Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Jaminan Kebebasan Beragama Bagi Umat Tao

Jaminan Kebebasan Beragama Bagi Umat Tao

Ratings: (0)|Views: 324 |Likes:
Published by Adinda

More info:

Categories:Types, Research, Law
Published by: Adinda on Jul 09, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/21/2012

pdf

text

original

 
1
BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar Belakang dan Rumusan Masalah
Berbicara tentang negara kita akan melihat bahwasanya negara memiliki sejarah panjang secara genus, yang dipengaruhi oleh perkembangan zaman dan memilikikekhususannya sendiri. Dan akhirnya negara modern adalah hasil dari proses historistersebut untuk menemukan suatu bentuk institusi yang terorganisasikan dasar-dasar  penggunaan kekuasaan, salah satu bentuk akhirnya dikenal sebagai negara kebangsaan.
1
 Anasir umum tentang negara dewasa ini mensyaratkan sejumlah entitas yangharus dipenuhi ketika negara itu berdiri.
 Pertama,
adanya suatu wilayah.
 Kedua
, adanyawarga negara (
 staatsnationalen,staasburger 
) atau bangsa-bangsa (
 staatsvolk 
).
 Ketiga,
 adanya suatu pemerintahan yang berdaulat.
2
 Soepomo dengan teori negara integralistik-nya, berpendapat bahwa negaradengan karakteristik sebagai organisasi kekuasaan dengan susunan masyarakat yang bersifat integral seluruh anggota yang tergabung di dalamnya berhubungan erat satusama lain dan merupakan satu persatuan masyarakat yang organis. Atau dapatdisimpulkan seorang anggota negara - dalam hal ini warga negara
-
 
memiliki korelasiyang erat dengan negara dalam suatu relasi kekuasaan.Sebagai anggota dari organisasi negara tentunya terdapat privilege yangditerima oleh seorang warga negara, selain itu juga terdapat beban yang harus dipenuhi
1
Harjono,
 E 
ksistensi Khonghucu di Indonesia Ditinjau dari Perspektif Yuridis,
dalam
 
AnlyCenggana,dkk 
 , Hak Asasi Beragama dan Perkawinan Khonghucu (Perspektif Sosial. Legal danTeologi).
Gramedia Pustaka,Jakarta,1998,h.53
2
E.Utrecht,
 Pengantar Dalam Hukum Indonesia
, Cetakan Ke-empat, Ichtiar, Jakarta 1957, h.298.
 
2olehnya sebagai bukti atas loyalitas terhadap negara sebagaimana yang biasa kita sebutsebagai kewajiban (
duty
).
3
 Sangat manusiawi jika seorang manusia ± warganegara ± melakukan claim berupa pemenuhan terhadap hal-hal yang bersifat naluriah dari dalam dirinya,sebagaimana yang diungkapkan oleh Louis Henkin dalam tulisannya yang berjudul TheRights of Man Today,yaitu
4
:
....human rights are claims asserted recognized ³as of rights´, not claim uponlove, or grace, or brotherhood or charity: one does not have to earn or deservethem. They are not merely aspiration or moral assertion but, increasingly, legal claims under some applicable law.(....hak-hak asasi manusia adalah tuntutan-tuntutan yang dipertahankan yang dikenal ³sebagai hak´, bukan tuntutan-tuntutan atas cinta, atau rahmat atau persaudaraan, atau cinta kasih: orang tidak harus mendapat atau menerimanya. Tuntutan-tuntutan itu bukan hanyamerupakan aspirasi atau pernyataan-pernyataan moral tetapi bahkanmerupakan tuntutan-tuntutan hukum berdasarkan hukum tertentu yang dapat diterapkan).
Oleh karenanya negara harus memberikan perlindungan bagi warga negaranya baik secara preventif maupun represif, dalam bentuk preventif negara memberikan jaminan berupa pengakuan terhadap hak-hak asasi warga negara dalam setiap peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sedangkan perlindungan hukum yang bersifatrepresif terdapat pada lembaga-lembaga yang berfungsi sebagai alat penegakan hukum,contoh; pengadilan umum, pengadilan tata usaha negara, bahkan Mahkamah Konstitusiyang hadir untuk mengakomodir setiap warga negara yang merasa hak-hak konstitusionalnya dilanggar.Konsepsi tentang hak-hak asasi ini mengalami siklus yang terus berkembangdengan zaman, konsepsi ini diawali di negara-negara barat yang dimulai sejak medio
3
Lihat Hans Kelsen,
Teori Umum Tentang Hukum dan Negara
, Nusamedia, Bandung 2006, h.330
4
Louis Henkin dalam Philipus M.Hadjon,
 Perlindungan Hukum Bagi Rakyat Di Indonesia,
BinaIlmu,Surabaya,1987,h39-40.
 
3abad XVII sebagai reaksi dari perilaku raja yang sewenang-wenang (abad XVII, negaraumumnya bersifat
monarchy
dan kekuasaan raja absolut).Menurut konsep yang berpengaruh di masa ini adalah bahwa hak-hak asasi manusia merupakan sesuatu yangkodrati, dimana karena kodratnya sebagai mahluk ciptaan Tuhan yang memiliki akal budi maupun
 free will 
(kehendak bebas) pada dirinya, sehingga jauh sebelum adanyasuatu pemerintah yang berdaulat individu memiliki kuasa atas dirinya sendiri (otonom), bersifat
inalienable
dan adanya pemerintah hanya atas persetujuan dari yang diperintah.Hak-hak asasi yang paling menonjol di masa ini adalah hak kebebasan politik (
 political freedom
) serta hak untuk ada (
rights to be)
, kedua hak ini merefleksikankeinginan untuk terbebas dari hawa nafsu yang merajalela sehingga eksistensi manusiaterancam oleh kekuasaan absolut raja.
5
Dan konsepsi hak-hak asasi manusia semakin jelas dan tegas dimana hak-hak asasi manusia yang semula bersifat kodrati menjadisesuatu yang bersifat hak-hak hukum. Salah satu hak yang paling hakiki adalah hak kebebasan beragama, melalui akal manusia menyadari ada sesuatu di luar kemampuanmanusia yang bersifat magi dalam menggerakkan dunia. Nilai-nilai spritual ini mengejawantah di setiap lini kehidupan manusia, agamaadalah institusi yang menjembatani dunia profan manusia dengan ketransendentalanTuhan melalui ritus habitual keagamaan. Tanpa akar keagamaan, pengertian tentang hak asasi manusia dan komitmen kepada nilai-nilainya terasa hambar dan dangkal.
6
 Masalah mulai muncul saat negara dengan otoritasnya memberikan batasanterhadap warga negaranya dalam kebebasan beragama, sebagaimana yang dialami oleh
5
 Ibid,
h.42-43
6
 Nurcholish Madjid,
 Hak Asasi Manusia, Pluralisme Agama dan Integrasi Nasional (Konsepsidan Aktualisasi) dalam HAM dan Pluralisme Agama,
Surabaya,PKSK,h.57

Activity (6)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Muizzuddin Mamat liked this
Ari Widhyasari liked this
Yoelee Liu liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->