Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
124Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Dampak Negatif Limbah Sampah Terhadap Lingkungan dan Pemanfaatannya -enzolawyerslab ©copyright 2010-

Dampak Negatif Limbah Sampah Terhadap Lingkungan dan Pemanfaatannya -enzolawyerslab ©copyright 2010-

Ratings:

4.0

(1)
|Views: 15,547 |Likes:
Published by Enzo Aby Manyu

More info:

Published by: Enzo Aby Manyu on Jul 13, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/12/2014

pdf

text

original

 
Dampak Negatif Limbah Sampah Terhadap Lingkungan danPemanfaatannya
Disusun untuk memenuhi salah satu tugas semester pendek mata kuliah Hukum Lingkungan
Dosen :
Disusun Oleh ;Muhammad Iqbal Tubagus Iman 071000016
FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS PASUNDAN
2009  2010
 
------------------------------
enzolawyerslab ©copyright 2010
--------------------------------
 
Dampak Negatif Limbah Sampah Terhadap Lingkungan dan Pemanfaatannya
Pertambahan jumlah penduduk, perubahan pola konsumsi, dan gaya hidup masyarakattelah meningkatkan jumlah timbunan sampah, jenis, dan keberagaman karakteristik sampah.Meningkatnya daya beli masyarakat terhadap berbagai jenis bahan pokok dan hasil teknologiserta meningkatnya usaha atau kegiatan penunjang pertumbuhan ekonomi suatu daerah jugamemberikan kontribusi yang besar terhadap kuantitas dan kualitas sampah yang dihasilkan.Meningkatnya volume timbulan sampah memerlukan pengelolaan. Pengelolaan sampah yangtidak mempergunakan metode dan teknik pengelolaan sampah yang ramah lingkungan selainakan dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan juga akan sangat mengganggukelestarian fungsi lingkungan baik lingkungan pemukiman, hutan, persawahan, sungai danlautan.Berdasarkan Undang-Undang No. 18 Tahun 2008[1], sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat. Pengelolaan sampah dimaksudkanadalah kegiatan yang sistematis, menyeluruh, dan berkesinambungan yang meliputipengurangan dan penanganan sampah. Berdasarkan sifat fisik dan kimianya sampah dapatdigolongkan menjadi: 1) sampah ada yang mudah membusuk terdiri atas sampah organikseperti sisa sayuran, sisa daging, daun dan lain-lain; 2) sampah yang tidak mudah membusukseperti plastik, kertas, karet, logam, sisa bahan bangunan dan lain-lain; 3) sampah yang berupadebu/abu; dan 4) sampah yang berbahaya (B3) bagi kesehatan, seperti sampah berasal dariindustri dan rumah sakit yang mengandung zat-zat kimia dan agen penyakit yang berbahaya.Untuk mewujudkan kota bersih dan hijau, pemerintah telah mencanangkan berbagaiprogram yang pada dasarnya bertujuan untuk mendorong dan meningkatkan kapasitasmasyarakat dalam pengelolaan sampah. Program Adipura misalnya pada tahun 2007 telah
 
mampu mengantarkan Provinsi Bali menjadi Provinsi Adipura karena semua kabupaten dankota di Bali telah berhasil mendapatkan Anugerah Adipura. Walaupun telah mendapat adipurabukan berarti tidak terdapat permasalahan sampah, Apresiasi pemerintah dan masyarakatselalu dituntut untuk melakukan pengelolaan sampah sehingga pada gilirannya sampah dapatdiolah secara mandiri dan menjadi sumberdaya. Mencermati fenomena di atas maka sangatdiperlukan model pengelolaan sampah yang baik dan tepat dalam upaya mewujudkanperkotaan dan perdesaan yang bersih dan hijau di Provinsi Bali.
I.
 
FAK
TOR Y
A
NG BERPENG
A
RUH D
A
L
AM
PENGELOL
AA
N S
AM
P
A
H
Pengelolaan sampah bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan kualitaslingkungan serta menjadikan sampah sebagai sumberdaya. Dari sudut pandang kesehatanlingkungan, pengelolaan sampah dipandang baik jika sampah tersebut tidak menjadi mediaberkembang biaknya bibit penyakit serta sampah tersebut tidak menjadi medium perantaramenyebarluasnya suatu penyakit. Syarat lainnya yang harus dipenuhi, yaitu tidak mencemariudara, air dan tanah, tidak menimbulkan bau (tidak mengganggu nilai estetis), tidakmenimbulkan kebakaran dan yang lainnya[2]Meningkatnya volume sampah yang dihasilkan oleh masyarakat urban dapat disaksikan dariKota Denpasar, yaitu pada tahun 2002 rata-rata produksi sampah sekitar 2.114 m
3
/hari yangbersumber dari sampah rumah tangga, sampah sejenis sampah rumah tangga, dan sampahspesifik. Dalam jangka waktu 4 tahun, yaitu tahun 2006, jumlah produksi sampah telahmeningkat menjadi 2.200 m
3
/hari[3]. Sementara itu, rendahnya pengetahuan, kesadaran, danpartisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah menjadi suatu permasalahan yang perlumendapat perhatian dalam pengelolaan lingkungan bersih dan sehat.Faktor-faktor yang mempengaruhi pengelolaan sampah di antaranya:1.
 
sosial politik, yang menyangkut kepedulian dan komitment pemerintah dalammenentukan anggaran APBD untuk pengelolaan lingkungan (sampah), membuatkeputusan publik dalam pengelolaan sampah serta upaya pendidikan, penyuluhan dan

Activity (124)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Elenn Djawa liked this
Agnes Purwani liked this
Rick Sinagazaki liked this
Ari Sudewa added this note
Nice :D Makasih banget, dengan ini saya bisa menyelesaikan tugas :D
Pitriah Sajah liked this
Laliluleloha liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->