Problematika Dakwah Hari ini dan Esok
2. Pertumbuhan Ekonomi.
Globalisasi bergerakkesana kemari. Tidak samata satu arah. Hala atau arahnyaakan menyangkut langsung kepentingan sosial padamasing-masing negara. Keberbagaian atau keragamanyang berlaku selama ini berkesempatan untuk berubahbentuk menjadi seragam dan serupa. Atau berlainanwadah serupa isi. Masing-masing negara (bangsa, nation)akan berjuang memelihara kepentingannya sendiri-sendiri. Kecenderungan sikap kurang memperhatikannasib negara-negara lain akan merupakan kewajaran saja.Kecenderungan ini berpeluan melahirkan kembali "SocialDarwinism", secara konseptual didalam persaingan bebasbentuk apapun, yang kuat akan bisa bertahan dan yanglemah akan mati sendiri (Wardiman, 1997).Kondisi ini banyak miripnya dengan kehidupansosial budaya masyarakat dizaman
jahiliyah
, sebagaimanadiungkapkan sahabat Ja'far bin Abi Thalib kepada Negus,penguasa Habsyi abad ke-7, yang nota bene berada di
alafpertama
.
Perilaku
masyarakat
Jahiliyah
antara lainmengagungkan materi (berhala), mengabaikan kaedah-kaedah halal-haram, memutus hubungan silaturrahim,berbuat anarkis dan kegaduhan terhadap masyarakat(tetangga, bangsa,negara), yang kuat menelan yanglemah. Ungkapan Ja’far Bin Abi Thalib, seperti dapatditemui dalam kitab
Al Islam Ruhul Madaniyah
tulisan dariassy Syaikh Musthafa al Ghulayaini, terungkap sebagaiberikut,"
Kunna nahnu jahiliyyah, na’budul ashnam, wana’kulul maitah, wa nuqat-ti’ul arham, wa nusi-ul-jiwaar, wanakkul ul qawiyyu minna dha'ifun minna,
" artinya: "Kamimasyarakat jahiliyyah, yang kuat dari kami berke-mampuan menelan yang lemah di antara kami."
23