Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
3Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Arti Penting Pendidikan Tinggi Menurut Agama dan Budaya Minangkabau

Arti Penting Pendidikan Tinggi Menurut Agama dan Budaya Minangkabau

Ratings:

4.83

(6)
|Views: 6,862|Likes:

More info:

categoriesTypes, Research
Published by: H Masoed Abidin bin Zainal Abidin Jabbar on Jun 15, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

10/19/2012

pdf

text

original

 
Arti Penting Pendidikan Tinggi Menurut Agama dan Budaya Minangkabau
ARTI PENTING PENDIDIKAN TINGGIARTI PENTING PENDIDIKAN TINGGIMENURUT AGAMA DAN BUDAYA MINANGKABAUMENURUT AGAMA DAN BUDAYA MINANGKABAU
Oleh,Oleh,H. MAS'OED ABIDINH. MAS'OED ABIDIN
Visi Misi Pendidikan Indonesia ;
Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan
Suatusistem pendidikan nasional yang
meningkatkan keimanan
dan
ketaqwaankepada Tuhan yang Maha Esa
serta
akhlak mulia
dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa.
 
(UUD-45)
“Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secaraaktif 
mengembangkan potensi dirinya untuk mempunyai kekuatanspritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsadan negara
”, dan"Bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik 
agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yangMaha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap kreatif, mandiri, danmenjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab
, serta
berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskankehidupan bangsa
”.(UU No. 20 th 2003, Sistem Pendidikan Nasional)
MM
UKADDIMAHUKADDIMAH
Sudah lama kita mendengar ungkapan, “
 jadilah kamu berilmu yangmengajarkan ilmunya
('aaliman)
, atau belaja
(muta’alliman)
, ataumenjadi pendengar 
(mustami’an)
, dan jangan menjadi kelompokeempat 
(rabi'an)
,
yakni tidak tersentuh proses belajar mengajar danenggan pula untuk mendengar. Pendidikan dan menuntut ilmu adalahsatu kewajiban asasi anak manusia.Bimbingan agama menyebutkan, “
menuntut ilmu adalah wajib, bagisetiap lelaki dan perempuan muslim
” (Al-Hadist). Dan pesan Rasul SAW juga mengingatkan, “
siapa yang inginkan mendapat keberhasilan didunia, hanya didapat dengan ilmu, dan siapa yang inginkan akhirat jugadengan ilmu, dan siapa yang inginkan keduanya juga dengan ilmu” 
(Al-Hadist). Dengan ilmu, seseorang akan mengabdikan kehidupannyaH Mas’oed Abidin
1
 
Arti Penting Pendidikan Tinggi Menurut Agama dan Budaya Minangkabau
dengan ikhlas, cerdas dan pintar, berilmu dan berakhlak, serta beramalshaleh dengan ilmunya yang menjelmakan hasanah pada diri,kerluarga, dan di tengah umat di kelilingnya.
F
ENOMENA
G
LOBAL
 
 YANG
 
MENCEMASKAN
Di tengah kehidupan kini, tampak ada satu
fenomenamencemaskan.
Infiltrasi budaya asing terasa berat menghimpit.Pengaruhnya tampak kepada perubahan perilaku masyarakat.Pengagungan kekuatan materi (
materialistic
) secara berlebihan, sangatkentara. Kecenderungan memisah kehidupan duniawi dari supremasiagama (
sekularistik 
) mulai menjadi-jadi. Pemujaan kesenangan indera,mengejar kenikmatan badani (
hedonistik 
), mulai susah menghindari.Secara hakiki, perilaku umat menjauh dari nilai-nilai budaya luhur.Di Minangkabau, kaedah-kaedah
adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah
-, mulai terabaikan. Keadaan makin diperparah,dengan kemalasan menambah ilmu, dan enggan berprestasi. Akhirnya,rela atau tidak, situasi tersebut telah ikut mengundang maraknyakriminalitas, sadisme, dan krisis secara meluas.Paradigma giat
merantau
dalam menuntut ilmu
1
, telah bergeserkepada semata menumpuk materi, mengabaikan ilmu danketerampilan. Akibatnya, tumbuh ketidakberdayaan generasi.Ketertinggalan dalam penguasaan ilmu pengetahuan, dan lemahnyaminat menyerap informasi dan komunikasi. Kondisi ini telah menjadipenghalang pencapaian keberhasilan di segala bidang. Hilang
network 
,menjadi
titik lemah
penilaian terhadap generasi bangsa.
2
 Tantangan berat dapat diatasi dengan kejelian menangkap peluang.Memacu peningkatan kualitas diri, mendorong ke proses pembelajaranterpadu (
integrated 
). Memacu diri memasuki pendidikan di tingkatperguruan tinggi, dan pengamalan contoh baik (
uswah
) dari akhlakagama (syariat, etika religi), serta nilai luhur adat istiadatMinangkabau.
M
ENGHADAPI
A
RUS
ESEJAGATAN
 
