Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
9Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Mata Rantai Gerakan Pembaruan di Minangkabau

Mata Rantai Gerakan Pembaruan di Minangkabau

Ratings:

4.67

(3)
|Views: 322 |Likes:

More info:

Published by: H Masoed Abidin bin Zainal Abidin Jabbar on Jun 15, 2008
Copyright:Traditional Copyright: All rights reserved

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/26/2012

pdf

text

original

 
Syekh Muhammad Jamil Jambek ulama pelopor pembaruan Islam dari Sumatra Barat awalabad ke-20,
MATA RANTAI GERAKAN PEMBARUAN PEMIKIRANDAN PENGAMALAN ISLAM DI MINANGKABAU
Oleh : H. Mas’oed abidinPada awal abad ke-20, di Sumatera Barat ditandai dengan periode yang penuhpergolakan
sosial dan intelektual
. Di awali dengan pulangnya tiga ulamaMinangkabau selepas menuntut ilmu di Mekah, yaitu
Inyik Djambek, Inyik Rasul
dan
Inyik Abdullah Ahmad
membawa modernisasi Islam ajaran
 Muhammad Abduh
dan
 Jamaluddin al-Afghani
dari Mesir. Gerakan ini tidak hanya dimotivasi oleh gerakanpembaharuan yang sudah berkembang di Mesir tapi juga oleh dorongan rivalitasterhadap golongan berpendidikan Barat yang cara material dan sosial terlihat lebihbergengsi.
 
Syekh Muhammad Djamil Djambek
(1860 – 1947)
1
, adalah adalah satu dari tigaulama pelopor pembaruanIslamdariSumatra Baratdi awal abad ke-20, dilahirkan di Bukittinggi (), terkenal sebagai ahliilmu falakterkemuka. Nama Syekh MuhammadDjamil
Djambek
lebih dikenal dengan sebutan
Inyik Syekh Muhammad Djamil
 Djambek
atau
Inyik
 Djambek
, dilahirkan dari keluarga bangsawan. Dia jugamerupakan keturunanpenghulu. Ayahnya bernama
Saleh Datuk Maleka
, seorangkepalanagari Kurai,sedangkan ibunya berasal dariSunda. Masa kecilnya tidak banyak sumber yang menceritakan. Namun, yang jelasMuhammad Djamil mendapatkan pendidikan dasarnya di Sekolah Rendah yangkhusus mempersiapkan pelajar untuk masuk ke sekolah guru (Kweekschool). Sampaiumur 22 tahun ia berada dalam kehidupan
 parewa,
satu golongan orang muda-mudayang tidak mau mengganggu kehidupan keluarga, pergaulan luas di antara kaumparewa berlainan kampung dan saling harga menghargai, walau ketika itu kehidupanparewa masih senang berjudi, menyabung ayam, namun mereka ahli dalam pencak
1
Syekh Djamil Djambek dilahirkan di Bukittinggi pada tahun 1860. Terdapat perbedaanpencatatan dalam Syekh Ahmad Khatib, ditulis Drs.Akhira Nazwar, Pustaka Panjimas, Jakarta, Cet.I, Juli 1983, hal.53 disebut tahun 1983. Tetapi dalam
Riwayat Hidup danPerjuangan Dua Puluh Ulama Besar Sumatera Barat,
Padang, Islamic Center SuimateraBarat, 1981,hal.55, dicatata tanggal dan tahun kelahiran Inyik Djambek 13 Sya’ban 1279H./1862 M Sebenarnya yang tepat adalah 4 Januari 1863 M, tulis DrsEdwar dkk. MengutipEnsiklopedi Islam Indonesia (EII), Jakarta Djambatan, 2002, Cet.2 ed. Revisi, hal.520-521,Syekh Djamil Djambek lahir 1860, dan meninggal 30 Desember 1947/18 Sfafar 1366H, di Bukittinggi, dalam usia 87 tahun.
1
Dokumentasi H. Mas’oed Abidin
 
