Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
58Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Folio Sivik

Folio Sivik

Ratings: (0)|Views: 20,107|Likes:
Published by fara_cute95

More info:

Published by: fara_cute95 on Jul 10, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/13/2013

pdf

text

original

 
NAMA SEKOLAH:
SEKOLAH AGAMA MEN UNWANUSSAADAH, KANCHONG DARAT
 TAJUK:
KRAFTANGAN
NAMA: NUR'AIN FARHANIEBINTI MOHD NIZAMKELAS: 2 BAIDURI 2009MATAPELAJARAN: PEN.SIVIKDAN KEWARGANEGARAANNAMA GURU: EN.HISYAMNO.I/C: 950514-10-5838
 
CERITARAKYAT
 
KEBERANIAN LIMABERSAUDARA
ALKISAH maka tersebutlah perkatan Hang Tuah pergi berguru di Bukit Pancalusa kepada Aria Putera. Maka datanglahtujuh hari Hang Tuah di sana, maka kata Aria Putera, "Haicucuku Hang Tuah, baiklah cucuku kembali! Jikalau lambatkembali adalah kesukaran ibubapamu. Jika engkau segerakembali nescaya cucuku kelima beroleh kebesaran dankemulian." Demi didengarnya kata Aria Putera itu, Hang Tuahdan Hang Jebat, Hang Kasturi, Hang Lekir, Hang Lekiu punsujud meniarap pada kaki Sang Aria Putera. Maka oleh SangAria Putera dipeluk dicuimnya akan Hang Tuanh kelima bersahabat. Maka Hang Tuah pun bermohonlah kembali dengansukacitanya.Berapa lamanya berjalan maka sampailah ke rumah ibu bapanya. Setelah Hang Mahmud melihat anaknya datang dengansegala sahabatnya itu, maka ia pun terlalu sukacita. Maka segala peri dipanggil oleh Bendahara itu semuanya dikatakannya padaanaknya. Maka Hang Tuah pun tersenyum mendengar kata bapanya itu.Setelah keesokan harinya maka Hang Tuah punmembelah kayu api dengan sebilah kapak. Maka dengan takdir Allah Taala maka orang mengamuk di tengah pesara, terlalu banyak mati dan luka. Maka segala orang berkedai itu puntinggalkan kedainya lalu masuk ke dalam kampung. Makagemparlah negeri Bentan itu terlalu huru-hara. Maka kata orangyang lari itu, "Hai Hang Tuah, hendak matikah engkau makatiada lari masuk kampung?" Maka Hang Tuah sambil membelahkayu api, katanya, " Apatah yang ditakutkan orang mengamuk sekalian itu? Bukan negeri tiada berhulubalang dan pegawaiakan mengembari; di sana juga ia mati dibunuh orang."Dalam berkata-kata itu maka dilihat oleh ibu Hang Tuahorang mengamuk itu pun datanglah berlari-lari dengan keris

Activity (58)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
budak maktab liked this
Nieta Roslani liked this
Eddie Wong liked this
Kalvin Carefour added this note
Muka depan sahaja????
Azmi Abdullah liked this
Fatini Afiqah liked this
Nor Akida liked this
Jannatul Atiqah Izaham added this note
its really help, tq :)

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->