Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
178Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Macam Macam Permainan Tradisional

Macam Macam Permainan Tradisional

Ratings: (0)|Views: 65,716|Likes:
Published by Je'ez M Azam

More info:

Published by: Je'ez M Azam on Jul 11, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/29/2013

pdf

text

original

 
PERMAINAN TRADISIONAL JAWA
B
ermain, merupakan sebuah kegiatan yang sangat akrab dengan kehidupanmanusia. Pada saat-saat mnusia berada dalam proses pembentukan diri-darikanak-kanak menuju dewasatidak satupundiantara induvidu manusia yang tidakamengenal “Permainan”. Dalam kajian para ilmuan social dan humaniora,mempengaruhi perkembangan jiwa anak. Masalahnya adalah, di (Globalisasi)sekarang ini? Apakah sudah ditinggalkan kerena pengaruh menbanjirnya berbagai jenis permainan yang baru yang lebih cocok dengan kehidupan masa kini?Ataukah masih bertahan, tetapi hanya jenis permainan tradisional tertentu dan ditempat tertentu pula?Dalam era kesejagadan ini muncul pula pertanyaan, relevankan apabila permainan tradisional anak digali kembali dalam kaitannya dengan semakindominannya permainan baru dalam kehidupan anak?. Sementara itu parmainan baru yang telah meransek jauh dalam kehidupan bermain anak-anak, selainmempunyai indikasi akan senakin menjauhkan anak-anakdari hubungan-hubungan perkawanan yang personal ke impersonal. Juga menyebabkanmenipisnya orientasi wawasan anak komunalistik ke induvidualistik. Sementaraitu disadari pula sebagian ilmuan social dan humaniora tentang adanya peran yangtidak kecil dari permainan tradisional anak dihadirkan, dan perkenalannyakembali lewat penelitian-penilitian, dan kajian-kajian ilmiah.
 
PERMAINAN TRADISIONAL ANAK PERSPESTIK ANTROPOLOGI BUDAYA
 
Salah satu gejala mencolok yang muncul dalam tiga dasawarsa terakhir diIndonesia adalah maraknya berbagai macam bentuk mainan (
toys
) dan permainan(
 game
) yang berasal dari luar negeri. Arus ini terasa deras mengalir dalamdasawarsa terakhir, ketika di beberapa kota besar di Indonesia muncul toko-tokoyang begitu besar, namun khusus hanya menjual mainan anak-anak, terutama boneka-boneka berbagai tokoh dalam dalam film kartun. Melihat cirri-cirinya jelas bahwa berbagai jenis mainan disitu merupakan produk budaya asing,terutama budaya Amerika Serikat dan Jepang. Gelombang masuknya unsur mainan asing ini terasa semakin sejalan dengan dibukannya tempat-tempat permainan elektronik dibanyak pusat pertokoan dan gedung-gedung bioskop.Gejal semacam ini membuat perusahaan-perusahaan yang terjadi di kota-kota inimenjadi terasa begitu cepat, dan ini menimbulkan bebagai macam reaksi dikalangan warga masyarakat.
 
PERMAINAN TRADISIONAL ANAK DALAM KAJIANANROPOLOGI
Permainan anak berbagai gejala sosial-budaya sebenarnya sudah cukuplama menjadi perhatian para ilmuwan sosial, seperti ahli anropologi, sosiologi,dan psikologi. Berbagi macam prespektif juga telah mereka gunakan dankembangkan dalam studi mereka terhadap gejala tersebut. Namun menariknya, belum ada kesempatan tentang definisi dari “permaian” itu sendiri (Schwartzman,1976:291), padahal dalam kajian ilmiah setiap konsep harus jelas maknanya, agar dapat terbangun pengetahuan yang sestematis tentang gejala yang dipelajari. Olehkarena itu tidak mudah sebenarnya untuk membicarakan dan menganalisisfenomena permainan anak ketika perangkat konstektual yang diperlukan juga belum juga berkembang. Kesulitan ini semakin bertambah ketika kita harusmengunakan perangkat konstektual dari Indonesia, yang seringkali tidak memilikiistilah-istilah untuk hal-hal yang seharusnya ada istilahnya yang dalam bahasa lainada namanya.Sebagai contoh, kata “permainan” dalam bahasa Indonesia. Kata ini dapatdigunakan untuk berbagai macam bentuk permainan, yang dalam bahasa Inggrisdibedakan, misalnya
 play
dengan
 game
, kata ‘game’dapat diterjemahkan menjadi‘permainan’, tetapi makna yang muncul dalam benak kita jika itu menggunakankata ‘pertandingantidak dapat persis sama dengan yang muncul jika kitamenggunakan ‘game’. Kata-kata ‘children’s game’ tepat diterjemakan menjadi‘permainan anak-anak’ bukan ‘pertandingan anak-anak’. Kesulitan dalam soal perangkat konseptual ini semakin meningkat seiring denga meningkatnyakerumitan dalam analisis. Oleh karena itu, merambah dunia permainan anak-anak dengan menggunakan prespektif ilmu sosial-budaya di Indonesia, bagaikanmerambah kawasan hutan belantara dengan beraneka ragam flora dan fauna yangkita belum memiliki peta serta perangkat klasifikasinya untuk memahami duniaflora dan fauna tersebut,sehingga disamping terasa sangat menarik danmenyenangkan, juga terasa begitu berat tantangan yang kita hadapi.Disini kita tidak bermaksud untuk membangun perangkat konseptualuntuk menganalisis permainan anak-anak di Indonesia ataupun mengemukakan

Activity (178)

You've already reviewed this. Edit your review.
Chairul Umam liked this
1 thousand reads
1 hundred reads
Ambar Febriyanti liked this
Erna Bukhori liked this
Ester Oktarini added this note
terimakasih
Gita Widyani liked this
Anelin Osirikna liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->