Syekh Muhammad Jamil Jambek ulama pelopor pembaruan Islam dari Sumatra Barat awalabad ke-20,
dan silat. Semenjak berumur 22 tahun, Mohammad Djamil mulai tertarik padapelajaran agama dan bahasa Arab. Ia belajar pada surau di Koto Mambang, Pariamandan di Batipuh Baruh.Ayahnya membawanya ke Mekah pada tahun 1896 dan bermukim di sana selama9 tahun lamanya mempelajari soal-soal agama. Guru-gurunya di Mekah, antaralain,adalah Taher Djalaluddin, Syekh Bafaddhal, Syekh Serawak dan Syekh AhmadKhatib. Ketika itu dia berguru kepada Syekh Ahmad Khatib Minangkabau. SemulaMuhammad Djamil tertarik untuk mempelajariilmu sihir kepada seorang guru dari Maroko, tapi dia disadarkan oleh gurunya. Selama belajar di tanah suci, banyak ilmuagama yang dia dapatkan. Antara lain yang dipelajari secara intensif adalah tentangilmu tarekatserta memasukisulukdi Jabal Abu Qubais. Dengan pendalaman tersebut Syekh Muhammad Djamil menjadi seorangahli tarekatdan bahkan memperoleh ijazahdari tarekat
Naqsabandiyyah-Khalidiyah
. Di antara murid-muridnya terdapat beberapaguru tarekat. Lantaran itulah Syekh Muhammad Djamil Djambek dihormati sebagai
Syekh Tarekat
.Dari semua ilmu yang pernah didalami yang pada akhirnya membuatnya terkenaladalah tentang
ilmu falak,
dan belajar dengan Syekh Taher Djalaluddin. Di akhir masastudinya di Makkah, beliau sempat mengajarkan ilmu falak, yang menjadi bidangspesialisasi beliau, kepada masyarakat Sumatera dan Jawi yang bermukim di Mekah.Keahliannya di bidang ilmu falak mendapat pengakuan luas di Mekah. Oleh sebab itu,ketika masih berada di tanah suci, Syekh Muhammad Djamil
Djambek
pun mengajarkanilmunya itu kepada para penuntut ilmu dariMinangkabauyang belajar di Mekah.Seperti,
Ibrahim MusaParabek
(pendiri perguruan Tawalib Parabek) serta
Syekh Abdullah
(pendiri perguruan TawalibPadang Panjang).Berpuluh-puluh buku polemik, baik dalam bahasa Arab maupun bahasa Melayumulai banyak diterbitkan, dan berbagai majalah, surat kabar yang mewartakan hal-halyang berupa pergolakan pemikiran, dan aliran-aliran dalam pemahaman mazhabdalam syari’at Islam, mulai banyak bermunculan, dan pengamalan dalam adat sesuIpanduan syarak, agama Islam sangat ramai dibicarakan. Salah seorang pelopor gerakanpembaruan di Minangkabau yang menyebarkan pikiran-pikirannya dari Mekah padaawal abad ke-20 adalah
Syekh Ahmad Khatib
 
EL Minangkabawy (1855)
.
2
 Syekh Ahmad Khatib adalah turunan dari seorang hakim gerakan Padri yangsangat anti penjajahan Belanda. Ia dilahirkan di Bukittinggi pada tahun 1855 oleh ibubernama
 Limbak Urai
 ,
yang adalah saudara dari
 Muhammad Shaleh Datuk Bagindo,
2
 
Deliar Noer
,
Gerakan Moderen Islam di Indonesia 1900-1942,
Jakarta, LP3ES, 1980, hal.38
2
Dokumentasi H. Mas’oed Abidin
 
Syekh Muhammad Jamil Jambek ulama pelopor pembaruan Islam dari Sumatra Barat awalabad ke-20,
Laras, Kepala Nagari Ampek Angkek
yang berasal dari Koto Tuo Balaigurah, KecamatanAmpek Angkek Candung. Ayahnya adalah
 Abdullatief Khatib Nagari
 ,
saudara dari
Datuk Rangkayo Mangkuto, Laras, Kepala Nagari Kotogadang
, Kecamatan IV Koto, diseberang ngarai Bukittinggi. Baik dari pihak ibu ataupun pihak ayahnya, AhmadKhatib adalah anak terpandang, dari kalangan keluarga yang mempunyai latarbelakang agama dan adat yang kuat, anak dan kemenakan dari dua orang tuanku Larasdari Ampek dan Ampek Angkek. Ditenggarai, bahwa ayah dan ibu Ahmad Khatibdipertemukan dalam pernikahan berbeda nagari ini, karena sama-sama memilikikedudukan yang tinggi dalam adat, dari keluarga tuanku laras, dan latar belakangpejuang Paderi, dari keluarga Pakih Saghir dan Tuanku nan Tuo.
3
Dokumentasi H. Mas’oed Abidin

Activity (9)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Cacha Alexandria liked this
N'dah Fitriani liked this
Haddad Sammir liked this
Haddad Sammir liked this
zaqplm liked this
mamangantra2000 liked this
kamal.zubair8626 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->