Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Peranan Masyarakat Adat Halmahera Utara

Peranan Masyarakat Adat Halmahera Utara

Ratings: (0)|Views: 173 |Likes:
Published by Ichad Freedom

More info:

Published by: Ichad Freedom on Jul 09, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/27/2011

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUANA. Latar Belakang Masalah
Eksistensi
 
masyarakat adat di beberapa wilayah NKRI merupakan kekayaan bangsa yangtidak dapat dibandingkan dengan negara lainnya di dunia. Oleh karena itu sangat tepat hal inidicantumkan secara nyata dalam amandemen UUD 1945, didalam pasal 18 B ayat (2) digariskan bahwa Negara mengakui dan menghormati kesatuan-kesatuan masyarakat hukum adat besertahak-hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakatdalam prinsip NKRI yang di atur dalam undang-undang, dan pada pasal 28 I ayat (3)menyatakan “Identitas budaya dan hak masyarakat tradisional dihormati selaras dengan perkembangan zaman dan peradaban”.Istilah masyarakat adat mulai disosialisasikan di Indonesia di tahun 1993 setelahsekelompok orang yang menamakan dirinya Jaringan Pembelaan Hak-hak Masyarakat Adat(JAPHAMA) yang terdiri dari tokoh-tokoh adat, akademisi dan aktivis ornop menyepakati penggunaan istilah tersebut sebagai suatu istilah umum pengganti sebutan yang sangat beragam.Pada saat itu, secara umum masyarakat adat sering disebut sebagai masyarakat terasing, sukuterpencil, masyarakat hukum adat, orang asli, peladang berpindah dan peladang liar. Sedangkan pada tingkat lokal mereka menyebut dirinya dan dikenal oleh masyarakat sekitarnya sesuai namasuku mereka masing-masing. JAPHAMA yang lahir sebagai bentuk keprihatinan atas kondisiyang dihadapi oleh kelompok-kelompok masyarakat di tanah air yang menghadapi permasalahanserupa, dan juga sebagai tanggapan atas menguatnya gerakan perjuangan mereka di tingkatglobal. Dalam pertemuan itu disepakati juga bahwa istilah yang sesuai untuk menerjemahkan
 
istilah indigenous peoples dalam konteks Indonesia adalah masyarakat adat (JAPHAMA, 1993).Dengan konteks yang demikian, tulisan ini disusun. Artinya ketika kita berbicara tentang hak-hak masyarakat adat di Indonesia, acuannya adalah hak-hak dari indigenous peoples yang berlaku secara universal (http://www.huma.or.id
 
).Sebagaimana ditetapkan dalam Kongres Masyarakat Adat Nusantara I yangdiselenggarakan pada bulan Maret 1999 lalu, disepakati bahwa masyarakat adat adalah kelompok masyarakat yang memiliki asal usul leluhur (secara turun temurun) di wilayah geografis tertentu,serta memiliki sistem nilai, ideologi, ekonomi, politik, budaya, sosial dan wilayah sendiri(Keputusan Kongres Masyarakat Adat Nusantara No. 01/KMAN/1999 dalam rumusankeanggotaan). Di tingkat negara-negara lain banyak istilah yang digunakan, misalnya orang pertama (first peoples) di kalangan antropolog dan pembela, bangsa pertama (first nation) diAmerika Serikat dan Kanada, Komunitas budaya (indigenous cultural communities) di Filipina, bangsa asal dan orang asli di Malaysia dan di Indonesia sendiri di sebut dengan penduduk asli/Pribumi. Sedangkan di tingkat PBB telah disepakati penggunaan istilah indigenous peoplessebagaimana tertuang dalam seluruh dokumen yang membahas salah satu rancangan deklarasiPBB, yaitu rancangan Deklarasi atas Hak-hak Masyarakat Adat (draft of the UN Declaration onthe Rights of the Indigenous Peoples) (http://www.huma.or.id).Maka yang menjadi landasan konstitusi bergeraknya organisasi masyarakat adat iniadalah hak-hak dari masyarakat asli (indigenous peoples) yang berlaku secara universal, ditingkat internasional dan pada tingkat konstitusi nasional dengan adanya UU No 32 tentangPemerintahan Daerah tahun 2004, dimana di dalamnya memberikan ruang bagi
exercise
otonomi-otonomi asli. Sifat otonomi asli komunitas-komunitas masyarakat adat adalah menjagakelangsungan ruang hidup komunitas.
 
Dengan demikian dapat dipahami bahwa dalam UU No. 32/2004 tentang PemerintahanDaerah, otonomi daerah dirumuskan sebagai
hak, wewenang, dan kewajiban daerah otonomuntuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat  setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan
(Pasal 1 ayat 5). Jelas bahwa otonomidi sini diletakkan sebagai sebuah kondisi yang diberikan oleh Negara kepada sebuah
 DaerahOtonom
. Mengenai daerah otonom, UU yang sama menyebutkan:
 Daerah otonom, selanjutnyadisebut daerah, adalah kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas-batas wilayah yang berwenang mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat  setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia
(Pasal 1 ayat 6).
Adanya kebijakan otonomi daerah, dapat merupakan tantangan sekaligus peluang untumenata kembali sistem pemberdayaan masyarakat adat. Kebijakan ini di samping sebagai responsterhadap aspirasi yang berkembang, juga sesuai dengan (
trend)
 pembangunan yang lebih bernuansa pemberdayaan regional atau lokal. Implikasinya adalah bahwa kebijakan-kebijakan cetakbiru
(blueprint policies)
yang lebih bersifat dari atas kebawah (
top-down)
akan berkurang dan partisipasidaerah menjadi tujuan utama (
mainstream)
 perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian program pemberdayaan masyarakat pada masa yang akan datang.
Dalam implementasi otonomi daerah, idealnya Masyarakat Adat/Lembaga Adat dapatmemiliki kontribusi dalam menyusun perencanaan pembangunan, agar pembangunan daerahyang dilaksanakan dapat membawa prospek baik bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Karenauntuk mencapai hal tersebut, sangatlah dipengaruhi oleh kapasitas dan partisipasi dari para pemangku jabatan (
 stakeholders)
di daerah.Lembaga Adat merupakan organisasi kemasyarakatan yang berkedudukan sebagai wadahorganisasi permusyawaratan/permufakatan para pengurus adat, pemuka-pemuka adat/masyarakat

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->