Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
51Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Teknik kultur jaringan Febri Irawan 05091002006 UNSRI

Teknik kultur jaringan Febri Irawan 05091002006 UNSRI

Ratings: (0)|Views: 2,668 |Likes:

More info:

Published by: Febri Irawan Putra Zenir on Jul 10, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/19/2013

pdf

text

 
Kultur jaringan
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kultur Jaringan Tanaman
Kultur jaringan
adalah suatu metode untuk mengisolasi bagian daritanamansepertisekelompokselatau jaringanyang ditumbuhkan dengan kondisiaseptik, sehingga bagian tanaman tersebut dapat memperbanyak diri tumbuh menjadi tanaman lengkap kembali.Teknik kultur jaringan memanfaatkan prinsip perbanyakan tumbuhan secaravegetatif .Berbeda dari teknik perbanyakan tumbuhan secara konvensional, teknik kultur jaringandilakukan dalam kondisi aseptik di dalam botol kultur dengan medium dan kondisi tertentuKarena itu teknik ini sering kali disebut kultur 
in vitro
. Dikatakan
in vitro
(bahasa Latin),berarti "di dalam kaca" karena jaringan tersebut dibiakkan di dalam botol kultur denganmedium dan kondisi tertentu.Metode perbanyakan tanaman secara in vitro dapat dilakukan melalui tiga cara, yaitu melaluiperbanyakan tunas dari mata tunas apikal, melalui pembentukan tunas adventif, danembriogenesis somatik, baik secara langsung maupun melalui tahap pembentukan kalus. Ada beberapa tipe jaringanyang digunakan sebagaieksplandalam pengerjaan kultur   jaringan. Pertama adalah jaringan muda yang belum mengalami diferensiasi dan masih aktif membelah (meristematik) sehingga memiliki kemampuan regenerasi yang tinggi. Jaringantipe pertama ini biasa ditemukan padatunasapikal, tunas aksiler, bagian tepi daun, ujungakar, maupun kambium batang. Tipe jaringan yang kedua adalah jaringan parenkima, yaitu jaringan penyusun tanaman muda yang sudah mengalami diferensiasi dan menjalankanfungsinya. Contoh jaringan tersebut adalah jaringan daun yang sudah berfotosintesis dan jaringan batang atau akar yang berfungsi sebagai tempat cadangan makanan.
 
Komposisi media yang digunakan dalam kultur jaringan dapat berbeda komposisinya.Perbedaan komposisi media dapat mengakibatkan perbedaan pertumbuhan danperkembangan eksplan yang ditumbuhkan secara
in vitro
. Media Murashige dan Skoog (MS)sering digunakan karena cukup memenuhi unsur hara makro, mikro dan vitamin untukpertumbuhan tanaman.Nutrien yang tersedia di media berguna untukmetabolisme, danvitaminpada media dibutuhkan oleh organisme dalam jumlah sedikit untuk regulasi. Pada media MS, tidakterdapat zat pengatur tumbuh (ZPT) oleh karena itu ZPT ditambahkan pada media(eksogen). ZPT atau hormon tumbuhan berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangantanaman. Interaksi dan keseimbangan antara ZPT yang diberikan dalam media (eksogen)dan yang diproduksi oleh sel secara endogen menentukan arah perkembangan suatu kultur.Penambahanhormon tumbuhanatauzat pengatur tumbuhpada jaringan parenkim dapat mengembalikan jaringan ini menjadi meristematik kembali dan berkembang menjadi jaringanadventif tempatpucuk,tunas,akar maupundaunpada lokasi yang tidak semestinya. Proses ini dikenal dengan peristiwadediferensiasi. Dediferensiasi ditandaidengan peningkatan aktivitas pembelahan, pembesaran sel, dan perkembangan jaringan.
Prasyarat
Pelaksanaan teknik ini memerlukan berbagai prasyarat untuk mendukung kehidupan jaringan yang dibiakkan. Hal yang paling esensial adalah wadah danmediatumbuhyangsteril. Media adalah tempat bagi jaringan untuk tumbuh dan mengambil nutrisi yang mendukung kehidupan jaringan. Media tumbuh menyediakan berbagai bahan yangdiperlukan jaringan untuk hidup dan memperbanyak dirinya. Ada dua penggolongan mediatumbuh: media padat dan media cair. Media padat pada umumnya berupa padatangel,sepertiagar . Nutrisi dicampurkan pada agar. Media cair adalah nutrisi yang dilarutkandiair . Media cair dapat bersifat tenang atau dalam kondisi selalu bergerak, tergantungkebutuhan.Teori dasar dari kultur in vitro ini adalah Totipotensi. Teori ini mempercayai bahwa setiapbagian tanaman dapat berkebang biak karena seluruh bagian tanaman terdiri atas jaringan- jaringan hidup. Oleh karena itu, semua organisme baru yang berhasil ditumbuhkan akanmemiliki sifat yang sama persis dengan induknya.
http://id.wikipedia.org/wiki/Kultur_jaringan
 
