Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
15Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
4 1 Pergeseran Nilai

4 1 Pergeseran Nilai

Ratings:

5.0

(2)
|Views: 1,324 |Likes:

More info:

Published by: H Masoed Abidin bin Zainal Abidin Jabbar on Jun 15, 2008
Copyright:Traditional Copyright: All rights reserved

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/10/2013

pdf

text

original

 
Pergeseran Nilai
PERGESERAN NILAI
Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan dimuka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yangdiderita) oleh orang-orang yang sebelum mereka ? (Pada hal),Orang-orang itu adalah lebih kuat dari mereka (sendiri) dantelah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya lebihbanyak dari apa yang telah mereka makmurkan.Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul merekadengan membawa bukti-bukti yang nyata. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka, akan tetapi merekalahyang berlaku zalim kepada diri mereka sendiri.Kemudian, akibat orang-orang yang mengerjakankejahatan adalah (azab) yang lebih buruk, karena merekamendustakan ayat-ayat Allah dan mereka selalu memperolok-olokkannya
” (QS.30, Ar-Rum, ayat 9-10).Kekuatan hati (dhamir) penduduk (rakyat) terletakpada tertanamnya kecintaan yang tulus. Menghidupkanenergi ruhanik lebih didahulukan sebelum menggerakkanfisik umat. Titik lemah umat karena hilangnya akhlaq(moralitas) Islami. Enggan memahami syari’at, berakibathilangnya kecintaan (kesadaran) terhadap Islam.Lahirnya radikalisme, berlebihan dalam agama,menghapuskan watak Islam. Tidak menghormatihubungan antar manusia, merupakan kebodohanpengertian terhadap prinsip sunnah. Akibatnya adalahtindakan anarkis (merusak).
207
 
Problema Dakwah Hari Ini Dan Esok
R
USAKNYA
N
ILAI
K
EHIDUPAN
Tahun demi tahun dilewati dengan harapan dankecemasan. Kecemasan selalu menghantui, karena hilangkeamanan dan ketertiban. Hampir pada setiap sudutdunia terjadi kemelut. Kadang-kadang juga terjadi disamping kita. Kemelut yang selalu berakhir dengan terin- jaknya martabat kemanusiaan. Hilangnya keamanan danrusaknya nilai-nilai kehidupan yang manusiawi, suatuyang sangat ditakuti. Tetapi seringkali itulah yang terjadi.Dalam setiap keadaan terjadi sering kedzalimanatau keaniayaan. Dalam berbagai bentuk. Kedzalimantampil ke permukaan bertepatan dengan saat-saatmanusia meninggalkan aturan-aturan. Lebih kentaradikala orang mencecerkan hukum-hukum Allah dansyari'at Agama-NYA (Syari'at Islam).Peringatan Allah Subhanahu wa ta'ala,menyebutkan :
“ Dan orang-orang kafir (orang-orang yangmeninggalkan hukum-hukum Allah) senantiasa ditimpabencana, ditimpa bahaya, sebab perbuatan mreka sendiri,bahkan bencana itu tiba didekat rumah tempat kediaman mereka(dalam negeri sendiri), sehingga datang janji Allah.Sesungguhnya Allah tidak pernah memungkiri janji"
(Q.S.XIII-Ar-Ra'ad, ayat 31). Janji Allah, berupa munculnya rasa takut ditengahkehidupan, semata-mata disebabkan karena ulah manusia jua. Hilangnya tauhid bertukar dengan syirik, merupakansalah satu penyebabnya.Hilangnya aman lantaran tumbuhnya kufur.Terbangnya iman dari lubuk hati, maka sirna-lah amandari kehidupan.
208
 
Pergeseran Nilai
Merajalelanya kedzaliman disebabkan lupa kepadahukum-hukum Allah (hududallah). Kebahagiaan manusiadan lingkungan yang tadinya aman terancam punah.Tanaman kehidupan yang baik tak kunjung menjadikenyataan. Semuanya terjadi karena kesalahan manusiasemata.
Ukuran benar-nya suatu kebenaran seringkali diukur dari derajat dan kedudukan pelaku kejahatan itu. Bila pelakunyaadalah pejabat, maka kejahatan dianggap suatu hal yang perlumendapatkan perlindungan. Akibatnya, kualitas atau nilaikebenaran terabaikan.
Kualitas kebenaran, ukurannya adalah syari'at(aturan-aturan) Agama Allah (Islam).
K
EREDUPAN
(D
EGRADASI
) I
NTELEKTUALISME
Sekitar tahun 1930 terjadi satu polemik tajamantara kelompok nasionalis dan kelompok Islam tentangmasalah-masalah dasar perjuangan kemerdekaan dantentang hari depan Indonesia. Polemik sepenuhnyabercorak akademik dan intelektual. Bahasa yang dipakaiadalah bahasa kualitas tinggi dalam mendukungargumen-argumen untuk mempertahankan pendirianmasing-masing. Di antara peserta sangat terkenal adalah
Soekarno
dan
Natsir.
Dua tokoh yang sangat kontras, tapi berimbangsecara intelektual. Keduanya saling berhadapan. Satuberdiri pada kubu nasionalisme dan yang satunya berdiripada kubu Islam dalam makna sebagai ideologi politik.
209

Activity (15)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Ana Juwita liked this
Alive Ichicqiwir liked this
Po Ja Eue liked this
Virda VirdauShe liked this
rahmangentle liked this
Andry A Kusumah liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->