yaitu semua penanggungjawaboperasional perpustakaan keliling bantuan dari PNRI tahun anggaran 2003-2004. Jumlah mobil perpustakaankeliling bantuan Perpustakaan Nasional RI sebanyak 58 mobil yang tersebar di 50 wilayah kabupaten, kota, dan propinsi di seluruh Indonesia. Diasumsikan bahwa daerah yang menerima lebih dari satu mobil perpustakaankeliling, penanggungjawab operasional dari mobil perpustakaan keliling tersebut adalah satu orang. Peta wilayah penyebaran bantuan dirangkum dalam tabel berikut:Tabel 1. Peta Wilayah Sampel PenelitianWilayah Sampel Propinsi Kabupaten/KotaJumlahWilayahPersentaseIndonesia Bagian Barat 11 14 25 50%Indonesia Bagian Tengah 13 9 22 44%Indonesia Bagian Timur 2 1 3 6%Jumlah 26 24 50 100%Dari rencana total sampel sebanyak 50 wilayah, 1 sampel wilayah tidak diketemukan alamatnya.Sehingga sampel penelitian menjadi 49 sampel. Penentuan daerah yang dipilih untuk wawancara berdasarkan purposive sampling. Tiga daerah di luar pulau Jawa dan enam daerah untuk penerima bantuan mobil perpustakaan keliling di pulau Jawa. Demikian juga penentuan daerah untuk observasi juga dilakukan secara purposive sampling dan daerahnya sama seperti daerah untuk wawancara.
Pengumpulan Data
 Pengumpulan data dilakukan mulai tanggal 5 Januari 2006 sampai dengan 31 Januari 2006 dan diperpanjangsampai dengan awal bulan Pebruari 2006. Sampai batas waktu yang ditentukan kuesioner yang terkumpulsebanyak 34 kuesioner atau sebesar 69,4%. Kuesioner yang tidak kembali sebanyak 15 kuesioner atau sebesar 30,6%.Wawancara dilakukan kepada penangungjawab perpustakaan keliling di 9 daerah penerima mobil perpustakaan keliling yaitu: (1) Kantor Perpustakaan Daerah Propinsi Jawa Tengah, (2) Perpustakaan UmumKota Mojokerto, (3) Perpustakaan Umum Kabupaten Bondowoso, (4) Badan Perpustakaan dan Arsip DaerahPropinsi Kalimantan Selatan, (5) Badan Perpustakaan Daerah Propinsi Bali, (6) Kantor Perpustakaan DaerahPropinsi Banten, (7) Seksi Pengelolaan Perpustakaan Kabupaten Bogor, (8) Badan Arsip dan Perpustakaan
 
Daerah Propinsi Sulawesi Selatan, dan (9) Badan Perpustakaan Daerah Propinsi DIY. Bersamaan denganwawancara juga dilakukan observasi di sembilan daerah yang sama untuk mengamati dan melihat secaralangsung keadaan mobil perpustakaan bantuan PNRI.
A
nalisis Data
 Analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah analisis statistik deskriptif. Data yang telahterkumpul kemudian diolah dengan teknik analisis statistik deskriptif dan disajikan dalam bentuk narasi persentase serta distribusi frekuensi. Analisis deskriptif dipergunakan untuk mendeskripsikan karakteristik  permasalahan perpustakaan keliling bantuan dari PNRI yang dikaji, yaitu narasi persentase tentang kondisi,keadaan koleksi, pengelolaan layanan, dan upaya-upaya pengembangan perpustakaan keliling.Tingkat efektivitas layanan perpustakaan keliling diungkapkan dengan menggunakan 18 item yangterbagi dalam 11 kategori Dari 18 item pertanyaan/pernyataan tersebut kemudian dilakukan analisis denganmenggunakan distribusi frekuensi untuk mengetahui kategori efektivitas layanan. Tingkat efektivitas layanan perpustakaan keliling dikelompokan ke dalam katagori kurang, sedang dan tinggi.Sementara itu, untuk data kualitatif dilakukan analisis untuk memperoleh gambaran atau pengertian yang bersifat kebijakan dari penyelenggaraan perpustakaan keliling dan relatif menyeluruh tentang hal-hal yangtercakup dalam pokok permasalahan penelitian.
Temuan Penelitian
 1. Keadaan Perpustakaan Keliling bantuan dari Perpustakaan Nasional RIDalam periode tahun 2003±2004 perpustakaan keliling bantuan Perpustakaan Nasional RI sebagian besar diterima pada tahun 2004. Hal ini dinyatakan oleh 17 responden (50%). Sebanyak 4 responden (11,8%)menyatakan menerima bantuan tahun 2003, yaitu di Bandung, Samarinda, Makassar, dan Tahuna (SulawesiUtara). Bahkan sebanyak 10 responden (29,4%) menyatakan baru menerima bantuan pada tahun 2005. Di Paludan Padang menerima dua kali bantuan tahun 2003 dan 2004, sedangkan di Bengkulu menerima bantuan tahun2004 dan 2005.Jumlah mobil bantuan yang diterima sebagian besar (88,2%) sebanyak 1 unit. Selebihnya (11,8%) menerimamobil bantuan 2 unit, yaitu di Medan, Bengkulu, Tahuna, dan Padang. Sementara itu di Lhokseumawe salahsatunya berasal dari Pemerintah Propinsi DI Aceh yang diterima pada tahun 1999.Jika ditinjau dari dimulainya masa operasional perpustakaan keliling tersebut mulai dioperasikan sejak bulanMei 2004 (di Makassar) hingga Juli 2005 (di Wates Kulon Progo). Sebagian besar (67,6%) dioperasikan sejak Januari sampai dengan Juni 2005.2. Keadaan Koleksi Perpustakaan KelilingPerpustakaan keliling menerima bahan pustaka (koleksi) dari Perpustakaan Nasional RI dengan jumlah antara178±1.614 judul, atau rata-rata sebanyak 489 judul. Dilihat dari banyaknya eksemplar yang diterima dariPerpustakaan Nasional antara 649±3.694 eksemplar atau rata-rata sebanyak 1.341 eksemplar. Secara kumulatif 69,7% responden menyatakan menerima koleksi dari PNRI di bawah angka rata-rata ini, artinya sebagian besar menerima koleksi antara 178±485 judul, sedangkan sisanya (30,3%) menerima koleksi di atas 485 hingga 1.614 judul.Selain bahan pustaka bantuan dari Perpustakaan Nasional, sebagian besar (79,4%) juga melakukan penambahankoleksi sendiri untuk layanan perpustakaan keliling. Selebihnya (20,6%) menyatakan tidak melakukan penambahan koleksi. Banyaknya tambahan koleksi yang dikembangkan sampai saat ini berkisar 40±6.018 judul(rata-rata sebanyak 871 judul) atau 83±7.720 eksemplar (rata-rata sebanyak 1.910 eksemplar). PerpustakaanKeliling yang melakukan penambahan koleksi di bawah 100 judul adalah Kuningan Jawa Barat, Medan, danMakassar, sedangkan penambahan di atas 4.000 hingga 6.018 judul di Tanjung Redeb Kalimantan Timur danBengkulu. Di Bengkulu dioperasikan dua unit mobil perpustakaan keliling.

Activity (6)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
muh.firmansyah liked this
Piton Babols liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->