 
 
Kultur jaringan merupakan salah satu cara perbanyakan tanaman secara vegetatif.Kultur jaringan merupakan teknik perbanyakan tanaman dengan cara mengisolasibagian tanaman seperti daun, mata tunas, serta menumbuhkan bagian-bagiantersebut dalam media buatan secara aseptik yang kaya nutrisi dan zat pengaturtumbuh dalam wadah tertutup yang tembus cahaya sehingga bagian tanamandapat memperbanyak diri dan bergenerasi menjadi tanaman lengkap. Prinsiputama dari teknik kultur jaringan adalah perbayakan tanaman denganmenggunakan bagian vegetatif tanaman menggunakan media buatan yangdilakukan di tempat steril.Metode kultur jaringan dikembangkan untuk membantu memperbanyak tanaman,khususnya untuk tanaman yang sulit dikembangbiakkan secara generatif. Bibityang dihasilkan dari kultur jaringan mempunyai beberapa keunggulan, antara lain:mempunyai sifat yang identik dengan induknya, dapat diperbanyak dalam jumlahyang besar sehingga tidak terlalu membutuhkan tempat yang luas, mampumenghasilkan bibit dengan jumlah besar dalam waktu yang singkat, kesehatan danmutu bibit lebih terjamin, kecepatan tumbuh bibit lebih cepat dibandingkan denganperbanyakan konvensional.Tahapan yang dilakukan dalam perbanyakan tanaman dengan teknik kultur jaringan adalah:1) Pembuatan media2) Inisiasi3) Sterilisasi4) Multiplikasi5) Pengakaran6) Aklimatisasi
 
Media
merupakan faktor penentu dalam perbanyakan dengan kultur jaringan.Komposisi media yang digunakan tergantung dengan jenis tanaman yang akandiperbanyak. Media yang digunakan biasanya terdiri dari garam mineral, vitamin,dan hormon. Selain itu, diperlukan juga bahan tambahan seperti agar, gula, danlain-lain. Zat pengatur tumbuh (hormon) yang ditambahkan juga bervariasi, baik jenisnya maupun jumlahnya, tergantung dengan tujuan dari kultur jaringan yangdilakukan. Media yang sudah jadi ditempatkan pada tabung reaksi atau botol-botolkaca. Media yang digunakan juga harus disterilkan dengan cara memanaskannyadengan autoklaf.
 
In
isiasi
adalah pengambilan eksplan dari bagian tanaman yang akan dikulturkan.Bagian tanaman yang sering digunakan untuk kegiatan kultur jaringan adalahtunas.

Activity (51)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Awal Awel liked this
Mukhtar Kelana liked this
Mela Andriani liked this
Ezzie Bungyanan liked this
Fernanda Setya liked this
Rian Pamujianto liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->