Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
17Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Tujuan Dan Strategi

Tujuan Dan Strategi

Ratings: (0)|Views: 932 |Likes:
Published by dhitzico

More info:

Published by: dhitzico on Jul 13, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/02/2012

pdf

text

original

 
TUJUAN DAN STRATEGIJANGKA PANJANGBAB I
Ringkasan
I. Pendahuluan
Ringkasan ini akan membahas mengenai Tujuan dan Strategi JangkaPanjang. Tujuan jangka panjang adalah merupakan hasil yang diharapkan daripelaksanaan strategis tertentu, Strategi merupakan serangkaian tindakan yangharus dilakukan untuk mencapai tujuan-tujuan jangka panjang. Kerangka waktuuntuk tujuan dan strategis harus konsisten, biasanya dua sampai lima tahun.Strategi utama
(grand strategies)
, sering kali juga disebut sebagai strategi indukatau strategi bisnis, menyediakan ararahan dasar bagi tindakan-tindakanstrategis. Strategi ini menjadi landasan untuk usaha yang terkoordinasi danberkelanjutan yang diarahkan pada pencapaian tujuan jangka panjangperusahaan.Strategi utama mengindikasikan periode waktu dalam mana tujuan jangkapanjang akan dicapai. Dengan demikian, stratategi utama dapat didefinisikansebagai pendekatan umum yang komprehensif yang menjadi pedoman bagitindakan-tindakan utama suatu perusahaan.Kelima belas strategi utama yang penting adalah pertumbuhanterkonsentrasi, pengembangan pasar, pengembangan produk, inovasi, integrasihorizontal, integrasi vartikal, diversifikasi konsentris, diversifikasi konglomerasi,perubahan haluan, divestasi, likuidasi, kepailitan, usaha patungan, aliansistrategis, dan konsersium. Salah satu dari strateg-strategi ini dapat digunakansebagai dasar untuk mencapai tujuan jangka panjang utama dari suatuperusahaan. Banyak organisasi menjalankan dua atau lebih secara bersamaan,namun strategi kombinasi dapat sangat beresiko jika dijalankan terlalu jauh.Tidak ada satu organisasipun yang dapat menjalankan semua strategi yangdapat menguntungkan perusahaan. Baik anggota atau organisasi harus memilihdiantara sekian banyak strategi utama ini.
1. Hakikat Tujuan Jangka Panjang
Tujuan haruslah bersifat kuantitatif, terukur, realistis, dapat dipahami,menantang,bertahap, dapat diperoleh, dan sejalan dengan unit-unit organisasi.Setiap tujuan harus dikaitkan dengan kerangka waktu. Tujuan umumnyadinyatakan dalam istilah-istilah serti pertumbuhan aktiva, pertumbuhan
1
 
penjualan, keuntungan, pangsa pasar, seberapa besar dan sifat diversifikasi,seberapa besar dan sifat integrasi verikal, penghasilan per saham, dan tanggung jawab sosial. Tujuan yang dinyatakan dengan jelas memberikan banyakkeuntungan. Tujuan tersebut memberikan arah, memberikan sinergi, membantudalam evaluasi, menentukan prioritas, mengurangi ketidak pastian,meminimalkan konflik, merangsang pengerahan tenaga, dan membantu dalammengalokasikan sumber daya dan merancang pekerjaan.Tujuan jangka panjang diperlukan pada tingkat korporat, devisi, danfungsional dalam sebuah organisasi. Tujuan tetsebut penting sebagai alat ukur kinerja kinerja manajerial. Untuk mencapai kemakmuran jangka panjang, paraperencana strategis umumnya menetapkan perencana jangka panjang dalamtujuh bidang, yaitu:
a)
Profitabilitas
Kemampuan dari suatu perusahaan untuk beroperasidalam jangka panjang bergantung pada tingkat laba yang memadai.Perusahaan yang dikelola secara strategis pada umumnya memiliki tujuanlaba, yang dinyatakan dalam bentuk laba persaham.
b)
Produktivitas
Para manager strategis secara terus mencobameningkatkan produktivitas sistem mereka. Perusahaan yang dapatmemperbaiki hubungan input-output pada umumnya dapat meningkatkanprofitabilitas. Dengan demikian perusahaan-perusahaan hampir selalumenyatakan suatu tujuan produktivitas. Tujuan produktivita yang umumdigunakan adalah jumlah barang yang diproduksi atau jumlah jasa yangdiberikan perunit input.
c)
Posisi Kompetitif 
Salah satu ukuran keberhasilan perusahaan adalahsalah satu dominasi relatifnya di pasar. Perusahaan-perusahaan yanglebih besar pada umumnya menetapkan tujuan dalam hal posisi konpetitif,sering kali menggunakan penjualan total atau pangsa pasar sebagaiukuran posisi kompetitifnya.
d)
Pengembangan Karyawa .
Karyawan menghargai pendidikandanpelatihan, sebagian karena hal tersebut mengarah pada kompensasidan jaminan kerja yang lebih tinggi. Menyajikan peluang semacam itusering kali meningkatkan produktivitas dan mengurangi perputarankaryawan. Oleh karena itu para pembuat keputusan strategis sering kalimemasukan tujuan pengembangan karyawan kedalam rencana jangkapanjang.
e)
Hubungan dengan Karyawan
Apakah terikat dengan kontrak serikatpekerja atau tidak perusahaan-perusahaan secara aktif mencoba untukmenggembangkan hubungan baik dengan karyawan. Bahkan langka-langka proaktif dalam mengantisipasi kebutuhan dan harapan karyawanmerupakan karakteristik dari para manajer strategis. Para manajer 
2
 
