BAB IIA. PENTINGNYA PENDIDIKAN ANAK USIA DINIDisebutkan secara tegasdalam Undang-Undang nomor 20 Tahun 2003 bahwa pendidikan akan dimulai sejak usia dini, jadi bukan lagi setelah berusia sekolah. Lebih lanjut disebutkan dalam undang-undanga tersebut(Bab I, pasal 1, butir 14) bahwa pendidikan anak usia dini merupakan upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enamtahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani anak agar memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.Berbagai upaya pelayanan pendidikan bagi anak usia dini telahdilakukan, namun pada kenyataannya belum semua anak usia dinimemperoleh layanan pendidikan. Kondisi ini antara lain disebabkan belumsemua orang tua, keluarga dan masyarakat memahami pentingnya pendidikan bagi anak usia dini. Disamping itu jumlah lembaga yang memberikan layanan pendidikan tersebut masih terbatas.Menyadari kondisi tersebut, pemerintah mengajak seluruh lapisanmasyarakat, lembaga, organisasi dan pihak-pihak yang terkait untuk berpartisipasi aktif dalam penyelenggaraan dan pembinaan anak usia dini.Salah satu upaya yang perlu ditempuh dalam rangka meningkatkan partisipasidan peran serta masyarakat adalah melalui kegiatan sosialisasi. Kegiatan iniidealnya dilakukan bukan hanya sekedar mengimformasikan pentingnya program layanan pendidikan anak usia dini, akan tetapi juga perlu diarahkanagar masyarakat mampu menyelenggarakan pendidikan ini dengan tepat dan benar, serta mendukung peningkatan akses dan mutu layanan pendidikananak usia dini.Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah suatu proses pembinaantumbuh kembang anak usia lahir hingga enam tahun secara menyeluruh, yangmencakup aspek fisik, dan non fisik, dengan memberikan ransangan bagi perkembangan jasmani, rohani ( moral dan spritual), motorik, akal-fikiran,