Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Ketika Ikhwan Tersenyum

Ketika Ikhwan Tersenyum

Ratings: (0)|Views: 28|Likes:
Published by supriadi

More info:

Published by: supriadi on Jul 12, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/12/2010

pdf

text

original

 
Refreshing: Ketika IKhwan tersenyum
Sebuah kumpulan tulisan lama Beberapa tahun lalu sempat muncul diberbagai milis, saya sendiri mendapatkannya di sebuah milis di Jepang.Membacanya membuat hati juga tersenyum, ada teman yang sampaiterbahak. Kita mendapatkan dua sekaligus setelah membaca ini, yaituhikmah dan refershing.Untuk semua ikhwan dan akhwat yang mengazamkan dirinya untuksenantiasa berjalan di atas jalan dakwah ini. Untuk mereka yang senantiasaberdoa : ” 
Ya Allah karuniakanlah kepada kami keikhlasan,keistiqomahan, dan keteguhan dalam menempuh jalan ini
”.
Pengantar
Salah satu dari tiga alasan seorang Umar bin Khottob memilih untuk tetapeksis hidup di dunia ini adalah :
Keindahan ukhuwah
. Dua yang lainnyaadalah kenikmatan qiyamul lail dan jihad fi sabilillah. Beruntung danbersyukurlah bagi setiap kita, para aktifis dakwah, yang hari-harinya dipenuhi dengan keindahan ukhuwah. Keindahan ukhuwah yang sedemikianagung. Terwujud dari yang paling rendah :
salamatus shadr
(lapangdada), sampai pada tahapan tertinggi :
itsar
(mendahulukan saudaranyadari diri sendiri).Adalah sebuah fenomena riil, jika kita lihat kehidupan sehari-hari paraaktifis dakwah. Maka akan kita temukan sekelompok manusia, atau sebuahkomunitas yang cenderung lebih ceria, akrab, energik dan elegan. Jauh darikesan kaku, kolot, galak dan beku! Diantara sekian keceriaan dankeakraban itu, muncullah anekdot-anekdot lucu atau pemaparan kisah-kisah unik yang menghangatkan ukhuwah diantara mereka.Tulisan ini, adalah kumpulan anekdot dan kisah-kisah unik yang pernahpenulis dengar, atau penulis alami sendiri dalam masa-masa interaksi
 
bersama para aktifis dakwah tersebut. Apapun, harapan agung penulismenyusun ini adalah untuk menghangatkan ukhuwah di antara kita. Agarkembali ceria wajah-wajah kita. Agar lebih tulus senyum dan sapaan kita.Agar kita lebih siap menyambut pekerjaan-pekerjaan berat lainnya. Karenaagenda dan proyek-proyek kita, jauh lebih padat dari jatah usia masing-masing dari kita. Wallahu'alam.
1. Bughot di demo Gus Dur
Pada pertengahan tahun 2001 yang lalu, Jakarta kembali dimarakkan olehdemo-demo anti Gus-Dur, baik di Gedung DPR, Bundaran HI maupunlangsung ke Istana merdeka. Banyak elemen masyarakat dan mahasiswayang bergabung untuk turun ke jalan dengan membawa berbagai nama.Dan semakin hari, aksi turun ke jalan ini semakin sering dengan jumlahyang kian hari kian meningkat. Fenomena seperti ini meresahkan sebagiankalangan Nadhliyin yang menganggap Gus Dur sebagai perwakilan danlambang identitas dari NU. Yang terjadi kemudian adalah munculnyawacana bughot (istilah fikih untuk pemberontakan pada pemerintahan islamyang sah) dari sebagian ulama NU yang dituduhkan pada mereka yangmelakukan aksi demo tersebut. Wacana yang disertai tuduhan ini punberkembang dimana-mana, dari mulai siaran TV, media massa sampaidiskusi pembahasan fikih. Oleh para ikhwan, yang memang paling aktif dalam melakukan demonstrasi ini, tuduhan tersebut dijawab dengan entengdengan sebuah senyuman, " memang kita akui, bahwa sebagian besar darikami adalah benar-benar seorang bughot, ya.. Bujangan berjenggot ! "
2. Pedagang Asongan pun tahu
Masih tentang demo anti Gus Dur, maraknya tuduhan bughot pada parademonstran membuat banyak masyarakat bertanya-tanya, siapasebenarnya dan darimana datangnya para demonstran yang kian hari kianbanyak dengan berbagai nama organisasi baru, selain organisasi yang jelasdan sudah lama eksis seperti KAMMI dan BEM SI. Tapi kebingungan sepertiini tidak melanda para pedagang asongan di sekitar bundaran HI dan istana
 
merdeka. Mereka dengan jelas tahu persis siapa dibalik demo-demo ini.Seorang wartawan mencoba bertanya pada salah satu dari mereka." Anda tahu siapa sebenarnya dan darimana datangnya para peserta demoini ?""Jelas kami tahu, mereka adalah orang-orang semacam KAMMI dan yangsejenis itulah pokokmya ..! ""Tapi, darimana anda tahu ? "" Jelas kali, setiap kali mereka demo kami selalu dilanda kerugian, karenatak satupun dari peserta demo yang membeli rokok dari kami, dan hal initidak pernah kami alami, selain di demo yang dilakukan orang-orang KAMMIdan sejenis itu ."" Oooo.. pantesan .."
3. Menentukan Hari Demo
Dalam situasi genting dengan perkembangan peta politik yang demikiancepat membuat setiap ikhwah harus siap siaga. Kapan pun dan dimanapunada panggilan, mereka harus segera berangkat untuk ikut turun ke jalan,bahkan mungkin dengan persiapan seadanya. Ada cerita, seorang ikhwahsemalaman sudah belajar karena ada ujian (kuis) esok harinya, tapi setelahsubuh mendadak ada telpon panggilan demo. Akhirnya ujian punditinggalkan untuk menunaikan tugas tersebut. Inilah susahnya bagi paraperancang demo, untuk menentukan jam dan hari demo yang tepat agarbanyak peserta yang datang dan ikut Karena jika tidak, jumlah pesertayang sedikit akan melemahkan semangat peserta demo dan mengurangikekuatan pressure mereka.Ada satu keunikan bahwa di Jakarta demo paling sering dilakukan hariJumat setelah Jumatan, biasanya kumpul di Al Azhar. Dan yang paling

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->