strategis yakin bahwa produktivitas hubungan dengan loyalitas karyawandan apresiasi atas perhatian manajer terhadap kesejahteraan karyawan.
f)
Kepemimpinan Teknologi 
Perusahan harus memutuskan apakah akanmenjadi pemimpin atau hanya jadi pengikut di pasar. Setiap pendekatandapat berhasil, tetapi masing-masing membutuhkan postur strategi yangberbeda. Oleh karena itu banyak perusahaan menyatakan suatu tujuanberkaitan dengan kepemimpinan teknologi.
g)
Tanggung Jawab kepada Masyarakat 
Para manajer memahamitanggung jawab mereka terhadap pelanggan dan masyarakat secaraumum. Bahkan banyak perusahaan mencoba untuk memenuhi tanggung jawab sosialnya melampaui persyaratan pemerintah. Perusahaan-perusahaan tersebut bukan hanya bekerja untuk mengembangkanreputasi sebagai produsen dari produk dan jasa dengan harga yang layak,melainkan menjadi warganegara yang bertanggung jawab.
2. Tidak Mengelola Berdasarkan Tujuan
Para perencana strategis harus menghindari berbagai alternatif berikut ini , yaitu
(not managing by objectives)
:a) Mengelola berdasarkan Ekstrapolasi, yaitu mengikuti perinsip, “Jika tidak rusak,tidak usah diperbaiki” Intinya adalah tetap melakukan hal yang sama dengancara yang sama karena segalanya berjalan lancar.b) Mengelola berdasarkan Krisis, yaitu berdasarkan keyakinan bahwa untukmengetahui seberapa baik seorang perencana strategis adalah denganmengukur kemampuannya dalam menyelesaikan masalah. Karena ada banyaksekali krisis dan masalah, yang dihadapi oleh setiap orang dan setiap organisasi,para perencana strategis harus menggunakan waktu dan energi kreatif merekauntuk menyelesaikan masalah yang paling mendesak. Menggelola berdasarkankrisis sebenarnya adalah bentuk reaksi dan bukannya aksi (tindakan) sertamembiarkan kejadian yang mendikte apa dan kapan ada keputusan manajemen.c) Mengelola secara Subjektif, yaitu atas dasar pemikiran bahwa tidak ada rencanaumum yang menentukan arah mana yang harus ditempuh dan apa yang harusdikerjakan; kerjakanlah yang terbaik untuk menyelelesaikan apa yang dianggapharus diselesaikan.d) Mengelola berdasarkan Harapan, yaitu atas dasar kenyataan bahwa masa depanpenuh dengan ketidak pastian. Jika berupaya dan tidak berhasil, maka kitaberharap pada upaya kedua (atau ketiga), kita akan berhasil. Keputusan dibuatdengan harapan keputusan tersebut dapat dijalankan dan keberhasilan tinggalbeberapa langkah lagi, terutama jika nasib dan keberuntungan berpihak kepadakita.
3

Activity (17)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Ismunandar Ismu liked this
Azhari Saddam liked this
Ari Wiyanto liked this
Zey Yor liked this
Tiina Agustiyana liked this
Zidan Baelah liked this
toofun liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->