Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
36Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Dody Firmanda 2010 - Guest Lecture 3 KARS UNAND - Clinical Governance, Manajemen Risiko Klinis dan Keselamatan Pasien

Dody Firmanda 2010 - Guest Lecture 3 KARS UNAND - Clinical Governance, Manajemen Risiko Klinis dan Keselamatan Pasien

Ratings: (0)|Views: 756|Likes:
Published by Dody Firmanda
Makalah Guest Lecture (Dosen Tamu) 3 - Clinical Governance, Manajemen Risiko Klinis dan Keselamatan Pasien. Disampaikan pada acara kuliah tamu Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Program Pascasarjana Universitas Andalas Padang, Sabtu 12 Juli 2010 jam 14.00 - 16.00 WIB. (Dody Firmanda)
Makalah Guest Lecture (Dosen Tamu) 3 - Clinical Governance, Manajemen Risiko Klinis dan Keselamatan Pasien. Disampaikan pada acara kuliah tamu Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Program Pascasarjana Universitas Andalas Padang, Sabtu 12 Juli 2010 jam 14.00 - 16.00 WIB. (Dody Firmanda)

More info:

Published by: Dody Firmanda on Jul 12, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/10/2013

pdf

text

original

 
1
Clinical Governance 
, Manajemen Risiko Klinisdan Keselamatan Pasien
Dr. Dody Firmanda, Sp.A, MAKetua Komite MedikRSUP Fatmawati, Jakarta.
Pendahuluan
Saat ini di tanah air telah berlaku berbagai perundangan dan peraturan yangmenyangkut profesi medis antara lain Undang Undang RI Nomor 29 Tahun2004 tentang Praktik Kedokteran, Undang Undang RI Nomor RI 40 Tahun2004 tentang Sistem Jaminan Kesehatan Nasional, Undang Undang RINomor 25 Tahun 2009 tentang Layanan Publik (termasuk kesehatan),Undang Undang RI Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial,Undang Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dan terakhirUndang Undang Nomor RI 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit.Inti dari tujuan Undang Undang RI Nomor 29 Tahun 2004 tentang PraktikKedokteran yakni:1. Memberikan perlindungan kepada pasien
(patient safety) 
2. Mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan medis yangdiberikan3. Memberikan kepastian hukum kepada masyarakat dan dokter.dan inti tujuan Undang Undang Nomor RI 44 Tahun 2009 tentang RumahSakit yakni:1. Mempermudah akses masyarakat untuk mendapatkan pelayanankesehatan2. Memberikan perlindungan terhadap keselamatan pasien, masyarakat,lingkungan rumah sakit dan sumber daya manusia di rumah sakit3. Meningkatkan mutu dan mempertahankan standar pelayanan rumahsakit; dan4. Memberikan kepastian hukum kepada pasien, masyarakat, sumber dayamanusia rumah sakit, dan Rumah Sakit.
Disampaikan pada acara Kuliah Tamu Program Studi Magister Kesehtan Masyarakat ProgramPascasarjana Universditas Andalas Padang, Sabtu 17 Juli 2010 jam 14.00-16.00 WIB.
 
2
Keberadaan profesi medis di rumah sakit sangat penting dan strategis dalammenentukan arah pengembangan dan kemajuan suatu rumah sakit. Makapengorganisasian dan pemberdayaan profesi medik dalam atau wadah KomiteMedik sangat penting untuk membangun dan memajukan rumah sakit tersebutbaik dari segi pelayanan maupun pendidikan dan penelitian.Undang Undang RI Nomor 44 tentang Rumah Sakit beserta penjelasannyatelah disahkan pada tanggal 28 Oktober 2009 terdiri dari 66 pasal dandiharapkan seluruh rumah sakit harus sudah menyesuaikan dengan ketentuantersebut dalam jangka waktu paling lambat 2 tahun. Pasal pasal yangmenyangkut profesi medis adalah:Pasal Ayat Perihal1 Memiliki Surat Izin PraktekPasal 133 Standar Profesi, Standar Pelayanan, StandarProsedur Operasional, Etika profesi, hak pasien dankeselamatan pasien1 Dapat memperkerjakan teanga asing2 Untuk kepentingan:
alih teknologi
ilmu pengetahuan
ketersediaan teanga medis setempatPasal 143 Mempunyai STR dan SIPPasal 15 3 Pengelolaan alat kesehatan, sediaan farmasi danbahan habis pakai harus oleh instalasi farmasi sitemsatu pintu4 Penggunaan peralatan medis dan non medis sesuaiindikasi medisPasal 165 Pengoperasian dan pemeliharaan oleh yangmempunyai kompetensiPasal 39 Audit medis adalah upaya evaluasi secara profesionalterhadap mutu pelayanan medis yang diberikan kepada pasiendengan menggunakan rekam medisnya yang dilaksanakan olehprofesi medis/Komite Medik.Audit kinerja adalah pengukuran kinerja berkala yangmeliputi kinerja pelayanan dan kinerja keuangan dilakukanoleh Satuan Pemeriksaan Internal.
 
3
dan bila tidak memenuhi persyaratan Pasal 13 sampai dengan 16 diatasberikut tidak diberikan izin RS, izin dicabut dan tidak diperpanjangoperasional RS tersebut.Dalam Undang Undang RI Nomor 44 tentang Rumah Sakit pada Pasal 33 Ayat1 dan 2 tersebut menyebutkan setiap rumah sakit harus memiliki organisasi yang efektif, efisien, dan akuntabel serta paling sedikit terdiri atas KepalaRumah Sakit atau Direktur Rumah Sakit, unsur pelayanan medis, unsurkeperawatan, unsur penunjang medis, komite medis, satuan pemeriksaaninternal, serta administrasi umum dan keuangan.Organisasi Rumah Sakit disusun dengan tujuan untuk mencapai visi dan misiRumah Sakit dengan menjalankan
tata kelola perusahaan yang baik
(Good Corporate Governance) 
dan tata kelola klinis yang baik
(Good Clinical Governance).
Sedangkan tata kelola klinis yang baik
(Good Clinical Governance) 
adalah penerapan fungsi manajemen klinis yang meliputikepemimpinan klinik, audit klinis, data klinis, risiko klinis berbasis bukti,peningkatan kinerja, pengelolaan keluhan, mekanisme monitor hasil pelayanan,pengembangan profesional, dan akreditasi rumah sakit sebagaimana ilustrasipada Gambar 1.

Activity (36)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Orizucka Mazkha liked this
Titin Prasetyo liked this
Abi Nazar Habsy liked this
Rizalyose Sibul liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->