Pendahuluan
Laut Indonesia memiliki luas 5.176.800 km
2
yang terdiri dari 3,1 juta km
2
perairan Nusantaradan 2,7 juta km
2
Perairan Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEEI) ataubsekitar 70% dari luasIndonesia dimana luas daratan yang kita miliki adalah 1.919.440 km
2
. Disamping itu kita memilikilebih dari 17.000 pulau yang sebagian besar belum bernama, dan panjang pantai 95.181 km. Jadisangatlah tepat apabila Indonesia disebut sebagai Negara Kepulauan (
Archipelagic State
), salah satudari 46 negara kepulauan di dunia. Oleh karena itu, sangatlah mudah dipahami jika laut besertaisinya mempunyai peran yang sangat besar dalam kehidupan dan penghidupan masyarakatIndonesia. Data menunjukan bahwa dari sekitar 348 kabupaten/kota Indonesia, sejumlah 42 kotadan 181 kabupaten terletak di wilayah pesisir.Hutan bakau, padang lamun dan terumbu karang merupakan tiga ekosistem penting di daerah pesisir. Hutan bakau memiliki peran penting dalam melindungi pantai dari abrasi oleh gelombanglaut, sebagai peredam gelombang, penahan lumpur dan perangkap sedimaen. Padang lamunmemiliki peran sebagai tempat pemijahan (
spawning
), dan tempat menyari makan (
feeding ground
).Telah diidentifikasi lebih dari 93.000 spesies hidup di terumbu karang, namun diperkirakan lebihdari satu juta spesies mendiami ekosistem ini.
Namun saat ini kondisi sumberdaya hayati laut semakin memprihatinkan. Banyak permasalahanyang dihadapi seperti pemanfaatan yang berlebih, pencemaran, perusakan ekosistem terumbukarang, bakau dan lamun, merupakan penyebab utama dari semakin berkurangnya populasi alamdari banyak organisme laut.Berkurangnya keanekaragaman hayati ini disebabkan oleh antropogenik (aktivitas manusia)seperti eksploitasi sumberdaya hayati laut yang berlebihan, dan perusakan habitat, maupun yangnon antropogenik (perubahan ekologis, faktor alam) seperti polusi yang tinggi dan pemanasanglobal.Pada kesempatan ini akan diuraikan tentang pengaruh perubahan iklim terhadap ekosistemterumbu karang.