Arus kesejagatan (globalisasi) yang deras secara dinamik perludihadapi dengan penyesuaian-penyesuaian. Artinya,
arus kesejagatantidak boleh mencabut generasi dari akar budaya bangsanya
.Arus kesejagatan (globalisasi) mesti dirancang untuk dapat ditolakmana yang tidak sesuai, dan dipakai mana yang baik.
3
Tidak boleh adakelalaian dan berpangku tangan di tengah mobilitas serba cepat, danH Mas’oed Abidin
2
 
Arti Penting Pendidikan Tinggi Menurut Agama dan Budaya Minangkabau
modern. Persaingan tajam kompetitif, tidak dapat dielakkan, ketika laju
informasi
dan
komunikasi
efektif tanpa batas.Pertanyaannya, apakah kini siap menghadapi perubahan cepatpenuh tantangan?. Tanpa kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM)berkualitas, lulusan perguruan tinggi, yang berani menerapkan ilmu,dengan kekuatan budaya, teguh (
istiqamah
) beragama, maka terjanganglobalisasi itu, amat sulit dihadapi. Karenanya, semua elemen dalammasyarakat
harus
mampu bersaing dalam tantangan sosial budaya,ekonomi, politik di era ini.
Globalisasi akan mengait ke
semua aspekkehidupan manusia.
Salah satunya, melalui penguasaan iptek, ICTdan akhlak yang teguh.
HH
ILANGNYAILANGNYA
AA
KHLAK KHLAK 
MM
ENJADIKANENJADIKAN
SDM LSDM L
EMAHEMAH
 
Perilaku individu dan masyarakat, selalu menjadi ukuran tingkatanmoral dan akhlak. Hilang kendali menjadi salah satu penyebablemahnya ketahanan bangsa. Lantaran rusaknya sistim, pola dan politikpendidikan.Hapusnya panutan, lemahnya
peran
tokoh, dan pemangku adatdalam mengawal budaya syarak, serta pupusnya wibawa keilmuan didalam mengamalkan syariat agama Islam, selama ini, telahmemperlemah
daya saing anak nagari
.Lemahnya tanggung jawab masyarakat, juga berdampak kepadatindak kejahatan yang meruyak secara meluas. Interaksi nilai budayaasing yang bergerak kencang, telah ikut melumpuhkan kekuatanbudaya luhur di nagari Dalam struktur kekerabatan, terasalah pagaradat budaya mulai melemah. Fungsi lembaga pendidikan mulaibergeser ke bisnis. Dan, generasi mulai malas menambah ilmu.Hilang keseimbangan telah mendatangkan
frustrasi sosial
yangparah. Tatanan masyarakat berhadapan dengan berbagai kemelut.
Krisis nilai
ikut menggeser akhlak Tanggungjawab moral sosialmengarah ke
tidak acuh
(
 permisiveness
).Perilaku maksiat, aniaya dan durjana, mulai payah membendung.Pergaulah di tengah kehidupan juga mengalami gesekan-gesekan.Dalam menerapkan ukuran nilai, terjadi pula pergeseran tajam. Ini amatmembahayakan. Krisis kridebilitas dan
"erosi kepercayaan"
 jadi sulitdihindari
.
Peran orang tua, di mimbar kehidupan juga mengalamikegoncangan wibawa.Membiarkan terbawa arus deras perubahan sejagat tanpamemperhitungkan jati diri, telah menyisakan malapetaka budaya.
4 
H Mas’oed Abidin
3

Activity (3)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Rahmatul Aini liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->